Share

21. Tujuan Terselubung

Penulis: Intans Ranum
last update Tanggal publikasi: 2026-05-23 21:14:38

Feris sempat termenung mempertimbangkan. “Jadi, aku harus menceraikan Neyra? Kapan waktu yang tepat menurut mamah?”

“Lebih cepat lebih baik, iya kan Tante?” sergah Karenina

Feris hanya spontan menatap Karenina sesaat, cukup paham inilah alasan Karenina bersusah payah mendekati ibunya lagi. “Sebagai pebisnis yang baru merintis aku punya reputasi yang harus aku jaga, kalau kalian lupa.”

‘iya…ya Mamah juga tahu, Fer. Itu juga yang jadi pertimbangan mamah selama ini. Walau bagaimanapun umur pernika
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    22. Salah Paham

    “Perkenalkan ini Ian Jameer. Dia seorang Make Up Artist yang akan mempersiapkanmu untuk nanti malam.” setelah berkata begitu, Feris melangkah mundur, membalikkan tubuhnya dan meninggalkan kamar itu.“Hai, aku Ian dan kamu?”“Aku Neyra, salam kenal.” setengah mati Neyra mengontrol dirinya untuk tidak bereaksi berlebihan. Beberapa kali Ian Jameer muncul di TV sebagai Make Up Artist yang bekerja sama dengan artis terkenal.“Jadi kamu istrinya Feris, ups… jangan salah paham dulu, sebenarnya aku beberapa kali beerj sama dengan Karenina dan teman-temannya. Jadi aku cukup penasaran ketika mereka membicarakan dan jangan salah paham dulu rasanya siapapun istrinya akan dibicarakan selama itu bukan Karenina. yah, kamu mengerti “kan maksudku.” “Ah ya, berkatmu aku nggak akan salah paham, terimakasih.” jawab Neyra diplomatis.“Kamu sebenarnya lebih cantik riasan tipis nona dan agak bold di sekitar mata, dan kamu akan terlihat stunning. Tidak kalah dengan mereka.” Ian bergumam dengan suara gemula

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    21. Tujuan Terselubung

    Feris sempat termenung mempertimbangkan. “Jadi, aku harus menceraikan Neyra? Kapan waktu yang tepat menurut mamah?”“Lebih cepat lebih baik, iya kan Tante?” sergah KareninaFeris hanya spontan menatap Karenina sesaat, cukup paham inilah alasan Karenina bersusah payah mendekati ibunya lagi. “Sebagai pebisnis yang baru merintis aku punya reputasi yang harus aku jaga, kalau kalian lupa.”‘iya…ya Mamah juga tahu, Fer. Itu juga yang jadi pertimbangan mamah selama ini. Walau bagaimanapun umur pernikahan kalian baru dua bulan. Tidak bagi untuk reputasimu kedepan, begini saja Mamah akan membicarakan hal ini dengan papahmu dan Wira, sekaligus mengenai harta yang akan kita bagi padanya.”“Mah, tidak perlu sejauh itu, aku hanya bertanya pendapat mamah tentang waktunya bukan hal lain.”“Ya, sama saja kan? Pada akhirnya akan bermuara kesana, dan kamu sudah banyak pekerjaan jadi biarkan mamah membantu kamu, ok!”“Dan itu akan jadi urusanku, sejak awal akulah yang meminta Neyra menikah denganku, dan

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    20. Ceraikan Saja Dia

    "Ahhh Neyra sayang, aku nggak tahan." desis Feris saat Neyra semakin menggoyangkan pinggulnya. Bahkan Feris telah ikut menggerakkan pinggulnya juga. Neyra menegakkan tubuhnya membuat Feris semakin mendesis karena tekanan di kejantanannya semakin terasa. "Ahhhh Neyra!" erang Feris sambil meremas payudara Neyra. Neyra menghentikan gerakannya, lalu meraih milik Neyra. Menggesekkannya beberapa kali sambil menikmati lalu, perlahan-lahan menurunkan tubuhnya ke bagian bawah tubuhnya."Ahhh…Fer" pekik Neyra pelan saat merasa kejantanan Feris mulai menyeruak masuk. Dia menggigit bibirnya menurunkan tubuhnya lagi. Matanya terpaku menatap Feris. Pemandangan di depannya membuatnya melupakan rasa sakitnya. Ia melihat sesuatu yang sangat indah. Wajah suaminya yang menegang dan memerah karena gairah. Membuatnya semakin basah dan menginginkan Feris di dalamnya. Neyra terus mencoba turun dan turun hingga akhirnya, ia memekik keras begitu dalam satu sentakan keras, ia mendorong tubuhnya hingga Feris

