Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 106 - Deep Talk

Share

BAB 106 - Deep Talk

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-07-18 20:00:35

Jarum jam dinding baru saja melewati angka enam sore, ketika keheningan kamar utama di lantai dua kediaman keluarga Narendra mendadak pecah.

Baru sekitar setengah jam lebih Sean terlelap tenang setelah seharian bergelut dengan tumpukan berkas kantor, suara tangis anaknya terdengar menggema, memantul di seluruh rongga rumah besar keluarga Narendra mengudan kepanikan pada hati Papa Muda itu.

Suara lengkingan khas bayi berusia tiga minggu itu terdengar begitu nyaring, memotong sunyinya ari y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Naumi Cantika
nasi Padang rame rame bikin enakk bgt
goodnovel comment avatar
Naumi Cantika
skrg JD Bae bgt. ya seaannn
goodnovel comment avatar
bian cilla
biasa gitu Fara niatnya mau tidur sebentar tp karena saking capeknya jadi kebablasan tp tenang sefan banyak yg jagain di bawah kok
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 109 - Tanda Kehormatan di Balik Luka

    Setelah lambaian tangan terakhir bertukar di pekarangan rumah keluarga Narendra, mobil SUV hitam milik Sean perlahan membelah jalanan kota yang mulai ramai. Suster Nani beliau sudah dijemput oleh Ardi pagi tadi, lalu ikut ke rumah Narendra terlebih dahulu sebelum ke rumah Sean dan Fara. Sefan, bayi mungil itu duduk tenang di kursi bersama suster Nani yang menemani dan selalu bersiap siaga di samping keranjang bayi Sefan, sementara Fara duduk di kursi depan menemani suaminya yang menyetir. Tidak lupa dengan Ardi dan juga beberapa pengaman lainnya yang mengikuti mobil mereka dari belakang. Satu minggu menginap di rumah orang tua Sean pascamelahirkan memang sangat membantu, tetapi kembali ke rumah sendiri selalu menghadirkan perasaan lega yang berbeda. "Mas," panggil Fara pelan, memecah keheningan di dalam mobil yang hanya diisi oleh suara halus pendingin ruangan. "Kenapa, Sayang? Ada yang sakit? Atau kamu haus?" tanya Sean beruntun, pandangannya sesekali beralih dari jalanan ke wa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 108 - Goda Berujung Rencana

    Pagi yang cerah menyelimuti kediaman megah keluarga Narendra, setelah satu minggu lamanya menginap dan menikmati kehangatan di rumah masa kecil Sean. Hari ini tiba saatnya bagi Sean, Fara, dan jagoan kecil mereka, Sefan, untuk pulang kembali ke rumah mereka sendiri. Suasana teras depan rumah dipenuhi riuh rendah obrolan hangat perpisahan. "Pa, Ma, Fara pulang dulu ya," pamit Fara dengan senyum manis terukur di wajahnya. Ia membungkuk hormat, menyalimi tangan kedua mertuanya bergantian sebagai bentuk takzim. Mama Sarah membalas saliman itu lalu mengusap surai anak menantunya dengan lembut, tatapannya penuh kasih sayang khas seorang ibu. "Hati-hati. Besok, setiap dua hari sekali Mama main ke rumah kalian ya buat bantu ngurus jagoan, sambil jenguk mantu juga." Fara tersenyum canggung. Ia tentu menghargai perhatian mertuanya, namun ia juga ingin belajar mandiri mengurus anak pertamanya. "Terima kasih banyak, Ma. Tapi nggak perlu repot-repot, ada Mas Sean sama Suster Nani yang bantu a

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 107 - Meggoda Sella

    Setelah membasuh wajahnya agar terlihat lebih segar dan bersiap, Fara akhirnya melangkah keluar dari kamar didampingi oleh Sean. Sean dengan setia merangkul pinggang istrinya posesif, sesekali mengecup pelipis Fara untuk menyalurkan kekuatan. Di tangan kirinya, Sean membawa bungkusan nasi padang hangat yang tadi dibelinya. Mereka berdua berjalan pelan menuruni anak tangga, menuju ke ruang keluarga yang berada di lantai bawah. Suasana hangat langsung menyambut mereka begitu kaki mereka menginjakkan anak tangga terakhir. Di ruang tengah, seluruh keluarga besar Narendra rupanya sudah berkumpul dan tengah menunggu kedatangan mereka berdua sejak tadi. Bahkan si kecil Sefan pun sekarang sudah bangun dari tidur nyenyaknya. Bayi mungil itu tengah digendong dengan begitu telaten oleh Alex, pamannya. Di samping Alex, ada Sella yang terus-menerus menggoda keponakan kecilnya itu dengan senyuman yang tak pernah luntur."Papa Mama mu datang tuh," ujar Papa Narendra kepada sang cucu kecil yang b

