Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 7 : Metode Transaksi Pelakor

Share

BAB 7 : Metode Transaksi Pelakor

Author: Zakia
last update publish date: 2026-03-04 20:08:40

Ranaya pulang dengan perasaan kacau. Ia membanting pintu di hadapannya dengan amarah yang memuncak. “Wanita itu... bagaimana bisa wanita sialan itu ada di sana?” wajahnya yang imut berubah menjadi seperti serigala yang siap menerkam siapa saja. “Aku sudah memutus hubungan dengan semua orang di Twinkle Pussy. Aku juga tahu dia tidak pernah belanja di mall itu, lalu kenapa wanita itu ada di sana?”

Ranaya menggigit kukunya yang dicat merah muda, tanda kegelisahan yang amat sangat. Wanita beriasan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 33 : Amarah yang Buta

    Siang itu, matahari menyengat di atas restoran seafood yang riuh. Di salah satu sudut meja, Zain dan Ranaya duduk berhadapan.Aroma bumbu bakaran yang menggugah selera memenuhi udara, namun selera makan Zain seolah telah menguap.Pikirannya tidak berada di sana, tidak pula pada wanita cantik di depannya yang sedang melahap hidangan laut dengan rakus.Pikirannya tertahan pada satu kalimat polos yang diucapkan Syahdan tempo hari: “Om ganteng" yang Saifanny sebut sebagai pelatih lumba-lumba."Apa benar pria itu hanya pelatih lumba-lumba?" batin Zain ragu, sembari menyuapkan nasi goreng seafood ke mulutnya tanpa rasa.Ranaya yang merasa diabaikan sejak tadi, menepuk bahu Zain dengan keras."Mas! Dari tadi aku ngomong, kamu dengar tidak sih?"Zain tersentak, emosinya yang sedang tidak stabil langsung tersulut."Hah? Kamu ngomong apa? Kamu tidak lihat aku lagi fokus makan?!" bentaknya sembari menunjuk piringnya dengan kasar.Ranaya terdiam, bibirnya mengerucut kesal sembari memainkan garpun

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 32: Kenyataan Tersembunyi yang Terungkap

    Di sebuah kamar VIP rumah sakit kota yang diselimuti suasana sejuk, tenang, dan nyaman, Indra duduk dengan sabar di samping tempat tidur ibunya, Sarah. Dengan gerakan yang sangat telaten, ia menyuapi Sarah sesendok demi sesendok bubur halus. Tubuh wanita tua itu tampak lemah, efek samping yang tak terhindarkan setelah menjalani sesi kemoterapi yang menguras tenaga. Berkat bayaran besar yang ia terima atas jasanya "mempermainkan" perasaan dan logika Ranaya, Indra tidak ragu sedikit pun untuk memindahkan ibunya ke fasilitas terbaik. Ia kini bisa bernapas lega melihat Sarah mendapatkan perawatan intensif dengan privasi penuh. Ketenangan ruangan ini sebanding dengan ketenangan di hati Indra yang selama ini selalu dikejar kegelisahan finansial. "Nak, bagaimana kabar Bu Saifanny dan keluarganya?" tanya Sarah dengan suara lembut yang sedikit serak. Indra tersenyum tipis sembari menyeka sudut bibir ibunya. "Mereka baik-baik saja, Bu. Kak Fanny bilang, kapan-kapan dia akan menjenguk Ib

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 31 : Potret Keluarga yang Tercuri

    Malam itu, ruang makan kediaman Rahady dibalut oleh kehangatan yang menipu. Aroma gurih rendang buatan Laila menguar kuat, menciptakan atmosfer "rumah" yang seharusnya menenangkan.Zain makan dengan lahap, raut wajahnya memancarkan kepuasan seorang pria yang merasa telah memegang kendali penuh atas dunianya.Ia yakin Saifanny telah kembali menjadi istri penurut, dan kehadiran ibunya di sana seolah menjadi stempel legalitas atas kekuasaannya sebagai kepala keluarga.Di tengah denting sendok dan garpu, Laila memecah keheningan."Zain, besok kamu libur, kan? Bagaimana kalau kita sekeluarga jalan-jalan keluar? Ibu sudah lama tidak menghabiskan waktu berkualitas dengan kalian," ucap Laila tenang, meski matanya sesekali melirik Saifanny dengan kilat rahasia yang tak terbaca oleh Zain.Zain mendongak, menyeka bibirnya dengan serbet kain."Boleh, Bu. Ibu mau ke mana? Mall? Atau makan siang di Puncak?"Laila beralih menatap Syahdan yang sedang asyik mengunyah, lalu kembali ke Saifanny."Kebun

