Share

Bab 182

Penulis: Nayla
Scarlett terdiam sejenak. Tak lama kemudian, dia mengangguk pelan.

Sejak dia menikah dengan Devan, Trisha selalu memperlakukannya seperti anak sendiri. Scarlett tahu, Trisha tidak akan memintanya melakukan sesuatu yang berlebihan.

Kalaupun malam ini Trisha benar-benar mengajukan permintaan yang berat, dia tetap akan menyanggupi. Anggap saja sebagai balasan atas semua perhatian dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini.

Setelah mengobrol sebentar, Trisha dipapah ke kamar untuk bersiap-siap
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Amy Fatmy
sdah mulai bosan bacanya, trllu lama pnysln si devan huuuft
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 555

    Entah apa yang dikatakan orang di seberang sana, Scarlett sempat tertegun. Senyum di wajahnya perlahan menghilang."Ada apa?" Setelah menutup telepon, Edric menyadari ada yang tidak beres dengan ekspresinya.Scarlett menatapnya dengan tatapan kosong. "Nenek Trisha sudah meninggal."....Scarlett memesan penerbangan paling awal ke Kota Nordigo. Setelah mengetahui kursi kelas ekonomi sudah penuh, dia langsung membayar lebih untuk membeli tiket kelas satu.Setelah naik pesawat, dia kembali bertemu dengan Devan. Mata Devan tampak sedikit memerah, seolah sedang berusaha menahan kesedihan. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Seluruh tubuhnya memancarkan aura dingin yang membuat orang enggan mendekat.Scarlett melihat tempat duduknya. Ternyata kursinya tepat di sebelah Devan. Sebelumnya dia tidak tahu, jadi jelas ini hanya kebetulan.Dua kursi di kelas satu itu memang tidak berjauhan, sehingga Scarlett bisa melihat Devan dari sudut matanya.Devan terus menatap ke luar jendela, seola

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 554

    Scarlett merasa agak terkejut dan bertanya dengan bingung, "Kamu nemu di mana?"Namun begitu pertanyaan itu terlontar, dia menyadari bahwa cincin ini memiliki sedikit perbedaan dengan cincin sebelumnya. Dibandingkan cincin yang lama, berlian pada cincin ini tampak memiliki semburat merah muda.Namun jika tidak diperhatikan dengan saksama, perbedaannya nyaris tidak terlihat.Sudut bibir Edric sedikit terangkat. Dia mengecup jari Scarlett. "Nggak ketemu. Aku minta orang buatin lagi berdasarkan desain yang dulu.""Tapi berlian seperti ini cukup sulit ditemukan, jadi butuh waktu dan usaha."Scarlett tertegun sejenak. Perasaannya menjadi campur aduk.Dalam hati, dia merasa sedikit bersalah."Maaf," ucapnya pelan. "Kali ini aku pasti akan menjaganya dengan baik."Cincin yang dulu dibuat sendiri oleh Edric membutuhkan banyak usaha. Tanpa perlu dipikirkan pun, Scarlett tahu berapa banyak usaha dan perhatian yang telah dicurahkan Edric untuk membuatnya, tetapi cincin itu malah hilang di tangann

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 553

    Setelah kembali ke kamar, Devan tanpa ragu menelepon resepsionis dan langsung melontarkan serangkaian teguran. Setelah pihak resepsionis berkali-kali meminta maaf dan memberikan jaminan, dia baru merebahkan diri di tempat tidur dengan lelah.Devan berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong yang mengarah ke langit-langit.Dalam benaknya terus terbayang adegan Scarlett bersama Edric.Senyum Scarlett yang lembut dan bahagia, juga tatapan mesra mereka saat Scarlett menggandeng lengan Edric dengan lembut.Tiba-tiba Devan merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun mental.Rasanya bahkan lebih melelahkan daripada ketika dia harus menangani urusan perusahaan tanpa beristirahat selama tiga hari berturut-turut.Dia pernah berurusan dengan Mavin maupun Edric. Mavin memang rasional, tetapi cenderung mundur jika menyangkut masalah perasaan. Seandainya kekasih Scarlett sekarang adalah Mavin, mungkin akan lebih mudah baginya untuk menghadapinya.Namun, orang itu adalah Edric.Jauh lebih sulit

