ホーム / Fantasi / Bu, Jangan, Juna Masih Muda! / Bab 68 Interupsi Sang Ketua OSIS

共有

Bab 68 Interupsi Sang Ketua OSIS

作者: Irbapiko
last update 公開日: 2026-07-10 08:05:35

Ners Shinta masih membeku gemetaran di balik meja registrasi kaca, memandangi jari telunjuk Dokter Adrian yang masih mengarah beringas ke wajah tegap Juna.

Dua petugas keamanan bertubuh kekar mulai melangkah maju secara satset, siap mencengkeram paksa kain kemeja sekolah Juna yang dekil.

Juna sudah bersiap merogoh sediaan botol jamu sakti dari tasnya, bersiap melakukan tindakan pertahanan diri yang paling darurat.

"Jangan berani menyentuh seujung kuku pun tubuh pemuda itu

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 200 Mahkota Kejayaan Abadi Sang Kaisar Jamu

    Sinar mentari pagi keemasan memancar hangat menembus dinding kaca lantai teratas gedung pusat Rumah Sakit Internasional Arjuna Dewangga. Panorama ibu kota membentang luas di bawah sana, memperlihatkan bendera raksasa konsorsium herbal berkibar megah di setiap sudut jalan protokol.Juna berdiri kokoh di balkon ruang kantor kepresidenan mengenakan setelan jas kaisar medis hitam berpadu sulaman naga emas murni.Di ruang tengah yang luas berlapis karpet sutra merah, seluruh aliansi wanita tercantik di jagat raya duduk berkumpul mengelilingi sofa utama.Nyonya Arini Dewangga duduk anggun di singgasana tengah, memangku hasil pemindaian ultrasonografi berkas emas dari laboratorium medis.Sepasang melon montok milik sang permaisuri utama membusung anggun di balik balutan gaun sutra hijau zamrud longgar, memancarkan aura keibuan yang sangat teduh.Clarissa Wijaya bersama Madam Elena berdi

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 199 Malam Pertama Penyatuan Takhta Sejati

    Lampu kristal gantung di kamar pengantin Royal Suite meredup lembut, menyisakan pendar keemasan lilin aromaterapi mawar di atas meja marmer. Ranjang berukuran lima kali lima meter terhampar megah dengan sprei sutra emas bertabur sepuluh ribu kelopak bunga mawar merah.Nyonya Arini Dewangga berdiri di samping tempat tidur, membelakangi cermin rias seraya melepas satu per satu tusuk konde emas dari sanggulnya.Kebaya sutra hijau zamrud yang membalut raga sintal sang permaisuri utama perlahan melorot ke lantai keramik marmer secara satset.Raga molek seputih pualam milik sang guru idola terpampang indah hanya berbalut kain kemben sutra tipis yang nyaris transparan.Sepasang melon montok berukuran padat matang membusung kencang, berguncang halus mengiringi tarikan napasnya yang mulai memburu.Juna melangkah tegap mendekati sang permaisuri, mengenakan celana tidur sutra hitam tanpa se

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 198 Resepsi Kejayaan dan Penghormatan Aliansi Ratu

    Lampu sorot keemasan menyorot megah ke arah panggung pelaminan seluas lima puluh meter di ballroom utama Hotel Grand Imperial. Karpet sutra merah dipenuhi jajaran ribuan buket bunga anggrek bulan langka, menyambut kehadiran lima ribu tamu undangan dari kalangan kepala negara, konglomerat dunia, jenderal militer, dan dewan guru besar kedokteran.Juna berdiri gagah di singgasana tengah mengenakan beskap beludru hitam berhias sulaman naga emas murni, memancarkan wibawa Tingkat Dewa Pengasihan yang tiada tanding.Nyonya Arini Dewangga duduk anggun tepat di samping kanan Juna, memancarkan pesona Permaisuri Utama dengan kebaya hijau zamrud berlapis brokat emas.Sepasang melon montok milik sang permaisuri membusung padat dan kenyal di balik kebaya ketat, menonjolkan lekuk panggul sintal yang memikat setiap pasang mata.Di sisi kiri dan kanan singgasana utama, enam kursi beludru emas terisi anggun oleh Clari

