Compartilhar

BAB 341

last update Data de publicação: 2026-03-16 07:01:02

“Kamu yang masak?” tanya Radja sembari menyuapkan makanan ke mulutnya. Tatapannya tertuju pada Djiwa, penuh selidik sekaligus perhatian.

“Iya, Mas,” jawab Djiwa lembut. “Selama gak capek, aku pengen masakin sarapan sama makan malam buat kamu dan anak-anak.”

Radja mengangguk pelan. “Boleh. Tapi ingat, saya tidak pernah menuntut kamu melakukan itu. Buat saya, kamu cukup duduk manis, jadi istri dan ibu. Itu sudah lebih dari cukup.”
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 372

    “Bagaimana menurutmu desain rumah ini, sayang?” Radja menyodorkan iPad di tangannya kepada Djiwa. Di layar terpampang rancangan rumah dari arsitek ternama—megah, luas, dan berkelas. Djiwa melirik sekilas, tetapi tidak langsung mengambilnya. Ia justru menatap suaminya dengan ekspresi ragu. “Mas serius mau bangun rumah sebesar ini? Ini udah kayak mansion.” “Tentu saja,” jawab Radja mantap. Djiwa menghembuskan napas pelan. “Menurut aku, rumah yang sekarang juga udah nyaman. Luasnya cukup. Anak-anak juga masih bebas main.” Radja menyandarkan punggungnya ke sofa. “Tapi nanti anak-anak akan tumbuh dewasa, Sayang. Mereka butuh ruang. Privasi.” “Iya, tapi nanti mereka juga bakal nikah dan punya rumah sendiri,” balas Djiwa lembut. “Pada akhirnya kita tetep berdua lagi.” Kalimat itu membuat Radja terdiam sejenak. Ia menelan ludah, lalu menggeleng pelan. “Jangan dulu. Jangan bicara soal mereka dewasa. Saya masih ingin menikmati masa kecil mereka.” Senyum kecil terukir di wajah Djiwa. “Aku

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 371

    “Maaf, Tuan Sultan, Nyonya Fairish berpesan agar segala sesuatu dibicarakan saja di sidang besok,” ucap pelayan itu hati-hati dari balik gerbang. Rahang Sultan mengeras. Matanya memerah, bukan karena marah semata—melainkan karena luka yang terus dipaksa terbuka. “Besok?” gumamnya lirih. Ia bahkan hampir lupa bahwa sidang itu sudah dijadwalkan. Pikirannya sejak awal bukan tertuju pada perceraian, melainkan pada satu hal—rumah tangganya dan Binar. Bahu Sultan yang semula tegak kini perlahan merosot. Ia sadar, setelah putusan itu resmi, segalanya akan menjadi jauh lebih sulit. Usia Binar yang masih di bawah dua belas tahun membuat hak asuh hampir pasti jatuh sepenuhnya pada Fairish. Artinya, jarak ini bisa menjadi permanen. “Baiklah, kalau begitu saya pamit,” ucap Sultan akhirnya, suaranya berat tertahan. Ia tidak langsung pergi. Pandangannya terangkat, menelusuri bangunan megah itu, rumah yang dulu terasa seperti rumahnya sendiri. Tempat ia pernah datang tanpa perlu izin. Tempa

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 370

    Pagi-pagi sekali, Sultan sudah berdiri di depan gerbang rumah keluarga Fairish. Langit bahkan belum sepenuhnya terang. Udara dingin menempel di kulitnya, namun tak sedingin perasaannya selama hampir dua bulan terakhir. Dua bulan. Dua bulan ia tak melihat wajah Binar. Pertanyaan itu kembali menghantam benaknya, apa mungkin putrinya tidak merindukannya? Atau sudah diajari untuk melupakan? “Tuan, sebaiknya Anda datang kembali nanti,” ujar penjaga rumah dengan nada sopan namun tegas. “Saat ini Nyonya Linda dan Tuan Hanum kemungkinan masih beristirahat.” Sultan menahan napasnya. “Justru karena itu, biarkan saya masuk. Saya hanya ingin bertemu istri dan anak saya.” “Maaf, Tuan,” balas penjaga itu hati-hati. “Setiap tamu yang datang harus mendapat izin dari pemilik rumah.” “Saya bukan tamu,” potong Sultan, suaranya kini lebih tegas. “Saya masih menantu di keluarga ini.” Penjaga itu menghela napas pelan. “Nyonya Fairish sudah berpesan sebelumnya bahwa Anda tidak diperkenankan masuk.”

