LOGINEmma harus bertemu dengan Dan Joobs--pria yang selalu menjalin hubungan simbiolosis mutualisme. Hanya dibatasi oleh waktu yang ia tentukan sendiri. Karena itu, Emma mencoba menahan hatinya untuk tidak jatuh cinta pada pria itu.
View MoreDan membuka matanya yang terasa agak sedikit berat. Bibirnya dengan cepat mengecup bahu telanjang milik Emma yang berada tepat di hadapannya. Gadis itu masih terlelap dengan wajah yang penuh dengan air mata.“Hhhmm,” lenguh gadis itu pelan.“Sorry,” bisik Dan.Ketika suara dalam Dan terdengar, Emma perlahan membuka matanya. Ia menyingkap selimut yang membelit tubuhnya, lalu beranjak menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya.“Kamu sengaja godain aku ya, Sayang?” tanya Dan setengah berteriak.“Enggak ya! Kamu aja yang pikirannya kotor!” balas gadis itu.“Iya sih. Lihat kamu pakai baju lengkap aja, aku udah tergoda. Apalagi lihat kamu yang polos gitu ya, Sayang.”“Ih, apaan sih?”Emma keluar dari kamar mandi lima belas menit kemudian. Mengenakan bathrobe, ia berjalan mendekat ke arah lemari kaca. Dari tempatnya, Dan masih saja mengawasi dengan s
Dan membuka matanya yang terasa agak sedikit berat. Bibirnya dengan cepat mengecup bahu telanjang milik Emma yang berada tepat di hadapannya. Gadis itu masih terlelap dengan wajah yang penuh dengan air mata.“Maafkan aku, Em,” bisiknya.Dan meninggalkan Emma di tempat tidur. Ia sendiri meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Kala tangannya sibuk menekan rentetan nomor, ia tidak sengaja menjatuhkan tas Emma yang mengakibatkan isinya jatuh berantakan.Pria itu merapikan barang-barang yang terjatuh dengan tangannya yang bebas. Tepat ketika Sang Sekertaris menjawab panggilan, tangannya meraih amplop berwarna cokelat. Matanya terbelaka dan seketika rahangnya mengeras.“Pagi Pak,” sapa sekertarisnya.“Handle semua pekerjaan saya di kantor. Dan tolong beritahu ke pihak HRD bila Emma Clife ijin untuk tidak ke kantor hari ini.“Baik, Pak.”“Oh satu lagi, pastikan untuk mengawasi Emma Clife ya
Emma membuka matanya yang terasa amat berat. Ia sama sekali tidak menyangka bila Dan bisa melakukan hal sekasar itu padanya. Di tempatnya, air matanya menetes menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.Memang, ini bukan pertama kalinya bagi Emma, karena ia telah melakukannya bersama Dan sebelumnya. Tapi, kali ini pria itu benar-benar melalukannya dengan kasar dan berulang kali.Tangisannya yang lirih ternyata mengusik Dan yang berada di sisinya. Pria itu meletakan dagunya di bahu polos milik Emma sambil meghembuskan napas hangat.“Kamu nangis?” tanyanya tekejut.“Enggak,” jawab Emma terdengar sengau.Dan langsung membalikkan tubuh gadis itu hingga berhadapan dengannya. “Hei, ada apa? Apa aku menyakitimu semalam?” tanyanya merasa bersalah.Emma menganguk, “Kamu kasar, Dan!” makinya.Dan menganguk, “Maaf, Sayang,” katanya lriih.Emma menepuk dada bidang pria itu beberapa ka
Dua hari setelahnya, informasi tentang Mark Gaston ada di mejanya. Ia membuka amplop berwarna cokelat itu dengan menggebu, ia sudah tidak sabar ingin membaca segalanya dengan cepat. Hampir semua informasi tentang pria itu tertulis dengan sangat rapi. Membaca tiap informasi itu membuat bibirnya tersenyum, ia tak menyangka saingannya akan se-low profile itu. Bahkan tidak ada seujung kuku pun darinya.Chuck Bass menghubungi untuk membahas proyek terbaru yang sedang dijalankan. Biasanya, mereka akan membahas pekerjaan sambil menikmati minuman di bar, kadang pula ditemani para wanita yang nantinya akan berujung di atas tempat tidur. Namun, kali ini Dan meminta Chuck datang ke kantornya.“Lu gila ya? Biasanya juga kita bahas proyek di bar, tumben di ruangan elu yang cupu ini!” Tanya Chuck satu menit setelah masuk ke ruangan Dan.Dan hanya memutar matanya malas. “Ganti suasana,” ujarnya dengan wajah dinginnya.“Elu mau gue cariin ka
Dan menatap ke luar ruangan, bahkan ia dengan sengaja meminta sekertarisnya untuk menanggilkan Emma ke ruangannya. Tapi, malangnya, semua orang pergi makan siang, termasuk Emma juga. Sepertinya, hanya dirinya yang melupakan jam makan siang. Dan berjalan menuju pantri untuk mengambil secangkir kop
Emma melirik Bee sekilas, lalu ia kembali menatap komputer di hadapannya dengan tatapan yang serius. Bee yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya tak mengerti. Namun, Emma kembali meliriknya sebentar dan melakukan tingkah anehnya secara terus menerus.“Kepala elu gak teleng
Emma membuka matanya perlahan. Sekelebat kejadian tadi malam membuatnya tersadar, diliriknya pria yang tertidur di sampingnya. Pria bertubuh kekar tanpa busana itu membuat napasnya terhenti sesaat, lalu ia mencoba bernapas kembali setelahnya. Emma menata bantal di kepala tempat tidur, lalu ia men
Chuck menatap Dan sambil tertawa. Beberapa menit yang lalu, Dan sukses dipermalukan oleh Chuck tepat berada di hadapan Emma. Wah, Chuck bahkan tidak menyangka kalau Dan yang terkenal sempurna itu bisa mati kutu juga. Makanya, sejak lima menit yang lalu ia mencoba menahan tawa.“Gila y












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.