Share

bab 14

Author: Piki Chan
last update publish date: 2022-07-11 17:01:53

"Tuan!" Aku berteriak kala dia menghores luka ketangannya, mengambil tissue yang ada didasboard mobilnya dan menekan lukanya dengan cepat. "Apa yang anda lakukan?" Bukannya sebuah jawaban yang ku dapati malah sebuah senyum yang mengembang.

Untuk saat ini hanya bisa membersihkan lukanya menggunakan tissue yang ada.

"Kau mencemaskanku?" Dia bersuara, mencekal tanganku yang masih berusaha menekan luka dengan tissue.

"Tuan ini kenapa sih?" Aku malah membentaknya tak peduli dengannya yang mungkin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Budak Hasrat   bab 24

    Pagi berganti siang tanpa banyak peristiwa yang terjadi di dalam villa. Ketika aku terbangun dari tidur yang dipenuhi mimpi buruk, sisi ranjang di sebelahku sudah kosong dan dingin. Jejak noda darah di lantai marmer telah bersih tak berbekas, seolah peristiwa mengerikan semalam hanyalah ilusi dari kepalaku yang terlalu lelah. Kemeja putih yang bernoda merah pekat itu pun sudah lenyap dibawa pelayan.Sepanjang hari, aku memilih bersikap sepatuh mungkin. Aku mandi, mengganti pakaian dengan terusan katun warna krem yang disiapkan di lemari, lalu duduk manis di sofa membaca beberapa majalah lama.Aku tidak lagi mencoba mendekati pintu ganda sayap barat, apalagi berniat menyelinap keluar. Kengerian semalam telah menanamkan satu pelajaran berharga di otakku, pria bermata biru itu bukan sekadar tuan tanah yang pemarah, melainkan pembunuh berdarah dingin yang bisa merenggut nyawa siapa pun tanpa mengedipkan mata.Menjelang pukul tujuh malam, Vika datang mengetuk pintu kamar. Wanita itu mengen

  • Budak Hasrat   bab 23

    Setelah menghabiskan waktu beberapa saat di paviliun taman ditemani tatapan waspada Nico, aku kembali diantar menuju kamar tidur utama. Aku tidak berani membantah barang sepatah kata pun. Sepanjang sore, aku hanya duduk meringkuk di sudut sofa beludru, melipat kedua tanganku di atas pangkuan dengan pandangan tertunduk menatap lantai kayu.Vika sempat datang membawakan makan malam berupa sup asparagus dan roti panggang hangat. Aku memakannya dengan patuh sampai suapan terakhir tanpa banyak tingkah. Aku tidak ingin memancing kemarahan siapa pun. Aku ingin terlihat sebagai tawanan yang paling penurut agar nyawaku tetap dibiarkan utuh. Namun saat aku bertanya apakah tuan Marcell akan pulang malam ini, Vika hanya menggeleng kaku lalu bergegas pergi sembari mengunci pintu dari luar.Menjelang tengah malam, ketenangan itu seketika pecah oleh suara deru perahu cepat yang meraung dari arah dermaga pribadi di bawah tebing. Raungan mesin itu terdengar berat, disusul oleh suara derap langkah terg

  • Budak Hasrat   bab 22

    Suara ketukan pantofel di atas lantai marmer terdengar semakin mendekat, menghujam jantungku dengan kengerian yang teramat sangat. Seluruh persendianku mendadak lemas bagai kehilangan tenaga.Dengan tangan yang basah oleh peluh dingin dan bergetar hebat, aku berusaha memasukkan kembali lembaran foto usang itu ke dalam kotak kayu. Gerakanku tergesa dan serba salah hingga sudut kotak sempat membentur tepi meja, menimbulkan bunyi derit pelan yang semakin membuat nyaliku menciut.Belum sempat aku menutup laci mahoni tersebut, daun pintu ganda terbuka lebar.Sosok tegap berbalut kemeja hitam itu melangkah masuk. Marcell berdiri di ambang pintu, menatap lurus ke arahku yang berdiri mematung di balik meja kerjanya. Mantel panjang yang tadi dikenakannya kini tersampir di lengannya. Wajahnya begitu dingin, tanpa riak emosi sedikit pun, namun tatapan dari sepasang manik biru itu terasa sanggup membekukan seluruh aliran darahku.Kekuatan di kakiku seketika runtuh. Tanpa sadar aku langsung berlut

