Home / Romansa / Cinta Tulus Istri Pengganti / Bab 20.Berkas Panduan. 

Share

Bab 20.Berkas Panduan. 

Author: Ucing Ucay
last update publish date: 2026-06-05 18:18:45

​Halaman ketiga dari berkas panduan itu menampilkan foto seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun yang mengenakan seragam sekolah internasional elite. Anak itu memiliki struktur wajah yang sangat mirip dengan Arham, namun sepasang matanya memancarkan binar pemberontakan, kenakalan, dan ketidaksukaan yang teramat ketara. Namanya adalah Sean, anak tiri dari pernikahan pertama Arham sebelum istrinya meninggal dunia beberapa tahun silam.

​Catatan mengenai Sean dipenuhi oleh umpatan-umpa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 236. Nenek yang Masih Koma. 

    ​Tangannya yang pucat dan menggigil kencang terulur meraih telapak tangan Nenek Ajeng yang keriput dan terasa amat dingin. Zara membawa tangan tua itu ke pipinya yang basah, menyatukan rasa dingin dari air hujan dan kehangatan tipis dari kulit sang nenek.​"Nenek ...," bisik Zara dengan tangis yang kembali pecah tanpa suara, air matanya menetes hangat menimpa buku-buku jari Nenek Ajeng. "Zara sudah pulang, Nek ... Zara sudah kembali jadi Zara yang dulu ...."​Nenek Ajeng tidak memberikan respons apa pun. Kelopak mata tua itu tetap terpejam rapat, napasnya naik turun secara teratur dibantu oleh dorongan alat bantu pernapasan yang berbunyi teratur.​Support medis bernilai puluhan juta rupiah yang terpasang di tubuh neneknya adalah alasan utama mengapa Zara harus menerima hinaan dan diusir bagaikan sampah malam ini. Jika ia bertahan semenit saja di rumah Arham, Gina tidak akan segan-segan mencabut seluruh jaminan medis atas nama administrasi rumah sakit tersebut, membiarkan wanita tua in

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 235: Kehampaan Kamar Utama

    ​Hujan lebat yang mengguyur ibu kota sepanjang malam menyiakan sisa-sisa titik air di kaca jendela tinggi kamar utama. Tetesan darah segar dari buku-buku jari tangan kanan Arham mulai mengering, meninggalkan bercak merah pekat yang membeku kasar di atas lantai marmar putih. Pria tegap itu masih berdiri kaku membelakangi ranjang besar, menatap tajam ke arah kebun mawar merah di pelataran bawah melalui bukaan tirai tipis.​Hawa dingin malam menerobos masuk lewat celah ventilasi, namun tak sedikit pun sanggup mendinginkan dada Arham yang masih bergemuruh hebat. Taman mawar merah di bawah sana adalah tempat favorit Zara setiap kali pagi menjelang. Di antara kelopak-kelopak bunga yang mekar itu, wanita itu biasa menuntun Sean yang berusia tujuh tahun untuk menyiram tanaman sebelum berangkat ke sekolah dasar.​Kini, taman itu tampak begitu gelap dan mati di bawah siraman air hujan yang deras. Tidak ada lagi gelak tawa renyah seorang wanita yang menyambut pagi dengan kehangatan tulus, tidak

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 234. Tidak Berdaya. 

    ​Arham menatap ke arah tangga lantai dua, lalu berpaling menatap jalanan luar yang diguyur hujan lebat. Tali hukum dan tanggung jawab sebagai seorang ayah serta pemimpin keluarga mendadak mengikat lehernya sangat erat, memotong seluruh kebebasannya untuk mengejar wanita yang sangat dicintainya.​"Arham ... tolong ...," bisik Lusi dengan tangis memilu dari atas kursi roda.​Arham memejamkan matanya erat-erat, menarik napas panjang yang terasa begitu sesak dan membakar paru-parunya. Pria itu perlahan melepaskan cengkeramannya dari kunci mobil di atas meja konsol. Setiap sentimeter gerakannya terasa begitu berat, memancarkan rasa frustrasi dan kekalahan yang teramat menyiksa jiwa.​"Amankan seluruh berkas rumah tangga," panggil Arham dengan suara dingin dan datar tanpa emosi sedikit pun kepada Farhan. "Jangan biarkan media mencium berita ini seujung kuku pun."​"Baik, Tuan Arham. Keputusan yang sangat tepat," jawab Farhan lega seraya mengangguk cepat.​Gina menyunggingkan senyum kemenang

