Share

Bab 38. Deal!

Author: Nona Muda
last update publish date: 2026-06-06 15:36:33
Baron tertegun mendengar usulan yang meluncur begitu enteng dari mulut supir pribadinya. Pria blasteran itu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah baru saja mendapatkan pencerahan besar di tengah kepanikan yang melanda otaknya sejak siang tadi.

"Bayar orang bunting, buat tukar urine?" Baron menggumamkan kalimat Lexi pelan, menimbang-nimbang risiko dari ide konyol tersebut.

Detik berikutnya, seulas senyum licik perlahan terkembang di wajah lebamnya yang semula kusut masai.

"Gila, kamu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 69. Mencari Tahu Tentang Luna

    Mendengar ancaman telak dari Angel, Baron sama sekali tidak menunjukkan raut wajah takut atau panik.Sebaliknya, pria itu justru mendengus meremehkan. Tanpa memedulikan tatapan tajam dari sang istri, Baron menunduk dan memapah tubuh lemas Luna dari lantai marmer yang dingin.Baron melingkarkan lengan kokohnya, memeluk pinggang Luna dengan protektif dan merapatkan tubuh wanita itu ke dadanya.Sikap itu sengaja dia tunjukkan pada Angel, seolah ingin mengatakan jika Angel tidak lebih berarti dibandingkan dengan Luna.Lexi yang melihat itu rasanya gemas sekali, kalau saja dia sedang tidak malas, dia pasti sudah menghajar Baron.Baru kali ini dia melihat seorang pria yang begitu bodoh, lebih tepatnya dungu, membela wanita yang menurut Lexi agak mencurigakan."Aku tidak peduli dengan ancamanmu, Angel. Jangan pernah sekali-kali kamu bermimpi bisa mengusir Luna dari rumah ini," jawab Baron.Luna yang berada di dalam pelukan Baron seketika menghentikan tangisnya. Dia langsung menatap Angel den

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 66. Macan Betina Mengamuk

    "Gas! Hajar terus Nyonya! Kasih paham biar nggak tuman!" seru Lexi penuh semangat dari sudut dapur, sepenuhnya melupakan rasa mualnya demi menonton pertandingan gratis antara Luna dan Angel.Mendengar dukungan dari supir pribadinya, semangat bertarung Angel semakin berkobar. Tarikan tangannya pada rambut panjang Luna kian mengencang. Angel benar-benar meluapkan seluruh kekesalannya, bukan hanya karena kelakuan gatal Luna malam ini, tapi juga akumulasi rasa dongkolnya pada Baron selama bertahun-tahun."Angel! Stop! Sakit banget, woy! Lepasin ... aaakh!" jerit Luna histeris. Kepalanya terombang-ambing mengikuti gerakan tangan Angel yang beringas."Nggak akan aku lepas sampai kamu sadar posisi kamu di rumah ini!" bentak Angel gahar, napasnya memburu pekat.Luna yang mulai kehabisan tenaga untuk membalas cengkeraman Angel akhirnya mulai menangis. Dia panik karena tarikan Angel mulai menyenggol area wajah dan pelipisnya. Dengan sisa tenaga yang ada, Luna mencoba melindungi wajahnya deng

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 65. Musang Berahi

    "Lexi, aku penasaran sama kamu, apa kamu kalau bercinta jauh lebih kuat dari Baron atau enggak, ya?" ucap Luna dengan nada genit, tidak sadar calon korban di depannya ini sudah ingin muntah.Mendengar kalimat yang menjijikkan itu, gejolak di perut Lexi benar-benar sudah sampai ke tenggorokan. Rasa mualnya melebih-lebihi rasa mual orang hamil! "Bisa nggak kamu itu nggak usah kegenitan sama kegatelan begini! Seumur hidup, kamu itu satu-satunya wanita yang bisa membuat aku alergi!" ketus Lexi, berharap Luna sadar diri dan bisa segera enyah dari hadapannya. "Alergi? Aku ini cantik, tidak kalah seksi dari Angel, kenapa kamu selalu menolak aku, Lex?" tanya Luna, merasakan gondok setengah mati, padahal dia sudah tidak tahan ingin merasakan seperti apa rasanya disentuh oleh Lexi. Lexi meletakkan kedua tangan di depan dada berusaha menghalau Luna untuk menjauh, tapi nampaknya usaha Lexi sia-sia saja. Luna mengulas senyum tipis yang sarat akan arti terselubung. Alih-alih mundur karena dibe

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 64 Lebih Kuat Kamu Atau Baron?

