Partager

Bab 148

Auteur: Ayesha
Devina dan adik perempuan Jay terlihat seperti teman dekat. Keduanya berjalan sambil mengobrol dan memasuki gerbang agrowisata.

Di mata Brielle, sekilas tampak rasa kesal. Namun, dia tahu Devina adalah "kesayangan" di lingkaran pergaulan Raka. Jay dan Lambert sama-sama bersikap baik padanya. Di setiap acara penting, mereka pun selalu mengajaknya.

"Bibi Devina juga datang?" Anya menatap Devina dengan terkejut.

Devina membungkuk sedikit. "Ya! Senang nggak lihat Bibi?"

"Senang," jawab Anya sambil t
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
Raka ni...nyari penyakit..ngajak anak istri eh ga tau nya ada si pelakor jg
goodnovel comment avatar
RaHmi
dicerita ini anakny benar2 syg sm mamany...klw di cerita satu lagi anakny malah benar2 syg pula sama sipelakor...
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Sayang deh sm Anya...
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1276

    Dia mulai memikirkan cara supaya bisa menolak datang ke pesta pernikahan itu. Semua orang di lingkaran pergaulan Jay adalah orang-orang yang dikenalnya.Devina bisa membayangkan bagaimana tatapan meremehkan yang akan diterimanya saat muncul sambil menggandeng Ignas. Citra dirinya sebagai dewi piano yang dulu dibangunnya, akan langsung hancur seketika. Baginya, itu sama seperti disiksa hidup-hidup.Namun kalau tidak pergi, Ignas pasti akan merasa tidak senang. Untuk saat ini, dia masih belum bisa kehilangan penopang seperti Ignas. Jadi, dia hanya bisa menunggu sampai hari ketiga, lalu mencari alasan untuk membatalkannya.Apa pun yang terjadi, dia harus menemukan cara untuk menghindari penghinaan secara terang-terangan itu.Malam hari.Brielle pulang ke rumah pukul delapan lewat tiga puluh malam. Dia mendapati putrinya tidak ada di rumah. Lastri memberitahunya bahwa Raka membawa Anya bermain ke taman di bawah kompleks.Brielle pun mengirim pesan kepada Raka, menanyakan kapan dia akan mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1275

    "Iya nggak, sih? Raka itu memang gerakannya cepat sekali." Jay berdecak di telepon, lalu dengan nada seperti sedang mencoba membaca reaksinya, dia berkata, "Tapi jujur saja, kalau mereka berdua benar-benar bisa mulai lagi dari awal, itu hal yang baik buat Anya.""Mm," jawab Lambert pelan. Tatapannya mengarah ke pemandangan di luar jendela yang terus mundur, sorot matanya tampak rumit. Dia tumbuh besar bersama Raka sejak kecil. Perubahan Raka terlihat sangat jelas dan Lambert juga paham apa arti di balik perubahan itu.Lagi pula, Brielle memang layak diperlakukan dengan baik. Baik sebagai teman maupun sebagai salah satu pria yang menyukainya, Lambert berharap Brielle bisa bahagia. Kalau kebahagiaan itu memang bisa diberikan oleh Raka dan Brielle juga bersedia menerimanya, Lambert juga tidak bisa berkomentar apa pun lagi selain memberikan restu.Hanya saja, tetap ada sedikit rasa hampa di dalam hatinya."Sudahlah, aku mengerti. Untuk pernikahanmu, aku akan datang lebih awal bantu nyambut

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1274

    Sekarang, dia akan menikahi wanita lain.Devina sendiri yang telah membina pria setia seperti Jay. Sekarang, hasil didikannya malah menjadi milik orang lain. Dia benar-benar tidak rela.Harus diketahui, Jay dulu hanyalah seorang anak orang kaya yang hidup seenaknya. Devinalah yang membuat Jay menjadi pria yang setia dan penuh ketulusan. Dia juga yang membentuk Jay menjadi sosok pangeran hangat dan perhatian.Namun sekarang, semua itu malah menguntungkan Siria.Kalau dulu dia tidak terlalu terobsesi dengan posisi sebagai Nyonya Pramudita, seharusnya posisi Nyonya Holden sudah lama menjadi miliknya.Semua ini salah Raka.Pria itu seperti gunung es yang tidak bisa dijangkau, selalu memberinya harapan tanpa pernah benar-benar mendekat. Dia membuat Devina terus mengejarnya tanpa pernah bisa memilikinya. Seolah memberi kesempatan, tetapi selamanya hanya bisa dilihat tanpa bisa didapatkan.Demi dirinya, Devina mati-matian masuk ke lingkaran kelas atas, belajar bersikap anggun, belajar menjadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1273

