Share

Bab 46

Author: Phoenixclaa
last update publish date: 2026-02-11 22:52:31

Elena langsung memotong, takut Noah membuka mulut sembarangan.

“Ini minumlah, aku sengaja sudah buatkan sup pengar untuk meredakan kepalamu yang pusing.”

Noah meliriknya tajam… tapi menerima sup itu tanpa protes.

Di tengah sarapan, Harli tiba-tiba meletakkan sendok.

“Noah. Hari ini kau bawa Elena ke perusahaan.”

Elena langsung mendongak. “Hah?”

“Aku berubah pikiran,” lanjut Harli tenang. “Daripada dia hanya bersantai, lebih baik membantu perusahaan. Dia lulusan akuntansi dan teliti. Ajari dia,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 143 (Kabar Buruk)

    Sementara itu di dalam kamar…Suasana masih terasa panas meski pintu sudah tertutup sejak beberapa menit lalu.Elena perlahan menurunkan selimut yang tadi menutupi tubuhnya. Wajah wanita itu sudah memerah entah karena malu, panik, atau kesal akibat ulah Noah yang benar-benar keterlaluan.“Kamu sengaja, ya?” Elena langsung menatap Noah tajam. “Kenapa membiarkan mereka masuk?!”Noah yang masih bersandar santai di headboard hanya memiringkan kepala sedikit sambil menatap Elena tanpa rasa bersalah sedikit pun.“Mereka sudah terlanjur datang.”“Itu bukan alasan!” Bantah Elena kesal disusul dengan ia memukul dada pria itu pelan karena gemas. Namun Noah justru menangkap pergelangan tangannya lagi lalu menarik tubuh Elena mendekat tanpa kesulitan.“Elena…” suara Noah rendah. “Kau tadi memelukku sendiri.”DEGG.Wajah Elena langsung makin panas mengingat bagaimana refleksnya tadi saat Inara masuk.“A-aku cuma panik!” elaknya kesal.“Tapi aku suka.” Bisik Noah hangat.“Noah!”Pria itu tertawa pel

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 142 (Inara)

    Noah masih menahan kedua pergelangan tangan Elena di depan tubuh wanita itu, membuat Elena sulit bergerak apalagi melarikan diri.“Noah… cukup…ada orang diluar.” napas Elena mulai tidak teratur saat pria itu kembali mendekat.Namun Noah seperti tidak mendengar. Pria itu justru menunduk perlahan, mengecup bahu Elena yang lembut dengan bibir panasnya. Sentuhan itu membuat tubuh Elena langsung menegang.“Noah, ah…” Elena refleks menghentakkan tubuhnya geli ketika Noah sengaja menggigit kecil kulit bahunya lalu meninggalkan bekas kemerahan di sana.Tatapan Noah langsung menggelap menikmati reaksi itu.“Kau terlalu sensitif…” bisiknya rendah di telinga Elena.“Noah, berhenti…” Elena mencoba menarik tangannya, namun pria itu malah makin erat menahannya.Kecupan Noah berpindah perlahan ke leher Elena. Napas hangat pria itu menyapu kulit putih wanita itu sebelum kembali meninggalkan jejak kemerahan lain di sana. Tangannya mengusap pinggang Elena pelan seolah menikmati setiap reaksi kecil yang

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 141 (Terjebak Di Ranjang Mantan)

    Cairan wine itu mengalir paksa melewati bibir Elena.“UGH…khh…” Elena langsung terbatuk hebat, namun Noah tidak berhenti. Tangan besarnya mencengkeram rahang Elena kuat sementara gelas kristal itu terus dimiringkan hingga tetes terakhir habis.“Noah…berhenti…!” Pekik Elena menahan bahu kekar mantan pacarnya itu. Namun pria itu justru menatap Elena tanpa berkedip. Tatapannya gelap, liar, dan penuh obsesi.Baru setelah gelas itu kosong, Noah melepaskannya perlahan.BRAK!Elena langsung mendorong dada Noah sekuat tenaga hingga pria itu sedikit mundur. Elena berdiri sempoyongan sambil memegangi lehernya yang terasa panas.“Apa…yang kau berikan padaku?” suaranya gemetar marah.Noah malah tersenyum tipis. Pria itu mendekat lagi. Jari-jarinya yang panjang menyelip lembut ke rambut Elena, membelainya penuh rasa memiliki.“Hanya sesuatu…” bisiknya rendah di dekat wajah Elena. “Untuk membuat tubuhmu jujur.”DEGGG.Elena langsung menepis tangan Noah dan berlari menuju pintu. Namun saat ia memuta

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 140 (Kontrak Besar)