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 30 : Puncak Kepalsuan dan Rahasia yang Terkelupas

    Sore itu, kota diselimuti cahaya keemasan saat matahari mulai tenggelam di cakrawala. Di dalam mobil yang melaju membelah kemacetan, Ranaya merasa seolah dunia sedang berpihak padanya.Senyum terus tersungging di bibirnya yang dipulas lipstik merah muda mengkilap. Berkali-kali ia melirik ke arah samping, menatap Indra yang sedang menyetir dengan saksama.Baginya, pria itu adalah pemandangan paling indah yang pernah ia miliki, jauh melampaui wajah para pria hidung belang tua yang selama ini menghiasi hari-harinya demi materi.Indra menyetir dengan satu tangan yang tampak kokoh, sementara tangan satunya tiba-tiba diraih dan digenggam erat oleh Ranaya.Indra melirik sekilas, otot rahangnya mengeras sejenak sebelum ia berhasil memaksakan sebuah senyum manis palsu yang tampak memikat bagi mata Ranaya yang sudah buta oleh obsesi.Udara di dalam mobil terasa sejuk, berbanding terbalik dengan sesaknya napas Ranaya yang dipenuhi debar jantung liar."Dra, kamu ingin apa dariku?" tanya Ranaya de

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 29 : Perangkap dalam Air Mata

    Pagi itu, di depan meja riasnya, Saifanny tidak sedang bersiap untuk sebuah pesta. Jemarinya yang ramping bergerak lincah mengoleskan eyeshadow hitam dengan kuas kecil di bawah matanya, menciptakan efek lingkaran gelap yang dramatis.Ia memulas concealer pucat di bibirnya, meratakannya hingga wajahnya tampak kehilangan vitalitas. Rambutnya yang biasa tertata rapi kini ia acak-acak dengan sengaja.Saifanny menatap pantulannya di cermin. Kini, ia bukan lagi wanita kuat yang penuh rencana; ia adalah potret seorang istri yang hancur, kurang tidur, dan tertekan karena beban perselingkuhan suaminya. Suara deru mobil yang memasuki halaman rumah memutus lamunannya. Mertuanya sudah sampai.Saifanny segera turun ke lantai dasar, namun sebelum itu, ia mengeluarkan botol kecil obat tetes mata dari sakunya.Dua tetes di masing-masing mata menciptakan aliran air mata buatan yang terlihat sangat meyakinkan.Ia duduk di sofa, menopang kepalanya dengan satu tangan, memasang pose seorang wanita yang s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 28 : Jerat Halus untuk Mertua

    Pagi itu, fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun Saifanny sudah terjaga. Ia bangun sebelum alarm berbunyi, dendam yang membara di dadanya adalah jam biologis yang jauh lebih akurat.Dengan gerakan yang tenang namun dingin, ia mulai melucuti pakaiannya sendiri hingga menyisakan pakaian dalam, lalu dengan hati-hati melepaskan celana dalam Zain yang masih terlelap karena pengaruh sisa obat tidur.Saifanny sedang membangun panggung sandiwara. Ia mengatur posisi selimut dan bantal sedemikian rupa, menciptakan ilusi visual seolah-olah sebuah permainan gairah baru saja usai di atas ranjang itu.Zain, dengan otak tumpulnya yang sering kali hanya dikendalikan oleh ego, adalah sasaran empuk. Saifanny sudah berkali-kali menggunakan trik ini, dan pria itu—dalam kebodohannya yang hakiki—selalu percaya bahwa ia telah berhasil menaklukan istrinya di malam hari.Beberapa menit berlalu, Zain mulai mengerang. Ia membuka mata perlahan, namun segera memejamkannya kembali saat rasa pening yang luar bia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status