Se connecter
Semua orang akan sepakat betapa cantiknya Lady itu malam ini.
Kebanyakan pria menatap takjub, sementara kebanyakan wanita menatap iri.
Kecantikan yang mematikan.
Seperti itulah mereka menganggapnya.
Langkah anggunnya baru berhenti di sebelah pria dengan pahatan wajah yang begitu sempurna. Hal itu membuat semua tatapan tertuju pada mereka.
Pasangan yang sangat cocok.
Sepertinya semua orang juga menyetujui kecocokan yang terlihat ketika mereka berdiri bersama di depan sana.
Meski begitu, mereka semua tidak tahu masalah yang begitu besar di balik kebersamaan keduanya. Mereka semua tidak tahu rencana apa yang akan dilakukan Lady cantik itu setelah mengetahui rencana tunangannya.
Sedikit melirik sejenak pada pria di sebelahnya. Baru saja pria itu membuka mulutnya, tubuh Lady itu lebih dulu tumbang ke arahnya dan mengundang riuh khawatir dari semua orang yang hadir dalam acara pertunangannya. Dan tanpa izin lagi pria itu membopong tubuhnya untuk dibawa ke ruang istirahat yang lebih steril.
Di dalam dekap pria itu, Lady itu tersenyum tipis ke arah Lady lain yang mengepalkan tangannya kuat-kuat di tengah riuh orang-orang yang mengkhawatirkannya.
Kali ini pun, dia tetap menang telak.
***
Satu minggu sebelum Pesta Pertunangan.
Benar-benar tidak habis pikir.
Bagaimana bisa dia terlempar ke dalam tempat ini?
Maksudnya … Bagaimana mungkin dia bisa masuk ke novel yang baru selesai dibaca?
Baiklah, sejujurnya hal ini memang pernah terpikirkan dalam imajinasi liarnya. Namun dia tidak menyangka kalau imajinasinya akan menjadi kenyataan.
Seingatnya … tokoh bernama Roscheana Chinayara adalah tokoh antagonis yang mati menggenaskan. Dalam novel berjudul Tujuh Kesatria Mawar Merah, dia akan mati. Salah satu dari ketujuh tokoh pria itu akan membunuhnya setelah dia mendapatkan penyiksaan yang berat dari keenam tokoh lainnya, sementara tokoh utama dilindungi mati-matian oleh mereka.
Tidak bisa!
Yara menggigit buku ibu jarinya gelisah seraya menatap sekitarnya harap-harap cemas.
Apa yang akan dilakukan jika masuk ke dunia novel?
Pertama-tama, Yara harus mengingat kembali jalan ceritanya.
Kedua, membuat daftar pilihan untuk bertahan hidup.
Ketiga, menyusun rencana untuk dilakukan ke depannya.
Keempat … Ah, benar juga. Yara tiba-tiba teringat sesuatu.
Apa yang bisa didapatkan kalau dia bisa bertahan hidup di antara para tokoh itu?
Yara mengingat kembali latar belakang dari tokoh Roscheana Chinayara.
Roscheana Chinayara adalah Putri kandung Marquess Roscheana yang baru ditemukan usai hilang bertahun-tahun.
Keluarga Marquess Roscheana memutuskan untuk mengangkat tokoh utama bernama Roscheana Dellchaira sebagai putri sah setelah Roscheana Chinayara hilang. Marchioness yang mengetahui putrinya masih hidup, segera membawanya pulang. Awalnya, semua menghargai dan sangat mengagumi kecantikan Chinayara yang tiada duanya. Namun semua runtuh ketika calon tunangan yang seharusnya bertunangan dengannya, malah mengumumkan pembatalan tunangan dan memilih Dellchaira.
Tunangannya lepas. Penggemarnya hilang. Keluarganya membencinya. Semua orang mengucilkannya. Dan Ibunya meninggalkannya selamanya. Begitu juga kakak kandungnya.
Di dalam novel diceritakan kalau Marchioness dibunuh dengan racun mematikan di acara pesta ulang tahun putrinya. Karena itu Chinayara akan dianggap sebagai pembawa sial.
