Share

Bab 8

Author: Phoenixclaa
last update Last Updated: 2026-01-06 22:59:05

“Akhirnya sampai juga,” ujar Elena pelan merenggangkan pinggangnya sebentar.

Noah turun lebih dulu.

Begitu kakinya menginjak halaman, jas hitamnya jatuh rapi mengikuti bahu bidangnya. Ia berhenti sejenak, lalu mengancingkan jasnya dengan santai tapi gestur sederhana itu justru menegaskan kendali dan wibawanya. Sementara jam mahal di pergelangan tangannya berkilau.

“Hah…” Elena yang baru hendak turun refleks terhenti ketika tangannya tiba-tiba ditarik agak kasar.

“Elena,” ucap Noah rendah, matanya tajam menyorot wajahnya.

“Apa lagi?” Elena menoleh dengan tatapan kesal.

Noah melirik rumah besar di hadapan mereka, lalu kembali menatap Elena dengan senyum miring.

“Jadi selama ini kamu tidaklah semiskin itu.” Nadanya dingin. “Tapi kenapa hidupmu selalu bergantung pada pria?”

“Lepaskan tanganmu,” balas Elena cepat sambil menarik tangannya. “Jangan sok mengerti hidupku.”

Noah menyeringai tipis, lalu membiarkannya pergi.

“Elena!”

Tuan Guzel melangkah cepat dari pintu utama, disusul istrinya d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 15

    “Aku tidak akan menyesal,” ucap Elena menatap wajah Noah sendu.Baru saja Elena mengatakan itu, Noah langsung hilang kendali begitu saja.Satu tangan Noah terangkat membelai ke rambut Elena, lalu menariknya. Noah lalu menunduk sedikit, menghirup aroma rambut Elena penuh gairah.“Ah…kau selalu tahu caranya membuatku kehilangan arah,” gumam Noah rendah di sela napasnya.Tubuh mereka erat berimpitan, satu tangan Noah tetap melingkar di pinggang Elena. Tapi satu tangan satunya turun membelai paha Elena, hingga terhenti di sela-sela bagian paling sensitif Elena.Tangan Noah dengan lembut mengelusnya dari luar, tapi cukup membuat Elena tersentak.Melihat reaksi Elena yang seperti itu, Noah langsung tersenyum miring, “Jangan menghindar, nikmati saja.” Bisik Noah menggoda.Elena langsung menggigil, punggungnya melengkung refleks saat tubuhnya merespon tanpa bisa ia kendalikan. Noah pun melepaskannya tersenyum tipis.Tak berhenti disitu, seperti tak memberi ruang Elena menolak. Noah dengan cep

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 14

    “Pakai ini malam nanti.” Suara Harli terdengar datar saat sebuah kotak besar berlapis beludru hitam diletakkan di atas meja rias.Elena yang baru saja duduk refleks menoleh. Begitu tutup kotak dibuka, pandangannya langsung terpaku. Di dalamnya ada sebuah gaun malam berwarna merah. Potongannya elegan, jatuh panjang mengikuti lekuk tubuh,tapi potongan dadanya rendah dan membuat Elena merasa tidak nyaman untuk memakainya.“Ini khusus aku siapkan untukmu,” lanjut Harli sambil merapikan manset jasnya. “Jangan mempermalukan aku di pesta pertunangan Noah dan Michel.”Kata pertunangan membuat napas Elena tersangkut, Harli juga seolah tidak memberi ruang Elena untuk menolak apapun yang ia lakukan.“Akan ada MUA terkenal datang sore ini,” tambah Harli. “Feenya dua puluh juta. Jadi jangan banyak protes.”Tanpa menunggu respon Elena, Harli berbalik dan pergi. Pintu menutup pelan, menyisakan Elena sendiri dengan pikiran kusut.Elena melangkah mendekat, jemarinya menyentuh kain gaun yang dingin dan

