Share

Bab 58

last update publish date: 2026-03-02 16:00:43
Pasca kejadian di hotel itu, pikiran Nizam tak pernah benar-benar tenang.

Ia duduk sendirian di teras rumah nenek Inara, memandangi halaman depan yang teduh. Angin siang itu berembus pelan, menggoyangkan daun-daun mangga tua yang sudah puluhan tahun berdiri di sana. Suasana tenang itu kontras dengan isi kepalanya yang riuh.

Ia mengingat kembali kejadian di ruang rapat hotel. Minuman yang terasa aneh. Tubuhnya yang tiba-tiba panas dan kehilangan kendali. Sosok perempuan asing yang mencoba meman
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos Galak, I Love U   Bab 68

    Pak Wijaya dan Nenek tidak beranjak sedikit pun dari depan ruang perawatan Inara. Setelah operasi pada kaki dan tangannya selesai dilakukan sehari sebelumnya, kondisi Inara perlahan mulai stabil. Seorang perawat keluar dari ruang rawat. "Pak Wijaya?" Pria itu segera berdiri. "Iya, Sus." "Pasien sudah mulai sadar." Kalimat itu membuat wajah Pak Wijaya dan Nenek seketika berbinar. "Alhamdulillah..." Tanpa menunggu lama, keduanya segera masuk ke dalam kamar perawatan. Di atas ranjang, Inara perlahan membuka mata. Tatapannya masih kosong. Sesekali ia meringis menahan nyeri yang menjalar dari kepala hingga kaki. Tangannya yang digips terbaring di samping tubuhnya, sementara kaki kanannya juga masih dibalut gips tebal. "Inara..." Suara Pak Wijaya bergetar. "Papa di sini, Nak." Mata Inara bergerak pelan mengikuti arah suara. Ia menatap wajah pria di hadapannya beberapa saat, namun tatapan itu terasa asing. "Maaf..." Suara Inara lirih. "Bapak... Siapa ?" Deg... Pertan

  • Bos Galak, I Love U   Bab 67

    Sore itu, langit mulai berubah jingga. Di sebuah rumah yang hangat, Mira akhirnya bisa bernapas sedikit lega. Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya, dokter mengizinkannya pulang untuk menjalani rawat jalan. Meski begitu, beberapa luka lebam masih terlihat di tangan dan dahinya. Kakinya pun masih belum kuat digunakan berjalan terlalu lama. "Aduh..." Mira meringis pelan saat mencoba mengubah posisi duduk di sofa. Mamanya yang melihat itu langsung menghampiri. "Jangan banyak bergerak dulu." "Iya, Ma." "Nanti jahitannya bisa sakit lagi." Mira hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Sementara itu, di rumahnya, Saka pun mengalami nasib yang hampir sama. Lengan kirinya masih dibalut perban, sementara bahunya belum pulih sepenuhnya akibat benturan keras. Sudah hampir tiga hari ia hanya berputar antara kamar, ruang keluarga, dan teras rumah. Rasa bosan mulai menyerangnya. Saka menutup buku yang sejak tadi dibacanya. "Ah...ngg

  • Bos Galak, I Love U   Bab 66

    Di lantai ICU rumah sakit, waktu seolah berhenti. Tak seorang pun benar-benar memedulikan pergantian siang dan malam. Semua perhatian tertuju pada dua pintu ruang perawatan intensif yang sejak tadi tak pernah sepi dari lalu lalang tenaga medis. Pak Wijaya berdiri mematung di balik kaca ruang operasi. Melalui celah kecil itu, ia melihat beberapa dokter masih berusaha menangani putri semata wayangnya. "Inara, kesayangan Papa" Suara itu nyaris tak terdengar. Sejak kecil, Inara adalah satu-satunya anak yang selalu menjadi kebanggaannya. Gadis yang tak pernah membuat masalah, selalu lembut kepada siapa pun, dan selalu mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri. Tak pernah sedikit pun terlintas dalam benaknya bahwa suatu hari ia harus melihat putrinya terbaring tak berdaya di meja operasi. Seorang dokter ortopedi akhirnya keluar menghampiri keluarga. "Pak Wijaya?" "Iya, Dok..." "Kondisi Ibu Inara sudah berhasil kami stabilkan." Pak Wijaya mengembuskan napas lega. "Ta

  • Bos Galak, I Love U   Bab 65

    Lokasi kecelakaan kembali dipenuhi garis polisi, beberapa anggota tim forensik masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangkai mobil yang dikendarai Nizam. Seorang teknisi kepolisian memperhatikan bagian bawah kendaraan dengan saksama. Dahinya berkerut ketika menemukan sesuatu yang tidak biasa. "Pak, coba lihat ini." Samudra, Penyidik senior segera menghampiri. "Ada apa?" "Selang minyak rem ini... bukan putus karena benturan." Penyidik itu berjongkok, bekas sayatan tipis tampak begitu rapi, seolah sengaja dibuat menggunakan alat tajam. "Kalau ini benar, berarti sistem pengereman gagal sebelum mobil mengalami tabrakan." Mereka saling berpandangan. Kasus yang semula diduga sebagai kecelakaan tunggal kini mulai mengarah pada dugaan sabotase. "Jangan sampaikan ke media dulu." "Siap, Pak." "Kita pastikan semuanya lewat uji laboratorium forensik." Salah satu anggota mengangguk. "Kalau dugaan ini terbukti... berarti ada seseorang yang memang ingin mencelakakan korb

