Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 157 : Secangkir Teh Racun

Share

BAB 157 : Secangkir Teh Racun

Author: Zakia
last update publish date: 2026-06-04 23:43:17

Di dalam ruang kerja pribadinya yang beralaskan keheningan, Bima segera mengetikkan rentetan pesan teks darurat untuk dikirimkan kepada Saifanny.

Ia mengabarkan perihal draf rencana terselubung Arkana yang sedang berupaya keras melonggarkan jerat hukum demi membebaskan Adnan.

"Saifanny, Pak Arkana ingin membebaskan Adnan dengan alasan kesehatan. Sepertinya kakek tua itu tidak tahu kata menyerah," ketik Bima pada layar ponselnya, dengan jemari yang bergerak tegang.

Hanya butuh waktu beberapa det
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 286 : Darah yang Mengucur

    Di dalam kamar yang riuh oleh pecahan kaca, Saifanny berbalik menatap Bima dengan cemas. Selagi pengawal tadi belum kembali, rasa tidak aman menggelayuti batinnya.Naluri pertahanan dirinya bergejolak. Saifanny memungut kembali batu besar yang sempat ia jatuhkan, lalu menghantamkannya sekuat tenaga ke arah rantai besi yang menjerat pergelangan kaki Bima.Brak! Brak!"Tidak ada gunanya, Saifanny. Rantainya terlalu tebal," kata Bima lemas, suaranya parau dan tanpa daya melihat usaha sia-sia wanita di hadapannya.DOR!Suara gema tembakan mendadak memecah udara dari arah luar ruangan. Saifanny dan Bima tersentak kaget.Jantung Saifanny berdegup kencang; pertanyaan liar menyeruak di benaknya tentang siapa yang baru saja melepaskan tembakan tersebut."Saifanny, Ririn gak akan nyerah... Dia pasti bakal ngelawan," ucap Bima penuh kekhawatiran yang membakar dadanya.DOR! DOR!Dua tembakan beruntun kembali bergema tajam, memutus hening pagi. Keresahan di hati mereka berdua kian memuncak, meneba

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 285 : Tembakan di Villa Pesisir

    Pagi yang diliputi oleh kabut keresahan menyelimuti batin Saifanny. Ia duduk kaku di kursi penumpang dengan jemari yang meremas kencang sabuk pengaman, sementara kendaraan yang ditumpanginya melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.Waktu berlalu tanpa kompromi, hingga roda-roda mobil akhirnya berhenti tepat di depan sebuah bangunan di area pesisir pantai pukul 9 pagi.Pengawal yang mengemudikan kendaraan melongokkan kepalanya ke luar jendela, dahinya berkerut dalam."Sepertinya ada acara, Bu..." Ucap pria itu dengan nada keheranan saat matanya menangkap untaian dekorasi bunga yang terpasang di depan pintu gerbang utama."Ibu yakin ini villanya? Mungkin ada villa lain di sekitar sini," lanjut pengawal meminta konfirmasi.Saifanny menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak ada villa lain di daerah ini. Semua bangunan yang ada di sekitar sini hanya pemukiman kecil milik para nelayan," kata Saifanny dengan suara rendah namun mantap.Klik!Saifanny menekan tombol dan melepaskan sabuk pe

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 284 : Intimidasi dan Ketegangan Menjelang Akad

    Bara melirik jarum pergelangan tangannya; waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WIB.Seluruh pria yang menghuni kendaraan umpan telah berhasil dilumpuhkan, diringkus, dan diikat rapat secara bersamaan, siap untuk diserahkan ke penanganan aparat kepolisian setempat.Sementara itu, pria yang bertindak sebagai penyamar Bima masih berdiri tegak di dekat badan mobil.Parasnya melukiskan seringai mengejek, merasa telah berhasil mengelabui dan mengecoh sekawanan serigala pelacak.Bara yang geram atas gestur ejekan tersebut melangkah maju secara agresif. Satu tangannya dengan kilat menyambar cengkeraman pada leher pria itu, lalu mendorongnya paksa hingga tubuh penyamar itu terbentur keras ke lambung mobil."Ugh...!" Pria penyamar itu meringis kesakitan, tercekik oleh tekanan jemari Bara."Lu pikir semua ini lucu, hah?!" Teriak Bara dengan nada emosi yang meledak."Lu gak akan nganggap ini lucu lagi kalau lu sendiri yang jadi korban penculikan!" Lanjut Bara dengan rahang mengeras kencang.Bebera

