Home / Romansa / Terjerat Pesona Duda Tampan / Pantas Menjadi Istriku

Share

Pantas Menjadi Istriku

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-07-19 14:31:27

"T-Tentu saja murni karena saya ingin berterima kasih, Tuan Reynard! Jangan berpikiran yang aneh-aneh!"

Alina tertawa gugup, melangkah mundur dua langkah dengan wajah yang sudah sepenuhnya matang semerah tomat. Tangannya yang memegang kotak bekal biru itu meremas kain pembungkusnya dengan sangat erat, berusaha menyembunyikan getaran hebat yang mendadak melumpuhkan sendi-sendinya akibat bisikan seksi sang majikan.

Andri yang sejak tadi berdiri di samping pintu mobil dinas yang terbuka, diam-di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Memanjakan Suami

    "Kau yakin sanggup mengambil alih kendali malam ini, Alina?" bisik Reynard, suaranya serak dan bergetar di tengah kegelapan kamar yang hanya diterangi lampu tidur temaram. Alina tidak menjawab dengan kata-kata. Wanita itu hanya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan godaan, lalu perlahan merayapkan jemarinya dari dada tegap Reynard turun menuju perut berotot suaminya. Tatapan matanya yang biasanya lembut kini berkilat liar, memancarkan pendar gairah yang belum pernah Reynard lihat sebelumnya. "Kenapa, Mas? Kau ragu padaku?" sahut Alina berbisik lembut tepat di depan bibir Reynard. Tanpa memberi kesempatan pada Reynard untuk merespons, Alina menunduk dan menyapu bibir tebal suaminya dengan ciuman yang lambat namun menuntut. Ia menyesap bibir atas dan bawah Reynard bergantian, memainkan lidahnya dengan begitu lihai hingga membuat Reynard menggeram rendah. Pria itu mencoba memegang pinggang Alina untuk memegang kendali, namun Alina dengan cepat menepis halus tangan besar itu dan

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Menantu Kesayangan Richard

    "Kalian belum tidur, kan?" Pertanyaan dari balik pintu itu seketika mematahkan atmosfer panas yang baru saja terbangun di antara Reynard dan Alina. Reynard, yang masih membopong Alina di pelukannya, menghentikan langkah persis dua jengkal dari pintu kamar utama. Wajahnya yang semula diliputi gairah langsung berubah datar, lalu berganti menjadi guratan kekesalan yang amat nyata. "Ayah... sungguh? Di jam seperti ini?" gumam Reynard dengan nada tertahan, rahangnya mengetat. Alina menepuk pelan bahu bidang suaminya, menyiagakan diri agar tidak tertawa melihat ekspresi frustrasi Reynard. "Turunkan aku dulu, Reynard. Tidak enak kalau Ayah melihat kita begini." Dengan berat hati dan helaan napas berat, Reynard menurunkan Alina. Namun, lengannya tetap melingkar protektif di pinggang sang istri saat dia berjalan mendekati pintu depan dan memutar gagangnya. Di luar pintu, Tuan Richard berdiri tegap dengan kemeja santai dan setelan kasual vila. Di tangannya, dia memegang sebuah map tipis ya

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Liburan Keluarga

    "Baru saja badan ini menyentuh kasur, telepon sudah berbunyi seperti ada panggilan darurat," gerutu Reynard seraya meraba saku jasnya yang tergeletak di atas bed runner. Pria itu menghela napas panjang ketika layar ponselnya menyala, menampilkan nama sang ibu dengan huruf kapital tebal. Dengan gurat lelah di wajahnya setelah perjalanan udara yang diwarnai drama, ia menggeser tombol hijau ke kanan lalu menempelkan ponsel ke telinga. "Ya, Bu?" panggil Reynard, suaranya agak lemas. "Reynard! Di mana Sean?!" suara nyaring Nyonya Ella seketika memekakkan telinga, membuat Reynard menjauhkan gawai itu beberapa senti dari telinganya. "Ibu baru saja dari kamar mandi dan Sean sudah hilang! Rumah sudah seperti digulung topan karena semua orang mencari Sean! Kau jangan santai-santai di Bali sana, bantu telepon pengawal atau—" "Sean ada bersama kami, Bu," potong Reynard datar, memotong kepanikan ibunya sebelum semakin melantur. Hening sejenak di seberang telepon. "Apa?! Kau bilang apa?!

