Partager

Bab 148

Auteur: Ayesha
Devina dan adik perempuan Jay terlihat seperti teman dekat. Keduanya berjalan sambil mengobrol dan memasuki gerbang agrowisata.

Di mata Brielle, sekilas tampak rasa kesal. Namun, dia tahu Devina adalah "kesayangan" di lingkaran pergaulan Raka. Jay dan Lambert sama-sama bersikap baik padanya. Di setiap acara penting, mereka pun selalu mengajaknya.

"Bibi Devina juga datang?" Anya menatap Devina dengan terkejut.

Devina membungkuk sedikit. "Ya! Senang nggak lihat Bibi?"

"Senang," jawab Anya sambil t
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
Raka ni...nyari penyakit..ngajak anak istri eh ga tau nya ada si pelakor jg
goodnovel comment avatar
RaHmi
dicerita ini anakny benar2 syg sm mamany...klw di cerita satu lagi anakny malah benar2 syg pula sama sipelakor...
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Sayang deh sm Anya...
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1531

    Brielle tidak menyangka Raka akan mengakui semua itu dengan terus terang. Dia menatapnya selama beberapa detik sebelum berkata, "Semuanya sudah terjadi. Yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan masalah ini dan memastikan kejadian seperti ini nggak terulang lagi. Soal Faye, biarkan hukum yang menanganinya."Menurut Brielle, sudah tidak ada gunanya memperdebatkan siapa yang benar atau salah.Kebencian Faye terhadapnya sudah terlalu dalam. Sekalipun yang memecat Faye bukan Raka, melainkan Harvis atau orang lain, besar kemungkinan Faye tetap akan menyalahkan dirinya.Ditambah lagi keluarganya sudah bangkrut, ayahnya dipenjara, ibunya masuk daftar hitam karena gagal memenuhi kewajiban finansial. Hidup Faye sudah jatuh ke titik paling rendah. Dalam keadaan seperti itu, kejadian apa pun bisa memicu kegilaannya."Baik. Kita nggak usah bahas ini lagi. Makan dulu."Raka mengambil sendok dan lebih dulu mengambilkan lauk untuk Brielle.Brielle sedikit tertegun."Aku bisa ambil sendiri.""Mala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1530

    Pikiran Brielle kembali melayang pada tatapan Raka yang terus bersikeras menanyakan soal gelas air tadi. Perasaannya menjadi semakin rumit.Pukul tujuh malam, Harvis masih tertidur. Brielle mendengar suara pintu dibuka dari luar. Dia mengira seorang perawat yang masuk. Namun saat menoleh, ternyata Raka yang datang. Di tangannya ada sebuah tas berisi kotak makanan, juga sebuah tas pakaian."Kenapa kamu datang lagi?" tanya Brielle dengan suara pelan dan penuh keterkejutan."Aku bawain pakaian bersih untukmu. Pergilah mandi dan ganti baju di kamar mandi sebelah."Sambil berbicara, Raka melirik lengan baju Brielle yang masih berlumuran darah.Sebenarnya Brielle tidak terlalu memedulikannya. Namun karena Raka sudah membawakannya, dia pun pergi ke kamar mandi di ruangan sebelah.Ketika mengeluarkan isi tas itu, dia terkejut mendapati bahwa isinya bukan hanya pakaian, tetapi juga pakaian dalam dan handuk mandi. Barulah dia teringat Raka tadi memang menyuruhnya mandi sebelum berganti pakaian.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1529

    Brielle berdiri di tempatnya, perasaannya menjadi semakin rumit. Dia tahu semua yang dilakukan Raka adalah demi kebaikannya, tetapi ...."Brielle, aku beliin buah untuk Kak Harvis. Apa dia sudah sadar?" Suara Cherlina terdengar dari belakang."Sudah. Ayo masuk jenguk dia."Brielle mengangguk.Di ruang rawat, Harvis sedang bersandar di ranjang. Saat melihat mereka masuk, dia langsung bertanya kepada Brielle, "Pak Raka sudah pergi?""Dia ada urusan di perusahaan," jawab Brielle singkat, lalu bertanya dengan penuh perhatian, "Lukanya masih sakit?"Harvis menggeleng. "Obat biusnya masih bekerja, jadi belum terasa sakit."Cherlina berkata dengan kesal, "Kali ini Faye benar-benar keterlaluan. Ini sudah termasuk percobaan pembunuhan, 'kan? Kalau bukan karena Kak Harvis, Brielle pasti sudah ...."Baru sampai di situ, dia melihat Harvis menatapnya. Dia langsung menghentikan ucapannya. Tatapan Harvis pun berubah lebih dingin. "Perbuatan Faye memang sudah termasuk percobaan pembunuhan."Biasanya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1528

