Share

Bab 9

Author: Xaviera
Jesica dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Saat keluar rumah sakit, dia menerima telepon dari kedutaan yang mengabarkan izin tinggal permanen di Negara Jumania sudah disetujui. Itu satu-satunya kabar baik yang didengarnya belakangan ini.

Saat Jesica berdiri di depan kedutaan, sinar matahari begitu menyilaukan hingga membuat air matanya hendak mengalir. Begitu mengangkat tangan untuk menghalanginya, cincin pernikahan di jari manisnya sudah lama dilepas dan hanya menyisakan bekas samar-samar. Dia berpikir, sudah waktunya untuk semua ini berakhir.

Setelah mengambil izin tinggal permanen, Jesica langsung pergi ke kantor pengacara. Dia menyusun surat perjanjian cerai dan menandatanganinya, lalu menelepon Dahlia. "Keluar, kita ketemuan."

Di sebuah kafe, Dahlia menatap Jesica dengan waspada. "Kamu sebenarnya mau apa? Kuperingatkan kamu. Kalau kakakku pulang dan tahu kamu menindasku ...."

Jesica tidak bicara, malahan langsung mengeluarkan cincin pernikahan dari tasnya dan mendorongnya ke hadapan Dahlia. "Coba pakai."

Dahlia menatap Jesica dengan curiga sejenak, tetapi dia tetap mengulurkan tangannya dan memakai cincin itu ke jari manisnya. Ukurannya ternyata memang pas dengan sempurna. Dia tertegun sejenak. "Kamu ...."

Jesica tersenyum. "Bukannya kamu selalu ingin tahu kenapa kakakmu tiba-tiba menghindarimu?"

Jemari Dahlia menjadi agak gemetar.

Jesica menatap mata Dahlia, lalu menegaskan, "Baiklah, aku kasih tahu kamu yang sebenarnya. Dia menghindarimu bukan karena dia sudah menikah denganku dan juga bukan karena kamu membuatnya marah, melainkan karena dia menyukaimu. Di ruang meditasinya, ada boneka realistis yang wajahnya sama sepertimu. Dia selalu melampiaskan hasratnya pada boneka itu setiap harinya."

"Di malam waktu kamu tinggal di rumah kami, kamu tidur di sofa dan dia diam-diam menciummu selama tiga menit. Cincin ini juga dibuat sesuai ukuran jarimu. Sejak awal sampai sekarang, orang yang ingin dinikahinya selalu kamu."

Mendengar beberapa kalimat singkat itu, ekspresi Dahlia langsung berubah. Terkejut, bingung, malu, dan bahagia, berbagai emosi bergejolak di tatapannya.

Saat menatap Dahlia, Jesica tiba-tiba merasa semuanya terasa begitu lucu. Feri takut mengungkapkan perasaannya karena takut akan kehilangan Dahlia, sehingga memaksa diri untuk menekan hasrat dengan berdoa. Namun, Feri tidak tahu Dahlia juga menyukainya.

Jesica berdiri, lalu mengeluarkan surat perjanjian cerai yang sudah ditandatanganinya dari dalam tas dan mendorongnya ke depan Dahlia. "Kalau dia sudah kembali, kasih ini ke dia. Bilang ke dia, aku doakan kalian hidup bahagia sampai tua."

Begitu Jesica berbalik dan hendak pergi, Dahlia akhirnya tersadar kembali dan memanggil, "Jesica, kamu mau ke mana?"

Jesica tidak menoleh. "Sudah cerai, tentu saja aku harus pergi menjalani hidupku sendiri. Mulai sekarang, urusan kalian berdua nggak ada hubungannya lagi denganku. Oh ya. Dahlia, kalau kamu berani menyentuhku lagi lain kali, aku pasti akan membalasnya seratus kali lipat."

....

Bandara.

Jesica sedang menyeret koper. Sebelum naik ke pesawat, ponselnya tiba-tiba bergetar. Saat menundukkan kepala dan melihat, ternyata itu adalah pesan dari Feri berupa sebuah foto dengan keterangan.

[ Sudah sampai, ini hadiah untukmu. ]

Saat membuka foto itu, Jesica melihat hadiah itu hanya sebuah gelang biasa dan bahkan tanpa kotak. Dia tersenyum karena dia tahu itu hanya barang gratis. Kali ini, Feri pergi ke luar negeri untuk mendapatkan kalung milik Putri Diana untuk Dahlia, sedangkan miliknya hanya tambahan. Namun, dia tidak sedih karena dia sudah tidak mencintai Feri lagi, sehingga Feri tidak bisa menyakitinya lagi.