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 283 : Tekanan dan Jaring Umpan

    Malam yang masih tenang menyelimuti vila di pesisir pantai. Di dalam kamar yang hening, Ririn dan Bima duduk berhadapan dalam jarak yang teramat dekat di atas ranjang empuk.Kini, hanya pergelangan kaki kiri Bima yang dipasangi borgol besi dengan sambungan rantai panjang yang mengikatnya pada rangka ranjang.Tatapan Bima begitu datar, hampa, dan diliputi keletihan jiwa yang mendalam. Ia hanya sanggup mengedipkan kelopak matanya perlahan di hadapan Ririn yang tampak begitu ceria."Aku udah menuliskan teks ijab kabulnya, Mas hafalin, ya," kata Ririn dengan binar mata antusias sembari menyodorkan secarik kertas ke hadapan Bima.Namun Bima hanya membisu kaku. Gemas atas kepasifan itu, Ririn menyusupkan dan menyelipkan kertas tersebut ke dalam genggaman Bima secara paksa."Cepat baca!" Perintah Ririn, mengangkat pergelangan tangan Bima yang terkulai lemas agar terangkat sejajar dengan pandangannya.Bima mengalihkan pandangannya yang redup pada kertas di tangannya yang tak berdaya."Saya te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 282 : Percakapan di Balik Meja dan Pemetaan Malam

    Marcus duduk ditopang kursi kulit di ruang kerjanya yang luas, menyapu lembaran dokumen di atas meja kayu mahoni dengan ketelitian dingin.Sandiwara mengenai penculikan MaBelle memang telah usai di panggung publik, namun dalam benaknya yang penuh kalkulasi, sebuah skenario baru telah tersusun rapi.Tok! Tok!Ketukan pintu memotong keheningan ruangan."Masuk," instruksi Marcus singkat, tanpa mengalihkan pandangan.Seorang pria bersetelan serba hitam melangkah masuk, menundukkan kepalanya memberi hormat sebelum melangkah mendekati meja utama.Marcus memiringkan posisi duduknya, menyandarkan punggung sembari meletakkan pena di tangannya. Telinganya siap mendengarkan setiap laporan."Saya mau melapor, Tuan," ujar pengawal itu dengan intonasi rendah."Saya menemukan kalau tim keamanan Utama Group sudah memulai pencarian Bima, Tuan. Selain itu, beberapa orang suruhan Bu Saifanny juga bergabung dengan mereka."Marcus menghembuskan napas pelan. Dalam kalk

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 281 : Petunjuk Palsu dan Ilusi Kebaya Putih

    Saifanny melangkah keluar dari kafe dengan pikiran yang sarat akan beban berat. Hembusan angin siang T-City menyapa kulitnya, namun hawa dingin itu tak sanggup menetralkan gejolak dan kecemasan yang bergemuruh di dalam dadanya.Di dalam kabin mobil yang sepi, ia membiarkan dirinya terpaku selama beberapa saat. Dua informasi yang kontradiktif saling menghantam di dalam kepalanya: di satu sisi, konfirmasi resmi dari pihak Rumah Sakit Jiwa seolah memvalidasi seluruh narasi jujur yang disampaikan Marcus; namun di sisi lain, kesaksian polos dari ibu tetangga dan Nisa—ditambah laporan analisis lapangan dari tim Utama Group—secara tajam memukul balik kebenaran tersebut.‘Aku tidak boleh emosional. Marcus mungkin tidak sepenuhnya bohong... tapi aku juga tidak boleh percaya mentah-mentah semua dokumen resminya,’ batin Saifanny menegaskan pertahanan dirinya.Saifanny enggan mengambil risiko. Nyawa Bima berada di ujung tanduk, dan batas waktu terus bergulir tanpa kompromi. Tanpa membuang detik,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status