Home / Romansa / Cinta Di Balik Tanda Tangan / bab 50 Awal perubahan.

Share

bab 50 Awal perubahan.

Author: Pita
last update Last Updated: 2025-11-10 07:27:04

Pagi itu berbeda.

Bukan karena matahari lebih cerah dari biasanya, tapi karena ada sesuatu, sesuatu yang membuat Aluna sadar bahwa hari-hari mereka tak lagi sama.

Ia menatap dirinya di cermin, rambutnya tergerai lembut di bahu, wajahnya tampak sedikit lebih segar. Tapi yang paling terasa adalah hatinya tidak lagi sesesak dulu.

Entah sejak kapan, rasa takut dan canggung yang dulu selalu muncul setiap kali melihat Leonard, perlahan menghilang.

Mungkin karena kini, di antara mereka sudah tidak lagi ada jarak yang begitu tebal.

Mungkin karena semalam, lewat tatapan dan kejujuran yang tak terucap, mereka sama-sama tahu: ada sesuatu yang berubah.

---

Leonard menunggu di ruang makan.

Ia jarang terlihat santai pagi-pagi begini, tapi hari itu ia hanya duduk sambil membaca koran, tanpa ekspresi tegang yang biasa menghiasi wajahnya.

Begitu Aluna datang, ia menurunkan korannya pelan dan tersenyum.

“Pagi,” sapanya lembut, berbeda dari biasanya.

“Pagi juga,” jawab Aluna, agak kikuk tapi berusaha te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Di Balik Tanda Tangan   ba 104 Perpisahan mendadak.

    Pagi datang lebih cepat dari yang Leonard harapkan.Cahaya matahari menyelinap melalui sela tirai apartemen, menyentuh meja kecil dan kursi yang semalam menjadi saksi percakapan mereka.Aluna sudah bangun lebih dulu,ia berdiri di dapur kecil, menyiapkan dua cangkir kopi.Leonard keluar dari kamar, masih dengan rambut sedikit berantakan.“Kamu tidak tidur?” tanya Leonard.“Tidur, tapi kepalaku bangun lebih dulu dari badanku.”Leonard tersenyum tipis, lalu duduk.Aluna meletakkan cangkir di hadapan Leonard. “Aku dapat kabar pagi ini."“Dari siapa?”“Dari kantor.....” Aluna berhenti, lalu membenarkan ucapannya, “dari mantan kantor kamu.”Leonard mengangguk kecil. “Dan?”“Mereka mempercepat restrukturisasi,ada audit lanjutan dan beberapa nama lama dipanggil ulang.” Aluna menatap kopi di tangannya. “Termasuk namaku.”Leonard langsung menegakkan tubuhnya. “Kapan?”“Siang ini.”

  • Cinta Di Balik Tanda Tangan   bab 103 ancaman nyata.

    Leonard masih berdiri di balkon, matanya menelusuri lampu-lampu kota yang berkelip, sedangkan Aluna ia tetap di sisi Leonard.Ponsel Leonard bergetar pelan di saku jaketnya.Sekali.Berhenti.Lalu bergetar lagi.Leonard menatap layar tanpa segera mengangkatnya,nama yang muncul membuat rahangnya mengeras.Andrew.“Ada apa?” tanya Aluna, langsung menangkap perubahan di wajah Leonard.Leonard mengangkat panggilan itu. “Ya.”Suara Andrew terdengar lebih rendah dari biasanya.“Bos, Ini bukan kabar baik.”Leonard menutup mata sesaat. “Bicaralah."“Raka mulai bergerak,dia tidak datang langsung ke anda,tapi dia masuk lewat jaringan lama,mantan rekan proyek, vendor lama, bahkan beberapa orang yang dulu anda lindungi,dan dia menawarkan kesempatan kedua,dan modal besar,akses cepat, tapi dengan satu narasi, anda pemimpin hebat yang tersingkir secara tidak adil dan butuh panggung baru.”Leonard terta

  • Cinta Di Balik Tanda Tangan   bba 102 luka dalam persaingan.