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 13

    “Kau tidak bercanda kan?” suara Michel bergetar senang. “Aku tahu kamu akhirnya akan jatuh cinta padaku.”Michel melonjak girang dengan bahagia, lalu tanpa ragu memeluk Noah erat-erat.Noah tidak menolak. Tangannya terangkat sekilas, membalas pelukan itu dengan sikap datar yang justru membuat dada Elena terasa diremas kuat.Elena tak sanggup lagi bertahan. Tanpa suara, ia berbalik, melangkah cepat naik ke atas sebelum air matanya jatuh. Begitu sampai di kamar, ia langsung merebahkan diri dan memejamkan mata, memaksa napasnya kembali teratur.Ia benar-benar dibuat bimbang dengan perasaanya sendiri. Dipaksa sekalipun dia tidak akan bisa juga dengan Noah.Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Harli masuk dengan langkah berat.“Elena?” panggilnya singkat.Elena langsung dengan gugup pura-pura tidur.Harli mendengus kesal, menatap sekilas tubuh istrinya yang membelakangi. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia mematikan lampu, lalu tertidur.Sejak kabar pertunangan Noah tersebar, Michel hampir t

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 12

    Keesokan harinya, Elena masih setengah sadar, tubuhnya terasa berat karena menonton sampai subuh.Ia mengucek matanya sebentar, Harli sudah pergi entah ke mana.Belum sempat Elena duduk lebih tegak, pintu kamar terbanting keras.BRAK.“Eiiii…” mata Elena mendelik tajam karena kaget.Tangannya belum sempat meraih ponsel disampingnya, ketika Noah sudah ada di hadapannya. Dalam satu gerakan cepat, tangannya mencengkeram leher Elena dan mendorongnya ke sandaran kursi.Napas Elena tercekat. Matanya membulat kaget, rasa ngantuk yang membuatnya malas sedari tadi hilang begitu saja.“Kau benar melakukannya?” suara Noah terdengar datar tapi bergetar menahan amarah. Matanya juga merah, dan rahangnya mengeras.“A… apa maksudmu?” Elena terengah, refleks memegang pergelangan tangan Noah. “Noah, aku….”“Jawab jujur!” potong Noah tajam.Elena terpaku. Ia tak mengerti arah pertanyaan itu. Demi melepaskan diri dari mantannya itu, ia hanya bisa mengangguk kecil.“Iya… iya.”Cengkeraman Noah langsung te

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 11

    “Kau bisa diandalkan juga, Elena,” ujar Harli ringan sambil menyendok sedikit daging ke mulutnya.Matanya berbinar menatap hidangan yang tersaji rapi di atas meja, ada ayam panggang rosemary dengan saus krim jamur, udang tiger saute bawang putih, sup bening consommé berkaldu jernih, serta nasi putih Jepang yang pulen.serta nasi hangat yang tampak begitu pulen.“Hmmm… rasanya lumayan,” ucap Harli tanpa sedikit pun menatap Elena yang sejak tadi berdiri di sampingnya yang setia melayani.Elena menghela napas pelan. Dadanya terasa lebih ringan setelah menunggu komentar suaminya itu.“Terima kasih, Tuan,” jawab Elena sambil tersenyum lega.Tapi senyuman Elena langsung menghilang ketika Harli tiba-tiba berhenti mengunyah.Jantung Elena berdetak kencang, “Apa ada yang salah, Tuan Harli?” tanya Elena meremas jari-jarinya gugup.Harli tidak menjawab sama sekali, tapi Tatapan Harli yang tajam membuat dengkul Elena lemas seketika.Tanpa peringatan, Harli tiba-tiba menarik tangan Elena hingga tu

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 10

    Menjelang siang, mobil akhirnya berhenti di depan Mansion Blakwood.Begitu pintu terbuka, Harli dan Noah langsung melangkah masuk lebih dulu. Elena sempat mengernyit. Bukannya Tuan Harli bilang ada proyek penting? Tapi ia tak berani bertanya. Ia hanya mengikuti dari belakang.Noah justru tertawa kecil begitu masuk ke ruang tengah, menoleh pada ayahnya.“Keadaan daerah itu benar-benar buruk,” katanya santai. “Jauh dari kata layak.”Harli mengangguk setuju sambil melepas jas. “Air panasnya saja dingin. Rumahnya juga sesak. Tidak nyaman.”Ucapan itu membuat Elena menunduk, menelan perasaan tak enak. Padahal rumahnya itu, adalah rumah terbaik disana. Tapi bagi orang sekaya mereka dilihat begitu tidak layak bagaimana jika mereka melihat kost tiga kali empat tempat tinggal Elena dulu. Mungkin sudah di anggap kandang.Pantas saja, dulu saat ia pacaran dengan Noah, Noah kadang membuang muka begitu makan di pinggir jalan dengannya, tapi ia tidak pernah menyangka Noah sekasar itu menilai rumahn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status