Share

Bab 685

Author: Ayesha
Melihat Lambert masih memikirkan hal itu, Jay mengangkat pandangannya. "Brielle pindah ke Cloudwave Residence, bukankah itu justru membuatmu lebih mudah mendekatinya? Ini juga kabar baik buatmu, bukan?" Setelah itu, dia bertanya dengan penasaran, "Raka pindah ke unit sebelah Brielle?"

"Lebih tepatnya, di lantai bawah rumah Brielle," jawab Lambert.

"Tapi bagaimanapun juga, Raka seharusnya nggak akan lama tinggal di Cloudwave Residence. Mungkin kamu terlalu memikirkannya," hibur Jay.

Sorot mata La
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Renadwijo
malah pas Brie liat hp Raka, klihatan jwbn2 Raka ke dev itu dingin bgt dan wa nya sering ga dibalas ma Raka..klopun dibalas cmn hmm atau iya, pendek2 bgt..kliatannya dev yg cinta sendirian
goodnovel comment avatar
Renadwijo
hmm...dev itu jalang, ga pantes buat siapapun diantara mreka berdua..Syukur bgt dev ga tertarik sm jay, jdi jay slamet dri cewe ga bener kyk dev..kalo Raka sih yakin ga akn demen sm dev..ga ada pernah disebutkan mreka pernah nginep bareng..dri sejak raka msh nikah apa dah cerai
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
yg paling kasian. sih Jay...berharap cinta Devina yg mustahil bs di dpt kan...bnr kata Lambert...brielle ga bakalan rujuk...dan Devina pun sdh mencintai Raka sejak lama...jd peluang Lambert mendapatkan brielle msh terbuka lebar drpd usaha Jay utk mendapatkan Devina....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1124

    Saat hendak pergi, Devina juga sempat memotret rumah sakit serta sosok Lambert saat naik ke mobil. Setelah duduk di dalam mobil, dia kembali mengambil selfie di dalam mobil.Lambert tahu tempat tinggal Devina. Bagaimanapun, dulu dia dan Raka juga pernah tinggal di kawasan vila yang sama. Dua puluh menit kemudian, mobil Lambert berhenti di depan vila Devina.Lambert turun dari mobil dan membuka pintu, lalu memberi isyarat agar Devina turun dengan sikap diam dan dingin. Setelah turun sambil berpegangan pada pintu mobil, tatapan Devina kembali memancarkan godaan. "Lambert, mau masuk sebentar?""Nggak perlu," tolak Lambert dengan tegas.Melihat sosoknya yang hendak kembali ke mobil, Devina tiba-tiba berkata, "Lambert, gimana kalau aku bilang aku menyukaimu?"Lambert berbalik menatapnya. Meski mata Devina dipenuhi perasaan, itu sama sekali tidak menggoyahkan dirinya. Tatapannya hanya dingin, seolah melihat semuanya dengan jelas."Aku benar-benar pernah menyukaimu. Hanya saja dulu kamu menol

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1123

    Lambert membuka pintu mobil dan masuk. Devina langsung mengetuk pintu mobilnya, "Lambert, biarkan aku selesaikan kata-kataku. Kalau nggak, kamu jangan harap bisa pergi ...."Lambert menyalakan mobil. Saat dia hendak memutar arah, tiba-tiba terdengar teriakan kesakitan dari luar, "Ah!"Lambert langsung menginjak rem. Meski dia tidak melihat bagian depan mobilnya menyentuh Devina, dia tetap harus turun untuk memastikan.Benar saja, dia melihat Devina memegangi perutnya sambil jatuh terduduk di tanah. Beberapa pelayan restoran yang tidak tahu situasinya segera berlari mendekat, "Nona, kamu nggak apa-apa?"Lambert memandang Devina yang terduduk di tanah, mengernyit lalu bertanya, "Kamu nggak apa-apa?"Devina mengangkat wajahnya yang dipenuhi air mata karena sakit, "Nggak apa-apa, kamu nggak perlu peduli sama aku.""Pak, sepertinya dia tertabrak. Apakah Anda mau mengantarnya ke rumah sakit untuk diperiksa?" tanya seorang pelayan wanita.Lambert membuka pintu kursi belakang mobil, lalu berka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1122

    Fernandes tampak sedikit kecewa. Saat dia hendak mencari alasan untuk kembali mendekati Devina, tiba-tiba pintu sebuah ruang privat terbuka. Devina melihat sosok yang tidak asing keluar dari dalam. Orang itu adalah Lambert.Sepertinya Lambert juga baru selesai dari jamuan. Di sampingnya ada beberapa rekan bisnis. Jantung Devina langsung berdebar. Dibandingkan Fernandes yang berusia lebih dari 40 dan sudah agak berisi, Lambert tampak tampan dan berpostur tegap di bawah cahaya lampu.Lambert melihat Devina, lalu langkahnya terhenti. Dia melirik Devina dengan dingin, lalu sekilas melihat Fernandes di sampingnya. Seketika, Lambert langsung memahami situasinya.Tatapan singkat Lambert itu membuat wajah Devina langsung memerah karena malu. Dia menggigit bibirnya, lalu menyapa, "Lambert, kebetulan sekali."Fernandes di sampingnya juga tidak berani bersikap sembarangan dan segera menyapa, "Pak Lambert, kebetulan sekali." Lalu dia memandang Devina dengan heran, "Bu Devina kenal dengan Pak Lambe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1121

