Share

Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan
Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan
Penulis: Abibu

Bab 1

Penulis: Abibu
"Anda yakin ingin menghapus semua informasi pribadi? Setelah penghapusan berhasil, Anda akan benar-benar menghilang dari dunia ini, tanpa jejak sama sekali!"

Melihat perempuan di hadapannya yang baru berusia 20-an membawa berkas permohonan untuk menghapus data identitas, ekspresi petugas tampak sangat terkejut.

Rishika mengangguk. Suaranya lembut tetapi tegas. "Aku yakin."

Mendengar jawabannya, petugas lalu mengambil berkas itu dan memberi stempel, "Proses penghapusan butuh sekitar 15 hari, harap bersabar menunggu."

Rishika tidak berlama-lama lagi, langsung berbalik meninggalkan kantor pelayanan. Setelah berjalan tidak jauh, dia mengoperasikan ponselnya. Tak lama kemudian, dia menerima pesan dari maskapai penerbangan yang menyatakan pemesanan tiketnya berhasil.

Usai menyelesaikan semua hal itu, dia memesan taksi kembali ke vila.

Mobil melaju menuju area vila. Tak lama kemudian, taksi tidak bisa melanjutkan perjalanan. Tempat itu tidak jauh dari vila Jenson, jadi Rishika turun dan berjalan perlahan sendiri ke depan.

Belum lama dia berjalan, pandangannya tertarik pada sebuah Maybach yang terparkir di pinggir jalan.

Guncangan kuat dari mobil itu membuat orang mudah berkhayal. Kaca jendela setengah terbuka, memperlihatkan sosok seorang pria dan wanita di dalamnya.

Pria tampan itu bersandar di kursi sambil merokok, kemejanya terbuka. Satu tangannya menekan pinggang wanita itu, sementara tangan lainnya menjulur sedikit ke luar jendela, mematikan bara rokok di ujung jarinya.

Di tangan berurat jelas itu, terpasang sebuah cincin pernikahan dengan sebuah nama terukir di atasnya, Rishika.

Tubuh Rishika bergetar halus. Dia mengeluarkan ponsel dan mencari nomor yang selama tujuh tahun pernah dia sematkan di paling atas, lalu menekannya untuk menelepon.

Panggilan itu segera dijawab. Suara lembut Jenson terdengar sedikit serak dari telepon. "Sayang, kenapa?"

"Kamu di perusahaan?" Rishika tidak menjawab pertanyaannya. Matanya mulai basah. Dia bertanya seolah-olah tidak ada maksud lain.

"Ya." Dari seberang terdengar tawa kecil. Saat berbicara lagi, suaranya menjadi lebih lembut, penuh nada menenangkan. "Kamu kangen suamimu ya? Maaf ya, hari ini kantor agak sibuk. Kasihan kamu harus nunggu di rumah. Suamimu sebentar lagi pulang."

Rishika tidak berkata apa-apa lagi, lalu menutup telepon.

Pada saat yang sama, Maybach yang terus dia perhatikan tadi kembali berguncang setelah panggilan berakhir, bahkan semakin kuat.

Rishika menahan rasa sakit yang menusuk di hatinya, lalu berbalik pergi. Dia tidak ingin melihat lagi.

Satu jam kemudian, pintu vila keluarga Jenson tiba-tiba terbuka. Jenson masuk dengan tergesa-gesa sambil membawa setangkai mawar merah yang mekar sempurna di satu tangan dan sekotak kue di tangan lain.

Di ruang tamu, Rishika tidak menyambutnya seperti biasa. Dia hanya duduk diam di sofa, seolah-olah tidak mendengar kedatangannya.

Wajah Jenson penuh rasa bersalah. Dia membujuk sambil mencium, "Sayang, hari ini tiba-tiba ada rapat yang nggak bisa kutinggalkan, jadi pulang agak terlambat. Aku siap dihukum kok."

Rishika menunduk. Pandangannya jatuh pada bekas ciuman yang padat di bawah kemeja yang terbuka, lalu dia bertanya pelan, "Jenson, kamu masih mencintaiku?"

Jenson tidak menyadari tanda-tanda itu sudah terlihat. Mendengar pertanyaan itu, dia langsung panik dan memeluknya erat-erat. "Kenapa tiba-tiba tanya begitu? Tentu saja aku mencintaimu. Seluruh dunia tahu aku mencintaimu setengah mati. Mana mungkin aku nggak mencintaimu?"

