Compartir

Bab 13. Kuda

last update Fecha de publicación: 2026-03-14 23:22:12
Karala tersenyum ketika sudah berhadapan dengan Damian yang juga sedang menatapnya. Mengamati outfit lelaki itu, Karala cukup terkesan karena Damian nampak di luar biasa di hari yang masih terbilang pagi ini.

"Selamat pagi, Pak Damian." Sapa Karala dengan ramah. Senyumnya begitu manis.

"Selamat pagi, Bu Karala." Damian balas tersenyum simpul. Setelah tidak berhubungan selama beberapa hari, siapa yang menyangka kalau dia akan melihat keberadaan Karala disini.

"Saat melihat anda dari jauh, s
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 24. Berangkat

    Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore ketika langit Jakarta sudah mulai menggelap. Hiruk pikuk jalanan ibu kota yang selalu sibuk tampak semakin padat karena dipenuhi oleh banyaknya kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang. Di lantai tiga puluh Gedung Zahid Group, Jeremy Zahid terlihat sedang duduk di kursi kebesarannya. Dengan jas hitam yang tergantung rapi di sisi ruangan, lelaki itu baru saja selesai menandatangani beberapa dokumen terakhir sebelum keberangkatannya tengah malam ini ke Perancis. "Pastikan tidak seorang pun mengganggu saya selama liburan. Bahkan dari Andira dan keluarga saya, Han." Ujar Jeremy sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Menghela nafas dengan perlahan, perutnya mulai terasa lapar setelah bekerja seharian. Johan yang sedang berdiri di depan meja Jeremy langsung mengangguk. Menjadi asisten lelaki itu selama bertahun-tahun tentu saja membuatnya tahu persis hubungan yang seperti apa antara sang bos dan pewaris Naratama itu. "Baik, Pak." "Pastikan juga

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 23. Pesta

    Lampu kristal berukuran besar menggantung megah di langit-langit ballroom hotel bintang lima, Smith Hotel yang malam itu telah dipenuhi oleh para sosialita, publik figur hingga pengusaha-pengusaha ternama. Alunan musik jazz mengalun pelan bercampur dentingan gelas champagne dan suara percakapan para tamu undangan yang saling bersahutan.Di tengah ruangan utama, deretan etalase kaca panjang memamerkan koleksi perhiasan terbaru dari brand luxury internasional yang bernama Bvndari. Perusahaan terkenal itu baru saja melakukan private launching di Jakarta. Berlian, emerald hingga sapphire dengan potongan eksklusif dipajang di atas bantalan hitam mewah dan dijaga ketat oleh beberapa petugas keamanan bersarung tangan putih.Acara tersebut bukan hanya sekadar peluncuran koleksi perhiasan. Namun juga menjadi tempat berkumpulnya para kalangan elite untuk memperlihatkan koneksi, status sosial dan kehidupan sempurna mereka.Termasuk Andira Zahid yang juga hadir bersama teman-teman sosialitanya. M

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 22. lift

    Karala melangkah masuk ke dalam ruangan CEO sekaligus Presiden Naratama Group yang berada di lantai 27. Hartanto Naratama terlihat sedang menandatangani beberapa dokumen di atas meja kerjanya. Setelah beberapa detik, barulah lelaki paruh baya itu mengangkat kepala untuk menatap putrinya. "Papa mendengar dari asistenmu kalau lusa kamu akan berangkat ke luar negeri?" Tanya Hartanto dengan kening berkerut. Dipandangi Karala dengan serius. Wajah sang putri benar-benar mirip dengan sang mantan istri. "Iya. Saya harus menghadiri pesta pernikahan salah satu teman baik di Australia, Pak." Jawab Karala dengan tenang. Sudah barang tentu kalau dia sedang berdusta saat ini. Hartanto mendengkus tidak suka. Penjelasan Karala rasanya tidak memuaskannya. "Apakah kehadiranmu sangat penting sampai kamu harus meninggalkan pekerjaan di perusahaan, Kara? Timeline proyekmu tidak kecil apa lagi di hari menjelang pertunangan." Karala tersenyum. Sudah dia duga kalau hal ini akan mengganggu ayahnya. Lel

