Beranda / Romansa / Cinta Tulus Istri Pengganti / Bab 49. Batasan yang Hampir Runtuh.

Share

Bab 49. Batasan yang Hampir Runtuh.

Penulis: Ucing Ucay
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 08:38:44

​Sentuhan bibir Arham bergerak makin menuntut, membelenggu seluruh kesadaran Zara di dalam ruang kabin yang sempit dan remang. Pria matang itu tahu benar bagaimana cara mendominasi setiap jengkal pertahanan wanita melalui ritme ciuman yang sarat pengalaman hidup selama empat dekade. Zara merasakan seluruh sendi lututnya lemas, sementara debaran aneh di dalam dadanya mulai mengambil alih akal sehat yang sejak pagi ia pertahankan demi menjaga penyamaran. Setiap embusan napas Arham yang beraroma w
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 200. Bertemu Gina yang Asli. 

    ​Begitu melintasi pintu gerbang besi yang menjulang tinggi, air mata Zara menetas deras tanpa bisa ditahan lagi. Ia berjalan tergesa-gesa menyusuri trotoar jalan kompleks yang sepi, meninggalkan seluruh kemewahan, kehangatan, dan cinta sejati yang pernah dirasakannya selama tiga bulan ini di balik punggungnya.​Pukul sepuluh pagi, udara Jakarta terasa menyengat panas di bawah naungan awan polusi yang tebal. Deretan kendaraan bermotor berdesakan memenuhi ruas jalan protokol, memicu suara klakson yang bersahut-sahutan riuh.​Zara duduk di sudut meja sebuah kafe sepi yang terletak di dalam lorong pusat perbelanjaan tua di kawasan Jakarta Selatan. Tempat ini adalah lokasi yang ditentukan oleh Gina asli melalui pesan singkat sejam yang lalu. Suasana kafe amat remang, hanya terisi oleh dua atau tiga pengunjung yang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.​Zara meremas cangkir teh chamomile dingin di hadapannya. Jemarinya terus berguncang kencang, sementara dadanya tak henti-hentinya bergu

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 199. Dilema Zara. 

    ​Matahari pagi terbit menyirami kawasan perumahan mewah di Jakarta Selatan dengan cahaya keemasan yang hangat. Suara kicau burung beradu dengan dengung lembut mesin pemotong rumput di halaman depan mansion keluarga Tawfeeq.​Arham sudah rapi mengenakan setelan jas hitam elegan bercorak garis tipis. Pria matang itu berdiri di depan cermin besar kamar utama, menyimpul dasi sutranya dengan gerakan lihai.​Zara berdiri di samping Arham, membantu merapikan lipatan kerah kemeja putih pria itu. Wajah cantik Zara tampak amat pucat dengan lingkaran hitam tipis di bawah matanya, menandakan betapa parahnya rasa cemas yang menguras tenaganya sepanjang malam.​"Kamu yakin tidak mau ikut ke kantor hari ini?" tanya Arham seraya menatap pantulan wajah Zara dari cermin di hadapan mereka. "Nanti siang ada makan siang bersama jajaran direksi. Aku bisa mengenalkanmu secara resmi sebagai calon istriku."​Jantung Zara berdegup kencang secara otomatis. Tawaran itu terdengar seperti kehormatan tertinggi, tet

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 198: Telepon dari Neraka

    ​Lantai marmer yang dingin di sudut kamar rias terasa bagaikan tumpukan es yang membekukan seluruh persendian Zara. Wanita muda itu masih terduduk lemas, kedua tangannya meremas mulutnya sendiri demi menahan jeritan histeris yang nyaris pecah dari tenggorokannya. Suara napasnya memburu kencang, beradu dengan detak jantung yang bergemuruh liar menghantam dada.​Di atas karpet bulu yang tebal, ponsel murah bercangkang hitam itu tergeletak bisu. Layarnya yang sempat menyala terang kini perlahan meredup, menyisakan kegelapan yang menyiksa. Namun, gema suara Gina asli di seberang sambungan tadi masih menari-nari mengerikan di dalam gendang telinganya.​"Gue udah di Jakarta, Zara. Besok pagi, kembalikan posisi gue di mansion Tawfeeq!"​Kalimat itu terngiang berulang kali seperti bisikan iblis yang siap mencabut seluruh napas kehidupan Zara. Ancaman tentang kurungan penjara, tuduhan penipuan, serta nasib Nenek Ajeng yang uzur langsung membentang di depan mata sebagai mimpi buruk yang nyata.

