Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Usaha dan Kepekaan

Share

Usaha dan Kepekaan

Author: NaoMiura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-24 20:00:57

Pagi berikutnya datang tanpa banyak tanda. Naomi sedang duduk santai di apartemennya ketika ponselnya bergetar. Nama Mareeq muncul. Ia menatap layar itu sebentar.

Mareeq mengatakan sedang ada di tempat parkir apartemen. Naomi mengerutkan kening, kenapa dia tiba-tiba ada di bawah. Bukankah seharusnya dia liburan bersama Raya dan Freya. Tanpa banyak pikir, Naomi bangkit, mengambil jaket tipisnya, dan keluar dari apartemen.

Beberapa menit kemudian, ia sudah sampai di area parkiran.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bilur Bulir Bertaut   Lantunan

    Mareeq menatapnya tenang. "Kalau semua pekerjaan di kantor selesai hari ini. Apa masalahmu juga selesai hari ini?"Naomi tidak mampu menjawab."Kalau kamu menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Besok pagi kamu tetap bangun dengan kenyataan yang sama. Akan ada pekerjaan lain yang menanti"Keheningan memenuhi mobil. Naomi tetap diam di tempatnya. Mareeq kembali berkata dengan nada yang jauh lebih lembut."Menyibukkan diri itu bukan solusi. Itu cuma pelarian. Dan pelarian tidak pernah menyelesaikan masalah. Belum tentu badanmu sanggup meski otakmu mengatakan sanggup."Naomi menutup mata sesaat. Ucapan itu terasa menohok. Karena jauh di dalam hatinya ia tahu Mareeq benar.Selama beberapa minggu terakhir, ia memang sengaja memenuhi harinya dengan pekerjaan. Bukan karena pekerjaannya bertambah. Melainkan karena ia tidak ingin memiliki waktu untuk berpikir. Ya, Naomi memang sedang berusaha lari.Mareeq melanjutkan, "Aku sudah berjanj

  • Bilur Bulir Bertaut   Di Mobil yang Sama

    Lampu-lampu jalan mulai menyala, memenuhi jalanan kota yang perlahan dipadati kendaraan pulang kerja. Beberapa menit berlalu. Baru setelah mobil memasuki jalan utama, Mareeq memecah keheningan."Lapar?"Naomi menoleh. "Hm?""Aku belum sempat makan." ujar Mareeq.Naomi menghela napas kecil. "Aku sedang tidak ingin makan.""Bicara bisa sambil makan. Hari ini pengin makan apa?" tanya Mareeq tidak peduli apa yang dikatakan Naomi.Naomi berpikir beberapa detik. Ia menatap keluar jendela. Mareeq mengetukkan jarinya pelan di setir. Ia kembali melirik Naomi."Kalau aku yang pilih, nanti nggak boleh protes."Naomi menoleh. Dia langsung bisa menebak. Pilihan yang dimaksud Mareeq pasti bukan tempat makan biasa. Selama mengenalnya, pria itu selalu memilih restoran yang tenang, pelayanannya bagus, dan tentu saja mahal.Naomi menggeleng pelan. "Jangan.""Kenapa?" tanya Mareeq."Aku lagi nggak pengin masuk restoran."

  • Bilur Bulir Bertaut   Penjelasan

    Naomi berjalan melangkah ke ruang HR. Dia berdiri beberapa saat di depan pintu ruang HR. Tangannya terangkat, lalu mengetuk pelan."Silakan masuk." ujar ibu Sinta dari dalam ruangan.Naomi membuka pintu. Di dalam, Manajer HR sedang memeriksa beberapa berkas. Begitu melihat Naomi, wanita itu tersenyum ramah."Silakan duduk, Naomi. Ada yang bisa saya bantu?" Ibu Sinta mempersilakan Naomi.Naomi duduk perlahan. "Saya ingin menanyakan alasan kenapa saya dikeluarkan dari proyek Gigantic."Manajer HR menutup map di hadapannya. "Saya sudah menduga kamu akan datang."Naomi menunggu dengan sabar."Keputusan itu bukan karena performamu."Naomi sedikit lega mendengarnya."Justru hasil evaluasimu sangat baik." pujinya."Lalu kenapa?" tanya Naomi.Manajer HR menyandarkan punggungnya ke kursi."Beberapa hari lalu, Pak Mareeq menyampaikan bahwa beban kerja kamu sudah terlalu tinggi. Dan kamu dalam keadaan yang tida

  • Bilur Bulir Bertaut   Alasan

    Suasana kantor kembali ramai setelah akhir pekan. Para karyawan berlalu-lalang membawa dokumen dan secangkir kopi. Sementara layar besar di area kerja menampilkan jadwal rapat hari itu.Naomi datang lebih awal. Ia mengenakan blazer krem dengan kemeja putih, rambutnya diurai rapi. Begitu meletakkan tas di mejanya, ia langsung menyalakan komputer dan memeriksa kembali pekerjaan untuk hari ini. Pekerjaan utama hari ini adalah meeting dengan Gigantic.naomi datang pagi agar dia bisa mempelajari materi meeting dan menyempurnakan laporan. Setidaknya bekerja membuat pikirannya tidak terus memutar persoalan yang sedang dihadapinya. Dia sangat butuh pelarian.Tak lama kemudian, pintu ruangan milik Rahaal terbuka. Rahaal melangkah keluar sambil membawa dokumen. Ia menatap ke arah beberapa anggota tim. Lagi-lagi pria itu melewati pandangan Naomi."Meeting Gigantic sekarang."Beberapa karyawan langsung berdiri, mengambil laptop dan buku catatan masing-masing.

