Share

Bab 185. Frustasi

Author: Nona Muda
last update publish date: 2026-11-02 23:22:10

Lexi melangkah mundur secara perlahan. Sorot matanya yang kelam meredup, dihantam telak oleh kenyataan pahit yang bertubi-tubi. Gengsi dan keangkuhan seorang Permana yang sebulan ini ia bangun melalui Axis Infrastructure runtuh tidak bersisa di koridor VIP Orchard Road malam itu.

Bramantya benar. Di Jakarta dia tidak lagi memiliki takhta, dan di Singapura, dia hanyalah orang asing yang ditolak mentah-mentah oleh wanita yang paling ia cari.

Dengan napas yang masih tersengal dan rusuk yang luar b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 186. Ditabok Tasya

    BRAK!Pintu kayu bar yang berat itu mendadak didorong terbuka secara kasar dari luar. Suara dentum musik blues yang lambat dan desas-desus pengunjung bar seketika teredam oleh derap langkah kaki yang menghentak penuh amarah.Tasya Permana melangkah masuk dengan mantel parit panjangnya yang basah oleh sisa hujan malam Clarke Quay. Sepasang matanya yang biasa memancarkan binar jahil kini berkilat dipenuhi kemurkaan dan rasa khawatir yang pekat. Rian, yang sejak tadi duduk cemas di samping Lexi, langsung bangkit berdiri dengan wajah lega sekaligus tegang saat melihat kedatangan kakak kedua bosnya itu."Mbak Tasya?" bisik Rian tertahan.Tasya mengabaikan Rian sepenuhnya. Pandangan matanya langsung terkunci pada sosok Lexi yang duduk terkulai lemas di sudut tergelap bar, dengan kemeja yang kotor penuh bercak darah dan deretan botol wiski kosong yang berserakan di atas meja.Tanpa membuang waktu satu detik pun, Tasya melangkah lebar, mendekati meja marmer itu, dan—PLAK!Satu tamparan keras

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 185. Frustasi

    Lexi melangkah mundur secara perlahan. Sorot matanya yang kelam meredup, dihantam telak oleh kenyataan pahit yang bertubi-tubi. Gengsi dan keangkuhan seorang Permana yang sebulan ini ia bangun melalui Axis Infrastructure runtuh tidak bersisa di koridor VIP Orchard Road malam itu.Bramantya benar. Di Jakarta dia tidak lagi memiliki takhta, dan di Singapura, dia hanyalah orang asing yang ditolak mentah-mentah oleh wanita yang paling ia cari.Dengan napas yang masih tersengal dan rusuk yang luar biasa nyeri, Lexi membalikkan tubuhnya. Ia berjalan gontai melewati barikade pria berjas hitam milik Bramantya yang membuka jalan dengan tatapan dingin. Rian, yang baru saja berhasil menyusul ke lantai teratas dengan napas memburu, langsung menahan tubuh tegap sahabatnya yang tampak limbung."Lex... kita balik ke apartemen Claymore sekarang. Lo luka parah," bisik Rian cemas, merangkul pundak Lexi."Nggak, Rian," desis Lexi, suaranya parau, serak, dan pecah. "Bawa gue ke bar. Mana aja. Gue butuh m

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 184. Anda Tidak Berhak!

    Angel memejamkan matanya rapat-rapat, meremas gaun katun putihnya dengan sisa tenaga yang ia miliki. Bibirnya digigit kuat demi menahan desakan emosi yang kembali mencubit hatinya. Keangkuhan alaminya sebagai putri sulung keluarga pengusaha tak boleh runtuh di depan adiknya sendiri. Dia harus terlihat biasa saja, seolah kehadiran Lexi di luar pintu tadi benar-benar tidak memberikan dampak apa pun pada jiwanya."Kak, tapi tadi itu... Alexis benar-benar hajar Hendra sampai pingsan," Kevin berbisik lirih, masih memegangi ulu hatinya yang perih sembari menatap pintu apartemen yang tertutup rapat. "Kalau dia nggak datang tepat waktu, tim dari Jakarta pasti udah bawa Kakak ke bandara." Angel mendongak, menatap Kevin dengan sorot mata yang kembali sedingin es, tanpa riak emosi sedikit pun."Lalu aku harus sujud berterima kasih, begitu? Vin, dengar. Dia ke sini hanya karena ego dan rasa penasarannya yang terusik. Dia tidak tahu apa-apa, dan dia tidak berhak tahu apa-apa tentang anak ini."

