Se connecterAyyana berlari keatas ring dengan wajah emosi."Kak Adrie apa-apaan sih?" Ayyana mulai sesegukan melihat keadaan sang suami.Ia berlutut dan membantu Fakhri bangun. Wajah suaminya tampak lebih mengenaskan dibandingkan Adrie."Dia nggak akan mati, tenang aja," tanggapan santai Adrie justru semakin menyulut Ayyana.Ia melempar tatapan tajam sekali lagi tetapi kakaknya itu justru malah tersenyum miring."Aku nggak apa-apa, Sayang," ucap Fakhri menenangkan sang istri.Ayyana langsung beralih padanya, "Mas, Juga. Ngapain mau diajak main tonjok-tonjokan kayak gini?""Aku nggak suka kalian selesaiin masalah dengan cara saling melukai dan pakai kekerasan, kita keluarga. Semua masalah bisa dibicarakan baik-baik.""Dia yang ngajakin, sayang," adu Fakhri.Adrie melotot mendengar tuduhan Fakhri, "Lo juga nggak nolak sama sekali, ya!"Tapi geplakan dilengannya langsung membungkan Adrie, Luna ikut naik keatas dengan tatapan kesal dan ikut memberi omelan. Tapi hal itu semakin diperburuk saat Gio tur
"Ayy, kamu lihat Gio, nggak?" tanya Luna mendekati Ayyana yang masih berada di tempat acara tadi.Raut mengantuk sudah tercetak jelas di wajah Luna karena waktu yang memang sudah cukup larut.Ayyana mengerutkan kening, lantas menjawab "Loh, bukannya udah diantar ke kamar Mbak dari tadi?""Diantar siapa?" Luna ikut heran, "Mbak nungguin di kamar dari tadi sampai ketiduran, anak sama bapaknya nggak nongol-nongol.""Sama Ilham, Mbak. Kalau Kak Adrie emang udah nggak kelihatan dari tadi," jelas Ayyana.Di tempat itu memang hanya ada Ayyana, Dita dan Anggi. Selebihnya sudah minggat semua. Para orang tua mungkin sudah kembali ke kamar, sementara para pria entah ada di mana. Mungkin juga tengah menikmati waktu bersama seperti mereka."Nggak ada, Ayy.""Tapi bener kok, Mbak. Tadi Aya yang sempat mau antar Gio, tapi Ilham nawarin diri karena katanya mau sekalian nyari Kak Adrie," tambah Dita.Mereka jadi bingung sendiri."Terus mereka kemana ini?" tanya Luna."Coba telpon Ilham deh," usul Dita
"Awalnya, gue biasa ajah waktu lo bilang gue sama Kak Raka pengecualian dari teman-teman kita yang lain tapi setelah lihat Aya hari itu, rasanya beda."Senyum Fakhri merekah membayangkan pertemuan pertamanya dengan sang istri. Bagaimana Ayyana dengan seragam biru putih khas anak SMP, menghantam tubuh Adrie berkali-kali dengan ransel putihnya."Kak Adrie mau masuk neraka?" suara gadis bertubuh mungil dengan hijab pasang putih itu menggema-mengundang perhatian banyak orang- termasuk Fakhri dan teman-teman Adrie yang lain.Di sudut gerbang, Fakhri berdiri dengan senyum tipis berdampingan dengan Daffa. Bukan karena menertawakan penderitaan sang teman tapi karena takjub melihat aksi gadis itu.Adrie yang biasanya galak bukan main, kini takluk dan tidak melawan barang sedikit pun."Pacaran itu dosa!" suara gadis itu melengking lagi. "Isinya zina semua! Kak Adrie masih sekolah, bukannya belajar yang benar malah sibuk deketin cewek."Dis