    Ucapan Devina barusan benar-benar tepat mengenai ketidakpuasan Ignas terhadap Raka. Ini mungkin sebuah kesempatan. Kesempatan untuk mengacaukan dewan direksi Grup Pramudita, membuat para pemegang saham bersama-sama menentang keputusan Raka berikutnya dan memengaruhi seluruh rencananya. Ini jelas bisa menjadi cara yang efektif untuk menghambat perkembangan Raka ke depannya.Ignas mengulurkan tangan lalu menepuk Devina. "Devina, pengingatmu sangat tepat. Aku akan perhatikan soal ini."Devina menundukkan kepala. Kilatan puas melintas di matanya. Dia tahu Ignas pasti akan membantunya menimbulkan masalah bagi Raka dan Brielle.Saat nanti Raka terjebak di bawah tekanan dan keraguan para direktur serta pemegang saham, apakah dia akan tetap melindungi penelitian Brielle, atau memilih menyenangkan dewan direksi demi mempertahankan wibawanya di perusahaan?Beberapa saat kemudian, Ignas kembali pergi karena urusan lain. Devina duduk di sofa sambil membaca berita di ponselnya. Tiba-tiba di halaman

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1272

    Runtuhnya kepercayaan sering kali dimulai dari retakan-retakan kecil. Diamnya Raka dan keengganannya untuk menjelaskan, sama saja seperti pengakuan dan perlakuan dingin di mata Brielle. Dia mulai curiga, gelisah, dan meninjau kembali segala hal di antara mereka. Semua kemanisan dan keyakinan yang dulu dimilikinya, perlahan-lahan terkikis habis oleh rasa curiga dan kecewa.Dalam hal memahami hati manusia, Devina memang sangat tepat sasaran. Dia memanfaatkan sikap Raka yang tidak pernah menjelaskan dan rasa terlalu pedulinya Brielle, lalu merangkai kebohongan dan kesalahpahaman dengan sabar, hingga akhirnya membunuh cinta Brielle terhadap Raka."Devina, lagi mikirin apa?" panggil Freyna yang berada di sampingnya karena penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan wanita ini lagi.Devina tersadar, lalu memandang ke luar jendela. Tatapan matanya semakin dingin. Anya, yang dulu pernah dia manfaatkan sebagai alat, kini sudah tumbuh besar. Semua senjata yang dulu digunakan Devina juga kini tel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1271

    Perkataan Freyna memang cukup menghibur Devina, tetapi hatinya tetap terasa sesak. Dia terlalu mengenal Raka. Lelaki seangkuh itu, kalau tidak benar-benar peduli, mana mungkin mau merendahkan diri melakukan hal kecil seperti menjemput di bandara atau membawakan tas?Selama sepuluh tahun ini, Devina hanya pernah sekali meminta Raka membawakan tasnya. Waktu itu, Jay mengundangnya ke sebuah jamuan para konglomerat. Di ruang VIP ada dua pasangan keluarga kaya.Devina ingin berbaur dengan kelompok para nyonya kaya itu, jadi setelah sengaja menciptakan pertemuan "kebetulan" dengan Raka di parkiran, sebelum masuk ke ruang VIP, dia meminta Raka membawakan tasnya karena dia ingin merapikan rambut.Setelah Raka menerima tasnya, Devina pura-pura sibuk merapikan rambut dan sengaja tidak mengambil kembali tas itu, sampai mereka masuk ke ruang VIP dan kedua nyonya kaya tersebut melihat Raka membawakan tasnya masuk.Benar saja, malam itu kedua nyonya kaya tersebut langsung mendekatinya dengan ramah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 231

    Tatapan Raka seketika mendingin. "Urusan antara aku dan Brielle, nggak ada hubungannya dengan orang luar."Harvis menatap pria yang menjadi penyebab Brielle pingsan itu, tetapi akhirnya dia memilih untuk berbalik dan keluar.Raka menekan gagang pintu dan melangkah perlahan masuk, lalu duduk di tepi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 237

    Suara Agnes tidak terlalu kencang, tetapi pas sehingga para tamu di sekeliling bisa mendengar dengan jelas. Jari Devina yang mencengkeram gelas sampanye sedikit mengencang, kukunya hampir menancap ke telapak tangan."Peneliti obat khusus? Ternyata dia orangnya! Hebat sekali!" seru seorang tamu denga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 235

    Pukul enam lewat tiga puluh, Brielle dan Syahira menyerahkan undangan mereka lalu melangkah masuk ke aula utama.Begitu masuk ke lift dan ketika pintunya terbuka kembali, seorang pelayan menoleh ke dalam. "Maaf, ada tamu lain yang akan masuk."Lalu dia tersenyum ke arah luar. "Silakan masuk, Nona."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 214

    Brielle baru menyadari angin di luar sangat kencang. Dia dan Harvis cepat-cepat masuk ke lobi, berjalan menuju arah lift.Dia agak bingung. Angin sekencang ini, suhu sedingin ini, kenapa Raka malah merokok di luar?Tentu saja, sekarang dia tidak akan membuang waktu dan energi untuk menebak apa yang

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status