Ditambah lagi, kekuatan Chinayara sudah cacat sejak lahir. Tak seperti Dellchaira dan kakak tirinya, Dellgerion, Chinayara tidak bisa mengeluarkan sihir mawar merah. Karena itu Kakak kandungnya yang sangat lembut mati untuk mengorbankan diri demi mengubah warna mawar merah dalam sihir Chinayara.
Kemudian … Chinayara pada akhirnya mati setelah disiksa oleh ketujuh pria itu.
Sekarang mata Yara terpejam, mencoba mengingat siapa ketujuh orang itu.
Pertama, Kakak sepupu angkatnya yang bernama Lanterosche Brownzier, Count Muda Lanterocshe. Putra angkat pasangan Count dan Countess yang tidak bisa memiliki keturunan setelah Countess keguguran. Mereka berdua mengangkat anak sepupu keluarga Countess yang keduanya sudah meninggal karena penyakit menular yang terjangkit di desanya. Dia menyukai Dellchaira karena merasa memiliki nasib yang sama-sama tragis.
Kedua, calon tunangannya, Silvernera Axelane, Duke Muda Silvernera. Pria posesif yang jatuh cinta pada kelembutan tokoh utama. Dia yang paling membenci Chinayara karena sangat tidak menyukai karakter kasar dan licik seperti Chinayara. Sangat tergila-gila pada cinta yang tak bisa didapatkannya. Karena Dellchaira selalu menolak dengan alasan karena perasaan Chinayara, Axelane jadi semakin menginginkannya.
Ketiga, kesatria pelindung Dellchaira, Sir. Vaguano Alberto, calon Jendral masa depan. Seingatnya, di awal cerita dia bahkan belum masuk keluarga Jendral. Alberto akan masuk ke keluarga Jendral dan menjadi anak sahnya setelah penerusnya mati. Karena terlanjur direkrut oleh Dellchaira, Alberto tetap memilih menjadi kesatria pelindungnya. Dia juga yang membuat Chinayara membunuh kakak kandungnya dengan memainkan peran pria baik yang jatuh cinta padanya. Membuat Chinayara semakin menggila karena merasa Dellchaira merebut pria-pria yang dicintainya dan pernah mencintainya.
Keempat, Duke Valantino, Valantino Delbaranta, sosok berpengaruh yang jatuh cinta pada tokoh utama karena sikap lemah lembut dan penyayangnya pada anak kembarnya. Mereka ingin menjadikan tokoh utama sebagai ibu tirinya, karena itu Duke Valantino melindunginya dari Chinayara. Setelah membunuh Marchioness Roscheana dengan racun, dia juga ikut andil terbesar dalam menyebarkan rumor buruk yang membuat Chinayara semakin menggila karena dibenci banyak orang.
Kelima, Pangeran buangan, Pangeran Stephanio Van Theogaram, tokoh penjahat yang paling licik. Dia memainkan peran tokoh yang ditindas Chinayara agar Dellchaira memihaknya dan membuat para pengikutnya semakin menyiksa Chinayara. Dia juga menjebak Chinayara dan membuatnya menjadi pemberontak yang dipenjara dan disiksa habis-habisan. Pria paling licik dan paling berbahaya di antara semua kesatria dalam kisah Tujuh Kesatria Mawar Merah.
Keenam, Marquess Valderius, Valderius Raimond, Adik kandung Duke Valantino yang diangkat Marquess oleh Raja karena prestasinya sekaligus Dokter yang ditolong Dellchaira, karena itu dia membuat racun yang membuat kesehatan Chinayara semakin memburuk hingga wajah cantiknya yang bersinar semakin redup dan rusak. Dia juga orang yang membuat racun pelumpuh untuk mendukung penyiksaan mereka padanya.
Ketujuh, terakhir, Putra Mahkota Stephanio Ash Kaellarga. Tokoh dingin yang sangat mencintai Dellchaira dan menjadi orang yang menghunuskan pedangnya untuk membunuhnya demi melindungi Dellchaira. Setelah Chinayara bekerjasama untuk membuatnya mendapatkan Dellchaira dan merebutnya dari Axelane, Chinayara malah dibunuh oleh Kaellarga. Chinayara yang semula merasa beruntung diajak kerja sama setelah dinyatakan memberontak, langsung marah dan berniat membunuh Dellchaira. Namun naasnya nasibnya lebih buruk hingga mati mengenaskan dengan penuh dendam.
Yara bahkan ingat dendam yang dikatakannya dalam buku itu.
