Beranda / Fantasi / Bu, Jangan, Juna Masih Muda! / Bab 68 Interupsi Sang Ketua OSIS

Share

Bab 68 Interupsi Sang Ketua OSIS

Penulis: Irbapiko
last update Tanggal publikasi: 2026-07-10 08:05:35

Ners Shinta masih membeku gemetaran di balik meja registrasi kaca, memandangi jari telunjuk Dokter Adrian yang masih mengarah beringas ke wajah tegap Juna.

Dua petugas keamanan bertubuh kekar mulai melangkah maju secara satset, siap mencengkeram paksa kain kemeja sekolah Juna yang dekil.

Juna sudah bersiap merogoh sediaan botol jamu sakti dari tasnya, bersiap melakukan tindakan pertahanan diri yang paling darurat.

"Jangan berani menyentuh seujung kuku pun tubuh pemuda itu

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 159 Peluncuran Formula Jamu Modern V2

    Helikopter pribadi milik keluarga Wijaya mendarat mulus di pelataran atap gedung Grand Ballroom Universitas Nusantara. Juna melangkah turun dari pintu helikopter dengan gerakan tegap, merapikan jas eksklusif hitamnya secara satset.Ibu Arini Kusuma bersama Clarissa Wijaya dan Aurel berjalan anggun di sisi kiri dan kanan sang mahasiswa kedokteran.Suasana di dalam Grand Ballroom tampak sangat megah, dipadati ribuan dokter spesialis, peneliti farmasi, dan awak media nasional."A-Aa... anu, Kak Clarissa! S-Su-Sumpah, ini ruangan konferensi internasional ramai banget!" cicit Juna mendadak berpura-pura gugup diawal."Kamu adalah bintang utama konferensi medis hari ini, Arjuna! Jangan biarkan orang luar kota meremehkanmu!" pangkas Clarissa Wijaya tegas."Data uji klinis dan sampel Formulasi Jamu Sakti V2 sudah siap di podium utama, Arjuna!" tambah Aurel memamerkan berkas digital.

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 158 Pembungkaman Pembunuh Bayaran

    Juna mengibaskan dua jarinya secara satset, menangkis pisau beracun berujung merah milik penyusup Ular Merah hingga hancur berkeping-keping di udara. Pembunuh bayaran berpenutup wajah hitam di ambang pagar balkon penthouse mendadak melotot kaku, melempar bom asap lalu melompat melarikan diri menuju jalan raya."A-Aa... anu, Bu Arini! S-Su-Sumpah, Juna kejar pembunuh bayaran itu ke jalan tol sekarang!" cicit Juna berpura-pura gugup diawal."Hati-hati, Arjuna! Kamu harus selamat kembali ke pelukan Ibu!" jerit Ibu Arini Kusuma cemas."Clarissa, siapkan konvoi SUV hitam! Kita kawal Arjuna menerobos jalan tol luar kota!" pangkas Madam Elena memberi komando tegas.Juna menyambar jas eksklusifnya secara satset, melompat masuk ke dalam SUV hitam berlapis baja yang langsung memacu kecepatan maksimal.Tiga unit SUV hitam milik aliansi Juna melaju beringas membelah laju malam, merangsek mas

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 157 Serangan Balik Finansial Madam Elena

    Uap panas keemasan dari raga tegap Juna masih membumbung halus di udara kamar utama penthouse. Juna mengenakan celana kain hitamnya secara satset, melangkah tegap menghampiri Madam Elena dan Clarissa Wijaya yang berdiri tegang di ambang pintu.Ibu Arini Kusuma merapikan daster zamrudnya, duduk bersandar di bantal sutra dengan raut keibuan yang sarat kecemasan."A-Aa... anu, Madam! S-Su-Sumpah, Pak Broto sama kakek dukun itu beneran mau main kurban darah di gunung?!" tanya Juna berpura-pura canggung diawal."Benar, Arjuna! Tapi sebelum kamu terbang mengejar mereka ke pegunungan, kita harus memutus napas finansial Klan Sindhu!" pangkas Madam Elena tegas."Iya, Arjuna! Tanpa pasokan uang dari bursa saham, aliansi Klan Sindhu bakal lumpuh total lusa!" tambah Clarissa Wijaya mengangguk.Madam Elena merangsek melangkah menuju meja kerja eksekutif, membuka laptop berenkripsi tinggi mili

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 156 Terapi Ranjang Penyucian Bersama Ibu Arini

