Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 77 - VONIS

Share

BAB 77 - VONIS

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-06-22 18:20:32
Langit Jakarta hari ini tampak kelabu, seolah turut menahan sesak yang selama sepekan terakhir menyelimuti keluarga Narendra setelah keberhasilannya menangkap dan membalas kebusukan keluarga Wicaksana.

Di dalam ruang sidang yang dingin dan beraroma antiseptik, suasana hening begitu mencekam. Hanya suara detak jam dinding dan bisik-bisik lirih dari pengunjung yang mengisi ruang hampa tersebut.

Di barisan kursi depan, Fara menggenggam erat tangan suaminya, Sean Narendra. Jemarinya yang dingin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
bian cilla
Bella sudah menikmati hasil dr semua kejahatannya
goodnovel comment avatar
bian cilla
Alhamdulillah semua berakhir dengan indah....Sean dan Fara bisa menikmati hidup tanpa was2 kejahatan dr Bella dan sekutunya
goodnovel comment avatar
Raisa
sangat puas bgt
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 82 - Pengumuman, dia Jagoan!

    Sepekan berlalu begitu cepat, Hari yang dinanti-nantikan oleh keluarga besar Narendra akhirnya tiba. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui jendela kamar Fara dan Sean, seolah memberi restu pada hari istimewa ini. Fara berdiri di depan cermin, memperhatikan bayangannya sendiri dengan pakaian yang anggun namun nyaman untuk ibu hamil. Ia masih merasa gugup, namun kehadiran Sean di belakangnya, yang memeluk pinggangnya dengan lembut, mampu meredakan degup jantung yang tidak beraturan. "Kamu terlihat sangat cantik, Sayang," bisik Sean di dekat telinga Fara. Fara tersenyum ke arah cermin, lalu menoleh menatap suaminya. "Apa aku terlalu berlebihan? Bagaimana kalau mereka menganggapku terlalu banyak bergaya?" Sean tertawa kecil, mencium kening istrinya dengan kasih sayang. "Berhenti berpikir berlebihan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Ingat, ada Mama dan Sella yang akan menjagamu." Sesampainya di kediaman utama keluarga Narendra, suasana sudah sangat ramai. Halaman luas y

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

    Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara. Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri, Mama Sarah meletakkan cangkir tehnya ke atas meja porselen dengan pelan. Matanya yang teduh menatap Fara dan Sean bergantian, memancarkan binar antusiasme yang sulit disembunyikan."Fara, Sean," panggil Mama Sarah lembut. "Mama ingin memberitahu sesuatu. Pekan depan, Papamu ingin mengadakan pertemuan keluarga besar. Acara ini akan dihadiri oleh kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Sean dari luar kota. Kami akan mengumumkan jenis kelamin cucu pertama keluar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 80 - Mengidam

    Berita mengenai jenis kelami calon cucu keluarga Narendra sudah terdengar oleh seluruh keluarga, "Bayinya, laki-laki." informasi dari Sean bukan sekadar kabar angin belaka, melainkan sebuah gelombang kebahagiaan yang menyapu seluruh keluarga besar. Kabar mengenai jenis kelamin calon buah hati Fara dan Sean telah tersebar luas, memicu antusiasme yang tak terbendung. Ponsel Fara hampir tidak pernah berhenti bergetar. Alex dan Sella, Om dan Tante yang kini menetap di Surabaya, menjadi pihak yang paling heboh. Mereka tak henti-hentinya mengirimkan pesan suara yang penuh dengan tawa dan sorak-sorai, diselingi pesan teks berisi daftar perlengkapan bayi yang sudah mereka siapkan untuk dikirim segera ke Jakarta. Hari ini, suasana di kediaman Fara dan Sean terasa lebih hangat dari biasanya. Papa Narendra dan Mama Sarah memutuskan untuk berkunjung. Bagi pasangan muda itu, kehadiran orang tua bukan hanya sekadar silaturahmi, melainkan suntikan semangat yang luar biasa. Di ruang tengah, peman

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 79 - He is a BOY!