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 183 Perhatian Yang Terlambat

    Adrenalin yang membakar tubuh Lexi membuatnya seolah kebal dari rasa sakit. Mengabaikan rusuknya yang berdenyut nyeri akibat tendangan Hendra, ia kembali menerjang maju dengan kalap. Pukulan kombinasi bertubi-tubi ia layangkan demi melumpuhkan intel senior itu. Hendra terdesak mundur, terkejut oleh kekuatan brutal Lexi yang digerakkan oleh naluri seorang pelindung.Dengan satu hentakan terakhir, Lexi melayangkan uppercut keras tepat di rahang Hendra, membuat pria itu terhempas ke lantai koridor dan tak sadarkan diri.Napas Lexi memburu kasar. Senter taktis yang terjatuh di lantai memantulkan cahaya temaram ke dinding koridor yang berantakan. Tanpa memedulikan musuhnya yang sudah tumbang, Lexi langsung memutar tubuhnya secepat kilat.Di sudut lorong dekat pintu penthouse, Angel terduduk lemas di lantai marmer yang dingin.Wajah cantiknya pucat, dengan sisa-sisa air mata yang masih basah di pipinya. Kedua tangannya mencengkeram erat perut buncitnya yang berusia tujuh bulan.Melihat pem

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 182. Jangan Sentuh Wanita Gue!

    Tanpa membuang waktu satu detik pun, Lexi menghantam pintu besi tangga darurat dengan bahunya hingga terbuka kasar. Langkah kakinya yang dibungkus sepatu pantofel mahal berdentum brutal, menggema di sepanjang lorong tangga beton yang sunyi dan pengap.Napasnya memburu hebat. Jantungnya berdegup begitu kencang, bukan karena kelelahan mendaki belasan lantai, melainkan karena ketakutan setengah mati yang mendadak mencengkeram ulu hatinya. Bayangan perut buncit Angel di rumah sakit pagi tadi terus berputar di kepalanya bagai kaset rusak. Naluri seorang ayah yang baru saja bangkit dari kegelapan amnesia mendorong tubuh tegapnya melampaui batas fisik."Lex! Tunggu, Lex! Jangan nekat sendirian!" teriak Rian yang suaranya sudah terdengar tersengal-sengal, tertinggal beberapa lantai di bawahnya.Lexi tidak memedulikan seruan sahabatnya. Fokusnya terkunci mutlak pada lantai penthouse. Setiap kali kakinya menghentak anak tangga, kemurkaannya pada Abraham dan Viona kian membakar darahnya. Mere

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 181. Panik Semua

    Hendra menyeringai tipis di balik kegelapan ruangan, sama sekali tidak memedulikan rintihan Kevin yang masih terkapar di lantai marmer. Isyarat tangannya bergerak tegas, memerintahkan dua pria berbadan tegap untuk segera membopong Angel yang terus memberontak dengan sisa-sisa tenaganya."Bawa dia sekarang. Jangan buang-buang waktu," desis Hendra dingin.Cengkeraman di kedua pergelangan tangan Angel mengencang. Rasa sakit yang menjalar dari perut bawahnya kian menyiksa, memicu kepanikan yang sangat bagi keselamatan bayi di rahimnya. Namun, di tengah keputusasaan yang mencekik itu, sepasang mata Angel secara refleks melirik ke sudut atas langit-langit dekat pilar mahoni—pada sebuah lensa kecil dengan pendar lampu inframerah yang masih menyala samar berkat daya baterai cadangan independen.CCTV pemantau sensor gerak. Kamera privat yang dipasang khusus oleh Bramantya, langsung terhubung secara real-time ke ponsel pribadi sang penguasa Surabaya."Lepasin gue! Bajingan kalian semua!" teria

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 4. Ketemu Mantan

    Mobil Mercedes-Benz hitam itu akhirnya masuk ke area parkir sebuah butik mewah di kawasan elit pusat kota. Begitu mobil berhenti mulus, Angel tidak langsung turun. Dia melirik Lexi lewat spion tengah, merapikan rambutnya sebentar, lalu berdehem pelan."Lexi," panggil Angel. Nadanya sedikit canggung

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 3. Rahasia Baron

    Sementara Mercedes-Benz hitam yang membawa Angel dan Lexi melaju pergi meninggalkan rumah, di belahan kota yang lain, suasana di dalam ruangan kerja Direktur Utama Van Holden Group justru terasa sangat sunyi seperti berada di area kuburan.Ruangan luas itu dilapisi dinding kaca besar yang langsung

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 2. Pejantan Tangguh!

    Setelah keluar dari ruang kerja Baron, Lexi berjalan menuju area belakang yang sepi, di dekat garasi mobil mewah.Dia merogoh kantong celananya, mengeluarkan ponsel yang layarnya sudah sedikit retak, lalu menekan sebuah nomor yang sengaja dia simpan untuk keadaan darurat tertentu terkait masa lalun

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 1. Diminta Menghamili Nyonya Muda

    "Lexi, kalau kau bisa menghamili istriku, aku akan memberikan sejumlah uang yang cukup untuk biaya hidupmu seumur hidup!” Sesuara yang familier tiba-tiba saja berteriak ke arah Lexi, supir pribadi yang tampan milik Keluarga Van Holden.Lexi yang sedang mencuci mobil di halaman, langsung menoleh ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status