공유

Bab 38. Deal!

작가: Nona Muda
last update 게시일: 2026-06-06 15:36:33
Baron tertegun mendengar usulan yang meluncur begitu enteng dari mulut supir pribadinya. Pria blasteran itu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah baru saja mendapatkan pencerahan besar di tengah kepanikan yang melanda otaknya sejak siang tadi.

"Bayar orang bunting, buat tukar urine?" Baron menggumamkan kalimat Lexi pelan, menimbang-nimbang risiko dari ide konyol tersebut.

Detik berikutnya, seulas senyum licik perlahan terkembang di wajah lebamnya yang semula kusut masai.

"Gila, kamu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 130 Apa Yang Kalian Sembunyikan?

    "Aku butuh berpikir jernih, kenapa Lexi bisa menjadi seperti itu," gumam Angel pelan di sela-sela isak tangisnya yang mulai mereda. Begitu dia melangkah masuk ke dalam ruang tamu raksasa berlantai marmer Italia tersebut, sepasang paruh baya berpenampilan aristokrat langsung bangkit dari sofa mewah mereka dengan raut wajah panik. Mereka adalah Haryo dan Rosa, Papa dan Mama kandung Angel yang merupakan pengusaha properti kelas kakap di Jakarta. "Angel! Astaga, kamu kenapa, Sayang?!" pekik Rosa langsung berlari memeluk tubuh gemetar putri tunggalnya. Dia mengusap punggung Angel yang masih terbalut mantel panjang, sementara Haryo menatap tajam dengan dahi berkerut dalam. "Papa sudah dengar semua kekacauan di pesta gala semalam, Angel! Si Baron berengsek itu benar-benar mempermalukan keluarga kita karena skandal wanita jadi-jadiannya!" geram Haryo dengan suara berat penuh wibawa. "Tapi kenapa penampilanmu sekusut ini? Dan kenapa matamu sembap seperti ini?!" Angel menggelengkan kepala

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 129. Pelarian Terakhir Angel

    "Lexi, are you okay?" tanya Clarissa dengan wajah panik, berusaha meraih kembali lengan kekar pria itu.Lexi tidak menjawab. Denyut nyeri di kepalanya terasa begitu menyiksa, seolah ada palu raksasa yang menghantam batok kepalanya berulang kali dari dalam. Sepasang matanya berkedip kaku, menatap kosong ke ujung lorong sepi tempat aroma sabun mawar dan bayangan gaun zamrud Angel baru saja lenyap. Jantungnya berdegup brutal, memicu rasa sesak yang mencekik di dadanya."Ugh!"" Lexi mengerang rendah, tangannya bergerak kaku memegangi pelipisnya yang berbalut perban putih tebal.Pandangannya mendadak buram dan berputar liar. Kekosongan di dalam otaknya seolah menolak keras klaim kebohongan yang baru saja ditanamkan oleh Clarissa. Sebelum tubuh tegapnya sempat bertumpu pada dinding, kekuatan di kedua kaki jangkungnya lenyap total.Bruk!Tubuh tinggi besar Alexis Permana ambruk pingsan, jatuh terkapar di atas lantai marmer dingin koridor rumah sakit tepat di hadapan Viona dan Clarissa."Al

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 128. Aku Menunggu Kamu....

    Mendengar kata-kata wanita murahan keluar dari bibir Clarissa yang tersenyum penuh kemenangan, emosi di dada Angel yang semula hancur lebur mendadak terbakar hebat. Rasa duka dan penyesalan karena sempat menyakiti Lexi seketika melebur menjadi amarah yang memuncak hingga ke ubun-ubun.Angel tidak sudi lagi menahan diri. Harga dirinya yang diinjak-injak oleh wanita asing di depan pria yang dicintainya benar-benar memicu instingnya untuk membalas, dia pun mengangkat satu tangannya dan.... Plak!Suara tamparan yang keras dan nyaring bergaung hebat memecah keheningan koridor VIP rumah sakit. Tamparan telak dari telapak tangan Angel mendarat dengan tepat di pipi mulus Clarissa Kensington, membuat kepala gadis blasteran London itu terkesiap menoleh ke samping kanan.Kekuatan tamparan Angel yang didorong oleh rasa cemburu dan amarah benar-benar sanggup membuat cengkeraman tangan Clarissa di pinggang Lexi terlepas seketika. Clarissa terhuyung mundur satu langkah sembari memegangi pipinya ya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 127. Diusir