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 197. Dia Sudah Kembali

    ​Arham memandangi Zara dengan tatapan yang sangat dalam. Pria itu menyapu sedikit noda tepung di pipi Zara menggunakan ibu jarinya, mengelusnya dengan rasa cinta yang amat melimpah.​"Terima kasih ya, Sayang," bisik Arham tulus, suara baritonnya terdengar begitu hangat di tengah riuh tawa dapur. "Kamu sudah bikin rumah ini benar-benar terasa seperti rumah."​Zara menatap sepasang mata elang Arham yang jujur tanpa ada kebohongan. Kata-kata "terima kasih" dari Arham rasanya seperti paku panas yang menancap makin dalam di dadanya. Pria ini begitu mempercayainya, mencintainya, dan menggantungkan harapan bahagianya pada dirinya."​Aku minta maaf, Arham ... Aku benar-benar minta maaf ...,"jerit batin Zara tanpa suara.​Zara memaksakan senyum paling indah yang bisa diukirnya sore itu. Ia memeluk pinggang Arham erat-erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu sejenak di hadapan Lusi dan Nindy. Ia menyerap setiap embusan napas Arham, setiap detak jantungnya, dan aroma parfumnya, merek

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 196. Menghitung Hari 

    ​Tiga hari kemudian, suasana di mansion keluarga Tawfeeq Jakarta tampak sibuk seperti biasa. Pelayan sibuk lalu lalang membersihkan area taman dan merawat tanaman hias di pelataran depan.​Zara berdiri di tengah kamar rias utama yang sangat luas. Di depannya terbentang lemari pakaian kaca berisi puluhan gaun malam bermerek, tas desainer berharga ratusan juta, dan perhiasan berkilau milik Gina asli.​Semua kemewahan duniawi ini pernah membuat banyak orang iri setengah mati. Namun bagi Zara, semua benda mahal di ruangan ini hanyalah rantai besi yang membelenggu kebebasannya.​Zara membuka laci paling bawah dari meja riasnya yang terkunci rapat. Ia mengeluarkan sebuah tas ransel hitam berbahan kain biasa—tas yang dibawanya saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini pasca tragedi kebakaran tersebut.​Dengan tangan yang gemetaran hebat, Zara mulai memasukkan beberapa lembar pakaian kasual yang sederhana ke dalam tas ransel tersebut. Ia sengaja tidak mengambil satu pun gaun mahal, per

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 195: Hitung Mundur 3 Bulan

    ​Sinar matahari pagi menyusup halus melalui celah tirai sutra di kamar utama vila Puncak. Kehangatan lembut mengusap kulit Zara yang setengah terbuka di balik selimut tebal. Di sampingnya, Arham masih terlelap tenang dengan napas konstan yang teratur. Lengan kekar pria itu melingkar posesif di pinggang Zara, menahan tubuh wanita itu agar tidak bergeser sedikit pun dari dekapannya.​Zara perlahan menggerakkan jemarinya, meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas kayu. Ia menggeser layar digital yang terang itu dengan gerakan sangat berhati-hati, takut membangunkan pria di sebelahnya.​Aplikasi kalender di layar ponsel langsung menampilkan angka-angka tanggal bulan ini.​Deg!​Dada Zara terasa seperti dihantam balok es yang amat dingin. Tatapannya terpaku kaku pada lingkar merah yang pernah dibuatnya sendiri beberapa minggu lalu.​Kesepakatan tiga bulan. Janji palsu yang pernah dibuatnya bersama Gina asli kini tinggal menyisakan waktu seminggu lagi.​Tujuh hari. Hanya ada sisa tujuh har

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 5. Pertanyaan yang Menggejutkan Sang Nenek. 

    ​"Ini upah ku menyanyi malam ini, Nek. Besok pagi-pagi sekali, aku akan pergi ke apotek depan gang untuk menebus seluruh resep obat nenek yang sempat tertunda kemarin. Sisanya bisa kita gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan," ucap Zara dengan binar mata penuh kepuas

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 4. Pikiran Yang Mengganggu

    ​"Nenek ... apa yang sebenarnya terjadi?" bisik Zara lirih ke tengah kesunyian malam, suaranya tenggelam bersama deru angin malam dan hantaman hujan yang tidak kunjung menampakkan tanda-tanda akan mereda.​Ia perlahan bangkit berdiri, memunguti tas kainnya yang basah dan memasukkan kartu nama itu ke

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 3. Gina dan Zara. 

    ​Zara mematung dengan mulut sedikit terbuka, matanya melebar sempurna menatap garis wajah wanita di depannya. Hal yang sama juga terjadi pada wanita glamour tersebut; ia menghentikan aktivitas mengibas gaunnya, tangannya membeku di udara dengan pandangan mata yang terkunci rapat pada wajah Zara. Mer

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 2. Wajah yang Sama Percis. 

    ​Suara tamparan yang teramat keras bergema di lorong sempit itu. Wajah pria gempal itu terlempar ke samping, meninggalkan bekas kemerahan yang sangat jelas di pipi tembamnya. Cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Zara terlepas seketika karena rasa syok yang luar biasa. Pria itu memegangi pip

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status