Inicio / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 219 : Rahasia dan Aroma Lavender

Compartir

BAB 219 : Rahasia dan Aroma Lavender

Autor: Zakia
last update Fecha de publicación: 2026-07-05 23:21:36

Malam itu, di dalam kesunyian kamarnya, Indra terduduk di tepi ranjang. Jemarinya memegang sepucuk surat dari Catlin yang pagi tadi sempat diantarkan oleh Bi Ratih.

Dengan seksama, ia membaca untaian kalimat yang ditulis oleh anak perempuan Nabilla tersebut.

"Mama ku tersayang,

Ma, gimana kabar mama dan kak Indra? Terima kasih atas kiriman kuenya, aku suka semuanya. Semua sudah aku habiskan juga hehe.

Btw, aku sudah bilang kan waktu itu kalau aku merestui hubungan mama dengan kak Indra, jadi ka
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 423 : Sandiwara Guru

    Pagi hari yang cerah menerangi langit J-City dengan pendar keemasan, membawa kebahagiaan serta suasana hati yang menyegarkan bagi kebanyakan orang.Namun, kehangatan mentari itu tak sedikit pun menyentuh Bima. Dadanya bergemuruh hebat, dipenuhi kecemasan dan ketegangan yang membatu seraya ia melangkah menyusuri koridor rumah sakit tempat Ririn dirawat.Setiap pijakan kakinya terasa berat, dihantui oleh bayangan trauma penculikan dan dendam yang belum tuntas.​Bima melangkah mendekati area ruang perawatan. Manik matanya menangkap sosok seorang pria berbadan tegap dan kekar yang tengah duduk berjaga di atas kursi tepat di depan pintu ruang rawat Ririn.​"Bara..." Panggil Bima dengan suara bariton yang parau menahan lelah.​Bara menoleh cepat, kilatan kewaspadaan di matanya mereda tatkala mengenali sang klien. Ia lantas menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat.​Tanpa aba-aba, Bima mendudukan diri di sebelah Bara.​"Gimana kondisinya?" Tanya Bima dengan intonasi rendah, menanyakan per

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 422 : Luka dan Ketenangan di Dalam Ruangan

    ​Malam hari menyelimuti lanskap rumah sakit J-City dengan keheningan yang dingin. Bima mengayunkan langkahnya menyusuri koridor lantai perawatan dengan hembusan napas yang berulang kali lolos dari bibirnya.Di dalam benaknya, bayangan trauma serta nestapa yang baru saja menimpa Saifanny di panti jompo terus membayangi.Rasa iba dan amarah pada kebiadaban Marcus bergolak hebat, menuntut pembalasan hukum yang tak boleh tertunda lagi.​Pria itu menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kayu berpelat nomor kamar. Tangannya terulur meraih gagang pintu, lalu memutarnya perlahan.​Ckrek!​Pintu kamar rawat inap Ghina terbuka. Di dalam ruangan yang hangat itu, tampak Ghina tengah mendudukkan dirinya di atas ranjang dengan sebuah jeruk yang separuh terkelupas di genggamannya.Di samping tempat tidur, duduk seorang wanita paruh baya berhijab hitam yang tampak anggun, tengah tertawa renyah menikmati percakapan hangat bersama Ghina.​"Ah, maaf... saya mengganggu," Kata Bima merasa canggung, r

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 421 : Kursi dan Pintu IGD

    Adrian terus melancarkan pukulan bertubi-tubi pada wajah Marcus yang kian tak berbentuk, dipenuhi cairan darah merah segar.Manik matanya menyalang tajam membara, menyalurkan seluruh gelombang emosi, penyesalan, dan amarah luar biasa yang meledak dari dadanya.Setiap hantaman buku jarinya seolah-olah menjadi pelepasan atas teror dan penderitaan yang baru saja menimpa wanita yang dicintainya.​Buk! Buk! Buk!​Sepasang mata Marcus mulai terlihat kosong dan sayup. Tubuhnya meloyot lemas, kehilangan sisa-sisa daya untuk mempertahankan diri atau sekadar memfokuskan pandangannya.Namun, Adrian yang berada di bawah cengkeraman amarah tak terkendali terus melayangkan serangan tanpa ampun.​"Adrian... berhenti..." Ucap Saifanny dengan nada suara yang teramat lemah, hampir tenggelam di antara napasnya yang tersengal.​Panggilan parau itu bagai sentakan listrik yang menembus kesadaran Adrian. Suara Saifanny seketika memadamkan amarah liar yang menguasai kepalanya.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 420 : Amarah Di Balik Pintu