    Mobil mewah Angel berdecit keras saat berhenti tepat di pelataran depan lobi utama Rumah Sakit Pusat Jakarta. Sinar matahari siang yang terik menyengat kulitnya begitu dia melompat turun dari balik kemudi.Dengan mantel panjang yang berkibar menutupi gaun tidur sutra di balik pakaian kasualnya, Angel melangkah lebar dengan napas memburu. Penampilannya acak-acakan, matanya merah berselimut sisa air mata, dan dadanya bergemuruh hebat menahan rindu serta ketakutan yang memuncak.Angel menerobos pintu kaca otomatis lobi rumah sakit, lalu berlari cepat menuju lift khusus lantai VIP tempat ruang ICU Alexis Permana berada. Begitu pintu lift emas terbuka di lantai atas, Angel melangkah keluar dengan terburu-buru.Namun, baru tiga langkah kakinya memijak permukaan lantai marmer lorong steril tersebut, tubuhnya langsung diadang paksa. Dua orang pengawal bertubuh tinggi besar dengan setelan jas hitam formal dan emblem platinum Permana Group di kerah mereka mendadak melangkah maju, memasang badan

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 126. Keputusan Angel

    Lexi hanya mengangguk pelan. Dia membiarkan Clarissa merapatkan tubuh ke lengannya. Tatapan matanya lurus menatap langit-langit putih kamar rawat. Isi di dalam kepalanya terasa begitu hampa. Setiap kali dia mencoba mengingat garis waktu beberapa tahun terakhir, hanya rasa pening luar biasa yang dia dapatkan. Ada sensasi aneh di dadanya, seperti ada sesuatu yang hilang dan tertinggal di luar sana. Namun, konfirmasi dari Viona dan senyuman penuh kemenangan Clarissa mengunci semua keraguannya untuk saat ini. "Ya, aku dengar," sahut Lexi datar, suaranya parau dan tanpa riak emosi. Clarissa menyeringai tipis, merasa berada di atas angin. Baginya, hilangnya ingatan Lexi adalah karpet merah untuk menguasai takhta Permana Group dan mengubur nama Angel selamanya. ...... Sementara itu, di belahan kota Jakarta yang lain, atmosfer kesedihan yang begitu pekat menyelimuti kediaman Van Holden di Menteng. Angel sedang berdiri mematung di kamar tidur utamanya. Di hadapannya, sebuah koper besar

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 125. Kehilangan Memori Beberapa Tahun Lalu

    "Maaf, Nyonya Viona. Ini adalah hasil pemeriksaan yang paling objektif berdasarkan cedera kepala yang dialami Tuan Muda," jawab dokter utama itu dengan kepala yang tertunduk makin dalam, tidak berani menentang langsung tatapan menghunjam dari putri sulung Abraham Permana. Dokter itu menghela napas berat, mencoba menjelaskan kerusakan medis di dalam tempurung kepala Lexi dengan seuniversal mungkin agar mudah dipahami. "Benturan keras pada lobus temporal kiri akibat hantaman beton pembatas jalan semalam telah memicu trauma kontusi cerebral yang cukup parah. Pendarahan hebat yang sempat kita bersihkan di ruang operasi kemarin menekan jaringan saraf yang menyimpan memori jangka pendek dan jangka menengah." Viona menarik napas tajam. Keangkuhan alaminya sebagai pemimpin operasional Permana Group yang biasanya selalu kaku dan tenang, mendadak goyah. Dia melangkah maju satu tindak, mencengkeram besi ranjang tempat Lexi berbaring kaku. "Maksud Dokter, memori beberapa tahun belakangan i

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 8. Salah Remas

    "Kamu—" Kalimat Angel menggantung begitu saja di udara.Kata-kata makian yang sudah mengantre di ujung lidahnya mendadak menguar tanpa sisa. Lexi sendiri tidak mundur selangkah pun.Sebaliknya, pria itu justru sengaja memajukan tubuhnya satu senti lagi, lalu sedikit menunduk, membuat dada bidangnya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 7. Tinggal Ngadon Lagi, Enak Kan?

    Baron tertegun mendengar pertanyaan Lexi. Pria kekar itu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah baru saja disadarkan dari lamunan panjang oleh pertanyaan polos dari supir pribadinya. Dia melirik dokumen di tangannya, lalu menatap Angel yang wajahnya kini makin merah padam menahan dongkol."Ya su

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 6. Surat Perjanjian Menghamili

    Malam harinya, kediaman megah Keluarga Van Holden tampak sunyi. Sinar lampu kristal berpendar temaram, menyinari koridor-koridor sepi rumah mewah berarsitektur kolonial modern tersebut.Lexi, yang baru saja selesai membersihkan diri di paviliun belakang khusus kacung macam dirinya, berjalan santai

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 5. Sugar Mommy

    Wajah Clara langsung merah padam. Kalimat Lexi tepat menghantam titik paling memalukan dalam sejarah hidupnya. Dia melirik cemas ke arah pria gempal yang menunggunya di dekat lobi, takut kalau pria kaya yang sedang menjadi target dompetnya itu mendengar ucapan Lexi."Jaga mulut kamu ya, Lexi! Itu m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status