Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 107 - Meggoda Sella

Share

BAB 107 - Meggoda Sella

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-07-19 13:50:59

Setelah membasuh wajahnya agar terlihat lebih segar dan bersiap, Fara akhirnya melangkah keluar dari kamar didampingi oleh Sean. Sean dengan setia merangkul pinggang istrinya posesif, sesekali mengecup pelipis Fara untuk menyalurkan kekuatan.

Di tangan kirinya, Sean membawa bungkusan nasi padang hangat yang tadi dibelinya. Mereka berdua berjalan pelan menuruni anak tangga, menuju ke ruang keluarga yang berada di lantai bawah.

Suasana hangat langsung menyambut mereka begitu kaki mereka mengin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (18)
goodnovel comment avatar
Bintang Ihsan
kalau sella mau punya anak ,alex siap bantu kok
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
lex semangat bikin adonan hh
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
hhh sella kena bully keluarga hhh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 173 - Wejangan Giselle

    Fara menarik napas panjang, mencoba memusatkan kekuatannya sebelum menceritakan kronologi yang selama ini menghimpit dadanya. Giselle mendengarkan dengan penuh perhatian, tak melepaskan genggaman tangannya dari jemari Fara. "Semua ini berawal satu bulan yang lalu, Selle," bisik Fara dengan suara parau. "Mas Sean pamit pergi ke Sydney untuk urusan bisnis bersama Papa Narndra yang katanya sangat krusial. Awalnya komunikasi kami lancar, tapi memasuki minggu kedua... dia mendadak hilang tanpa kabar. Teleponku tak pernah diangkat, dan pesan-pesanku cuma menumpuk tanpa dibaca. Perasaanku sebagai istri, benar-benar ngga tenang." Fara mengusap sudut matanya yang kembali basah saat kenangan pahit itu berputar ulang di kepalanya. "Karena rasa cemas yang makin menyiksa, aku nekat mengampiri kediama Narendra karena merasa aneh Papah dan masihan berangkat bersama namun Kenapa hanya papa saja yang pulang masih yang tidak pulang." "Ternyata Alasannya karena mas Sean sakit, dan Dia menyuruh

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 172 - Pertemuan dan Sebuah Kejujuran

    Pagi harinya, di Jakarta disambut dengan kabut tipis dan riuh suara kendaraan yang mulai memadati jalanan. Setelah semalam mendapatkan kepastian dari Giselle mengenai ruko strategis di Jakarta Selatan, Fara memantapkan hatinya. Namun, sebuah kabar masuk melalui pesan singkat dari ibu mertuanya sebelum Fara sempat melangkah keluar: Mama Sarah dan Papa Narendra baru saja mendarat di Jakarta pagi-pagi sekali.Mengetahui hal itu, Fara mengubah rencananya. Ia memutuskan untuk membawa Sefan menemui kakek dan neneknya terlebih dahulu di kediaman utama keluarga Narendra. Setelah agenda pertemuan dengnkeua mertuanya itu selesai, barulah ia akan melaju menuju janji temunya bersama Giselle.Bagi Fara, dirinya bisa saja menjauh dari Sean. Tidak berarti ia harus memutus tali silaturahmi antara Sefan dengan Papa, Opa dan OmanyaSopir taksi menghentikan kendaraan tepat di depan pelataran megah rumah keluarga Narendra. Begitu Fara dan Sefan melangkah masuk ke dalam rumah, Mama Sarah langsung berham

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 171 - Langkah Baru Menyusun Masa Depan ​dan Kemandirian

    Setelah mematikan daya ponselnya secara total, Fara melangkah pelan membelakangi jendela besar yang menghadap langsung ke landasan pacu. Suara deru mesin pesawat dari kejauhan samar-samar terdengar, seolah memanggilnya untuk segera meninggalkan kota ini dan terbang sejauh mungkin dari segala kerumitan yang membakar jiwanya. Di atas ranjang empuk, Sefan tertidur sangat lelap. Garis-garis halus di wajah polos balita empat tahun itu tampak begitu tenang, amat bertolak belakang dengan gemuruh batin yang sedang berkecamuk di dalam dada ibunya. Fara naik ke atas tempat tidur secara perlahan, menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, lalu menarik napas panjang demi melonggarkan himpitan sesak yang tak kunjung surut. Tangan kanannya bergerak perlahan, mengusap permukaan perutnya yang kini membuncit makin jelas. Di usia kehamilan yang memasuki akhir bulan kelima ini, calon anak keduanya seolah bisa merasakan kerapuhan sang mama. Kedutan halus terasa berkali-kali di rahimnya, memb