Sebagai orang yang membuat rencana liburan yang sudah disusun dengan matang berantakan, Fakhri bertanggung jawab dengan mempersiapkan acara lain untuk semua anggota keluarga yang hadir.Farah, sebagai manajer hotel tersebut mengerahkan para karyawannya untuk membantu melancarkan pesta kecil-kecilan yang Fakhri rancang.Mereka membuat acara barbeque di pelataran hotel yang menyuguhkan pemandangan laut indah dari atas lengkap dengan kelap kelip lampu hias yang sudah ditata sedemikian rupa.Dan saat semua orang sudah berkumpul, Ayyana diikuti oleh Fakhri muncul dengan kejutan kecil, membawa kue perayaan hari pernikahan kedua orang tuanya."Terima kasih banyak, sayang." Ayu memeluk sang putri dengan perasaan haru."Ini semua ide Mas Fakhri," beritahu Ayyana.Ayu kemudian beralih pada sang menantu, mendekapnya dengan hangat pula seperti anak sendiri dengan ucapan terima kasih yang sama tulusnya."Ayah harap, setelah ini tidak
Di pinggir laut sana, Ayyana tertawa lepas bersama yang lain. Bermain air seperti anak kecil tanpa takut basah, kedinginan atau masuk angin lagi. Mereka menikmati momen itu dengan sebaik mungkin. "Udah, sayang. Ampun," tahan Fakhri yang sudah basah kuyup. Ayyana tergelak dan mendekati pria itu, merapikan rambut Fakhri yang lepek menutupi dahi. "Kamu culun banget kalau rambutnya begini." "Culun tapi tetap ganteng kan?" "PD banget." Fakhri berganti merapikan hijab sang istri, "Dingin nggak?" "Hm, masuk yuk?" Ayyana memang sudah mulai merasa menggigil. "Masuk sini dulu," tarik Fakhri mendekap tubuh Ayyana. "Modus kamu." "Nggak masalah dong, kan sama istri sendiri." Ditengah suasana romantis pasangan itu, ada tatapan tajam yang menyorot mereka dari kejauhan. Adrie berdiri dari jarak yang cukup jauh dengan tangan terkepal, mu
Hembusan angin malam menerbangkan salah satu ujung hijab pashmina Ayyana yang sedang duduk bersandar pada bahu sang suami di atas pasir pinggir pantai. senyumnya mengembang sesekali ketika melihat interaksi menggelikan antara Daffa dan Dita yang sedang sibuk kejar-kejaran di depan sana. Disamping mereka, ada Ilham dan Anggi yang duduk bersisian dengan jarak dua jengkal. Disaat inilah, Ilham sadar bahwa ide yang dicetuskan Fakhri untuk mengajak Anggi sekalian adalah keputusan yang terbaik. Tidak bisa Ilham bayangkan jika ia sendirian menjadi obat nyamuk diantara pasangan yang sedang dalam mode bucin karena baru berbaikan dan juga pasangan tom and jerry yang berstatus pengantin baru itu. "Gue basah, brengsek," jerit Dita kala Daffa mencipratkan air ke arahnya dengan gelak tawa menggema. "Daffa! Gue udah bilang dari awal nggak mau basah, ya!" Dengan kaki telanjang, Dita menghampiri pria menyebalkan yang sudah be
Hari ini, Ayyana sudah diizinkan untuk pulang dan ia begitu bahagia saat sampai di rumah karena semua keluarganya berkumpul disana.Yang paling antusias menyambutnya adalah Gio, ia hanya pernah menjenguk Ayyana sekali jadi rasanya begitu bahagia saat tantenya itu bisa pulang.Gi
"Mau di pijit nggak?" Tanya Fakhri mendekati Ayyana yang duduk setengah berbaring di kasur."Enggak usah, Mas juga pasti capek kan.""Kalau cuma buat mijit kamu sih, masih kuat sayang."Ayyana tetap menolak, ia lebih memilih menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Keduanya duduk bers
Bukannya membaik, kondisi Ayyana justru semakin parah. Suhunya meningkat sejak semalam, karena itu pula Dania memutuskan untuk ikut bermalam bersama Kayla. Ia tidak tega meninggalkan Ayyana dengan kondisi seperti itu, tadinya Dania hendak menghubungi Ayu tapi Ayyana melarang dan se
"Kamu beneran nggak apa-apa aku tinggal?" "Enggak apa-apa Mas." "Aku minta Kayla temenin kamu ya?" "Enggak usah." Selama ini, Ayyana memang selalu tinggal sendiri jika Fakhri pergi. Ia sudah jauh lebih berani dibanding saat pertama dulu, mungkin karena suda







