Share

BAB 8 : Ancaman Boss

Author: Zakia
last update publish date: 2026-03-05 16:31:57

Adrian duduk di kursi santai sambil membaca sebuah buku ketika ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari Saifanny. Seketika, wajah Adrian menjadi lebih cerah dan senyum tersungging di bibirnya. Ia merasa sangat bahagia bisa berhubungan kembali dengan Saifanny, meskipun alasan kedekatan mereka adalah rencana Saifanny untuk menghancurkan suami dan selingkuhannya. Adrian tidak keberatan; ia akan melakukan apa pun demi wanita yang ia cintai.

Pesan itu berisi: “Adrian, Zain akan pergi belanja deng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 261 : Di Balik Kegelapan Kain Hitam

    Gelap gulita. Hal pertama yang disadari Bima saat kesadarannya yang koyak perlahan pulih bukanlah rasa sakit yang menghantam bagian belakang kepalanya, melainkan selembar kain hitam tebal yang mengikat erat matanya.Kain itu menekan kelopak matanya begitu rapat hingga tidak ada secercah cahaya pun yang sanggup menembus. Ia kehilangan orientasi total; tak tahu di mana ia berada, apakah hari masih pagi, siang, atau sudah berganti malam.Gelombang panik seketika menyerang psikologisnya. Bima mencoba meraba dan mengangkat tangan untuk merenggut penutup mata itu, namun kedua lengannya justru tertahan sentakan keras.Kedua lengan bawahnya dipaksa lurus, menempel pasrah di atas permukaan kayu yang lebar dan tebal di sisi kanan dan kirinya.Ia sedang duduk terikat di sebuah kursi. Tali tambang rami yang kasar dan kaku melilit pergelangan tangan hingga sikunya, membelit mati melewati celah jeruji-jeruji di bawah lengan kursi tersebut.Bima meronta sekuat tenaga, mencoba menarik tangannya ke at

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 260 : Gaun Biru dan Jerat Empati

    Sore hari yang hangat membungkus kawasan pantai barat dengan pendar cahaya keemasan. Syahdan dan Sania berjalan beriringan menyusuri trotoar, dengan Sania yang merangkul penuh kasih sayang bahu cucunya.Sementara itu, Adrian melangkah tepat beberapa jengkal di belakang mereka dengan ponsel genggam yang tak lepas dari jemarinya.Raut wajah Adrian diselimuti keresahan yang makin pekat. Sejak pertukaran pesan singkat mereka tadi pagi, Bima belum juga memberi kabar lanjutan terkait perkembangan pencariannya.Adrian paham betul Bima adalah seorang pekerja keras yang selalu menuntaskan tugas dengan cepat dan presisi.Namun, fakta bahwa sahabatnya itu mendadak tak dapat dihubungi memicu insting kewaspadaan Adrian.Ia berusaha menenangkan benaknya sendiri, meyakini bahwa Bima mungkin hanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk memproses data.Syahdan mengedarkan pandangannya ke sekeliling pasar dekat pantai yang dipenuhi oleh deretan pedagang oleh-oleh dan kuliner lokal.Cahaya sore memantulka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 259 : Jerat dan Titik Buta Pencarian

    Pagi yang dingin dan tenang menyelimuti kompleks perumahan tempat tinggal Saifanny. Jarum jam dinding di dalam kamar tidurnya menunjukkan pukul 03.30 pagi. Keheningan yang sunyi mendadak terpecah oleh suara dering ponsel yang nyaring.Tringgg! Tringgg!Suara itu bergema satu kali... Dua kali... Tiga kali... Tanpa ada yang mengangkatnya.Panggilan itu terputus, namun selang beberapa detik kemudian, benda persegi itu kembali berdering untuk yang kesekian kalinya, mendesak keheningan malam.Tringgg! Tringgg!Deretan nada dering yang tak kunjung berhenti itu akhirnya memaksa Saifanny terbangun dari tidur lelapnya.Dengan mata yang setengah terpejam, Saifanny mengulurkan tangan, meraba permukaan nakas di samping ranjang untuk meraih ponselnya."Halo..." Jawab Saifanny parau dan serak, bahkan tanpa sempat melihat siapa nama orang yang memanggilnya di jam tak lazim ini.Namun, alih-alih sapaan balik, Saifanny justru mendengar hembusan napas yang memburu dan tidak teratur dari seberang sambun