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 106 - Deep Talk

    Jarum jam dinding baru saja melewati angka enam sore, ketika keheningan kamar utama di lantai dua kediaman keluarga Narendra mendadak pecah. Baru sekitar setengah jam lebih Sean terlelap tenang setelah seharian bergelut dengan tumpukan berkas kantor, suara tangis anaknya terdengar menggema, memantul di seluruh rongga rumah besar keluarga Narendra mengudan kepanikan pada hati Papa Muda itu. Suara lengkingan khas bayi berusia tiga minggu itu terdengar begitu nyaring, memotong sunyinya ari yang mulai petang merayap. Fara, istrinya yang tengah tertidur lelap dalam dekapan hangat Sean, pun ikut bergerak gelisah. Kerutan samar muncul di dahinya yang polos, sepertinya wanita itu mendengar suara tangis yang sama seperti yang mengusik tidur Sean. Tidur nyenyak yang semula menjadi pelarian dari rasa lelahnya kini terusik oleh alarm naluriah seorang ibu yang begitu peka terhadap suara darah dagingnya. Dalam sekejap mata, kesadaran Fara tersentak. Netranya langsung membelak kaget. "SE

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 105 - Cantiknya aku

    "Euggk!" Sefan cegukan, bayi mungil itu terlihat polos dan begitu menakjubkan di mata Sean. Dalam gendongannya, bayi kecil mereka yang baru berusia beberapa minggu itu bergumam dan menggeliat kecil dalam. Bayi itu membuka mata sipitnya sebentar sebelum kembali terlelap, seolah memahami bahwa dunia di luar sana kini adalah tempat yang sangat aman. Sean menunduk, mengecup lembut kening putranya yang masih merah dan hangat. "Papa bawa kamu ketemu Oma dulu, gapapa sma Oma dulu kan?" bisik Sean pelan, suaranya nyaris tak terdengar. Sefan hanya bisa mengulat, masih belum bisa menjawab pertanyaan Papanya. Dengan langkah pelan namun pasti, Sean menuruni tangga marmer yang melingkar. Setiap anak tangga seakan menjadi penghubung antara *dunia tugas menjaga istri* dan *dunia kehangatan keluarga besar Narenda*. Suara riuh rendah perpaduan antara tawa renyah adik bungsunya, suara televisi, dan denting cangkir teh samar-samar terdengar dari ruang keluarga di lantai dasar. Saat Sean men

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 104 - Putri Tidur

    Aroma khas bumbu rendang dan gulai yang gurih langsung menyapa indra penciuman semua orang yang sekarang tengah duduk di dalam mobil, rasanya mobil ini bak toko Padang berjalan. Papa Narendra, Alex dan Ardi (selaku sopir di sini) hanya bisa menelan ludah. Karena Sean berpesan, semua makanan yang ia beli khusus untuk istrinya. Kalau mereka mau, beli sendiri. Karena tadi Alex dan papa Narendra tidak ikut turun, sekarang Alex tengah berkutat dengan ponselnya. Memesan beberapa lauk pauk maaan padang dari resto yang sama dengan Sean sebelumnya, yaitu *RMP, Pagi Sore*. Alex memesan makanan dengan porsi besar, untuk dijadikan menu makan malam oleh keluarga istrinya atau keluarga Narendra nanti. Sesaat setelah tiba di kediaman orang tuanya, Sean melangkah melewati pintu depan rumah keluarga besar Narendra egan semangatnya. Di tangan kanannya, sebungkus Nasi Padang hangat— lengkap dengan ekstra kuah dan sambal ijo kesukaan Fara terayun pelan. Senyum tipis terukir di wajah lelahnya

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 58 - Akhirnya Pulang

    Setelah selesai mengurus semua administrasi Sean kembali ke kamar dengan selembar kertas pemulangan oasien atas nama istrinya, dan juga selembar surat kontrol milik istrinya untuk minggu depan. Suasana di kamar rumah sakit terasa jauh lebih cerah, aroma obat-obatan yang sempat membayangi hari-hari

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 49 - Apa lagi kali Ini?

    Sean tengah menatap sang istri lamat-lamat dari kursi yang berada tepat di samping ranjang rumah sakit. Tatapan pria itu begitu lekat, seolah takut jika dalam hitungan detik saja wanita yang sedang duduk bersandar itu akan kembali menghilang dari pandangannya lagi. Fara yang duduk di atas ranjang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 37 - Upaya Menghilangkan Keraguan

    Setibanya di pekarangan rumahnya, Sean mentap sang istri yang masih sesenggukan di sampingnya. "Kenapa sih nangis begitu, bikin Mas khawatir tau nggak." ucap Sean.Fara melirik ke arah suaminya sekilas, lalu membuang pandangannya ke sembarang arah lagi. "Hey, kenapa malingin wajahnya dari Mas?" bin

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 27 - Fitting

    Setelah drama lamaran Sean yang menguran air mata seluruh orang yang ikut hadir, sekarang ke duanya tengah sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka yang akan diadakan dua minggu dari sekarang. Pagi itu, beban di pundak Fara terasa sedikit lebih ringan. Mama Sean baru saja menelepon, mengabarkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status