  • Bos Galak, I Love U   Bab 64

    Suasana Niaga Perkasa kembali hidup setelah beberapa hari menikmati libur panjang. Sejak pagi, setiap divisi sibuk mengejar pekerjaan yang sempat tertunda. Telepon berdering silih berganti, suara printer tak pernah berhenti, sementara para staf keluar masuk ruang rapat membawa setumpuk dokumen. Di ruang CEO, Nizam menandatangani beberapa berkas terakhir sebelum menutup map berwarna hitam di hadapannya. "Alhamdulillah... satu lagi selesai." Inara yang duduk di seberangnya mengangguk sambil menatap layar laptop. "Masih ada tiga draft kerja sama yang harus dicek. Sisanya tinggal finalisasi di perusahaan rekanan siang nanti." Nizam berdiri lalu merenggangkan tubuhnya. "Berarti sesuai rencana." Saat itu pintu diketuk. "Masuk." Riza masuk membawa beberapa dokumen tambahan. "Bos, draft kerja sama yang kemarin sudah saya revisi." Nizam menerimanya lalu membolak-balik beberapa halaman. "Bagus." Ia menutup map itu. "Za." "Iya, Bos." "Saya pergi sama Inara saja siang hari i

  • Bos Galak, I Love U   Bab 63

    Mobil Dewa melaju membelah jalanan malam. Lampu-lampu kota berkelebat di balik kaca, tetapi pikirannya justru kembali pada masa belasan tahun silam.Masa yang tidak pernah ingin ia ulangSaat itu ia masih duduk di bangku SMP. Rumah mereka yang dulu penuh tawa berubah menjadi tempat paling sunyi. Pertengkaran Papa dan Mamanya terjadi hampir setiap hari.Hingga suatu malam..."Aku sudah capek hidup sama kamu!" Bentakan papanya masih terngiang jelas.Mamanya hanya menangis. Tak lama kemudian, perempuan lain datang dalam kehidupan papanya. Perempuan itulah yang akhirnya dipilih sang papa. Perceraian pun tak bisa dihindari.Hari ketika papanya pergi meninggalkan rumah menjadi hari paling menyakitkan dalam hidup Dewa. "Ayo ikut Papa."Dewa kecil menggeleng. "Aku ikut Mama."Keputusan itu membuat hidup mereka berubah drastis. Mereka meninggalkan rumah itu, lalu pindah ke rumah kontrakan sederhana. Mamanya bekerja serab

  • Bos Galak, I Love U   Bab 7 # Kembali ke Setelah Awal

    HAH?!” “Turki loh, Inara!” “Pak bos ke mana?” “Lagi jalan sama Mbak Bella.” “Yah… nggak seru dong.” Inara mengangkat bahu. “Nggak apa-apa. Anggap aja istirahat pindah tempat.” “Dasar kamu,” kata Bunga. “Masih saja mencoba menghibur hati.” Inara tersenyum. Panggilan ditutup. Baru saja p

  • Bos Galak, I Love U   Bab 6 # Yang Tak Terucapkan

    “Zam… itu bukankah Inara?” Nizam menoleh. Diam. Di sudut kafe, Inara duduk santai. Hoodie dilepas, rambutnya digerai. Ia tertawa lepas bersama dua pria dan satu wanita lokal. Bahasa Turki dan Inggris bercampur, terdengar akrab. “Dia kelihatan enjoy dan nyaman,” Bella berkomentar pelan. Niz

  • Bos Galak, I Love U   Bab 5 # Di Bawah Bulan yang Sama

    Family gathering Niaga Perkasa akhirnya terlaksana sesuai rencana. Area perkemahan yang luas di kaki perbukitan itu dipenuhi tenda-tenda karyawan yang berdiri rapi, berjajar seperti barisan kecil penuh harapan. Tawa dan suara riuh bercampur dengan aroma tanah basah dan asap api unggun yang mulai

  • Bos Galak, I Love U   Bab 4 # Aura yang Mengusik

    Di rumah orang tuanya, Nizam duduk dengan punggung tegak. Suasana ruang keluarga terasa hangat, namun pikirannya tak sepenuhnya berada di sana. Ia berusaha menghormati keinginan papa dan mamanya, tapi ada batas yang ingin ia jaga. “Pa,” ucapnya akhirnya, suaranya tenang. “Apa tidak terlalu dini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status