    Namun tepat saat Arga tinggal beberapa langkah lagi…Noah tiba-tiba membalik tubuh Elena dengan kasar namun tetap menahan pinggangnya erat.Tubuh mereka kini berhadapan begitu dekat sampai Elena bisa merasakan napas panas pria itu menyapu wajahnya.“Noah, jangan buat masalah lagi—” Kalimat Elena terputus.Karena Noah langsung menariknya ke tembok samping lalu mengangkat salah satu kaki Elena ke pinggangnya dengan mudah. Tangan besarnya mencengkeram paha wanita itu kuat, menahannya agar tidak turun sementara tubuh Elena hampir kehilangan keseimbangan.DEGGG!“Elena…” bisiknya rendah dan serak. “Aku sudah sangat lama merindukan tubuhmu.” Ucap Noah penuh dengan napsu tak tertahankan.Elena bahkan bisa merasakan sesuatu yang keras ingin menembus gaunnya, jadi ia berusaha melepaskan diri, namun mendadak…Cup.Bibir Noah menghantam bibir Elena penuh rasa lapar yang brutal. Bukan ciuman lembut… melainkan penuh obsesi, penuh amarah karena kehilangan selama empat tahun.“Elena…” gumamnya lagi d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 139 (Tidak Terduga)

    “Noah…” Suasana masih tegang saat Arga berdiri di depan Elena, melindunginya. Namun Noah justru tersenyum miring.“Istrimu…?” ulangnya pelan.Tatapannya turun sekilas ke tangan Arga yang menggenggam Elena… lalu kembali naik. Namun anehnya, ia tidak memancing konflik berlanjutan. Sebaliknya…Noah melangkah maju lalu dengan tangan terulur menepuk bahu Arga kasar.Seketika Arga terdiam sepersekian detik… lalu—“Lama tidak bertemu, bruh.”DEGGGG!!!Elena membeku di tempatnya, dengan mata membelalak kaget.“Apa…yang baru saja terjadi?!” bisiknya bingung.Karena detik berikutnya…Keduanya malah saling menarik dan BERPELUKAN.“Masih hidup juga kau,” sahut Noah dengan tawa rendah.“Tuan Noah sepertinya kecewa yaa?” balas Arga santai.Elena benar-benar kehilangan kata-kata. Otaknya seperti berhenti bekerja. Tatapannya berpindah dari satu pria ke pria lain… mencoba mencerna kenyataan yang terlalu absurd.Mereka…bahkan terlihat seperti sahabat akrab…dan tepat saat itu, Elena baru menyadari. Jika d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 138 (Dansa Obsesi)

    Elena yang kini sedang berbincang ringan dengan beberapa kenalannya langsung menoleh. Matanya sedikit melebar… lalu perlahan melembut.“Nyonya Garli…”Wanita tua itu tersenyum lebar, benar-benar tulus.“Astaga, benar kamu!” Ia langsung mendekat dan meraih tangan Elena dengan hangat. “Saya tidak salah lihat.”Arga yang berdiri di samping hanya mengamati dengan tenang.“Kalian saling kenal?” tanyanya pelan.Elena mengangguk tipis. “Kami pernah bertemu… tidak sengaja.”Nyonya Garli terkekeh pelan.“Bukan sekadar bertemu. Dia menyelamatkan saya.”Arga mengangkat alis.Elena langsung terlihat sedikit canggung.“Itu hanya kebetulan…”Namun Nyonya Garli justru mulai bercerita, matanya berbinar.“Waktu itu di bandara Singapura. Saya transit… dan tiba-tiba kondisi saya kacau. Salah satu implan saya bermasalah, pecah. Saya panik, staf saya tidak sigap, dan saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana…”Elena menunduk sedikit, mengingat momen itu.“Saya hanya melihat beliau kesakitan,” ucapnya pe

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 55

    Elena menatap Clei beberapa detik lebih lama.Pikirannya jelas tidak lagi berada di Skyline Lounge.Lalu ia berdiri mendadak.“Astaga… aku pergi duluan ya,” ucapnya cepat.Ia meneguk air dalam gelasnya sekaligus, hampir tersedak, lalu buru-buru meraih ponselnya.“Eh? Tapi makananmu belum habis—” Cl

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 54

    Elena menarik napas panjang sebelum tangannya kembali bergerak membuka lembar demi lembar dokumen itu dengan lebih teliti.Ia memastikan satu per satu detail yang tercantum di dalamnya.Halaman pertama berisi ringkasan eksekutif, halaman kedua dengan struktur pembiayaan, dan ketiga berisi daftar pe

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 53

    Elena menoleh perlahan ke arah pria itu dengan gugup. Tangannya masih terangkat di udara.Michel berdiri beberapa langkah darinya, satu tangan menyentuh pipinya sendiri seolah menjadi korban.Beberapa pasang mata kini sepenuhnya tertuju pada mereka.Elena menoleh perlahan.Noah berdiri di ambang pi

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 52

    Begitu Noah pergi, Elena segera melepas semua pakaiannya begitu saja, dan segera masuk ke kamar mandi.Di balik uap hangat, pikirannya berputar tanpa henti.Di mana ayahnya menyembunyikan ibunya? Dan bagaimana cara menemukannya tanpa memicu kecurigaan?Dan tentang “Proyek Biru…”Nama proyek itu kem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status