Share

Bab 710

Penulis: Ayesha
Di seberang sana, Jay malah balik bertanya, "Kenapa kamu jadi tertarik sekali sama dia?"

"Cemburu, ya? Aku cuma melihat dia bersama Brielle, jadi penasaran saja," balas Devina. Setelah itu, dia kembali mengirim sebuah foto lain, memperlihatkan Brielle duduk berdampingan dengan pria tersebut.

"Aku nggak kenal orang ini," jawab Jay apa adanya.

"Kalau begitu, kirimkan ke Lambert. Tanya dia kenal nggak," lanjut Devina.

"Itu kurang pantas, 'kan? Bisa melukai perasaan Lambert," Jay sedikit ragu.

"Just
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
jgn bangga Krn kamu brielle jd sukses....sebenernya dia cm menghormati Raka sebagai suami...dan patuh jd istri yg baik...tp ga dihargai...brielle dr dulu sdh melalaikan penelitian...jd bukan stelah cerai aja..sblm cerai pun dia sdh meneliti dan itu sukses...ya faktor sakit hati jg menunjang
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
jadi harus kah kami berterima kasih padamu wahai wanita penghibur?
goodnovel comment avatar
Suryat
vanlakor merasa tersaingi..panas panas lo
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1040

    Keesokan paginya setelah mengantar Anya ke sekolah, Brielle menerima pemberitahuan dari rumah sakit. Semua hasil pemeriksaan kesehatannya sudah keluar dan perawat memintanya datang untuk mengambil laporan.Brielle sebenarnya cukup tahu kondisi tubuhnya sendiri. Hari itu dia tiba tiba pingsan karena tubuhnya sudah bekerja di luar batas dan tidak mampu lagi menahannya.Dia datang ke meja perawat di rumah sakit. Perawat itu mencari laporan miliknya, lalu berkata dengan sedikit heran, "Eh? Aku ingat tadi pagi laporanmu sudah keluar."Pada saat itu, seorang perawat lain yang baru kembali dari kesibukan mengenali Brielle."Doktor Brielle, kamu sudah datang. Laporanmu sudah diambil oleh suamimu ... oh, maksudku mantan suamimu. Dia sedang berada di kantor dokter sekarang."Brielle tertegun beberapa detik.Raka mengambil laporan pemeriksaannya?Setelah mengucapkan terima kasih kepada perawat, Brielle berjalan menuju pintu kantor dokter. Pintu itu terbuka dan dari dalam terdengar suara Raka yang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1039

    Siria tersenyum dan mengangguk. "Bagus kalau begitu. Antarkan aku pulang saja."Hati Jay langsung terasa lega, seolah perjalanan berikutnya akan menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya. "Aku pengin dengar musik," kata Siria.Jay segera membuka kunci ponselnya dan menyerahkannya padanya. "Kamu mau dengar lagu apa, pilih saja sendiri."Siria agak terkejut. Tatapannya tertuju pada wajah Jay yang tersenyum. Dia lalu menerima ponsel itu dan memilih lagu yang dia sukai. Musik yang ceria langsung terdengar di dalam mobil, seolah malam di luar pun menjadi lebih tenang.Setelah mengantar Siria sampai ke rumahnya, Siria berkata kepada Jay, "Hati-hati nyetirnya.""Oke," jawab Jay.Namun, dia tidak langsung menginjak pedal gas untuk pergi.Siria menatapnya lalu tersenyum. "Kenapa kamu belum pergi?"Jay tertegun sejenak, lalu baru menyalakan mobil dan pergi. Namun, dia masih menatap sosok Siria melalui kaca spion sampai mobilnya berbelok dan tidak bisa melihatnya lagi.Dalam perjalanan pulang, Ja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1038

    "Benar. Bu Devina, kamu pulang saja dulu. Apa pun yang ingin kamu katakan, tunggu sampai kamu sadar baru bicara sama Jay."Devina menatap Siria, lalu melirik Jay, kemudian tersenyum tipis."Jay benar-benar beruntung bisa memiliki teman seperti Bu Siria yang begitu pengertian."Devina memang ahli dalam berbicara. Kalimat itu terdengar seperti pujian, tetapi sebenarnya menyindir bahwa sikap pengertian Siria terasa palsu. Jay mendengar sindiran dalam kata-kata Devina dan hendak berbicara. Namun, Siria sudah lebih dulu tersenyum tipis."Teman Jay adalah temanku juga. Wajar kalau aku mengkhawatirkanmu."Dada Devina terasa sesak. Dia tahu tidak ada gunanya terus berdebat. Kalau dilanjutkan, justru akan membuatnya terlihat tidak tahu diri dan tidak bijaksana. "Baiklah ... kalau begitu aku merepotkan kalian."Devina memaksakan senyum yang sangat kaku. "Aku agak mabuk perjalanan. Aku ingin duduk di kursi depan. Bu Siria nggak keberatan, 'kan?"Devina menoleh menatap Siria. Siria tersenyum. "Ten