Jawaban Jenson membuat Rishika tersenyum pahit. Ya, seluruh dunia tahu Jenson mencintai istrinya, Rishika, sampai gila, bahkan rela mempertaruhkan nyawa untuknya.

Keluarga Rishika tidak harmonis. Sejak dia kecil, orang tuanya selalu bertengkar. Kadang pertengkaran itu berakhir dengan kekerasan sampai piring pecah berhamburan, bahkan pisau dapur hampir digunakan untuk saling melukai.

Namun, setiap kali selesai bertengkar, mereka selalu menangis di hadapannya, mengatakan bahwa jika bukan demi dirinya, mereka sudah lama bercerai.

Rishika tumbuh dalam lingkungan seperti itu. Hingga akhirnya di kelas satu SMA, dia menyaksikan orang tuanya benar-benar bercerai. Sejak itu, dia sangat menolak hubungan cinta. Meskipun banyak orang mengejarnya, dia tidak pernah mempertimbangkan untuk berpacaran.

Jenson muncul pada saat itu. Dia jatuh cinta pada Rishika pada pandangan pertama dan mulai mengejarnya secara gila-gilaan.

Dia menyatakan cinta sebanyak 78 kali dan terus ditolak Rishika. Hingga suatu kecelakaan mobil terjadi, Jenson tanpa ragu melindunginya dengan tubuhnya sendiri. Rishika tidak terluka sedikit pun, tetapi tiga tulang rusuk Jenson patah. Dia terbaring di tempat tidur selama tiga bulan.

Hati Rishika seperti besi, tetapi Jenson menggunakan setengah nyawanya untuk perlahan membuka hatinya.

Setelah mereka berpacaran, keluarga Jenson menentang hubungan itu karena Rishika berasal dari keluarga biasa. Jenson pun meninggalkan keluarganya, melepaskan semua hak waris, dan membangun usaha sendiri.

Karena terus bersosialisasi dan minum alkohol, dia sampai muntah darah. Akhirnya, dia mendirikan perusahaan besar yang tidak kalah dari perusahaan keluarganya. Hal ini pun membuat keluarganya menyetujui hubungannya dengan Rishika.

Setelah menikah, cinta Jenson semakin gila. Di ulang tahun Rishika, Jenson menghabiskan miliaran untuk kembang api dan pertunjukan drone demi membuatnya bahagia.

Di hari jadi pernikahan mereka, Jenson menyewa seluruh layar LED di kota untuk menyatakan cintanya ke seluruh dunia.

Ketika Rishika diculik musuhnya, Jenson dipaksa berlutut sebagai penghinaan. Dia benar-benar berlutut demi menyelamatkannya. Kejadian itu langsung menjadi trending.

Beberapa hari itu, semua trending dipenuhi nama mereka.

[ Jenson berlutut demi Rishika ]

[ Cinta Jenson yang langka sepanjang masa ]

[ Sang dewa jatuh demi cinta sejati ]

Namun, pada tahun keempat pernikahan mereka, pria yang begitu mencintainya itu diam-diam menyembunyikan sekretaris barunya sebagai kekasih gelap.

Siang hari, dia memeluk Rishika dan berkata cinta. Malam hari, dia tidur bersama sekretaris itu.

Maybach tadi adalah mobil Jenson. Seberapa tidak sabarnya dia sampai berani melakukannya dengan begitu terang-terangan di depan rumah bersama Suzie?

Rishika sudah mengetahui kebenaran itu selama tiga bulan. Dalam tiga bulan itu, dia meragukan, menderita, dan putus asa, tetapi tidak pernah sekali pun menanyakannya.

Satu-satunya hal yang dia lakukan adalah menghapus semua informasi pribadinya.

"Jenson, kamu masih ingat di hari pernikahan kita, apa yang kukatakan?" Rishika menatap matanya, lalu tersenyum tipis saat Jenson tertegun.

"Aku bilang, kamu membuka hatiku dengan cinta paling panas. Kalau suatu hari kamu nggak lagi mencintaiku, katakan dengan jujur padaku. Aku nggak akan mengganggumu. Tapi kalau kamu menipuku, aku akan menghilang selamanya, sampai kamu nggak akan bisa menemukanku lagi."