    Pintu kayu jati kamar utama penthouse mewah tertutup rapat, menyisakan keheningan hangat di balik gemerlap malam kota. Juna melangkah tegap mendekati tempat tidur raksasa berlapis sutra merah marun, melepaskan jas eksklusifnya secara satset.Ibu Arini Kusuma duduk di tepi ranjang sutra dengan daster tipis berwarna hijau zamrud yang memperlihatkan lekuk mewahnya.Wajah cantik sang guru Bahasa Indonesia idola tampak merona pekat, diwarnai bibir sedikit cemberut dan tatapan cemburu manis."A-Aa... anu, Bu Arini! S-Su-Sumpah, Juna selamat kok dari markas musuh!" cicit Juna mendadak berpura-pura canggung diawal."Ibu tahu kamu selamat, Le... tapi kenapa tadi Clarissa sampai pegang-pegang dada bidangmu begitu di depan semua orang?!" tegur Ibu Arini Kusuma."Itu... Kak Clarissa cuma panik waktu mendengar ancaman Pak Broto, Bu!" pangkas Juna melangkah mengikis jarak ke ranjang.&n

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 155 Penyergapan Markasa Rahasia Luar Kota

    Bangunan gudang distributor rahasia di Jalan Raya Industri Nomor Empat Belas berdiri kaku di tengah kegelapan malam perbatasan luar kota. Angin malam berembus dingin, membawa aroma racun kimia dan oli mesin dari dalam area pabrik tua yang remang-remang.Juna melangkah tegap seorang diri menembus gerbang besi yang sudah terkunci mati dari dalam.Setelan jas hitam eksklusif yang dikenakan sang pemuda juragan jamu tampak membungkus ketat dada bidang berotot tebalnya."A-Aa... anu, Om-Om penembak jitu! S-Su-Sumpah, kalian semua beneran bersembunyi di dalam gudang berkarat ini?!" cicit Juna pura-pura gagap diawal."Bocah ingusan itu nekat datang sendirian tanpa membawa pengawal!!" teriak seorang penembak jitu dari atas atap seng gudang."Tembak kedua kakinya sekarang juga!! Jangan biarkan dia melangkah satu inci pun lebih dekat!!" perintah pimpinan lapangan dari dalam.

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 154 Sabotase Kebun Herbal Utama

    Layar monitor raksasa di ruang rapat penthouse seketika mati, meninggalkan sinyal bahaya yang memancar di layar sensor kebun herbal selatan. Nyai Sekar melangkah satset mendekati jendela kaca raksasa, memegang cermin gaibnya yang mendadak mengepulkan uap racun hitam."Gusti Arjuna! Hawa racun santet hitam Pak Broto bersama Klan Sindhu sudah merangsak masuk ke tanah kebun herbal utama kita di selatan!" jerit Nyai Sekar."A-Aa... anu, Nyai! S-Su-Sumpah, tanah tanaman jamu sakti Juna beneran mau diracuni?!" cicit Juna pura-pura panik diawal."Tanah perkebunan itu adalah jantung utama bahan baku kita, Arjuna!" pangkas Clarissa Wijaya memegang lengan tegap Juna."Kita berangkat ke perkebunan selatan sekarang juga!" perintah Juna mendadak memutar vokalnya menjadi bariton Alpha yang sangat tegap.Juna memboyong Nyai Sekar dan Clarissa Wijaya meluncur kencang menggunakan mobil sport hita

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 6 Kantin: Saksi Bisu Hubungan Tabu

    Suara manja Mbak Ratna yang bocor melalui speaker ponsel seketika membuat Juna panik sampe keringat dingin. Ibu Arini Kusuma pun mengernyitkan alisnya yang indah, menatap saku celana Juna dengan pandangan menyelidik yang penuh curiga."A-A-Anu Bu... ini... ini panggilan darurat dari konter jamu!" s

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 5 Ketua OSIS Cantik nan Jelita

    Pak Broto terbelalak syok, matanya nyaris keluar melihat kelancangan murid melarat di depannya yang berani merangkul aset berharga sekolah.Clarissa Wijaya pun membeku seketika, napasnya tertahan saat punggungnya menempel pas pada dada bidang Juna yang terasa hangat menembus seragam.Gejolak energi

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 4 Kultivasi untuk Bu Arini

    Siska Anastasya berdiri dengan berkacak pinggang, matanya melotot menatap Juna dan Ibu Arini bergantian. "Kak Juna kok malah berduaan sama Bu Arini di depan toilet sihhh...?" tanya Siska dengan nada manja yang dibuat-buat.Juna menelan ludah kesat, keringat dinginnya mengalir semakin deras melintas

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 3 Sentuhan Penyembuh

    Juna panik setengah mati melihat tubuh Ibu Arini Kusuma yang tergeletak kaku di atas lantai toilet yang sedikit basah.“Duh, Gusti! Kalau beliau mati di sini, aku pasti dituduh melakukan malapraktik atau lebih parah lagi dituduh berbuat mesum sama mayat!” batin Juna dengan keringat dingin yang meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status