    Mobil melaju pelan meninggalkan kedai, Leonard memandang jalanan di depan, tapi pikirannya jauh melampaui persimpangan yang mereka lewati.“Raka bukan tipe yang menyerang langsung,dia menunggu,mengamati,lalu menekan di titik paling lemah.”Aluna menoleh. “Dan titik lemahnya di mana?”Leonard terdiam cukup lama sebelum menjawab.“Di masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh.”Aluna mengernyit. “Maksudmu…?”“Orang seperti dia akan menggali semua, keputusan lama, orang-orang yang pernah aku singkirkan, luka yang belum selesai,dia tidak perlu menjatuhkanku secara terbuka,cukup membuatku meragukan diriku sendiri.”Mobil berhenti di lampu merah. Leonard menghela napas panjang.“Persaingan yang paling menyakitkan bukan soal siapa lebih kuat, tapi siapa yang lebih paham luka lawannya.”Aluna menyentuh lengan Leonard. “Dan lukamu bukan rahasia bagiku.”Leonard menoleh, menatap Aluna sejenak.“Itu yang membuatku takut

  • Cinta Di Balik Tanda Tangan   bab 101 musuh baru.

    Pintu kedai terbuka ,seorang pria masuk, mengenakan setelan rapi yang terasa terlalu formal untuk tempat sekecil itu, langkahnya tenang, matanya tajam.Leonard menegakkan punggungnya sedikit,ada sesuatu yang familiar dari aura itu.Pria itu memesan kopi, lalu tanpa bertanya duduk di kursi kosong tak jauh dari mereka.“Leonard." ucapnya pria itu santai,seolah menyebut nama yang sudah lama dikenalnya.Aluna refleks menggenggam tangan Leonard. Leonard menoleh dan menatap pria itu lurus. “Saya rasa kita belum berkenalan.”Pria itu tersenyum tipis. “Memang belum,tapi saya cukup lama mengikuti langkah Anda.”pria itu mengulurkan tangan. “Raka Pradipta.”Nama itu membuat alis Leonard bergerak, Raka Pradipta investor bayangan, konsultan krisis, orang yang muncul di balik banyak restrukturisasi perusahaan besar dan tidak pernah muncul di depan kamera.“Tenang,” lanjut Raka, seolah membaca kewaspadaan mereka. “Saya tidak datang seb

  • Cinta Di Balik Tanda Tangan   bab 100 awal baru.

    Pagi harinya...Cahaya matahari masuk pelan melalui sela tirai. Leonard membuka mata dengan perasaan asing.Di sampingnya, Aluna masih terlelap,napasnya teratur, wajahnya damai.Leonard bangkit perlahan, tidak ingin membangunkan Aluna, Ia berdiri di dekat jendela, menatap kota.Aluna bergerak kecil, lalu membuka mata.“Kamu sudah bangun?” suaranya masih serak.Leonard menoleh dan tersenyum. “Iya.”“Kamu lagi mikirin apa?” tanya Aluna sambil duduk.Leonard berpikir sejenak sebelum menjawab. “Ke masa depan, dan kali ini aku merasa tidak panik.”Aluna tersenyum kecil. “Itu terdengar seperti awal baru.”Leonard mendekat, duduk di tepi ranjang. “Aku tidak tahu harus mulai dari mana, aku tidak punya jabatan, tidak punya panggung, dan mungkin untuk sementara tidak punya arah.”Aluna mengulurkan tangan, menggenggam tangan Leonard. “Awal tidak selalu butuh peta,kadang cukup langkah pertama.”“Da

  • Cinta Di Balik Tanda Tangan   bab 99 Cinta yang diakui

    “Aku baru sadar, selama ini aku selalu mengira cinta itu harus diperjuangkan dengan keras, dengan pengorbanan besar, dengan luka yang disembunyikan.”Aluna mengusap punggung Leonard perlahan. “Padahal cinta juga bisa sederhana, tinggal mendengar dan tidak pergi.”Leonard tersenyum kecil. “Kamu tahu kenapa aku akhirnya berani mengaku?”Aluna menggeleng.“Karena sekarang aku tidak takut kalau perasaanku tidak dibalas dengan sempurna,” jawab Leonard. “Aku tidak takut kalau cintaku tidak cukup indah, tidak cukup heroik.”Aluna mengangkat wajahnya. “Karena cinta tidak perlu jadi pahlawan.”“Iya,” Leonard mengangguk. “Cinta cukup jadi rumah.”Kalimat itu membuat Aluna terdiam. Dadanya terasa hangat, matanya kembali berkaca-kaca.“Kalau suatu hari nanti kita jatuh lagi, kalau kamu kembali merasa tidak cukup…”Leonard menyela lembut, “Aku akan mengatakannya,aku tidak akan menyimpannya sendiri lagi.”“Dan ak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status