  • Bilur Bulir Bertaut   Bahasa Jawa

    Killa menyentuh kepala Naomi dan mengusapnya. "Baiklah. Katakan. Ngidam apa kamu sekarang? Aku akan memenuhi permintaanmu."Naomi menoleh ke arah Killa. Terlihat sekali matanya merah menahan air mata meskipun bibirnya terlihat tertawa."Aku nggak salah denger?" tanya Naomi."Nggak. Aku sungguh-sungguh." jawab Killa tanpa keraguan. "Asal bukan sesuatu yang mahal."Naomi diam sebentar dan memikirkan sesuatu. Dia terpikirkan sesuatu. Killa adalah campuran Betawi dan Sunda. Akan terasa lucu jika dia berbicara dengan bahasa Jawa.Naomi melihat sekeliling dan mencari seseuatu. Dia melihat kearah jalanan. Di kejauhan, seorang bapak tua tampak berjalan perlahan sambil memikul dua keranjang bambu di kedua ujung pikulannya. Di dalam keranjang itu tersusun berbagai buah, tetapi yang paling banyak adalah salak."Itu." tunjuk Naomi.Killa mengikuti arah telunjuk Naomi. "Salak?""Iya."Killa terkekeh. "Oke."Ia hendak mel

  • Bilur Bulir Bertaut   Kabar untuk Killa

    Naomi membelalakkan matanya. Dia menatap ke arah Killa. Dia tidak menyangka Killa akan mengatakan hal ini. Hanya sedetik dia mampu menatap mata pria di sampingnya itu."Aku tidak ingin dia melakukan itu.""Jangan melakukan setengah-setengah." ujar Killa "Karena apa pun yang kamu lakukan akan terlihat buruk. Jadi, pilih saja yang lebih menguntungkan dan membahagiakanmu.""Apakah aku bisa melakukan itu?" tanya Naomi menatap ke arah Killa."Cinta bisa mengalahkan segalanya bukan?""Cinta ya..." gumam Naomi menghela napas."Kamu masih ragu mencintai Mareeq?""Aku berharap ini obsesi saja. Kau tahu seperti otak dan pikiranku tahu itu salah, tapi hati nggak mau menuruti otakku."Killa mengangguk kecil. "Setidaknya pikiranmu masih normal."Naomi menoleh ke arah Killa dan tersenyum. "Beruntunglah orang yang kisah cintanya mudah dan lancar."Naomi berusaha mengangkat cerita hubungan Killa dengan tunangannya."Kapan

  • Bilur Bulir Bertaut   Ruang yang Masih Ada

    Beberapa menit kemudian, penjaga tadi kembali.“Maaf, Kak,” katanya. “Stoknya memang habis. Belum datang lagi.”Naomi terdiam sebentar. “Oh… ya sudah,” jawabnya pelan.Penjaga itu mengangguk dan pergi lagi. Hening. Naomi masih menata

  • Bilur Bulir Bertaut   Validasi di Sudut Sepi

    Undangan ramah itu muncul lancar dari mulut Naomi. Naomi ingin menunjukkan bahwa jika ada hal yang harus dibicarakan, itu harus dilakukan di tempat terbuka di mana siapa pun bisa melihat. Tidak perlu tempat tersembunyi seperti parkiran lagi. Mareeq mengangguk pelan, tampak sedikit terkejut dengan

  • Bilur Bulir Bertaut   Bisa dalam Perayaan

    Angin di rooftop berembus cukup kencang, menerbangkan beberapa helai rambut Naomi yang tampak kusut, seiring dengan pikirannya yang kalut. Di sini, jauh dari aroma sushi dan tatapan tajam di ruang kantor. Naomi akhirnya bisa menarik napas panjang, meski dadanya masih terasa sesak.Flora du

  • Bilur Bulir Bertaut   Parade Sushi

    Naomi melangkah masuk ke ruangan, atmosfer berat menyergapnya. Aroma cuka beras yang tajam bercampur dengan kesegaran ikan mentah langsung memenuhi indra penciumannya. Di meja tengah, dokumen-dokumen yang biasanya berserakan telah disingkirkan, digantikan oleh parade sushi mewah yang tertata sang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status