Kata-kata itu akan menjadi kenyataan. Setengah bulan lagi, dia akan benar-benar menghilang, sementara Jenson tidak akan menemukannya lagi, tidak peduli ke mana pun dia mencari.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 24

    Rishika segera menata sisa peralatan elektronik, lalu tersenyum sambil menarik sebuah kursi yang baru saja dibongkar dan duduk di samping Theodore.Dengan bantuan Rishika, kecepatan membuka paket akhirnya meningkat. Tak lama kemudian, paket terakhir pun selesai dibuka. Rishika meregangkan tubuh, lalu menatap Theodore sambil tersenyum."Theo, terima kasih. Kalau nggak ada kamu, hari ini pasti nggak akan selancar ini."Ucapan terima kasihnya terdengar sangat tulus, tanpa terasa menjaga jarak. Theodore berusaha terlihat tenang, tetapi ujung telinganya sudah memerah tanpa dia sadari.Telinga yang memerah itu sangat mencolok di kulitnya yang putih. Rishika langsung menyadarinya. Dia sedikit bingung, lalu tanpa sadar bertanya, "Kamu kepanasan? Mau buka jendela biar lebih sejuk?"Awalnya dia mengira Theodore hanya kelelahan, tetapi saat melihat telinganya semakin merah setelah mendengar pertanyaannya, dia langsung menyadari sesuatu.Jantung Rishika berdegup kencang, suaranya seperti menggema

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 23

    Setelah selesai berbelanja, Rishika dan Theodore membawa pulang "hasil perang" mereka yang melimpah.Sekantong besar makanan itu pada akhirnya juga dibawa oleh Theodore. Jika dihitung-hitung, dalam perjalanan ini Rishika mengeluarkan cukup banyak uang, tetapi justru menjadi orang yang paling santai.Mereka tiba di rumah tepat waktu. Baru saja Rishika memasukkan bahan makanan ke kulkas, bel pintu pun berbunyi. Saat dia hendak berbalik untuk membuka pintu, Theodore sudah lebih dulu mendekati pintu.Begitu pintu dibuka, ternyata itu adalah layanan pengiriman yang tadi sudah mereka pesan.Setelah semua barang diantar masuk, melihat ruang tamu yang kini penuh dan sesak, Rishika tak bisa menahan diri untuk menghela napas. "Panen kali ini benar-benar luar biasa."Dulu dia jarang belanja sebanyak ini. Namun harus diakui, melihat satu ruang tamu penuh barang seperti ini memberikan rasa puas tersendiri. Hanya saja, ketika mulai merapikan, barulah dia merasa pusing.Begitu banyak perabot, membuka

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 22

    Di Melbourne.Dengan bantuan Theodore, Rishika membeli apartemen yang berada tepat di sebelah miliknya.Apartemennya tidak besar, tetapi untuk ditinggali seorang diri sudah lebih dari cukup. Hanya saja karena baru pindah, masih banyak barang yang perlu dibeli.Kebetulan di dekat sana ada sebuah mal besar, jadi Rishika pergi berbelanja bersama Theodore.Barang-barang di supermarket sangat lengkap. Dari kebutuhan makan, pakaian, hingga keperluan sehari-hari. Hal ini membuatnya tidak perlu repot berpindah-pindah tempat. Namun, setelah membeli banyak barang, Rishika mulai khawatir bagaimana cara membawanya pulang."Nggak perlu khawatir, supermarket ini punya layanan antar satu jam. Kamu hanya perlu bayar biaya pengiriman."Melihat wajahnya yang murung, Theodore tak bisa menahan senyuman, lalu menjelaskan. Saat dia menoleh dan melihat pipi Rishika yang menggembung kesal, dia justru tertegun.Dalam hatinya, hanya ada satu pikiran, sangat imut!Tatapan langsungnya membuat pipi Rishika sedikit

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 21

    Malam itu juga, Jenson langsung kembali ke tanah air. Sesampainya di kotanya, dia mengemudi mengikuti navigasi hingga menemukan sanatorium tempat Suzie berada saat ini.Kumuh, kotor, berisik, itulah kesan pertamanya terhadap tempat ini.Dengan setelan jas mahal yang dikenakannya, begitu Jenson melangkah masuk, dia langsung menarik perhatian semua orang.Tidak heran, penampilannya benar-benar tidak cocok dengan tempat ini. Orang-orang yang datang ke sini kebanyakan tidak punya uang, tidak memiliki keluarga yang merawat, bahkan tidak mampu mengurus diri sendiri. Makanya, mereka dikirim ke sini.Sementara Jenson jelas bukan orang miskin. Begitu dia mengeluarkan beberapa lembar uang, para perawat di sanatorium langsung mengerubunginya dengan sikap penuh perhatian. Mereka mendekat dan menanyakan siapa yang ingin dia temui, bahkan menawarkan diri untuk memanggil orang itu keluar karena kondisi di dalam kotor."Antar aku menemui Suzie." Dengan wajah dingin, Jenson menolak tawaran perawat dan