    Raka berkata dengan suara rendah untuk menenangkan Brielle, "Tenang saja. Dia akan baik-baik saja."Brielle mengangguk. Menatap luka Harvis, pikirannya dipenuhi ketakutan. Kalau saja garpu yang diayunkan Faye menusuk sedikit lebih ke bawah, dia benar-benar tidak berani membayangkan akibatnya.Mata Brielle kembali dipenuhi air mata. Dia menggigit bibirnya pelan, sementara air mata terus berputar di pelupuk matanya.Melihat hal itu, Raka mengambil selembar tisu lalu menyodorkannya kepada Brielle. Brielle menerimanya dan mengusap sudut matanya.Saat itu, Harvis perlahan membuka mata. Efek obat bius tampaknya mulai hilang. Dia berkedip beberapa kali sebelum pandangannya akhirnya terfokus pada wajah Brielle. Melihat tatapan penuh kekhawatiran itu, bibirnya yang pucat sedikit bergerak. Suaranya terdengar serak karena tenggorokannya kering."Aku nggak apa-apa ...."Kemudian pandangannya beralih ke Raka yang berdiri di ujung ranjang. Dia tampak sedikit terkejut."Pak Raka juga ada di sini."Ha

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1527

    Melihat Brielle menangis, Harvis segera menghiburnya. "Nggak apa-apa. Sungguh, aku baik-baik saja.""Jangan bicara dulu, hemat tenagamu." Brielle menahan air matanya dan berusaha menenangkan diri.Di samping mereka, Cherlina sudah lebih dulu menghubungi polisi.Faye terduduk lemas di lantai. Dia mendongak menatap pria yang telah dicintainya diam-diam selama tiga tahun. Kini karena dirinya, tubuh Harvis berlumuran darah. Dunia seolah berputar di sekelilingnya. Jantungnya terasa seperti ikut ditembus garpu itu, begitu sakit hingga dia sulit bernapas."Kak Harvis ... Kak Harvis ... maaf ... maaf ...."Tanpa sadar dia merangkak mendekati Harvis, tetapi Cherlina mengulurkan tangan untuk menghalanginya. "Kamu masih berani manggil dia Kak Harvis? Kamu sudah nggak pantas mendekatinya lagi.""Maaf ... aku nggak sengaja ... aku benar-benar nggak ingin melukaimu ...."Faye menutupi wajahnya sambil menangis tersedu-sedu. Penyesalan yang begitu besar menelannya hingga tak mampu berpikir jernih.Tak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1526

    Brielle berbalik dan menatap Faye dengan dingin. "Kalau ada urusan, langsung saja katakan.""Aku dipecat karena kamu menghasut di depan Pak Raka, 'kan? Brielle, kamu benar benar licik. Mengandalkan kekuasaan mantan suamimu untuk seenaknya menindas karyawan Grup Pramudita. Kamu bangga sekali, ya?" Suara Faye menjadi tajam, wajahnya dipenuhi kebencian yang sudah lama terpendam terhadap Brielle."Faye, tolong jaga ucapanmu." Brielle berkata dengan dingin, "Kalau kamu nggak puas, silakan ajukan keberatan sesuai prosedur.""Memangnya ada gunanya? Seluruh Grup Pramudita milik mantan suamimu. Kalau dia mau memecatku, alasan apa pun bisa dipakai." Mata Faye dipenuhi rasa sakit dan kebencian."Brielle, berhenti berpura pura. Semua orang tahu sekarang kamu dekat lagi sama Raka. Mau mengandalkan putrimu untuk kembali jadi Nyonya Pramudita, ya? Kenapa? Mau balas dendam dengan memanfaatkan jabatan? Aku sudah nggak menghalangimu lagi, tapi kamu masih nggak mau melepaskanku? Masih ingin menendangku k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 714

    Keindahan Brielle memang berbeda. Dia bukan tipe wanita ambisius yang agresif. Kelembutannya bagaikan bunga yang tenang, tetapi menyimpan ketajaman. Dia memiliki sebuah kekuatan yang bahkan membuat para pria terpukau.Sejak bertemu dengannya, pandangan Niro seolah tak bisa lagi berpaling. Selama Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 706

    Brielle melangkah ke arah lift dan menjawab singkat, "Ya."Raka mengikutinya masuk ke dalam lift. Jari-jarinya yang panjang menekan tombol lantai 27. Suasana di dalam lift terasa mencekam. Begitu tiba di lantai 27, Raka melangkah keluar lebih dulu.Brielle kembali ke apartemennya untuk merapikan bar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 737

    Soal itu memang merupakan arahan langsung dari Raka. Tentu saja, meski Raka tidak mengatakannya, Raline tetap akan merawat Devina."Ibu, ke mana Kak Raka?" tanya Raline.Meira menjawab, "Dia pergi ke Negara Danmark.""Kapan? Dia pergi sendiri?" tanya Raline lagi."Mungkin iya. Ibu nggak bertanya," k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 742

    Brielle memalingkan wajah dan berkata dingin, "Kamu nggak punya hak untuk mencampuri pergaulanku.""Kamu harus banget ya buat aku kesal?" Nada bicara Raka terdengar rendah sambil menahan emosi. "Apa kamu benaran nggak tahu niat Lambert sama kamu?"Brielle tiba-tiba merasa lucu sekaligus marah. Dia s

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status