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Honey Moon

    "Sean, dengarkan Papa," ujar Reynard, berusaha mengatur nada suaranya selembut dan sesabar mungkin. "Papa dan Mama hanya pergi empat hari. Hanya empat hari! Nanti Papa belikan robot dinosaurus yang ukurannya sejajar sama tinggi Sean, yang matanya bisa menyala merah dan bisa jalan sendiri. Gimana?" Sean melirik Papanya dari sudut mata, tampak menimbang penawaran tersebut. "Ada remot control yang ada layarnya ga, Pa?" "Ada, Sean! Ada layarnya, bisa mengeluarkan suara raungan keras, bahkan bisa menyemburkan uap dingin," timpal Reynard cepat, merasa di atas angin karena umpan mainannya mulai dimakan. "Tapi syaratnya satu Sean tinggal di rumah sama Nenek dulu ya, sama bi inah. Jangan ikut ke Bali." Alina yang berdiri tidak jauh dari mereka sambil merapikan tali koper hanya bisa menggelengkan kepala, berusaha menahan tawa melihat interaksi ayah dan anak itu. "Engga!" jawab Sean tegas, memalingkan wajahnya rapat-rapat. "Sean tetap mau ikut Mama!" Reynard menepuk jidatnya sendiri, men

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Pengacau Cilik

    "Selamat pagi, Istriku," bisik Reynard lirih, suara seraknya khas bangun tidur memecah keheningan pagi yang hangat. Alina perlahan membuka matanya, mengerjap pelan menyesuaikan pendar cahaya matahari yang menyusup di celah gorden kamar. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang berjarak sangat dekat. Tangan kokoh Reynard terlingkar sempurna di pinggangnya, menahan tubuh polos Alina agar tetap menempel rapat di dada tegapnya. "Pagi, Mas..." sahut Alina seraya menyunggingkan senyum tipis, merasa rona merah langsung menyapu kedua pipinya saat mengingat kembali kejadian semalam. Reynard mendaratkan kecupan lembut di dahi Alina, lalu turun ke ujung hidungnya, dan berakhir di bibir manis sang istri. Ciuman hangat yang semula lembut itu perlahan berubah menjadi lumatan-lumatan kecil yang penuh kerinduan. "Mas, geli..." rengek Alina sembari menahan dada Reynard, meski jemari lentiknya justru meremas pelan bahu sang suami. "Geli atau suka, hum?" goda Reynard dengan senyu

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Gairah Yang Membakar

    "Mumpung anak ini sudah lelap, saatnya memindahkan pengacau kecil ke wilayahnya sendiri," bisik Reynard dengan nada penuh kemenangan. Pria itu beranjak dari posisi berbaringnya, melangkah amat pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Dengan kehati-hatian tingkat tinggi, Reynard mengangkat tubuh mungil Sean beserta boneka dinosaurusnya ke dalam dekapan. Alina menyangga tubuhnya dengan siku, menahan senyum geli melihat suaminya yang rela berjingkat-jingkat demi memuluskan niat terselubungnya. "Pelan-pelan, Rey. Jangan sampai dia terbangun." "Tenang saja, Jagoan kalau sudah tertidur lelap tidak akan bangun walau ada petir menyambar," sahut Reynard setengah berbisik sembari mengedipkan satu matanya nakal. Hanya butuh waktu kurang dari lima menit bagi Reynard untuk mengantar Sean ke kamarnya, membaringkan anak itu di atas kasur empuknya, dan kembali ke kamar utama. Cklek. Suara kunci pintu yang diputar dua kali terdengar begitu nyaring di keheningan malam. Alina yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status