    Genggaman tangan Marcus yang brutal dan bertekanan tinggi menarik paksa Saifanny melintasi koridor panti jompo, hingga akhirnya mereka tiba di depan pintu ruang kerja wanita itu. Tanpa membuang waktu, Marcus membanting pintu kayu tersebut hingga membentur dinding, menyeret Saifanny masuk ke dalam, lalu mengunci engsel pintu itu dengan gerakan yang kilat. ​Klik! ​Bunyi desel engsel pintu yang terkunci rapat bergema bagai vonis eksekusi di dalam ruangan. Gelombang kepanikan murni meledak di dalam dada Saifanny; cengkeraman pergelangan tangan Marcus yang mengekang kulitnya terasa sekeras besi dingin yang tak tergoyahkan. ​"Marcus, aku bisa melaporkanmu ke polisi! Lepaskan aku sekarang!" Teriak Saifanny histeris, menyuarakan ancaman di tengah kepungan rasa takut. ​Namun, Marcus sama sekali tidak mengindahkan gertakan tersebut. Tak ada riak ketakutan atau keraguan di wajah sosiopatnya. Sebaliknya, jemari tangannya justru makin erat meremas pergelangan tangan Saifanny, menekan pembuluh

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 419 : Topeng Yang Akhirnya Tanggal

    Sore hari yang tenang di halaman panti jompo. Udara sejuk berhembus lembut, membelai paras Saifanny yang sedang terduduk melamun di atas kursi kayu teras depan.Wanita itu duduk dengan posisi anggun, melemparkan pandangan kosong ke arah deretan tanaman hias yang berjejer rapi di pelataran.Kabar mengenai Ririn yang menderita amnesia sempat menyuntikkan rasa kaget di benaknya. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Saifanny memandang amnesia sebagai sebuah celah puitis—sebuah peluang murni untuk memulai lembaran hidup baru.Jika saja takdir memberinya kesempatan serupa, alangkah indahnya jika ia bisa mengikis tuntas seluruh lilitan trauma dan masalah yang menghimpit jiwanya.​Tap! Tap!​Langkah kaki bersepatu kulit yang berat dan mantap terdengar mengikis hening, melintasi jalan setapak berkerikil. Saifanny mendongakkan kepala, dan seketika itu pula seluruh otot-otot tubuhnya menegang kaku.​Marcus berjalan santai menghampirinya. Di tangan kanannya, pria itu menjinjing s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 418 : Masa Lalu Seorang Buronan

    Siang menjelang sore yang cerah menyelimuti pelataran panti jompo milik Saifanny. Cahaya matahari menerobos celah-celah rindang pepohonan, membiaskan pendar keemasan di atas kap mobil Bima tatkala pria itu perlahan memarkirkan kendaraannya.​Bima melangkah keluar dari kabin, berdiri sejenak menghirup udara luar seraya menghembuskan napas panjang yang sarat akan beban mental.Setelah menata kembali benteng pertahanan emosinya yang melelahkan, ia mengayunkan langkah mantap menuju pintu depan bangunan tersebut.​Kini, Bima duduk berhadapan dengan Saifanny di ruang kerja wanita itu. Di antara mereka, kepulan asap tipis membumbung dari dua cangkir teh hangat, mengudara lambat di tengah keheningan yang serasa menghimpit.​"Aku ke sini hanya ingin menanyakan beberapa hal soal Ririn," Mulai Bima, memaksakan nada suaranya terdengar setenang mungkin meski gejolak penasaran membakar dadanya.​Saifanny menegakkan posisi duduknya di balik kursi kebesarannya. Sorot matanya berubah serius, menyiratk

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status