บทล่าสุด
CEO Arogan yang Menginginkanku Wajah dalam Foto Lama
Pagi berikutnya, mansion terasa lebih tenang dari biasanya, seolah semua orang di dalamnya masih memulihkan diri dari ketegangan semalam. Aku bangun lebih awal, memutuskan untuk menyelesaikan tugas yang tertunda kemarin, mencari buku resep Prancis yang sempat disebutkan Archer di perpustakaan sebelum momen di rak buku itu terpotong oleh telepon mendadak. Suasana pagi yang sunyi terasa seperti kesempatan langka untuk menenangkan pikiran sebelum hari yang sibuk dimulai.Perpustakaan masih sepi ketika aku tiba, cahaya pagi menerobos lembut lewat tirai tipis, menciptakan garis-garis emas di atas lantai kayu. Aku menaiki tangga kecil yang masih tersandar di tempat yang sama seperti kemarin, kali ini dengan lebih hati-hati, mengingat kejadian yang hampir terjadi di sana.Buku itu akhirnya kutemukan, terselip di antara jilid-jilid tebal lainnya, sampulnya berwarna krem pudar dengan tulisan emas yang sudah mulai memudar. Aku menariknya perlahan, namun ketika aku menurunkannya, sesuatu terseli
CEO Arogan yang Menginginkanku Telepon dari Masa Lalu
CEO Arogan yang Menginginkanku Rak Buku Paling Atas
CEO Arogan yang Menginginkanku Angka-Angka yang Tidak Berperasaan
"Ricardo ingin aku membujukmu untuk menjual sahammu sekarang," Vivienne memulai, suaranya lebih stabil dari yang kuduga, meski tangannya masih sedikit gemetar di atas pangkuannya. Cahaya lilin di meja makan berkedip pelan, membuat bayangan wajahnya bergerak-gerak seolah ikut gelisah dengan apa yang akan diucapkannya. "Bisnisnya sedang di ambang kebangkrutan, Archer. Ia butuh dana segar, dan menurutnya, cara tercepat adalah dengan mencairkan saham warisan orang tua kita."Archer diam sejenak, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun, topeng dingin yang sudah sangat kukenal kembali terpasang sempurna. "Dan kau setuju dengannya?""Aku tidak tahu," jawab Vivienne jujur, matanya menatap lurus ke arah Archer tanpa berkedip. "Ricardo adalah saudaraku, dan aku ingin membantunya. Tapi aku juga tahu, kalau saham itu dijual sekarang, dengan harga pasar yang sedang jatuh, kita berdua akan kehilangan lebih dari separuh nilai sebenarnya.""Jadi kau datang ke sini bukan hanya untuk urusan warisan,
CEO Arogan yang Menginginkanku Yang Tak Terucap
Dapur masih ramai ketika aku tiba, namun begitu Chef Marco melihat wajahku, ia langsung menghentikan pekerjaannya sejenak, matanya menyipit penuh selidik. Beberapa asisten dapur melirik sekilas sebelum kembali sibuk dengan tugas masing-masing, seolah sudah terbiasa dengan drama-drama kecil yang sesekali muncul di antara jajaran pelayan mansion ini."Kau kelihatan seperti baru saja mendengar seluruh riwayat hidup seseorang," komentarnya sambil mengambil nampan dari tanganku."Kurang lebih begitu," gumamku, tidak berniat menjelaskan lebih jauh. Beberapa rahasia memang lebih baik disimpan sendiri, terutama yang menyangkut luka orang lain yang tidak seharusnya kuketahui.Chef Marco tidak mendesak, hanya mengangguk paham, seolah sudah terbiasa dengan penghuni mansion ini yang selalu menyimpan lebih banyak dari yang mereka tunjukkan. Aku membantu sebentar di dapur, mencuci beberapa peralatan, mencoba menyibukkan tangan agar pikiranku berhenti berputar pada kata-kata Vivienne yang masih meng
CEO Arogan yang Menginginkanku Percakapan dari Wanita ke Wanita
CEO Arogan yang Menginginkanku Bad Habit
Aku akui bahwa sebagai seorang perempuan, aku punya kelakuan yang cukup kasar dan sedikit terlihat maskulin. Cara jalanku tidak seperti perempuan feminin lainnya, suaraku rendah seperti suara laki-laki pada umumnya. Paling parah adalah aku punya kebiasaan untuk bernyanyi di kamar mandi seperti seda
CEO Arogan yang Menginginkanku Fiancé
“Aku tidak tahu dia akan mampir kesini. Bukankah dia baru tiba?” Pak Ardy mengangguk.“Benar, Tuan Muda. Dari bandara Nona Felicia langsung menuju ke sini.” Archer memakai jam tanganya.Sungguh aku sangat penasaran dengan perempuan bernama Felicia ini. Aku menahan diri untuk tidak bersuara, untuk ti
CEO Arogan yang Menginginkanku I Don't Love Drama, It Loves Me
Terkadang aku merasa begitu relate dengan lagu dari salah satu penyanyi pop yang sedang naik daun saat ini. Kabarnya penyanyi itu sedang mengadakan tour dunia. Ya, aku tidak peduli sih. Karena tidak ada hubungannya denganku.Ku akui beberapa lagunya memberikan semangat lebih untuk menjalani hari ya
CEO Arogan yang Menginginkanku Morning Drama
“Hah? Saya, Pak?”Ia mengangguk. Aku melirik tempat tidur besar di tengah kamar.Ada iblis yang pulas dan tugasku adalah membangunkan iblis itu. Aku menelan ludah kasar.Aku melangkah perlahan mendekat. “Bagaimana saya harus membangunkan tuan muda, Pak Ardy?”
บางทีคุณอาจจะชอบ

Dokter Sakti Penguasa Dunia
Rexa Pariaman1.1M views
THE GREAT MAN
Eshal Arrayyan129.7K views
Tekanan batin seorang istri
Rhienz266.3K views
Anak Miliarder
Zila Aicha124.4K views
Pusaka Warisan Semut Rangrang
Ibrahiman 6.1K views
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti
BOSSSESamaaaaa23.8K views
KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA
Aura Kisah6.8K views
Godaan Maut CEO Cantik
kodav8.9K views