    Di jamuan makan pukul sembilan, Devina sedang berada di acara makan malam ayahnya. Meski saat datang dia sangat enggan, demi menjaga klien besar perusahaan ayahnya, dia terpaksa memainkan perannya dengan baik."Pak Declan, Anda benar-benar beruntung! Kudengar dua putri Anda sama-sama cantik luar biasa. Hari ini setelah ketemu Bu Devina, ternyata pujian itu memang benar, ya!" puji seorang pria setingkat manajer.Saat itu, seorang pria paruh baya berusia sekitar 40 tahun yang duduk di sisi Devina mengangkat gelasnya, "Pak Hiro benar. Bu Devina bukan hanya cantik, tapi juga pianis internasional, kemampuannya juga sangat hebat. Aku sangat mengaguminya."Devina tersenyum tipis, lalu mengangkat gelas dan menyentuh gelas pria di sampingnya dengan ringan, "Pak Fernandes terlalu memuji."Declan juga tersenyum sambil mengangkat gelas, "Pak Fernandes, kali ini aku bersulang untukmu."Fernandes masih berusia sekitar 40 tahun, tubuhnya sedikit berisi karena sering menghadiri jamuan. Namun sebagai p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1120

    Suasana di seberang sana hening beberapa detik. Kemudian, nada suara Declan sedikit melunak. "Ayah tahu kamu punya kesulitan sendiri, tapi kondisi perusahaan kita sekarang kamu juga tahu .... Anggap saja Ayah memohon padamu. Tolong minta bantuan Raka ya.""Ayah, daripada bergantung pada orang lain, lebih baik kita cari jalan sendiri.""Begini, malam ini Ayah ada jamuan makan, kamu datang saja. Nanti Ayah kenalin kamu dengan bos perusahaan Brilliant. Dia juga sangat menghargai bakatmu," kata Declan tiba-tiba.Devina merasa tidak suka. "Ayah tahu aku nggak suka acara seperti itu.""Devina, dengarkan Ayah, anggap saja hargai Ayah. Datang makan malam saja." Nada Declan tidak memberi ruang untuk dibantah. "Lagi pula, kamu juga hadir sebagai perwakilan pemegang saham perusahaan."Devina menggenggam ponselnya. Jika perusahaan ini tidak ada hubungannya dengannya, dia memang malas menghadapi semua ini. Namun, sekarang dia adalah pemegang saham, memang tidak bisa tidak peduli."Baiklah. Kirim al

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1119

    "Benar-benar nggak ada cara lain?" tanya Devina dengan tidak rela."Kecuali kamu bisa membuktikan Pak Raka melakukan penipuan. Tentu saja, itu sangat sulit."Devina merapikan rambut panjang di dahinya dengan pusing. Raka memang kejam. Apakah dia benar-benar berniat mengikatnya seumur hidup?Atau ini balasannya atas semua hal berlebihan yang pernah dia lakukan? Apakah Raka membencinya karena telah menghancurkan pernikahannya dengan Brielle?Kebencian yang kuat muncul di mata Devina. Ternyata, semua sikap beraninya di depan Raka selama ini, semuanya ada harganya.Meskipun sudah menemukan cara lain untuk menyelamatkan ibunya, Raka tetap tidak membiarkannya bebas.Devina mengakui, dulu memang dia sering bertindak terlalu jauh. Dia keras kepala, bertindak semaunya, terus-menerus menantang batas kesabaran Raka.Devina teringat bagaimana dulu dia dengan bangga memamerkan segalanya di depan Brielle, bagaimana dia sengaja menciptakan kedekatan ambigu dengan Raka, bahkan pada jamuan malam Tahun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 121

    Setelah keluar ke lobi, Brielle baru mengangkat telepon dari Syahira. "Halo, Syahira.""Kontraknya sudah kubuat, aku kirim ke email-mu. Coba kamu lihat. Kalau ada yang perlu diubah, kasih tahu aku.""Oke, terima kasih.""Nggak usah terima kasih. Membantumu terlepas dari penderitaan rumah tangga mema

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 133

    Brielle tertegun, Lukas juga sedikit terkejut. Namun, mengingat kedua laboratorium memang menjalin kerja sama, Brielle masuk ke laboratorium mana pun tetap merupakan hal yang baik."Madam Chiva, terima kasih atas perhatiannya, tapi saat ini aku masih duduk di bangku kuliah semester dua. Aku belum me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 140

    Faye kembali ke kantornya. Dia tahu, taruhan Brielle ini harus disebarkan, tetapi dia tidak akan melakukannya sendiri. Akan ada orang lain yang dengan senang hati menjadi penyampai kabar.Faye menekan nomor internal dan memanggil Cherlina untuk datang. Benar saja, beberapa menit kemudian, Cherlina s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 117

    "Kamu ini, mengakui kakak iparmu hebat sesusah itu ya? Brielle sudah dapat penghargaan, kamu masih saja bilang itu orang lain." Emily menoleh dan memarahinya.Raline mengambil ponselnya. "Aku cek saja, nanti juga ketahuan."Selesai berbicara, dia langsung mencari siapa peneliti utama obat khusus itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status