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 369

    Radja menoleh pada Fairish. Tatapannya tidak menghakimi, hanya tegas. “Saya tidak membela kesalahan Sultan. Tapi tujuh tahun pernikahan bukan waktu yang sebentar. Apa benar tidak ada satu pun ruang untuk penyelesaian yang lebih terhormat?” Hanum menyela, nadanya kini lebih keras. “Penyelesaian paling terhormat adalah perceraian. Itu keputusan saya.” Radja menatap lurus pada Hanum. “Keputusan Om, atau keputusan Fairish?” “Sebagai ayah, saya tidak akan membiarkan putri saya hidup dalam pernikahan yang tidak sehat,” jawab Hanum tanpa ragu. “Dan saya juga tidak akan membiarkan keluarga kami terseret dalam skandal.” “Karena itu saya datang,” balas Radja tenang. “Agar tidak ada skandal.” Hening. “Jika perceraian adalah jalan yang dipilih,” lanjut Radja, “Sultan akan mengikuti prosesnya. Tapi jangan putus aksesnya terhadap Binar. Dia tetap ayahnya.” Hanum menatap tajam. “Selama dia tidak membuat masalah, kami tidak akan menghalangi hubungan ayah dan anak.” Fairish mengepalkan

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 368

    “Fairish, ikut Papa ke ruang kerja,” ucap Hanum malam itu, suaranya tegas dan berwibawa. Linda hanya menatap sekilas pada suami dan putrinya, lalu kembali menyuapkan makanan seolah tak ingin ikut campur. Fairish mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya bertemu mata sang ayah, dingin, penuh kendali. Tanpa bantahan, ia berdiri dan mengikuti Hanum menuju ruang kerja. Pintu tertutup rapat di belakang mereka. Ruangan itu mendadak terasa seperti ruang sidang. Sunyi. Menekan. Hanum berdiri di balik meja kerjanya, kedua tangan bertumpu di permukaan kayu jati yang mengilap. “Papa sudah membaca seluruh isi gugatan cerai yang kamu ajukan,” ujarnya tenang. “Apa yang kamu tuliskan di sana, benar adanya?” Fairish tersenyum tipis, getir. “Papa mau bukti?” Hanum terdiam. Sorot matanya menajam, bukan marah, melainkan waspada. “Dari mana kamu tahu, Rish?” “Aku cari tahu sendiri,” jawab Fairish, suaranya bergetar namun tegas. “Karena kalau aku gak mencari tahu, aku gak akan pernah sadar

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 367

    “Mas, kamu gak ke kantor?” tanya Djiwa pelan, menatap suaminya yang sejak pagi tak beranjak jauh darinya. Radja tersenyum tipis lalu duduk di tepi ranjang. “Kamu lagi gak dalam kondisi baik. Mana mungkin saya fokus kerja.” “Berarti tadi keluar ... cuma anter anak-anak ke sekolah?” Radja mengangguk. “Iya.” Ia menarik napas panjang, wajahnya sedikit berubah serius. “Binar juga belum kembali. Saya masih belum tahu Fairish membawanya ke mana.” Djiwa mengernyit pelan. “Mbak Fairish memang pergi tanpa kabar, Mas?” “Itu yang masih saya cari tahu,” jawab Radja lembut. Tangannya terulur, merapikan helaian rambut yang jatuh di wajah Djiwa lalu menyelipkannya ke belakang telinga. “Tapi sekarang fokus kamu dulu. Hari ini kita ke psikiater.” Djiwa mengangguk kecil, mencoba tersenyum. “Di Rumah Sakit Gloria Medika,” lanjut Radja tenang. “Untuk sementara, saya yakin keluarga saya di sana sedang sibuk dengan urusan Kaisar di Reinard Medika. Jadi kamu aman.” Djiwa menggenggam tangan

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 44

    “Pastikan jangan dibukakan pintu sampai besok pagi,” ucap Inggrit dengan suara pelan tapi tegas pada salah satu staf hotel. “Kalau kurang, nanti saya transfer lagi.” Staf itu mengangguk cepat, menunduk hormat. “Baik, Bu. Terima kasih banyak.” Inggrit hanya tersenyum kecil, senyum tipis yang lebih

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 49

    Kaisar menghela napas panjang begitu mobilnya masuk gerbang kantor. Langit siang yang terik tak mampu menghangatkan dinginnya pikiran yang menggulung di kepalanya sejak sesi konsultasi tadi. Jemarinya mengetuk-ngetuk setir, iramanya tak beraturan—tanda jelas bahwa hatinya sedang kacau karena renc

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 57

    “Mas ... lepas,” pinta Djiwa seraya menurunkan tangan Radja, namun pria itu tetap menahan telapak tangannya untuk menutupi mata wanita itu. “Mas Radja, lepas. Saya mau lihat dengan siapa Mas Kai,” akhirnya telapak tangan itu dilepas, namun saat Kaisar dengan wanita yang bersamanya pergi meninggalk

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 56

    Inggrit baru saja tiba di mansion. Langkah kakinya menghentak keras, cepat, dan penuh amarah—seolah dia sengaja ingin seluruh penjuru rumah tahu bahwa saat ini dia sedang berada di titik paling emosional. Di belakangnya, Anggita menyusul dalam keadaan terisak halus. Arga mengantar bocah itu pu

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status