Jesica memegang tiketnya, lalu segera melangkah menuju gerbang keberangkatan. Saat mendongak, dia kebetulan melihat Feri yang mengenakan mantel hitam berjalan keluar dari gerbang kedatangan di jalur VIP yang jauh dengan ekspresi dingin. Dia tidak memanggil Feri, hanya melihatnya berjalan menjauh dengan diam.

"Feri, selamat atas perceraian kita. Semoga kamu bebas dan semoga aku juga terbebas."

Pada detik berikutnya, Jesica tanpa ragu memblokir semua kontaknya. Setelah itu, dia berbalik dan berjalan menjauh ke arah yang berlawanan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 24

    Suasana di taman itu tiba-tiba menjadi hening.Feri berdiri di batas persilangan antara cahaya dan bayangan dengan jas kusut yang ternoda kopi dari pesawat dan rambut yang biasanya rapi pun kini jatuh berantakan di keningnya."Pak Feri mau merebut pengantin?" kata Michael sambil menyipitkan mata.Feri tidak memedulikan Michael, melainkan langsung berjalan ke depan Jesica dan berlutut. Dia berkata dengan suara yang serak, "Aku tahu aku pantas mati, tapi tolong lihat aku sekali lagi ...."Para tamu langsung gempar. Pemimpin Keluarga Sardi di Jardonia yang merupakan pria dingin dan anggun itu kini malah berlutut di hadapan semua orang.Jesica mundur setengah langkah. "Feri, jangan begitu.""Aku sudah menulis 300 surat cinta. Mulai dari saat kita baru bertemu, menikah, sampai ...."Tenggorokan Feri bergerak, lalu melanjutkan, "Sampai hari-hari saat aku mencintaimu, tapi nggak berani mengakuinya."Tangan Feri gemetar saat membuka kotak itu, sehingga lembaran surat yang putih itu beterbangan

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 23

    Dahlia terpaku di tempat. "Apa?""Karena kamu sudah menikah dengannya, jalani saja dengan baik."Nada bicara Feri terdengar tenang saat mengatakan itu, lalu menatap pria tua di depannya. "Nggak boleh sakiti dia. Kalau nggak, kamu tahu akibatnya."Pria tua itu terus menganggukkan kepala, lalu melangkah maju dan meraih pergelangan tangan Dahlia. "Sayang, ayo pulang. Aku akan perlakukan kamu dengan baik."Dia berpikir meskipun tidak memukul Jesica, dia juga masih memiliki banyak cara untuk menyiksa Jesica. Apalagi penampilannya jelek dan tua, sedangkan Jesica cantik seperti bunga.Jesica berusaha memberontak seperti orang gila. "Feri, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini? Kamu pernah bilang akan selalu melindungiku! Kamu bilang aku orang terpenting bagimu! Kak ... aku salah .... Kak ...."Tangisan histeris Jesica terdengar makin menjauh, tetapi Feri tidak menoleh dan masuk ke ruang kerja.Di ruang meditasi, Feri yang turun tangan sendiri membakar semua barang yang berhubungan dengan Da

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 22

    Di kafe, Michael mengaduk kopinya dengan tenang. Namun, kalimat pertama Feri membuat gerakannya terhenti."Kembalikan dia padaku, aku bisa menukar dengan apa pun," kata Feri.Michael mengernyitkan alis. "Apa pun?"Feri berkata dengan suara serak, "Ya. Saham Grup Sardi, tanah di Jardonia, asetku di luar negeri. Bahkan ...."Dia menutup mata sejenak, lalu melanjutkan, "Aku bisa membawa kembali Lili, biar dia sendiri yang meminta maaf pada Jes."Michael tiba-tiba tersenyum, lalu meletakkan cangkir kopi dan mata birunya menyiratkan sindiran. "Feri, sampai sekarang pun kamu masih belum paham ya? Jesica bukan barang dagangan. Dia itu seorang manusia yang punya darah, jiwa, dan bisa merasakan sakit serta menangis. Kamu pernah memiliki seluruh hatinya, tapi kamu yang hancurkan semuanya dengan tanganmu sendiri."Setelah mengatakan itu, Michael berdiri dan menatap Feri dari atas. "Sekarang giliranku yang mencintainya. Sedangkan kamu ...."Michael tersenyum dengan pelan. "Hanya bisa menjalani sis