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 170 - Beri Aku Jeda

    Mobil taksi yang ditumpangi Fara melaju membelah jalanan kota Sydney yang sibuk. Di dalam kabin yang dingin dan tenang itu, Fara hanya terdiam termenung. Tubuhnya bersandar kaku pada jok kulit, sementara tangan kirinya tak pernah lepas dari genggaman jemari mungil Sefan. Putranya yang sejak tadi setia duduk di sampingnya, mengusap punggung tangan sang Mama tanpa sepatah kata pun. Di dalam kepala Fara, bayang-bayang kejadian di ruang rawat inap VIP tadi berputar berulang kali tanpa henti. Wajah wanita jelita bergaun putih itu, cara jemarinya menggenggam erat tangan Sean, serta keterkejutan di mata mereka saat pintu terhempas terbuka, terus menari-nari membakar benaknya. Apalagi ketika Fara mengingat kembali fakta bahwa hubungan Sean bersama wanita itu terjalin jauh sebelum transaksi perjanjiannya dan juga sebelum pernikahan yang pernah Fara jalani bersama suaminya dulu. Pikiran-pikiran liar mulai merayapi batin Fara yang rapuh. Apakah dulu Sean juga melakukan hal yang sama dengan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 169 - Satu Langkah Tanpa Kembali

    Ruangan VIP itu seketika hening, menyisakan deru napas Sean yang patah-patah dan denyut ketegangan yang menembus hingga ke tulang. Berbagai kalimat pembelaan telah terlontar dari bibir Sean, mulai dari penjelasan tentang berkas hukum di atas nakas hingga keberadaan cincin yang diklaimnya hanya sebagai sisa kenangan lama yang hendak diserahkan kembali. Namun, sebuah fakta tunggal yang akhirnya meluncur dari mulut Sean membuat atmosfer di dalam kamar itu serasa membeku seketika. Wanita itu adalah mantan sekretaris Sean tujuh tahun lalu, sosok yang bertugas mendampingi Sean jauh sebelum keberadaan Fara, bahkan sebelum babak kelam bersama Bella dimulai. Mama Sarah memegang dadanya yang kempas-kempis, menatap putra tunggalnya dengan sorot mata tak percaya bercampur amarah yang memuncak. ​"Kamu ini benar-benar bodoh, Sean! Luar biasa bodoh!" jerit Mama Sarah dengan suara bergetar parau, memecahkan keheningan. "Otak kamu ditaruh di mana, Sean?! Kamu sudah punya Fara! Kamu punya Sefan,

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 168 - Siapa Wanita Itu, Mas?

    Keheningan mencekam yang sempat menggantung di dalam ruang rawat inap bernomor 502 itu pecah seketika. Suara detak jarum jam dinding seolah tergantikan oleh gemuruh amarah yang memuncak dari dua orang tua yang merasa sangat dikhianati oleh anak kandungnya sendiri. Mata Mama Sarah memerah, berkaca-kaca oleh rasa syok dan amarah yang tak lagi bisa dibendung. Tanpa memedulikan selang infus yang masih menempel di punggung tangan Sean, Mama Sarah melangkah lebar menghampiri ranjang rawat tersebut. PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri Sean. Suara tamparan itu bergema nyaring di seluruh sudut ruangan. Kepala Sean terlempar ke samping. Pria itu hanya bisa membisu, memegangi pipinya yang terasa panas, sementara raut wajahnya pucat pasi memancarkan rasa bersalah yang amat dalam. "Jadi kamu menyuruh Papa diam dan menyuruh Mama diam menyembunyikan sakitmu dari Fara itu untuk ini?! Untuk selingkuh dengan perempuan ini, begitu?!" berteriak Mama Sarah dengan suara melengki

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status