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    19. Kepasrahan Neyra

    Ferislah yang berinisiatif membuka pintu. “Kamu masih disini, Nina?”Karenina tak menghiraukan pertanyaan yang menggores hatinya. Ia menatap dalam ke arah dada Feris yang terlihat lebih coklat dari yang ia ingat, semakin terlihat manly. “Karenina.” panggil Feris.“Ah, iya. Begini… kita harus pergi bersama sekarang!”“Apa?”“Om Nurdin meninggal. Keluarga besarmu masih berkumpul di rumah sakit sekarang. Tante Ira memintaku mendampingimu.”“Pergilah lebih dulu, setelah ini aku menyusul. “Titah Feris yang tak diterima Karenina, dengan langcang ia membuka pintu kamar dan berjalan masuk. “Fer-” suara Karenina tercekat, melihat Neyra yang duduk di atas ranjang memegang selimut tebal, menutupi tubuh yang ia yakin tak tertutup apapun. Ada rasa cemburu yang mendidih di dada. “Kenapa kamu malah masuk, hah!” bentak Feris yang juga terkejut.“Kamu nggak mungkin membawanya, Fer!” Karenina menatap nyalang ke arah Neyra. “Keluargamu nggak akan suka melihatnya dan dia akan merasa terasingkan kalau

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    18. Pendapat Feris

    “Sebelumnya, aku ingin kamu menceraikannya sekarang!” “Kenapa?”“Kamu tahu kenapa, Fer! Siapapun nggak akan sudi jadi diduakan apalagi sama perempuan seperti dia, kami bahkan nggak selevel dalam hal apapun! Apa kata orang, hah?!” sentak Karenina.“Dan kamu pikir, siapa yang akan terima diceraikan secepat ini, terlebih karena alasan menikah lagi, hmmm siapa?” tanya Feris datar.“Aku nggak peduli! Dan kamu jelas pilih aku ‘kan Fer?”Feris menatap Karenina cukup lama, dan menghembuskan nafasnya gusar. “Tetap aja, aku nggak bisa menceraikannya secepat ini, aku juga punya reputasi yang harus aku jaga, ‘kan.”Karenina menunjukkan wajah keberatan, seolah menimbang. “Fine! Tapi prioritaskan aku, deal!”“Ok,” saut Feris mudah. Neyra masih mendengarnya sebelum ia benar-benar melewati ruangan keluarga, dan menaiki anak tangga. Hati Neyra teriris, egonya tersentil nyeri. Ya, ia hanya perlu fokus pada keuntungan yang didapatkannya, syukurlah ia mengetahui dari awal, dengan begini ia bisa mengont

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    17. Kepergok

    "Bawakan aku sebotol anggur," pinta Feris sembari duduk di tengah sofa panjang. Melempar jaket kulit hitam dan jam tangannya ke meja lalu menggulung kedua lengan kemeja hingga di siku. Neyra yang tengah menonton TV hanya diam dan beranjak pergi ke arah sebaliknya, tetapi kalimat Feris selanjutnya membuat langkah wanita itu terpaksa berhenti. "Atau kau lebih suka kita langsung ke ranjang?" Neyra menoleh, tak sungkan untuk menampilkan kedongkolan yang teramat. Ya, ucapan Feris adalah peraturan di rumah ini. "Di lemari penyimpanan." Senyum Feris penuh makna. "Aku yakin kamu tahu di mana. Kamu sudah mengelilingi tempat ini beberapa kali, kan?" Neyra pun berjalan menuju pintu. Kembali tak lama kemudian dengan sebotol anggur yang diambil sembarangan dan satu gelas ke hadapan Feris. "Temani aku minum," pintah pria itu lagi sebelum Neyra berpikir untuk beranjak pergi. "Aku tidak minum alkohol." "Aku tak mengatakan kamu harus meminumnya." Feris mendongak, ujung bibirnya menyeringai. "

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    11. Situasi Sulit

    “Halo, Ney! Ini aku… kamu harus ke sini! Regas tiba-tiba mabuk, dia jelas terpukul setelah memastikan pernikahan kalian! Halo….”“Aku tidak mengizinkannya, dan berhenti menghubungi istriku untuk hal tak penting seperti ini,” tutup Feris saat ia mendapati tubuh Neyra yang membeku, menatap ponselnya

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    10. Sebuah Kenyataan

    "Sebentar, aku-" Neyra hendak melompat dari pangkuan Feris. namun Feris malah menekan pinggang Neyra, mengembalikan posisi wanita itu seperti semula. "Aku tak butuh penolakanmu, Ney," peringat Feris. Neyra menelan ludahnya, "A-aku sedang datang bulan." Feris mengangkat alisnya, menyeringai tipis.

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    9. Salah Paham

    “Ney,”“Regas,” sapa Neyra tertahan.“Kamu apa kabar?”Neyra menatap balik Regas yang memandangnya dalam, tanpa ekspresi khas Regas ketika memandangnya dulu.“Baik, kamu gimana? Semuanya baik-baik aja ‘kan?” Tanya Neyra mengambang.“Baik, walaupun nggak semua berjalan sesuai keinginanku,” Ada kehe

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    7. Tamparan Mantan

    Regas memandangnya dalam ada raut terkejut di wajahnya yang langsung terganti kecewa, khas Regas saat sedang kecewa."Ulurkan tanganmu, Kak! Semua orang memperhatikan kita."Neyra sempat tersentak sebelum menerima lengan adik lelakinya, pandangannya tak lepas dari kedua mata Regas yang menyiratkan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status