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 234: Frustrasi Sang Alpha

    ​Jeritan Sean yang melengking tinggi perlahan memudar, tertutup oleh deru angin dan curahan hujan lebat yang membentur kaca pintu depan tanpa henti. Bocah kecil itu akhirnya lemas di dalam pelukan tegap Arham. Suara tangisnya berubah menjadi isakan kecil yang tersendat-sendat, sementara dadanya yang mungil kempas-kempis menahan rasa lelah yang amat sangat usai berontak gila-gilaan.​Arham mengangkat tubuh Sean yang tak berdaya itu ke dalam dekapannya. Pria itu mengelus punggung putranya dengan telapak tangan yang gemetaran, mencoba memberikan sedikit ketenangan walau seluruh jiwanya sendiri saat ini hancur berantakan. Sepasang matanya yang memerah menatap lurus ke arah pintu gerbang luar yang kini hanya menyisakan kegelapan malam dan tirai hujan tebal.​"Bawa Sean ke kamarnya, Bi," perintah Arham dengan suara bariton yang teramat serak dan berat kepada pengasuh tua yang berdiri gemetaran di dekat tangga.​Wanita paruh baya itu mengangguk cepat seraya meraih tubuh Sean dari dekapan Arh

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 232. Tangis Ditengah Hujan. 

    ​"Anak tidak tahu diri!" desis Gina asli seraya memajukan tangannya berniat menyambar lengan Sean untuk menariknya secara paksa. "Sudah dibelikan mainan mahal tapi malah membela penipu!"​"Jangan sentuh anakku!" bentak Arham mendadak dengan suara bariton yang begitu menggelegar, melangkah cepat dan menyapu lengan Gina asli hingga terhentak mundur.​Arham berdiri tegap di samping Zara dan Sean, auranya yang begitu menakutkan mengunci pergerakan Gina asli hingga wanita itu tak berani melangkah lebih dekat. Pria itu menundukkan kepalanya, menatap anak tunggalnya yang masih terisak histeris di atas lantai.​"Papa ...," tangis Sean mendongak menatap Arham dengan sepasang mata dipenuhi lelehan air mata. "Tolong tahan Mama, Pa ... Jangan biarkan Mama pergi dari rumah kita ... Sean sayang sama Mama ...."​Arham mengepalkan jemari tangannya sangat rapat sampai buku-buku jarinya memutih total. Matanya yang memerah menatap Zara yang bersimpuh pasrah. Tenggorokannya terasa begitu tebal dan kering

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 231: Tangisan Sean yang Memecah Malam

    ​Gagang pintu kayu mahoni berukir tebal itu terasa dingin saat telapak tangan Zara menyentuhnya. Rasa dingin itu menjalar cepat ke seluruh pembuluh darahnya, seolah menegaskan bahwa masa-masa hangat yang sempat singgah di hidupnya telah benar-benar usai. Dari luar pintu, gemuruh petir berkali-kali menyambar kebun depan, disusul deru hujan lebat yang menghantam kaca-kaca jendela besar dengan suara gemertak yang menakutkan.​Zara memutar gagang pintu perlahan, membiarkan celah udara dingin dari luar berhembus masuk menerpa wajahnya yang basah oleh air mata. Setiap sel di dalam tubuhnya menjerit menyuruhnya bertahan, tetapi bayangan wajah Nenek Ajeng yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan selang oksigen melekat di hidung memaksa kakinya untuk tetap melangkah keluar.​"Mama ...!"​Sebuah teriakan melengking dari arah lorong kamar atas mendadak memotong deru angin malam. Suara langkah kaki mungil yang berlari kencang tanpa alas kaki terdengar berhamburan menunruni anak tan

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 17. Make Over Zara Menjadi Gina. 

    ​Jojo menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran jantungnya akibat keterkejutan yang teramat sangat. Sebagai seorang penata rambut profesional yang sudah bertahun-tahun melayani lingkaran sosialita kelas atas, ia tahu betul bahwa pertanyaan lebih lanjut hanya akan merusak bisnisnya. Uang

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 7. Siasat di Balik Kemewahan

    ​"Aku tidak ketakutan, Anton! Aku hanya sedang berpikir logis!" bentak Gina sembari menegakkan tubuhnya, menepis tangan Anton dari bahunya dengan kasar. Ia berdiri dari sofa, berjalan mondar-mandir di atas karpet bulu impor dengan langkah kaki yang menghentak-hentak gelisah. "Aku mencintaimu, kamu t

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 6. Jawaban Sang Nenek 

    ​"Dengarkan Nenek baik-baik, Zara Alfathunisa," ucap Nenek Ajeng dengan nada suara yang ditekan serendah dan setegas mungkin, tangannya yang gemetar bergerak meraih jemari Zara di atas meja. "Menurut mendiang ibumu sebelum dia meninggal dunia, dan menurut ingatan Nenek sendiri yang merawat ibumu saa

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 5. Pertanyaan yang Menggejutkan Sang Nenek. 

    ​"Ini upah ku menyanyi malam ini, Nek. Besok pagi-pagi sekali, aku akan pergi ke apotek depan gang untuk menebus seluruh resep obat nenek yang sempat tertunda kemarin. Sisanya bisa kita gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan," ucap Zara dengan binar mata penuh kepuas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status