ログインAku terbangun mencium aroma makanan yang sangat kukenal. Ibuku biasanya memasak ini saat ada yang berulang tahun, dan ini adalah makanan kesukaanku. Aku segera turun dari tempat tidur dan berjalan cepat menuju ke dapur."Mama masak iga?" tanyaku bersemangat, ibuku mengangguk sambil tersenyum."Kenapa? Hari ini tidak ada yang berulang tahun.""Mama ingin memasak ini untukmu. Sebagai rasa terima kasih mama, karena kau sudah menjadi putri yang bisa diandalkan," jawab mama sambil memegang tanganku.Aku tersenyum canggung. Ini adalah hal yang jarang dilakukan oleh ibuku, bersikap manis dan lembut."Kenapa mama bersikap berlebihan begini? Aku hanya membantu sedikit."Ibuku tersenyum, menyadari kecanggunganku."Ayo, kita makan, iganya sudah matang," ucapnya masih tersenyum, aku mengangguk.Aku makan dengan lahap, benar-benar rasa yang kurindukan. Bertahun-tahun aku meninggalkan rumah dan lupa betapa enaknya masakan ibuku."Ma, aku dapat pekerjaan baru," ucapku pelan."Benarkah? Mama senang s
"Bertahun-tahun setelah dia pergi, aku memutuskan untuk menyusulnya ke luar negeri. Kami bertemu dan menghabiskan waktu bersama beberapa hari. Keponakanku saat senang bisa bertemu lagi denganku. Saat itulah kami mengambil foto yang kuminta untuk kau lukis."Aku mengangguk pelan."Tapi sebelum aku pulang, dia memohon satu hal dariku. Jangan mendatanginya lagi, dia akan kembali pulang saat dia sudah siap. Dia juga memintaku untuk melupakannya dan mematikan semua perasaan yang kupunya terhadapnya."George menarik napas dalam lalu menghembuskannya dengan keras."Tapi sampai saat ini aku tidak tahu bagaimana cara untuk melupakannya."Suasana tiba-tiba menjadi hening, George menatap jalanan dengan tatapan yang tidak dapat kumengerti. Membicarakan cintanya pasti membangkitkan lagi perasaan yang sudah lama dia pendam. Merasakan lagi luka yang mungkin belum benar-benar sembuh. Aku tahu rasanya dan merasa menyesal karena ada orang lain yang juga merasakan sakit itu."Jadi bagaimana dengan cerit
"Kau yang mulai menghakimi dan sok tahu perasaanku. Seakan-akan kau merasakan hatiku," sahutku dengan wajah kesal."Ya, aku memang tidak merasakan hatimu, maafkan aku karena sudah melampaui batas," jawab George pelan."Hanya saja, bukankah hubungan cinta yang sehat itu berarti seimbang? Maksudku bukan berarti harus selalu 50-50, tapi setidaknya kau bebas mengungkapkan dirimu seperti dia mengungkapkan dirinya. Sementara kau selalu berusaha keras untuk menampilkan yang terbaik dan melakukan semua untuknya. Sampai kau perlahan mengering, karena terus memberi tanpa pernah menerima," lanjutnya dengan nada yang terdengar seperti mengasihaniku."Kau yang menganggap aku menyedihkan. Aku tidak merasa mengering dan sangat bahagia ketika bersama Alex. Semua kenangan yang kumiliki dengannya adalah kenangan yang indah, kecuali kehilangan putra kami. Tidak ada yang kusesali dan aku sama sekali tidak merasa rugi.""Baikah, aku akan berhenti mengomentari perasaanmu. Aku memang tidak berhak menghakimi
"Kebetulan sekali anda ada di sini Tuan George, ada yang ingin saya pastikan," ujar Alex sambil tersenyum sinis.George hanya diam menatap Alex dengan tajam."Kenapa kau berpura-pura menjadi penyuka sesama jenis?""Aku tidak pernah berpura-pura dan tidak pernah mengatakan kalau aku penyuka sesama jenis. Aku bahkan tidak tahu kalau kau berpikiran bahwa aku seperti itu!""Dasar pembohong. Lalu sekarang trik apa yang kau buat hingga Ruth rela menyerahkan tubuhnya?" teriak Alex penuh amarah."Apa maksudmu?" tanya George bingung."Alex, itu adalah masalah pribadi kami. Kau tidak berhak mempertanyakannya!" potongku cepat."Tapi kita baru saja memulai kembali Ruth. Kita baru saja bisa menerima kepergian Gerald dan membicarakannya dengan tenang. Kenapa kau bepaling begitu tiba-tiba? Padahal aku tahu kalau kau juga menginginkanku, tapi kenapa kau malah bercinta dengannya?" tanya Alex dengan mata penuh kebencian."Ya, kau benar akhirnya kita bisa menerima kepergian Gerald dengan ikhlas. Tapi aku
"Melakukan hal yang dulu kita lakukan saat pertama kali bertemu," jawabku dengan suara bergetar."Ruth, kau berbohong kan? Tidak mungkin kau melakukan kesalahan yang sama dua kali!""Kenapa tidak bisa?" tanyaku mencoba untuk menjawab sedingin mungkin."Ruth, apa kau mencoba membalas dan menyakitiku? Apa kau semarah itu kepadaku, sampai harus berbohong sejauh ini?""Kau tidak harus percaya dengan kata-kataku. Aku juga tidak sedang berusaha untuk meyakinkanmu. Satu-satunya yang aku minta adalah, berhentilah menggangguku atau ikut campur dengan urusanku. Terutama hal yang berkaitan dengan ibuku, aku mohon berhentilah menemuinya atau bicara dengannya," tegasku lalu segera menutup teleponnya.Alex kembali menghubungiku dan aku kembali menerimanya."Ada apa lagi? Rasanya kita sudah membicarakan semuanya.""Ruth, apakah ini benar-benar akhir kita?" tanya Alex dengan terisak. Dia menangis, dan hatiku ikut tergores mendengar isakkannya."Apa maksudmu? Semua yang ada di antara kita memang sudah
"Alex? Apa yang dia katakan?" tanyaku gusar. Sial! Sudah aku katakan jangan ikut campur, mengapa Alex malah sampai menyeret ibuku ke dalam masalah ini?"Ya, semuanya. Mama sudah tahu semuanya, tentang pria ini," jawab ibuku ragu seakan menjaga perasaan George."Apa dia bilang kalau George penyuka sesama jenis? Itu bohong, Ma. Itu hanya pikirannya saja, karena lelucon yang dibuat oleh teman-teman George," tegasku mencoba membuat ibuku percaya kepadaku."Bagaimanapun juga, dari awal sudah mama katakan, jangan menutupi masalah ini dengan kebohongan. Lebih baik katakan saja yang sebenarnya, agak tidak ada masalah di depannya," potong ibuku masih tidak percaya.Ibuku sama sekali tidak tahu, kalau mengatakan kebenaran tidak selamanya menyelesaikan masalah. Malah kebohongan inilah yang membuatku selamat dari hal-hal jahat yang menyerangku."Mama, tidak percaya dengan kata-kataku. Kalau begitu, mama mau bukti apa? Oh mungkin kalau George menghamiliku baru mama yakin. Baik, kalau begitu aku ak