    Suasana di dalam ruang periksa dr. Adya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo terasa begitu tenang namun sarat akan antisipasi. Sesuai dengan rencana yang mereka susun bersama dr. Winda sebelumnya, hari ini Sean dan Fara akhirnya berada di sini untuk mendapatkan kepastian yang sudah membuat mereka penasaran selama berbulan-bulan.​Setelah sesi konsultasi singkat, dr. Adya memberikan saran profesionalnya. "Untuk mendapatkan visualisasi yang lebih detail dan akurat mengenai kondisi janin serta memastikan apa yang ingin kalian ketahui, saya sarankan kita lakukan USG transvaginal," jelas dokter tersebut dengan nada menenangkan.​Fara, yang memang sudah tidak sabar dan menyimpan rasa ingin tahu yang sangat besar, langsung mengangguk mantap. "Saya setuju, Dokter. Lakukan saja yang terbaik agar kita bisa melihatnya dengan jelas."​Berbeda dengan istrinya yang begitu tenang, Sean justru terlihat sedikit tegang. Sisi protektifnya langsung muncul, ia merasa khawatir jika prosedur tersebut akan mem

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 78 - USG

    Cahaya matahari pagi menyeruak masuk melalui celah gorden kamar, menyapa kulit Fara yang sedang bersiap-siap. Tepat di bulan ketujuh ini, perutnya memang sudah membuncit sempurna, membawa serta rasa antusias yang luar biasa. Sean, suaminya yang selalu sigap di sisinya, sudah berdiri di depan cermin, merapikan kemeja kerjanya dengan gerakan yang tenang. Hari ini adalah hari istimewa, hari di mana mereka akan mengintip wajah dan jenis kelamin buah hati yang selama ini begitu mahir bersembunyi di balik posisi yang tidak kooperatif saat USG. Sean tidak keberatan sedikitpun harus berangkat ke kantor lebih siang. Baginya, prioritas utama hari ini adalah memastikan kondisi kesehatan istri tercinta dan calon penerus keluarga mereka. Lagipula, perusahaan miliknya sudah memiliki sistem yang berjalan dengan baik. Meski adiknya, Sella, kini telah pindah ke Surabaya mengikuti suaminya, beban pekerjaan Sean tetap terkendali. Sean mengandalkan lenuh tamggung jawab kepada Ardi, asisten priba

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 77 - VONIS

    Langit Jakarta hari ini tampak kelabu, seolah turut menahan sesak yang selama sepekan terakhir menyelimuti keluarga Narendra setelah keberhasilannya menangkap dan membalas kebusukan keluarga Wicaksana. Di dalam ruang sidang yang dingin dan beraroma antiseptik, suasana hening begitu mencekam. Hanya suara detak jam dinding dan bisik-bisik lirih dari pengunjung yang mengisi ruang hampa tersebut. Di barisan kursi depan, Fara menggenggam erat tangan suaminya, Sean Narendra. Jemarinya yang dingin mencari kehangatan dari telapak tangan pria itu. Pandangan Fara tertuju lurus ke arah kursi terdakwa. Di sana, Bella dan pamannya, Rama Wicaksana, duduk dengan kepala tertunduk. Bella, yang dulu selalu tampil anggun dan penuh percaya diri, kini tampak seperti bayang-bayang masa lalunya. Tubuhnya menyusut drastis hanya dalam tujuh hari. Pakaian tahanan yang kedodoran itu seolah menegaskan betapa rapuhnya dia saat ini. Fara sempat merasa iba melihat kondisi wanita itu, namun ingatan tentang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 29 - Drama malam pertama

    Uap hangat sisa-sisa dari kegiatan mandi bersama pagantin baru itu masih tertinggal di udara, meninggalkan aroma sabun yang menenangkan di dalam kamar. Fara duduk bersandar di kepala ranjang, sementara Sean duduk berlutut di sampingnya dengan botol stretch mark oil di tangan. Dengan gerakan yang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 28 - Pemberkatan 👰‍♀️🤵‍♂️

    Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah kaca patri patri berwarna-warni di Gereja Katedral Jakarta, menciptakan pendar cahaya yang magis di atas altar. Di tengah keagungan arsitektur neo-gotik itu, suasana hening menyelimuti setiap sudut ruangan. Aroma harum bunga lili dan mawar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 27 - Fitting

    Setelah drama lamaran Sean yang menguran air mata seluruh orang yang ikut hadir, sekarang ke duanya tengah sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka yang akan diadakan dua minggu dari sekarang. Pagi itu, beban di pundak Fara terasa sedikit lebih ringan. Mama Sean baru saja menelepon, mengabarkan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 26 - Propose 💍

    Gemuruh halus mesin jet pribadi milik **Narendra's Corp** perlahan mereda saat roda-roda pesawat menyentuh landasan pacu Bandara Internasional Soekarno–Hatta, perjalanan dua jam lebih dari Thailand berakhir dengan pendaratan yang sangat mulus. Di dalam kabin mewah yang kedap suara, suasana terasa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status