Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 139 : Rantai Kekuasaan dan Pilihan Pahit

Share

BAB 139 : Rantai Kekuasaan dan Pilihan Pahit

Author: Zakia
last update publish date: 2026-05-26 23:32:44

Pagi itu, di dalam ruang kerja pribadinya, Adrian menerima panggilan langsung dari Arkana Jaya Utama.

Sang kakek memerintahkannya dengan nada mutlak untuk segera menghadap ke kediaman Utama.

Ketika melangkah masuk ke dalam kamar pribadi pria tua itu, pemandangan di hadapannya seketika membuat tubuh Adrian membeku.

Arkana sedang duduk tenang di kursi jatinya, kembali menyeka permukaan tongkat kayu berharganya menggunakan kain lap.

Sepasang mata Adrian melotot sempurna saat menangkap noda merah p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 337

    Di dalam ruang perawatan intensif UGD Rumah Sakit Daerah, grafik hijau pada layar monitor jantung Bima mulai berpendar menunjukkan ritme yang kian stabil.Bunyi beep ritmis yang teratur menandakan bahwasanya dosis penawar yang disuntikkan secara maraton oleh tim medis mulai menetralkan zat anestesi agresif di dalam aliran darahnya.Perlahan, kelopak mata Bima bergerak halus. Efek obat bius dosis tinggi yang sebelumnya menginduksi koma artifisial itu mulai luruh, mengembalikan kesadarannya secara bertahap.Namun, proses transisi dari koma kimiawi menuju kesadaran murni sama sekali tidak berjalan mulus bagi seseorang dengan trauma PTSD berat seperti Bima.Begitu matanya berhasil terbuka separuh, Bima langsung dihantam oleh sensasi sensory overload yang hebat.Penglihatannya kabur dan berbayang ganda (diplopia). Cahaya lampu sorot putih UGD yang menyengat terasa membakar retina matanya, sementara derit pendingin udara dan bunyi ritmis alat medis terdistorsi di dalam gendang telinganya me

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 336 : Kabar dan Keretakan yang Tampak

    Pagi menjelang di kediaman mewah Jovian, membawa tirai cahaya keemasan yang menembus celah gorden kamar utama.Andien menggeliat pelan di atas kasur empuk. Jemarinya terulur secara refleks meraba sisi tempat tidur di sampingnya. Namun, bagian kasur itu terasa dingin dan kosong; Jovian sudah tidak ada di sana.​Andien membuka matanya perlahan, mengedipkannya dengan gerakan lambat demi menghalau sisa kantuk yang masih menggelayuti kelopak matanya. Sampai tiba-tiba...​Tap! Tap! Tap!​Terdengar derap langkah kaki mendekat menghampiri Andien yang masih berusaha mengumpulkan kesadarannya secara utuh di atas kasur.​"Andien..." Panggil Jovian seraya mendudukkan dirinya di tepi ranjang.​Andien menoleh pelan, mendapati Jovian tengah meletakkan sebuah nampan berisi sarapan hangat yang telah disiapkan oleh pengurus rumah tangga di atas meja samping tempat tidur.​"Andien, ponselmu sejak tadi berdering terus," ucap Jovian seraya menyodorkan ponsel pintar milik wanita itu.​Andien perlahan merai

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 335 : Keraguan yang Tersisa

    Suasana di dalam hunian pribadi milik Jovian terasa hangat dan tenang.Dapur bersih berdesain modern minimalis itu kini dipenuhi aroma gurih masakan yang menggugah selera. Andien tampak sibuk berdiri di depan kompor dengan apron terpasang rapi di tubuhnya.​Andien mengaduk kuah sup daging sapi yang mengepulkan uap panas. Senyum tipis mengukir indah di bibirnya tatkala ia mencicipi kuah tersebut menggunakan sendok kecil. Rasanya sudah pas.Di atas meja dapur, beberapa hidangan sederhana lain yang sempat ia siapkan sudah tertata anggun di bawah tudung saji.​Klik!​Suara pintu utama berbunyi halus, disusul oleh derap langkah kaki terburu-buru yang menggema di area lobi depan.​Jovian melangkah lebar masuk ke dalam rumahnya, mengabaikan jas mewahnya yang langsung ia lepas dan lemparkan secara acak ke atas sofa.Binar matanya menyapu seluruh sudut ruangan hingga akhirnya menangkap siluet wanita yang teramat ia rindukan tengah berdiri membelakanginya di area dapur.​Tanpa menimbulkan suara