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 552

    Tadi, Devan hanya memikirkan masalah Scarlett dan Edric sampai tidak menyadari ada orang lain di dalam ruangan."Siapa?"Dia langsung duduk dan menatap dengan waspada ke arah suara itu.Seorang pria datang dari arah lain ruang tamu, lalu berjalan perlahan menuju sofa dan duduk di hadapan Devan.Pria itu mengulurkan sebuah kartu nama. "Sebagian besar wanita memang mengagumi pria yang hebat. Kalau Pak Devan ingin rujuk dengan mantan istri, mengeluh tanpa berbuat apa-apa tentu nggak ada gunanya."Devan sedikit menyipitkan mata. Kewaspadaannya bertambah."Kamu mengikutiku?"Devan tidak mengenal pria di hadapannya, tetapi jelas pria itu mengetahui banyak hal tentang dirinya.Namun, sebelum mengetahui maksud kedatangannya, Devan tidak berniat mengambil tindakan.Pria itu tidak menjawab. Dia hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya, lalu kembali menyodorkan kartu nama itu ke hadapan Devan.Devan menerimanya dan menunduk melihatnya."Richard. Perusahaan yang sebelumnya menjadi klien UME?"Sebel

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 551

    Namun, Scarlett juga tidak menyingkirkan jas itu. Sebaliknya, dia merapatkan jas itu ke tubuhnya dan melanjutkan obrolannya dengan Edric.Jas pria yang sedikit kebesaran itu dikenakannya, memberikan kesan yang berbeda.Tidak jauh dari sana, Fadil duduk di sofa, menatap Devan di hadapannya dengan gugup.Sejak melihat Scarlett tadi, raut wajah bosnya memang sudah terlihat tidak baik. Sekarang, setelah melihat Scarlett mengenakan jas milik Edric, sendok di tangan Devan hampir saja diremas sampai bengkok."Pak Devan, gimana kalau kita pindah restoran saja ...?" usul Fadil dengan hati-hati. Dia hanya memilih restoran ini berdasarkan rekomendasi tempat wisata di internet. Dia sama sekali tidak menyangka dunia bisa sesempit ini. Cuma makan saja sudah bertemu Scarlett.Kalau hanya Scarlett seorang, mungkin masih tidak masalah. Masalahnya, Edric juga ada di sana dan keduanya tampak sangat dekat.Devan tidak menjawab. Dia hanya mengalihkan pandangan dengan ekspresi rumit, entah apa yang sedang d

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 550

    Saat Scarlett bangun, hari sudah sore. Langit tampak agak mendung, hanya ada sedikit cahaya kekuningan dari luar jendela yang masuk ke dalam kamar. Di kamar tidur hanya ada dia seorang diri.Scarlett melihat jam. Begitu sadar hari ternyata sudah malam, dia nyaris melompat dari tempat tidur.Dia pergi ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri. Setelah selesai, dia keluar dari kamar dan baru melihat Edric sedang berbaring telentang di sofa ruang tamu dengan mata terpejam. Entah dia tertidur atau tidak.Scarlett mengambil selimut tipis, lalu berjalan menghampirinya dengan pelan dan menyelimutinya.Baru saja hendak berdiri, Edric tiba-tiba mengangkat tangan dan meraih pergelangan tangannya, lalu menariknya sedikit.Scarlett sama sekali tidak menduganya. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Edric. Dia tersentak kaget dan hendak bangkit, tetapi Edric sudah lebih dulu merangkul pinggangnya dan memeluknya erat."Lapar, tapi belum bisa makan. Biar aku peluk sebentar," ujar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status