  • Budak Hasrat   bab 21

    Deru mesin mobil yang membawa tuan Marcell perlahan menjauh hingga akhirnya hilang ditelan deburan ombak. Suasana villa kembali dicekam kesunyian yang mencekik. Aku masih berdiri mematung di balik tirai kamar, menatap gerbang besi hitam yang kini tertutup rapat dengan penjagaan berlapis.Pria itu pergi membawa sepasukan pengawal bersenjata lengkap, meninggalkanku dalam kurungan megah yang semakin terasa seperti sangkar maut.Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Vika masuk membawa nampan berisi bubur ayam hangat dan segelas susu. Wajah wanita paruh baya itu tampak lebih pucat dari biasanya, matanya sesekali melirik ke arah lorong luar seolah mengkhawatirkan sesuatu."Sarapanmu, Sel," sapanya seraya meletakkan nampan di atas meja kayu.Aku berbalik menghampirinya, mengamati gerak tubuhnya yang tampak gusar."Kenapa pengawal di luar bertambah banyak sekali pagi ini?"Vika menghela napas panjang, merapikan letak mangkuk tanpa menatap mataku. " Tuan Marcell hanya sedang mengurus bebe

  • Budak Hasrat   bab 20

    Cengkeraman tangan Marcell terasa begitu menekan kulit pergelangan tanganku. Rasa ngilu langsung menjalar cepat hingga membuat seluruh persendianku kaku seketika.Aku memejamkan mata sangat rapat, bersiap menerima tamparan atau bentakan keras yang biasa terlontar dari bibirnya bila amarahnya tersulut. Jantungku berdentam kacau. Dalam benakku, lelaki ini akan kembali menjelma menjadi sosok berdarah dingin yang tak segan meremukkan tubuhku seperti malam pertama itu.Namun detik demi detik merangkak lambat, pukulan yang kutunggu tak kunjung mendarat.Suasana mendadak senyap, hanya menyisakan gemuruh ombak dari balik kaca besar serta deru napas berat yang saling beradu. Ketika perlahan kuberanikan diri membuka kelopak mata, tatapanku langsung terkunci pada manik biru yang teramat tenang. Tidak ada kilatan buas seperti kemarin.Wajah tampan itu mengeras bagai batu pualam, datar tanpa guratan emosi sedikit pun. Rahangnya yang tegas mengatup rapat, menyembunyikan segala isi kepala yang tak p

  • Budak Hasrat   bab 19

    "Sel apakah kau masih takut denganku?" Aku hanya diam saja mendengar pertanyaan yang keluar darinya. "Sel, masih seramkah aku untukmu?" Aku menggeleng dengan lambat, senyum yang awalnya mengembang berubah raut sedikit kaku. Apakah lelaki ini akan marah lagi?"Tuan..." Tuan Marcell menggeser duduknya untuk menjauh dariku, entah kenapa aku justru merasakan desiran yang begitu menghujam perasaanku. "Maksudku bukan begitu." Nafasnya terdengar berat, wajahnya dipalingkannya tanpa melihatku. Aku yang masih memaku ditempatku ini mulai merasakan ketakutan bila lelaki ini akan memunculkan sifat tempramentalnya. Tanganku saling bertemu diatas pangkuanku, mencoba mempersiapkan diri untuk menyambut keadaan bilamana tuan Marcell benar-benar akan marah padaku. "Sel, aku tak tau bagaimana caranya membuatmu tak takut lagi. Tapi selama kamu masih tinggal disisiku selama itu pula aku akan berusaha untuk menaklukkan amarahku." Tuan Marcell mendekat lagi

  • Budak Hasrat   bab 5

    Lelaki seram itu dengan telaten mengobati sikut ku, sebenarnya tidak seberapa hanya sebuah luka kecil karena pecahan kaca dari lemari yang dia lempar vas bunga. Aku masih belum berani menatapnya. Lelaki ini sungguh tak bisa kutebak. "Benarkah kamu sangat takut melihatku?" Aku mengangguk tanpa mel

  • Budak Hasrat   bab 4

    "Jawab!" Lelaki itu membentakku. Aku yang masih mengenakan lilitan handuk dengan rambut yang masih basah inipun hanya terpaku ditempat. "Hanya pereda nyeri tuan." Jawabku ketakutan. Lelaki itu menatapku sangat tajam lalu berjalan mendekat. Menyeretku kearah kamar mandi, aku dipaksanya masuk kedala

  • Budak Hasrat   bab 3

    "Sempurna." Begitu ucap si pria maskulin yang sedari tadi meriasku. Mengeluarkan ponselnya lalu memotret wajahku. "Baiklah, sekarang bersiapalah untuk dibantai oleh tuan Marcell." Ucapnya.Kedua temannya sudah pula membereskan semua perkakas make up ketempat asalnya. Ketika dia akan beranjak pergi,

  • Budak Hasrat   bab 2

    "Turunkan pisaunya!" Kali ini suaranya sedikit merendah. Aku menggeleng cepat pertanda mengancam."Saya tidak main-main, apa bedanya anda yang melukai atau saya sendiri yang melakukannya." Sejenak melupakan semua perih bekas cambukannya semalam, belum lagi perihnya daerah pangkal pahaku ketika berl

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status