“Seandainya aku hidup kembali, aku pasti akan membunuhnya. Seandainya mereka tidak ada, aku tidak akan mati seperti ini.”
Dan … Ya. Yara juga berpikir hal yang sama.
Seandainya saja mereka bertujuh tidak ada, mungkin Chinayara akan tetap hidup. Atau paling tidak, seandainya mereka bertujuh tidak berpihak pada Dellchaira, Chinayara tidak akan menderita sampai mati mengenaskan begitu.
Sejujurnya, mereka bertujuh memang menyeramkan.
Orang gila kejam yang sangat menyeramkan, lebih tepatnya.
Intinya adalah … Chinayara mati mengenaskan karena begitu terobsesi pada Dellchaira yang digambarkan begitu sempurna dan memiliki segalanya.
Karena itu, ketika memikirkannya kembali, Yara jadi memiliki satu ide yang mungkin tidak akan dilakukan oleh para perasuk jika terjebak dalam dunia novel seperti ini.
Benar. Yara bertekad akan melakukan rencana itu.
Rencana bertahan hidup yang akan Yara susun mungkin akan sangat berbeda.
Dan cara bertahan hidup yang terpikirkan Yara saat ini adalah membuat mereka semua, terutama ketujuh pria yang berdiri di pihak tokoh utama, berbalik melindunginya.
Yara bertekad akan menggoda mereka dengan kecantikannya demi bertahan hidup di dunia ini.
Kalau Dellchaira bisa menggodanya dengan topeng lemah lembut yang manis itu, maka Yara dengan wajah cantiknya pasti akan menang telak saat memakai topeng serupa.
Benar begitu, bukan?
Matahari masih nampak sore ini. Jadi Yara tidak mungkin salah lihat.Benar. Yara melihatnya dengan jelas sekarang.Sosok pria dingin itu, sekarang berdiri tak jauh dari posisinya, yang kini baru turun dari kereta kuda. Bahkan tangannya pun masih digenggam Aldegara, yang membantunya ketika dia turun dari kereta kuda.“Kenapa Count Muda datang hari ini, Kak?” tanya Yara berbisik begitu melihat pria itu menoleh ke arah mereka sejenak sebelum kembali menatap pasukan di depannya.“Oh! Aku lupa memberitahumu. Hari ini, memang ada pemilihan kesatria pribadi untuk melindungimu,” terang Aldegara gamblang. Dia mengusap kepala Yara lembut penuh sayang. “Kami mengkhawatirkanmu, Yara. Bagaimana pun, kami, terutama aku, tidak bisa menjamin keamananmu setiap waktu. Karena itu, harus ada orang yang bisa melindungimu setiap waktu,”Yara menatap Aldegara tidak terharu. Memang benar, hanya Aldegara yang paling bisa mengerti dan sel
Baru saja melangkah masuk, Yara malah menangkap sosok pria itu.Yara meraih lengan Aldegara dengan cepat hingga dia berbalik dengan cepat. “Ah, saya ingin menyimpan ini semua dulu di kereta kuda. Apa Kakak bisa membelikan saya beberapa kue yang lezat?”Aldegara mengulum senyumnya dan mengangguk dengan sangat antusias. “Tentu!”Aldegara masuk sendirian. Menyisakan Yara dan Nini yang masih berdiri di luar.“Apa kau bisa menyimpannya sendiri? Aku lupa memberikan pouch ini. Aku khawatir Kakak dituduh tidak bisa membayarnya,” gumam Yara seketika.Nini meringis kecil. “Marquess Muda memang agak ceroboh ya, Nona,” Dia terkekeh kecil lalu mengangguk. “Kalau begitu, saya akan menyimpan semua ini ke kereta kuda, setelah itu saya akan menyusul kalian berdua di sini.”“Tolong bawakan aku jubah Duke Muda juga ya,” pinta Yara seketika.Nini mengangguk, lalu Yara memper
