MasukAku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Lihat lebih banyakAnehnya, melihatnya seperti itu sama sekali tidak membuatku merasa puas.Yang ada hanya rasa lelah yang begitu dalam."Leonard, jangan bikin keributan lagi."Perlahan, aku melepaskan jari-jarinya dari pergelangan tanganku satu per satu."Sudahlah. Jangan bikin dirimu makin menyedihkan."Aku berbalik dan berjalan menuju pintu kamar rawat."Kalau besok kamu nggak datang ...."Aku berhenti melangkah tanpa menoleh ke belakang."Seumur hidup, kamu nggak akan pernah ketemu aku lagi."Keesokan paginya, cuaca akhirnya kembali cerah.Musim hujan di kota ini seolah berakhir pada hari itu.Sinar matahari menembus celah awan dan menyinari tangga di depan Kantor Catatan Sipil.Pukul delapan lewat lima puluh pagi.Aku berdiri di bawah tangga sambil melihat sebuah mobil hitam berhenti di pinggir jalan.Leonard turun dari mobil.Tubuhnya terlihat jauh lebih kurus hingga wajahnya tampak berubah.Tulang pipinya makin menonjol. Setelan jas yang dulu pas di tubuhnya kini terlihat sedikit kebesaran.Dia me
"Lagi-lagi kamu merasa semua yang kamu lakuin itu begitu berarti."Aku melihat wajahnya yang seketika memucat dan kehilangan harapan."Pulanglah.""Kamu mau ngelakuin apa pun, aku nggak akan pernah kembali."Kemudian, aku berbalik dan berjalan menuju lorong apartemen."Brak."Pintu unit kututup rapat.Memisahkan hujan dan angin di luar, sekaligus memutus pandangan penuh keputusasaan Leonard.Malam itu, Leonard berdiri di bawah gedung sepanjang malam.Keesokan paginya, dia dibawa pergi dengan ambulans.Demam tinggi Leonard berkembang menjadi pneumonia akut.Dia tidak sadarkan diri di rumah sakit selama satu hari satu malam.Miko Herdian, sahabat terbaiknya, meneleponku.Begitu panggilan tersambung, dia langsung memarahiku habis-habisan."Yona, apa kamu benar-benar nggak punya hati?""Dia sampai mempertaruhkan nyawanya demi kamu, tapi kamu bahkan nggak mau datang jenguk dia ke rumah sakit?""Waktu sedang demam tinggi pun dia manggil nama kamu terus. Apa kamu baru puas kalau dia sudah ben
Dia memiringkan payungnya ke arahku, membuat sebagian besar tubuhnya sendiri terkena hujan."Yona, jangan marah. Aku nggak nyuruh dia datang.""Mulai sekarang, dia nggak akan pernah muncul lagi."Dia menatapku dengan harapan yang penuh kehati-hatian di matanya."Malam ini ... mau makan malam bersama?"Aku menatapnya.Menatap bahunya yang basah karena hujan."Leonard," kataku pelan."Caramu mendorongnya tadi benar-benar kelihatan buruk."Tubuh Leonard langsung menegang.Jari-jarinya yang menggenggam gagang payung mengeras hingga memutih."Yona ...."Suaranya bergetar, dipenuhi rasa takut yang sulit disembunyikan."Aku sedang ngelindungin kamu.""Melindungi aku?"Aku tertawa kecil, lalu melangkah keluar dari bayangan payungnya."Kamu bukan sedang melindungiku. Kamu hanya sedang nutupin kebodohanmu sendiri.""Kamu yang buat dia mendekat, ngasih harapan yang nggak seharusnya ada, lalu sekarang kamu hancurin dia hanya untuk buktiin kesetiaanmu padaku.""Leonard, kekejamanmu terhadap dia dan
Aku tidak memakannya.Semua makanan itu kubuang ke tempat sampah di bawah gedung.Melihatku membuang kotak makanan yang begitu rapi dan mahal tanpa ragu, Monik sampai tak tahan untuk menggeleng kagum."Ck ck, ternyata adegan ngejar istri demi nebus kesalahan benar-benar dia nikmati."Aku menepuk kedua tanganku."Cinta yang datang terlambat sudah nggak ada artinya."Awalnya aku pikir dia tidak akan bertahan lebih dari beberapa hari sebelum akhirnya menyerah.Bagaimanapun, sejak kecil dia hidup dalam kemewahan dan selalu dimanja. Jauh di dalam dirinya, dia adalah orang yang sangat angkuh.Akan tetapi, Leonard tidak menyerah.Dia bahkan mulai diam-diam mengikuti mobilku saat aku pulang kerja.Menjaga jarak, tidak terlalu dekat tetapi juga tidak terlalu jauh.Tidak menggangguku, tetapi juga tidak pergi.Seperti hantu keras kepala yang terus membuntuti.Hari ke-20 masa tunggu perceraian.Kota ini kembali diguyur hujan.Saat aku baru keluar dari lobi lantai satu sepulang kerja, aku melihat s












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.