共有

Bab 752

作者: Ayesha
Di bandara, pukul 7 malam. Setelah menempuh penerbangan jarak jauh, Brielle dan Lambert membawa dua anak keluar dari pintu kedatangan. Kedua anak itu masing-masing sempat tidur di pesawat, jadi kondisi mereka masih cukup segar. Koper Brielle didorong oleh asisten Lambert.

"Capek?" tanya Lambert dengan perhatian.

Brielle mengangguk. "Lumayan." Tadi di pesawat, dia juga sempat tidur sambil memeluk putrinya.

Saat itu, asisten Lambert datang dan berkata, "Pak Lambert, mobil sudah sampai di depan bandara."

"Baik." Lambert mengangguk, lalu berkata kepada Brielle, "Sebentar lagi kita bisa pulang dan istirahat."

Lambert sudah mengatur mobil, jadi Brielle tidak meminta Frederick untuk mengaturnya.

Saat itu, sepasang mata besar Anya melihat sosok yang berjalan mendekat di tengah kerumunan.

"Papa!" Anya berlari dengan senang.

Raka mengenakan pakaian kasual, melangkah ke arah putrinya. Dia membungkuk dan mengangkat Anya ke dalam pelukannya. Pandangannya lalu tertuju pada Brielle di belakang. Saat
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (9)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
pencundang perhatian dan mengutamakan simpanan dan Kel Raka sangat mendukung briele tolak pencundang yg anggap briele TDK berguna menghina KL aku tak kaplok mulut Raline dan tendang pencundang dua2 nya mau dilahap poligami alasan donor
goodnovel comment avatar
Suryat
harusnya Brielle tolak secara halus permintaan Raka,biar gak besar kepala si Raka
goodnovel comment avatar
Sybilla Ayana
thorrrrr mana cerita bareng niro nya donk,,,hiksss
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 752

    Di bandara, pukul 7 malam. Setelah menempuh penerbangan jarak jauh, Brielle dan Lambert membawa dua anak keluar dari pintu kedatangan. Kedua anak itu masing-masing sempat tidur di pesawat, jadi kondisi mereka masih cukup segar. Koper Brielle didorong oleh asisten Lambert."Capek?" tanya Lambert dengan perhatian.Brielle mengangguk. "Lumayan." Tadi di pesawat, dia juga sempat tidur sambil memeluk putrinya.Saat itu, asisten Lambert datang dan berkata, "Pak Lambert, mobil sudah sampai di depan bandara.""Baik." Lambert mengangguk, lalu berkata kepada Brielle, "Sebentar lagi kita bisa pulang dan istirahat."Lambert sudah mengatur mobil, jadi Brielle tidak meminta Frederick untuk mengaturnya.Saat itu, sepasang mata besar Anya melihat sosok yang berjalan mendekat di tengah kerumunan."Papa!" Anya berlari dengan senang.Raka mengenakan pakaian kasual, melangkah ke arah putrinya. Dia membungkuk dan mengangkat Anya ke dalam pelukannya. Pandangannya lalu tertuju pada Brielle di belakang. Saat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 751

    Raline menggertakkan giginya, lalu segera masuk ke akun media sosialnya sendiri, mengunggah tangkapan layar unggahan Lambert yang sudah dihapus, disertai keterangan.[ Ada orang yang setelah bercerai tak sabar memanjat ke atas, jadi membawa anak untuk menggoda pria lain. Benar-benar menjijikkan. ]Unggahan Raline ini terlihat oleh Gavin yang saat itu sedang bersiap naik pesawat di bandara. Karena Raline adalah orang Keluarga Pramudita, dia sangat memperhatikan setiap unggahannya. Setelah membacanya, dia tertegun dan tahu bahwa orang yang disindir dan dimaki Raline adalah Brielle.Gavin merasa jika unggahan ini sampai diketahui media, pasti akan berdampak besar pada citra Brielle. Dia pun segera menghubungi nomor Raka."Halo.""Pak Raka, beberapa menit yang lalu Nona Raline mengunggah sebuah status yang mungkin akan memengaruhi citra Nona Brielle." Setelah berkata demikian, Gavin langsung mengirimkannya.Setelah Raka kembali ke dalam negeri, dia terus lembur di perusahaan. Saat ini, di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 750