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 334 : Bunga di Pukul Tiga

    ​Sore yang cerah menyelimuti ruang kerja eksekutif di kantor pusat Utama Group. Cahaya keemasan menembus jendela kaca tinggi, menerangi Andien yang duduk fokus di balik meja kerjanya.Jemarinya yang lentik dengan cermat memeriksa lembar demi lembar dokumen penting, memindai setiap klausul dengan ketelitian tingkat tinggi.​Tok! Tok!​Suara ketukan pintu yang teratur membuyarkan konsentrasinya.​"Masuk!" Sahut Andien tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas di hadapannya. Ia melirik sekilas ke arah jam dinding berbingkai perak; jarum jam menunjukkan pukul tiga sore tepat.​Fira—manajer yang bergerak langsung di bawahnya—melangkah masuk perlahan. Kedua tangannya tampak penuh menenteng sebuah buket besar bunga mawar berwarna merah muda yang begitu segar, dipadukan dengan dua paper bag berlogo brand kafe di masing-masing jarinya.​"Bu, seperti biasa ada kiriman lagi untuk Bu Andien," tutur Fira seraya melangkah mendekat dan meletakkan buket bunga serta paper bag tersebut secara hati-hat

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 333 : Jarak dan Luka yang Tak Terlihat

    ​Saifanny melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang cukup lengang. Di kursi penumpang depan, Syahdan duduk membisu seraya mengerucutkan bibirnya—sebuah gestur nonverbal yang mengomunikasikan kekesalan mendalam. ​Saifanny menghembuskan napas lelah, berusaha menata emosinya yang mulai terkikis. "Syahie... Harusnya kamu tidak bicara kasar begitu pada Mabelle," buka Saifanny dengan intonasi selembut mungkin. ​Syahdan bergeming, memalingkan parasnya rapat-rapat menatap kosong keluar jendela mobil. ​"Mabelle itu tidak punya ibu, Syahie. Itu sebabnya tadi dia memanggil Mama dengan sebutan begitu," lanjut Saifanny, berupaya menyuntikkan empati ke dalam benak putranya. ​Namun, Syahdan tetap memilih membisu. Di balik keputusasaannya, bocah sembilan tahun itu tak memedulikan sedikit pun latar belakang Mabelle. Bagi logika polosnya yang terluka, fakta bahwasanya sang ibu justru menegurnya di hadapan orang lain adalah bukti nyata bahwa Saifanny tidak lagi berdiri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 332 : Bayangan dan Intrik di Gerbang Sekolah

    Suara derit roda ranjang dorong yang dipacu kencang menyusuri koridor steril UGD Rumah Sakit Daerah memecah keheningan pascapercobaan penculikan Bima.Yudi melangkah lebar di samping ranjang, matanya tak lepas dari sosok Bima yang terbaring kaku dengan paras pucat pasi bagaikan mayat.​"Dokter! Cepat periksa dia! Sejak tadi dia tidak bisa dibangunkan, sepertinya dia disuntik cairan bius!" Teriak Yudi pada tim medis gawat darurat yang berhamburan menyambut mereka.​Dua orang dokter jaga dan tiga perawat segera mendorong ranjang Bima menerobos pintu ganda transparan bertuliskan Resusitasi Red Zone. Lampu sorot putih yang menyilaukan seketika menyambar tubuh Bima yang tak sadarkan diri.​"Pasang monitor tanda vital sekarang! Ambil sampel darah untuk cek toksikologi!" Titah dokter senior berpakaian hijau medis dengan nada suara penuh desakan.​BEEP... BEEP... BEEP...​Suara lengkingan ritmis dari layar monitor jantung seketika memenuhi ruangan. Grafik di layar berpendar hijau menunjukkan

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status