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 21. Poin

    Sekitar 10 menit kemudian, Andira Zahid dipersilahkan Lina untuk segera masuk ke dalam ruangan sang bos. Seperti yang dibayangkan, wajah sang model langsung berubah terkejut karena mendapati sosok Jeremy yang sedang duduk sambil memegang beberapa kertas laporan dengan kaki yang bersilang. "Silahkan duduk, Bu Andira. Maaf membuat anda menunggu." Karala menyambut sang tamu dengan ramah. Senyum di bibir perempuan itu tak luntur saat memberikan isyarat kepada Lina. "Kebetulan sekali, kedatangan anda bersamaan dengan meeting kami berdua." Andira memperhatikan tangan Karala yang mengambang di depannya lalu perempuan itu segera meraihnya agar mereka bisa saling berjabat tangan. "Terima kasih." Jeremy tersenyum lalu menepuk kursi di sebelahnya sebagai isyarat. Tak menunggu lama, Andira segera duduk di samping suaminya. "Apa kamu bosan menunggu tadi?" Tanya Jeremy setengah berbisik. Sudah jelas tujuannya agar Andira tidak curiga. Andira menghela nafas. Tak pernah terbesit sekalipun

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    20. Tamu

    Pesta ulang tahun telah berakhir, kini Damian dan Karala sedang dalam perjalanan pulang. Kali ini tujuan mereka bukan rumah utama Naratama melainkan sebuah apartemen mewah yang berada di pusat kota. Apartemen itu merupakan salah satu tempat tinggal Karala selama ini. "Saya minta maaf kalau beberapa sepupu saya menggoda Bu Karala malam ini." Damian melirik Karala yang duduk di sebelahnya. Wajah lelaki itu nampak menyesal mengingat apa yang terjadi saat dia memperkenalkan calon tunangannya itu pada beberapa kerabat yang juga hadir di pesta. Karala tersenyum. Ternyata ciuman mereka pada game sebelumnya, diam-diam telah menarik perhatian beberapa sepupu Damian yang hadir. Mereka begitu heboh menggoda sulung Zahid dan dirinya. "Saya malah senang mereka menyukai saya, Pak. I'm a good kisser, right?" Damian berdehem pelan lalu menjilat bibirnya pelan. Rasa manis bibir Karala ternyata masih terasa di sana. Sungguh, perempuan itu benar-benar di luar ekspektasinya malam ini. "Yeah.... meng

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 19. Truth or Dare

    "Dare." Karala menaikkan alisnya mendengar jawaban Jeremy. Melihat kepribadian sang kekasih, sudah dia duga kalau lelaki itu akan memilih Dare. Jeremy Zahid jelas lebih menyukai melakukan sesuatu dari pada berkata jujur pada mereka. "Kalau begitu aku yang akan mengajukan permintaan." Andira memperhatikan Damian dan Karala secara bergantian. Tentu saja perihal Jeremy harus tentang dirinya. "Sekarang mas Jeremy telepon seseorang yang berada di panggilan terakhir ponselmu lalu cobalah berikan rayuan padanya?" Jeremy menaikan alisnya lalu merogoh ponsel yang ada di saku celana. Melakukan apa yang Andira perintahkan, lelaki itu kemudian menekan panggilan telepon pada kontak terakhir yang berada di log panggilan. Andira tersenyum lalu mengangkat ponselnya yang berdering pada semua orang. Nama kontak 'my husband' muncul pada layar dengan icon love berwarna merah. Semua seperti yang dia harapkan. "Halo ...." Ujar Andira setelah menggeser icon hijau ke kanan. Perempuan itu sengaja me

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status