    Mendengar instruksi gila yang baru saja meluncur dari mulut Lexi, suasana di meja bar itu mendadak hening seketika. Chika, Vina, dan Amel saling berpandangan. Otak mereka mencoba mencerna kalimat terakhir yang diucapkan oleh supir pribadi berwajah tampan itu. "H-Hamil anak Alexis Permana?" ulang Amel dengan suara bergetar. Tiba-tiba, ekspresi wajah Amel berubah drastis. Gadis berambut cokelat itu terdiam seribu bahasa, matanya membelalak sempurna menatap lekat-lekat ke arah wajah Lexi. Sebagai gadis yang sudah lumayan lama merantau di Jakarta, telinganya tentu tidak asing dengan nama belakang yang sangat sakral tersebut. Chika yang menyadari perubahan raut wajah temannya langsung menyenggol lengan Amel, lalu beralih menatap Lexi dengan kening berkerut bingung. "Tunggu dulu, Mas Lexi... kok nama belakangmu... maksudku nama keluargamu itu mirip banget sama Pak Abraham Permana?" celetuk Chika dengan nada heran. "Itu lho, triliuner nomor satu Indonesia yang punya gedung-g

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 63. Maju Bertiga, Nggak Masalah!

    Chika dan kedua temannya saling berpandangan sejenak dengan mata berbinar-binar. Membayangkan bisa masuk ke dalam pesta konglomerat kelas atas di Jakarta adalah impian mereka. Tanpa berpikir panjang tentang apa rencana asli Lexi, mereka langsung mengangguk setuju dengan penuh semangat. "Deal ya, Mas!" seru Chika kegirangan sambil bertepuk tangan pelan. Dua temannya pun ikut tersenyum lebar, membayangkan megahnya pesta orang kaya yang baru saja dijanjikan oleh Lexi. Namun, bukan Chika namanya jika melewatkan kesempatan untuk menggoda pria jangkung di sebelahnya. Gadis itu kembali mencondongkan tubuhnya, menatap Lexi dengan tatapan sayu yang sarat akan godaan. "Tapi Mas Lexi, urusan pesta minggu depan kan masih lama. Berarti tawaran kami yang tadi untuk main berempat siang ini masih berlaku dong? Masa kamu tega menolak tiga wanita cantik sekaligus?" celetuk Chika dengan nada manja. Temannya yang berambut pendek ikut mengangguk setuju. "Iya, Mas. Main permainan di pest

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 62. Jangan Kebawa Perasaan, Nyonya!

    Deg! Pertanyaan Angel yang tiba-tiba membuat senyum Lexi langsung berhenti seketika. Sepasang matanya berkedip beberapa kali, menatap lurus ke arah Nyonya mudanya yang kini sedang menyipitkan mata di balik kacamata hitam besar. 'Kacau ini kalau sampai ketahuan,' batin Lexi. Dia melihat senyum di wajah Angel pun mulai hilang, semenjak kejadian du Bandung dan di hotel, Lexi bisa merasakannya, wanita itu menjadi sedikit lebih posesif dan cemburuan, padahal hubungan mereka kan bukan hubungan emosional yang sewajarnya. Namun, bukan Lexi namanya kalau langsung panik hanya karena interogasi dadakan seperti ini. Dia segera mengubah ekspresi di wajahnya memberikan senyuman tipis yang menyebalkan sekaligus menggoda. Lexi melangkah maju satu langkah, sengaja memangkas jarak di antara mereka. Dia sedikit menundukkan kepala, menatap lekat-lekat bibir merah Angel. "Nyonya Sayang, kamu ini lagi cemburu ya?" tanya Lexi, Lalu memainkan kedua alisnya. Bukannya langsung menjawab, Ange

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 44. Ditelan Semua

    Beberapa menit kemudian, nampaknya Angel sudah semakin lihai. Dia mempercepat gerakannya. Mulutnya yang mungil bekerja lebih keras. Lidahnya lebih berani. Tangannya yang tadinya hanya bertumpu di paha Lexi, kini ikut bergerak, meremas pangkalnya dengan lembut setiap kali kepalanya turun, mencipta

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 43. Terus Nyonya, Enak ....

    "Astaga, Lexi," bisik Angel, napasnya memburu. "Se-sebesar ini ternyata yang dua hari lalu masuk ke punyaku?" Lexi tersenyum mendengar pertanyaan polos Angel. Ada sesuatu yang menggemaskan dari wanita ini, seorang nyonya muda yang baru beberapa hari lalu masih perawan, yang kini duduk di kursi

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 42. Panjang dan Berurat

    Angel menarik napas panjang, dia bisa merasakan bagaimana sesuatu di bawah sana berdenyut-denyut, seperti makhluk hidup yang terbangun dari tidurnya. "Le-Lexi, ini ... ini masih di jalan," bisik Angel panik, matanya melirik ke kiri dan kanan. Mobil-mobil di sekitar mereka masih mengantre rapi karen

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 41. Usapan Enak

    "Pejantan sewaan, Vio! Dia dijadikan simpanan, katanya buat hamilin istri bosnya!" ulang Abraham dengan wajah memelas yang bercampur dongkol setengah mati. Pria paruh baya itu buru-buru merogoh saku celananya, menyambar inhaler obat asma, lalu mengisapnya dua kali dengan rakus. Setelah dadanya te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status