    Suasana hati Brielle sangat baik, begitu pula Lambert. Dia sebisa mungkin tidak memberi tekanan pada Brielle, menjaga suasana tetap ringan dan menyenangkan.Pada saat yang sama, beberapa kali ketika dia memotret anak-anak, dia sengaja memasukkan Brielle ke dalam bingkai. Di bawah lensa kamera, senyuman lembut Brielle bagaikan matahari hangat di musim dingin, begitu menawan.Duduk di kafe, Brielle menemani anak-anak memilih mainan dengan gaya yang unik, sementara Lambert memotret di samping. Di dalam foto, Vivian dan Anya berjalan di depan, Brielle berjalan di belakang. Saat menyadari bidikan Lambert, dia tersenyum padanya dengan tenang dan anggun.Lambert menekan tombol kamera. Adegan itu tampak seperti istrinya sedang merawat dua anak, berjalan ke arahnya dengan penuh kelembutan.Lambert memegang ponselnya, berpikir sejenak, lalu membuka aplikasi media sosial yang sudah lama tidak dia gunakan. Di akunnya, dia mengunggah beberapa foto. Pemandangan, anak-anak, cahaya matahari, serta fot

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 749

    Gavin sudah pergi, sementara Lambert berjalan kembali ke tempat duduknya."Brielle? Kamu baik-baik saja?" Suara Lambert menarik Brielle kembali dari lamunannya.Brielle mengangguk. "Aku nggak apa-apa.""Mama, kapan Papa balik?" tanya Anya sambil menggigit roti.Brielle tersenyum dan mengusap kepala kecilnya. "Papa lagi sibuk kerja. Mungkin kamu baru bisa ketemu Papa setelah kita pulang ke tanah air."Karena ada Vivian yang menemaninya bermain, Anya tidak terlalu bergantung pada Raka lagi. Dia pun mengangguk.Lambert sedang memesan makanan, sementara Brielle mengambil ponselnya untuk melihat pesan. Sejak bangun pagi sampai sekarang, dia belum sempat memeriksa ponselnya. Begitu melihatnya, dia mendapati satu pesan dari Raka yang dikirim dini hari tadi.[ Maaf, aku ada urusan dan harus pulang lebih dulu. Gavin akan tinggal untuk mengatur urusan selanjutnya. ]Brielle melirik waktu. Pesan itu memang dikirim lewat tengah malam sedikit."Brielle, kamu masih ingin tinggal di sini untuk main s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 748

    Wajah Raka langsung menggelap. "Apa sebenarnya yang terjadi?""Aku juga nggak tahu. Setelah Kak Devina selesai mandi, dia tiba-tiba pingsan di lantai. Saat aku menyentuhnya, tubuhnya panas sekali dan dia terus memanggil namamu ...."Tangan Raka yang memegang ponsel mengencang. "Siapa yang merawatnya?""Ibu dan ayahnya, tapi aku rasa orang yang paling ingin ditemui Kak Devina adalah kamu. Kak, cepat pulang!"Urat di pelipis Raka tampak menegang. Dia tanpa sadar mengepalkan tangan, lalu berkata dengan suara serak, "Sampaikan padanya, aku akan segera pulang.""Serius? Kalau begitu, cepat pulang ya! Pasti karena Kak Devina tahu kamu pergi main ski dengan Brielle, makanya dia jatuh sakit.""Kamu yang bilang ke dia?" Suara Raka terdengar dingin dan menakutkan.Di seberang sana, Raline terkejut dan tergagap. "Di ... dia yang tanya padaku." Kemudian, Raline segera meminta maaf, "Maaf, Kak, aku nggak sengaja. Aku janji, ke depannya aku nggak akan pernah lagi membicarakan soal kamu dan Brielle d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 747

    Raka mengajari putrinya bermain ski. Anya meluncur dengan sangat baik. Tekniknya juga cukup bagus.Sementara itu, Vivian lebih penakut. Dia bergerak dengan sangat hati-hati dan pelan.Setelah Brielle terjatuh tiga kali berturut-turut, Anya merasa tak tega melihatnya. Dia mendorong ayahnya dan berkata, "Papa, cepat ajari Mama dong!"Melihat putrinya juga sudah mulai lelah, Raka berkata, "Kamu istirahat di sini dulu. Tunggu Papa."Setelah itu, Raka menoleh ke arah Gavin di samping dan berkata, "Jaga Anya sebentar.""Siap, Bos." Gavin tersenyum.Raka lalu meluncur ke arah Brielle. Saat ini, Brielle sedang berbaring di atas salju untuk beristirahat."Perlu bantuan, Profesor Brielle?" Raka membungkuk dan mengulurkan tangan."Aku bisa sendiri." Brielle memalingkan wajah, menopang tubuh dengan tongkat ski dan berusaha berdiri. Namun, dia berada di bagian lereng kecil yang agak curam, jadi begitu berdiri, dia langsung meluncur ke depan.Raka segera mengejarnya. Saat ini, tubuh bagian atas Brie

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status