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1037

    "Jay ...," panggil Devina dengan suara tercekat penuh kegembiraan. "Aku kira kamu nggak peduli lagi sama aku."Melihat keadaannya seperti itu, Jay mengulurkan tangan dan berkata, "Ayo. Mobilku ada di luar. Kuantar kamu pulang."Hati Devina langsung dipenuhi kegembiraan. Dia tahu Jay tidak mungkin benar-benar meninggalkannya begitu saja. Dia meraih tangan Jay dan menggenggamnya, lalu mengambil tasnya. Saat berdiri, dia sengaja menabrakkan dadanya ke tubuh Jay.Jay terlihat sedikit canggung. Dia segera memegang bahu Devina."Kamu masih bisa berjalan?"Devina tersenyum dan menggeleng seperti anak kecil. "Nggak bisa. Aku ingin kamu menopangku."Jay hanya bisa menghela napas, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Devina dan membantunya berjalan menuju pintu bar. Di balik tatapan matanya yang tertunduk, Devina memperlihatkan senyum tipis.Sepertinya, Jay sudah membuat pilihan di antara Siria dan dirinya.Devina juga yakin dirinya tidak salah menilai. Seorang pria yang telah mencintainya se

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1036

    "Kamu nggak merasa aku ikut campur terlalu jauh?" Siria bertanya balik.Jay terdiam beberapa detik. Reaksi Siria jelas bukan marah padanya. Bahkan dia malah mengusulkan untuk mengantar Devina pulang bersama. Hal itu benar-benar di luar dugaannya."Siria, kamu benar-benar ... nggak marah sama aku?" Jay kembali memastikan. Bagaimanapun juga, pemandangan di bar tadi mungkin saja membuatnya salah paham.Ekspresi Siria tetap tenang, matanya tampak jernih dan sadar."Kenapa aku harus marah? Kamu dan Bu Devina itu teman. Wajar kalau kamu bantu dia waktu mabuk."Setelah berkata demikian, dia bertanya lagi, "Bukannya dia pacar Pak Raka?"Jay tertegun. "Kenapa kamu bisa tahu?"Setelah itu, rasa terkejut bercampur gembira muncul di hatinya. Mungkinkah Siria pernah menyelidiki Devina? Apakah itu karena dirinya?Tatapan Jay yang panas membuat Siria merasa pikirannya terbaca. Wajahnya sedikit memerah, lalu dia memalingkan kepala. "Kamu masih mau antar dia nggak?""Oke. Kamu tunggu di samping mobilku

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1035

    Namun, hatinya malah terjerat oleh sosok lain. Jay mendongak dan menatap ke arah sofa di tengah. Pada saat itu, dia melihat Siria sedang berbicara dengan seorang pria. Entah apa yang mereka bicarakan, Siria tiba-tiba mengangkat tangan dan memukul ringan bahu pria itu sambil tersenyum dan memarahinya dengan nada bercanda.Hati Jay seolah tertusuk. Dia refleks menarik kembali tangannya yang sedang digenggam oleh Devina. Hati Devina seketika menjadi sedingin tangannya. Dia mengangkat kepala dan mengikuti arah tatapan Jay.Di matanya muncul kilatan gelap dan perasaan tidak senang.Kenapa Siria juga ada di sini?Namun tak lama kemudian, sudut bibir merahnya terangkat. Tatapan itu segera digantikan oleh kilatan penuh perhitungan. Saat itu Siria sedang mengambil tasnya, jelas dia berniat meninggalkan tempat itu.Pada saat itulah tatapan Siria mengarah ke tempat Jay berada.Devina langsung menangkap kesempatan itu. Dia menekan dahinya seolah pusing, lalu hampir seluruh tubuhnya bersandar ke ar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 284

    Brielle kembali dan memasukkan hadiah dari Raka ke dalam tasnya. Kedua gadis kecil itu sudah ribut minta kue ulang tahun. Di hadapan mereka ada kue enam tingkat yang sangat indah, itu pesanan Syahira.Saat lilin dikeluarkan, wajah Brielle memanas. Syahira ternyata memilihkan lilin angka 18 untuknya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 271

    Mata Brielle langsung berbinar. Pergi ke Universitas Medis Militer untuk pertukaran akademik? Dia pun membalas.[ Oke. ][ Kurang lebih tiga hari, ada yang jaga anakmu? ]Brielle tertegun, menatap putrinya. Orang yang paling dia percayai untuk dititipkan tentu saja adalah ayah Anya, Raka.Saat dia m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 295

    Madeline menerima undangan dari laboratorium Chiva. Mereka akan mengumumkan sebuah terobosan baru pada pukul tiga sore ini.Brielle, Faye, dan Harvis sama-sama dipanggilnya untuk menghadiri acara tersebut.Faye dan Harvis pulang dari MD bersama. Saat berada di kantin, suasana hati Faye tampak cukup

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 306

    Apalagi sosok ayahnya yang berdiri di podium penghargaan, itu juga membuat Brielle sangat kagum.Kemudian, di usia 18 tahun, dia bertemu Raka. Di usia 19 tahun, dia merawat Raka. Di usia 20 tahun, Raka menikahinya, lalu dia menjadi seorang yang sehari-hari pikirannya selalu tertuju pada Raka.Tatapa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status