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 197 Akad Nikah nan Agung

    Karpet merah tebal berhias taburan kelopak mawar putih dan melati keraton terbentang megah di lorong utama ballroom Hotel Grand Imperial. Lampu gantung kristal berlapis emas memancarkan kemilau cahaya agung, menerangi ribuan tamu kehormatan dari kalangan menteri, jenderal militer, konglomerat, hingga duta besar puluhan negara sahabat.Juna duduk tegak di meja akad marmer putih berukir emas mengenakan beskap pengantin beludru hitam bercorak prada emas khas raja Jawa.Keris pusaka bertahtakan batu mirah delima terselip kokoh di pinggang belakangnya, memancarkan wibawa Tingkat Dewa Pengasihan yang tiada tanding.Ibu Arini Kusuma duduk anggun di sisi kanan Juna mengenakan kebaya pengantin sutra hijau zamrud berpadu brokat emas murni berhias untaian melati ronce.Riasan paes agung keraton membingkai wajah cantiknya yang sangat merona, menonjolkan lekuk sepasang melon montok yang membusung anggun dan padat

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 196 Malam Bimbingan Terakhir Sebelum Akad

    Lampu kamar tidur utama di penthouse lantai tiga puluh lima diredupkan, menyisakan pendar keemasan dari lampu tidur kristal di sudut dinding. Semerbak wangi minyak melati keraton dan aroma teh chamomile hangat berpadu menenangkan udara sejuk berpendingin ruangan.Juna duduk bersandar di kepala ranjang berbalut sprei sutra emas, mengenakan celana tidur longgar tanpa mengenakan atasan kemeja.Dada bidang berotot tebal milik sang pahlawan medis terpampang kokoh, menyemburkan hawa hangat khas Inti Jantan Emas.Ibu Arini Kusuma duduk menyamping di dekat panggul tegap Juna, mengenakan gaun tidur sutra putih gading berenda tipis.Kain sutra tipis itu mencetak jelas lekuk pinggang sintalnya, memperlihatkan sepasang melon montok yang membusung matang dan kenyal."A-Aa... anu, Bu Arini! S-Su-Sumpah, malam ini rasanya bener-bener beda dibanding malam-malam biasa!" cicit Juna pura-pura lugu

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 195 Persiapan Pernikahan Agung

    Aroma wangi bunga melati keraton dan mawar merah berpadu semerbak di aula utama gedung serbaguna keluarga Wijaya. Puluhan staf protokoler kepresidenan sibuk menyortir ribuan kotak undangan beludru merah marun berukir lempengan emas murni dua puluh empat karat.Juna berdiri di samping meja display undangan mengenakan kemeja sutra hitam lengan panjang, mengamati kesibukan persiapan bersama seluruh wanitanya.Clarissa Wijaya berdiri anggun memegang daftar manifes tamu kenegaraan, didampingi oleh Madam Elena yang memeriksa jalur distribusi diplomatik.Ibu Arini Kusuma duduk berdampingan dengan Aurel dan Nyai Sekar, tersenyum haru menatap ukiran nama "Arjuna Dewangga & Arini Kusuma" di atas lempengan emas."A-Aa... anu, Kak Clarissa! S-Su-Sumpah, undangan berlapis emas murni ini beneran dikirim ke seluruh kepala negara sahabat dan menteri kabinet?!" cicit Juna pura-pura lugu diawal.

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 6 Kantin: Saksi Bisu Hubungan Tabu

    Suara manja Mbak Ratna yang bocor melalui speaker ponsel seketika membuat Juna panik sampe keringat dingin. Ibu Arini Kusuma pun mengernyitkan alisnya yang indah, menatap saku celana Juna dengan pandangan menyelidik yang penuh curiga."A-A-Anu Bu... ini... ini panggilan darurat dari konter jamu!" s

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 5 Ketua OSIS Cantik nan Jelita

    Pak Broto terbelalak syok, matanya nyaris keluar melihat kelancangan murid melarat di depannya yang berani merangkul aset berharga sekolah.Clarissa Wijaya pun membeku seketika, napasnya tertahan saat punggungnya menempel pas pada dada bidang Juna yang terasa hangat menembus seragam.Gejolak energi

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 2 Tawaran 20 Juta

    "Arini! Saya tahu kamu di dalam! Buka pintunya!" teriak Pak Broto dari luar toilet dengan nada mengancam.Juna membeku di tempat, tangannya gemetaran hebat hingga botol jamu di keranjangnya beradu menimbulkan bunyi denting yang berisik.“Mampus... mampus... kalau Pak Broto lihat aku di sini sama Bu

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 1 Bu Arini Sedang Anu....

    Sore itu sekolah sudah mulai sepi, menyisakan koridor panjang yang terasa sedikit angker.Arjuna Dewangga alias Juna, menyeka keringat yang bercucuran deras di dahi menggunakan punggung tangannya yang kasar.Dia memanggul keranjang plastik berisi sisa botol jamu dagangannya yang beratnya lumayan me

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status