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 21

    Tangisan di ujung telepon tiba-tiba berhenti, lalu Dahlia berkata dengan suara bergetar dan sangat tajam, "Kak ... apa maksudmu?"Feri memejamkan mata, lalu berkata dengan suara rendah dan lelah, "Dulu aku yang terlalu memanjakanmu. Karena sudah menikah, kamu jalani saja hidupmu dengan baik. Kalau benar-benar nggak tahan lagi ...."Dia terhenti sejenak, "Bilang sama Ayah Ibu. Sekarang aku nggak punya waktu untuk mengurus hal ini. Selain itu ...."Feri tersenyum pahit, lalu melanjutkan, "Kalau aku ikut campur, takutnya Jes lebih nggak akan memaafkanku."Napas Dahlia menjadi terengah-engah, lalu teriakan histeris pun pecah, "Kamu benar-benar sudah jatuh cinta pada Jesica?"Feri terdiam sejenak, lalu akhirnya berkata dengan pelan, "Ya."Kata itu seperti pisau yang memutuskan sisa akal sehat Dahlia. Dia berteriak dengan suara yang hampir menembus gendang telinga, "Nggak mungkin! Jelas-jelas yang kamu cintai itu aku, mana mungkin bisa menyukai dia! Kamu bohong! Kamu pasti menipuku!"Dengan

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 20

    Saat bau cairan disinfektan menusuk hidungnya hingga terasa sakit, Feri membuka mata dan melihat langit-langit berwarna putih. Dia mencoba menggerakkan jarinya, tetapi seluruh tulangnya terasa sakit."Sudah bangun?"Lukman yang duduk di tepi ranjang sedang mengupas apel dengan tenang dan cahaya dingin dari pisau memantul di matanya. "Beruntung sekali. Sudah sampai segininya saja masih belum mati."Tenggorokan Feri terasa kering. "Mana Jes?"Lukman tersenyum sinis. "Di ruang sebelah, merawat Michael. Aku sengaja bakar rumah dan memberi kalian obat, membuat kalian lemas dan nggak bisa lari. Tapi, orang pertama yang diselamatkan Jes adalah Michael."Setelah berkata demikian, kulit apel yang sedang dikupas Lukman langsung lepas dan jatuh ke tempat sampah. "Kamu nggak lihat ekspresinya yang cemas itu. Dia sudah menjaga semalaman, mata pun sudah bengkak karena menangis."Setiap kata Lukman seperti pisau tumpul yang perlahan-lahan menyayat hati Feri. Dia teringat dengan tatapan dingin Jesica

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 19

    Saat terdengar ketukan pintu, Feri sedang berdiri di depan jendela dan rokok di antara jarinya sudah hampir habis. Saat dia membuka pintu, Lukman bersandar di kusen dan memegang segelas wiski berwarna amber."Kamu mukul Michael?" tanya Lukman sambil mengernyitkan alis dan menyerahkan gelas itu.Feri tidak suka minum alkohol dan biasanya hanya minum teh, tetapi kini dia butuh sesuatu untuk membius perasaan yang bergolak di dadanya. Dia menerima gelas itu dan menenggak habis. Sensasi panas dari minuman keras langsung membakar tenggorokannya, sama seperti sensasi sesak napas saat melihat Jesica dan Michael berpelukan dengan mesra."Dia dan Jes sedang di ranjang, aku nggak tahan melihat itu," kata Feri dengan suara yang sangat serak."Jes?"Lukman tiba-tiba tertawa, tetapi tatapannya sangat dingin. "Sungguh luar biasa. Sudah enam tahun, aku baru kali ini dengar kamu panggil adikku seperti itu."Karena efek alkohol sudah mulai terasa, Feri bersandar pada kusen dan semua emosi yang tertahan

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 5

    Cahaya bulan menyinari lantai di ruang tamu.Melalui celah pintu yang setengah terbuka, Jesica yang berdiri di balik pintu melihat Feri menundukkan kepala dan mencium Dahlia. Napas Feri kacau dan jemari Feri yang panjang mencengkeram pinggang Jesica, seolah-olah ingin meluapkan seluruh perasaan yang

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 4

    Beberapa hari berikutnya, Feri benar-benar tinggal di rumah sakit untuk menjaga Jesica. Setiap hari, Feri datang tepat waktu dengan membawakan bubur, mengganti perbannya, dan diam-diam menggenggam tangannya saat dia terbangun di tengah malam karena sakit.Jika saat ini Jesica masih seperti dirinya y

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 3

    Jesica terbangun karena rasa sakit. Bau cairan disinfektan langsung menusuk hidungnya dan cahaya lampu putih di atas kepala membuat matanya terasa perih. Dia refleks ingin mengangkat tangan untuk menutupi matanya dari cahaya lampu, tetapi jarum infus di punggung tangannya malah tertarik dan membuatn

  • Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan   Bab 2

    Jesica tidak mengucapkan kalimat terakhir itu, melainkan langsung berbalik dan mengemudi menuju kedutaan. Proses pengajuan izin tinggal permanen di Negara Jumania tidak rumit, terutama bagi seseorang dengan latar belakang keluarga sepertinya.Beberapa tahun yang lalu, bisnis Keluarga Amsari sudah di

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status