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 20

    Mendengar rentetan pertanyaan yang terus dilontarkan, wajah Jenson semakin pucat. Dia terus menggeleng, ingin mengatakan bukan begitu. Namun, melihat reaksinya, Rishika hanya mencibir dingin."Kenapa? Kamu masih mau bilang kamu mencintaiku? Mencintaiku sambil membuat wanita lain hamil? Jenson, cintamu itu benar-benar sampah!"Begitu kalimat terakhir itu jatuh, wajah Jenson benar-benar kehilangan warna. Satu-satunya yang merah hanyalah kedua matanya. Dia menatap dengan penuh permohonan. Suaranya serak saat memberikan penjelasan terakhir, berharap mendapat sedikit belas kasihan dari Rishika."Aku nggak membiarkan Suzie melahirkan anakku .... Aku membawanya ke rumah sakit dan menggugurkan anak itu. Aku benar-benar sudah sadar salah. Setelah itu aku juga nggak pernah menghubunginya lagi. Rishi, kamu percaya padaku ya?"Rishika menggeleng pelan. Di matanya tersembunyi rasa jijik yang dalam. "Aku percaya kamu menggugurkan anak itu dan nggak menghubunginya lagi. Tapi Jenson, kamu tahu nggak,

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 19

    Selama dalam perdebatan mereka, jika Rishika menunjukkan sedikit saja ketidaknyamanan, Theodore akan langsung maju dan membawanya pergi.Soal pria yang mengatakan bahwa mereka belum bercerai itu, siapa juga yang peduli?"Rishi, maafkan aku kali ini ya? Aku janji, aku nggak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Aku juga sudah memutuskan hubungan dengan Suzie, bahkan sudah pecat dia. Jangan marah lagi padaku, ikut aku pulang ya?"Dia berbicara dengan begitu tulus. Jika orang yang tidak tahu kebenaran melihatnya, mungkin juga akan ikut membujuk, menyuruhnya memaafkannya.Kecuali Theodore. Dia tidak mendengar semuanya dengan jelas, hanya menangkap beberapa kata kunci, lalu menyusunnya menjadi sebuah gambaran.Pria di depan yang bermata merah, tampak rendah hati, dan memohon ini, sebenarnya adalah pria yang berselingkuh dan sedang memohon pengampunan dari pasangan sahnya.Dia berdiri di samping, mencibir dingin, melemparkan tatapan sinis pada Jenson.Jenson melihatnya dan menjadi kesa

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 9

    Hari ketika Rishika keluar dari rumah sakit, Jenson tidak muncul. Dia hanya mengirim pesan bahwa hari itu ia tidak bisa datang karena ada urusan dan menyuruh sopir untuk menjemputnya.Rishika tidak membalas, karena sebelumnya dia sudah menerima pesan dari Suzie. Itu adalah sebuah foto.Dalam foto it

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 8

    Rishika berdiri di luar sepanjang malam. Dia diguyur hujan sambil mendengarkan semuanya.Sampai langit mulai terang, baterai ponselnya juga hampir habis, barulah dia berjalan pergi dengan tubuh kaku, menghentikan taksi untuk kembali ke vila.Para pelayan yang melihatnya basah kuyup langsung panik. M

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 7

    Karena masih ada Rishika, pertemuan kali ini tidak berlangsung lama. Melihat hari semakin malam, Jenson pun menghentikan acara dan lebih dulu membawa Rishika meninggalkan ruang VIP.Baru saja mereka sampai di bawah, ponselnya langsung berdering. Setelah melihat nama di layar, Jenson tanpa sadar meng

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 6

    Tokoh utama acara hari ini, Liron, menatap Jenson yang matanya penuh dengan Rishika, lalu tersenyum menggoda."Bro, kamu ini terlalu memanjakan istrimu sampai bikin orang iri setengah mati. Pantas saja kamu jadi nomor satu di daftar pria paling diinginkan wanita sedunia. Sebentar lagi aku juga nikah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status