Sejujurnya, ini pertama kalinya Yara mendengar seseorang memanggil namanya lagi di dunia ini. Maksud Yara, sepertinya semua orang hanya memanggilnya Lady atau kalaupun memanggil nama, mereka akan memanggilnya dengan lengkap. Chinayara. Bukan Yara. Dan Aldegara memanggilnya Yara dengan begitu hangat.“Saya tidak marah, Kak. Lagipula, kenapa saya harus marah pada Anda?” sahut Yara.“Aku …,” Aldegara menunduk, terlihat penuh sesal dan rasa bersalah. “Karena aku … karena aku, kau jadi hilang bertahun-tahun dan hidup sulit di luar sana. Aku—”Ucapan Aldegara terhenti ketika matanya bertemu tatap dengan mata Yara. Di sana ada ketulusan yang bisa Yara rasakan. Melihat itu membuat Yara merasa sangat bersalah. Mereka bahkan tidak tahu Chinayara sudah mati dan digantikan dengan Yara. Mereka tidak tahu, kalau mereka akan mati jika Chinayara masih hidup. Mereka tidak … Ah, ternyata Yara ingin sekali mereka menga
Dari posisinya duduk, Yara menatap jubah milik Axelane yang sengaja digantung rapi.Yara memperhatikan betapa besar dan panjangnya jubah itu. Membuat Yara kembali membayangkan postur tubuh yang tercipta dengan sangat baik itu.“Nona,” Suara Nini membuat Yara menoleh. Gadis itu melangkah mendekat padanya dengan ekspresi kesalnya.“Ada apa, Nini? Kenapa kau terlihat kesal begitu?” tanya Yara hangat.Nini mendengus, menunjukkan kekesalannya dengan terang-terangan. Namun belum juga dia sempat mengatakan keluhannya, ekspresinya malah berubah menjadi iba. Dia melihat Yara dengan tatapan penuh kasihan. “Saya mendengar rumor buruk tentang Anda dari pelayan di kediaman Duke Muda. Katanya, Anda tidak tahu diri dan sangat sombong!”Yara terkekeh kecil mendengarnya. Tingkahnya justru membuat Nini langsung terlihat keheranan. Bahkan dia langsung menyeletuk. “Anda masih bisa tertawa mendengar hal seperti itu, Lady?&rdquo
Yara sama sekali tidak menyangka akan ada anak kecil yang berlari membawa air dan terjatuh hingga air yang dibawanya tersiram ke gaun bawah Yara. Karena itu, gaun bawah Yara menjadi basah dan pasti lengket.Anak laki-laki itu menangis, takut Yara marah karena ulahnya.Tidak tega, lagi pula ini di luar rencananya, akhirnya Yara berjongkok untuk membuat tinggi tubuhnya sejajar dengan anak laki-laki itu.“Apa kau terluka?” tanya Yara lembut.Ditanya begitu, anak laki-laki itu langsung terdiam. Dia menatap Yara dengan matanya yang basah itu. Tatapannya tampak lugu, seolah tidak terjadi apapun sebelumnya.Dia menggeleng. “Ibu,”Yara terkejut ketika anak itu tiba-tiba mendekat dan memeluknya seraya menangis lagi di dalam dekapannya. Tindakan itu membuat orang-orang penasaran dengan apa yang terjadi.“Elvaro!” Pekikan gadis kecil itu membuat tatapan Yara teralihkan. Bahkan Nini yang tampak bingung dan cemas ikut menoleh ke arah sumber suara.
Bertemu calon Tunangan.Yara mengingatnya dengan jelas dalam buku kalau hari ini adalah hari di mana mereka akan bertemu. Tepat di hari keempat, Yara bertemu calon Tunangannya dan jatuh cinta secara sepihak dengannya.Chinayara yang memang besar di desa, begitu bodoh dan tamak. Dia langsung memakai semua perhiasan yang diberikan Dellchaira saat pertemuan mereka. Penampilannya yang luar biasa mencolok itu, tentu saja membuat calon Tunangannya muak dan merasa risih bukan main. Ditambah tata krama yang sangat jauh dari keanggunan, membuatnya semakin dijauhi.Namun … dia bukan Chinayara yang asli. Ini adalah Yara, orang dari dunia modern. Orang yang sudah membaca dan menonton banyak kisah romansa kerajaan yang seperti ini.Tadi, Dellchaira memang memberikan banyak perhiasan pada Yara seraya berkata, “Ini semua untuk Kakak. Semua perhiasan ini sangat mahal harganya. Kalau Kakak memakainya, Duke Muda pasti akan menyukainya, karena rumornya …