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 258 : Menahan Amarah dan Ego

    Indra melangkah pelan menelusuri lorong menuju unit apartemennya dengan perasaan lelah dan kantuk yang teramat sangat.Setelah mendengar pengakuan mengejutkan dari Mila di parkiran restoran tadi, ia merasa kehabisan energi mental untuk menanggapi apa pun lagi.Sesuai janjinya pada wanita itu, Indra memilih untuk berpura-pura menganggap pertemuan rahasia mereka tidak pernah terjadi.Indra mendorong dan membuka pintu apartemennya dengan perlahan.Namun, begitu pintu terbuka lebar, matanya seketika membelalak kaget. Di ruang tengah, ada tiga orang yang sedang duduk bersama—salah satunya adalah sosok yang paling gencar ia hindari selama dua hari belakangan ini.Andien dan Jovian duduk bersisian di sofa panjang, pandangan mereka terarah ke layar televisi yang menayangkan acara komedi.Keduanya duduk berdekatan dengan gestur yang cukup intim, sesekali tertawa bersama menikmati tayangan. Sementara itu, Nabilla duduk anggun di sofa tunggal, menyunggingkan senyum tipis sembari menggenggam seca

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 257 : Makan Malam dan Fakta Lain

    Malam itu, Indra melangkah pelan menuju restoran tempat makan malam para crew drama ditemani oleh Karan di belakangnya.Ketika pintu dibuka, dia langsung disambut meriah oleh sutradara yang duduk di kursi kepala.Itu adalah sebuah restoran barbeque dengan meja panjang khusus untuk pelanggan berkelompok.Roby, Sutradara dari drama pendek yang beberapa kali ini di bintangi oleh Indra, adalah sutradara yang sudah mengenal Nabilla sejak lima tahun lalu. Nabilla sengaja merekomendasikan Indra, membuat pria itu membintangi drama pendek lebih banyak agar popularitasnya naik karena drama pendek sedang populer di kalangan masyarakat."Indra, my boy, akhirnya kamu ikut makan malam juga dengan kita" Teriak Roby membuat crew lain sedikit kaget.Indra mengangguk dengan senyum manis di bibirnya.Roby melambaikan tangan agar Indra duduk disampingnya."Kamu pasti capek hari ini lari-larian. Ayo kita relax sebentar dengan minum" Kata Roby sambil menyodorkan gelas bir yang penuh.Indra dan Karan mendud

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 256 : Obrolan Masa Lalu dan Harga Diri

    Siang hari yang hangat menaungi pantai tempat Syahdan menikmati masa liburan sekolahnya. Di atas hamparan pasir putih, terlihat Syahdan sedang sangat tekun membangun sebuah istana pasir yang tingginya hampir mencapai satu meter dengan raut wajah berbinar.Sania duduk tenang di kursi santai yang dinaungi oleh sebuah payung pantai berukuran besar. Dari kejauhan, Adrian berjalan mendekat sembari membawa nampan berisi beberapa gelas minuman dingin untuk mereka bertiga.Pria itu secara otomatis mendudukkan diri di kursi santai tepat di sebelah Sania, lalu meletakkan minuman dingin tersebut di atas meja kecil di antara mereka."Maaf, akhirnya kamu malah liburan denganku, bukan dengan Fanny," mulai Sania memecah keheningan, lalu meraih minuman dingin di sampingnya.Adrian tersenyum tipis, mencoba mengikis canggung. "Aku malah senang liburan ini tidak dibatalkan. Syahdan sangat ingin ke pantai ini sejak dulu," kata Adrian sopan.Sania menyeruput minumannya perlahan, pandangannya menerawang ke

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status