MasukAmara mendapat ingatan kehidupan masa lalunya akibat mimpi yang dia alami. Yang membuat Amara merasa pilu adalah hidupnya benar-benar sangat buruk. Amara tentu ingin merubah jalan hidupnya. Tapi butterfly effect yang terjadi membuat dia harus berurusan dengan pria yang tidak dia duga. Dia bertemu dengan Andrew, pria yang memiliki banyak pesona dan rahasia menakutkan. Amara berusaha bertahan walaupun dia tidak memiliki jalan untuk menghindar.
Lihat lebih banyak“Aku tidak melakukannya ayah. Aku berani bersumpah.” Suaranya benar-benar serak. Di hadapan puluhan pasang mata, tidak ada satupun yang memberinya belas kasih. Semua seolah percaya jika dia akan melakukan hal mengerikan itu.
Amara hanya memiliki ayahnya sebagai keluarga. Darah pria itu benar-benar mengalir di setiap nadinya. Tapi jangankan mendengarkannya, pria itu bahkan terlihat sangat muak menatapnya.“Devan… kita bersama hampir lima tahun. Kamu mengenalku dengan sangat baik. Kamu benar-benar percaya jika aku akan sanggup melakukannya?”Amara merangkak mendekati pria lain yang berdiri di samping ayahnya. Dia adalah mantan tunangan Amara sekaligus kekasih adik tirinya saat ini.Devan hanya menatap Amara lurus. Benci. Hanya itu yang dia rasakan kepada mantan tunangan yang dulu sangat dia sayangi dan manjakan. Devan benar-benar tidak bisa membayangkan jika selama ini dia benar-benar menghabiskan waktu yang sangat lama bersama perempuan yang menurutnya memiliki hati busuk. Kenapa dia baru menyadarinya akhir-akhir ini?“Jika itu dulu, aku mungkin tidak akan mempercayainya. Amara yang aku kenal bersikap sangat manis dan baik hati. Bahkan untuk menyakiti seekor semutpun kamu tidak akan tega. Tapi akhir-akhir ini kamu benar-benar menunjukan wajah aslimu kepada semua orang. Hatimu benar-benar busuk. Jika memfitnah keluargamu sendiri kamu bisa, apalagi yang tidak bisa kamu lakukan?”Air mata Amara semakin banyak mengalir. Rasanya begitu sakit saat semua orang yang dia andalkan benar-benar berpaling.Bukan kembali seperti dulu. Amara tidak mengharapkan jika mereka akan memperlakukannya seperti sebelum ibu dan saudara tirinya datang ke kehidupannya. Dia hanya menginginkan sedikit kepercayaan sang ayah dan tunangannya. Tapi bahkan semua itu tidak bisa dia dapatkan. Semua seolah menganggapnya sebagai valllain paling kejam.“Dulu aku bisa bersabar. Aku berusaha mengerti posisimu dan memaklumi semua pemberontakan yang kau lakukan. Merasa bersalah karena membiarkan ibumu sekarat sendirian.” Suara berat ayahnya terdengar sangat dingin. “Tapi sekarang aku menyadari kesalahanku. Kesalahanku adalah merasa bersalah. Ibumu memang pantas mati. Dan seharusnya kau juga ikut bersamanya. Kalian benar-benar sedarah.” Bahkan pria dewasa itu tidak menyadari jika darahnya juga mengalir di tubuh Amara.“Lempar dia! Aku benar-benar muak melihatnya.”“Tidak! Tidak! Ayah, ayah tidak bisa sekejam itu kepada aku ayah! Aku putrimu!” Amara histeris. Dia benar-benar akan mati jika dia dilempar ke dalam jurang.Tapi pria itu benar-benar tidak menghiraukannya. Tatapannya begitu lurus.“Devan! Mereka akan membunuhku! Tolong aku…”Devan juga bergeming saat semua pengawal ayahnya mulai menyentuh tangan Amara dan menyeret tubuh kurusnya itu ke tepi jurang.“Cepat dorong tubuhnya!” Suara itu tidak terlalu keras tapi sangat mempu meremukan hati Amara.Pria-pria berbadan besar itu mengangkat tubuh Amara dan melemparnya tanpa ragu. Amara melayang bebas. Terpaan angin terasa dingin di tubuhnya.“Ibumu benar-benar pelacur yang tidak beruntung. Semua ini bukan kesalahanku. Jika ibumu memiliki sedikit otak, dia pasti bisa mempertahankan keluarganya.”“Kelahiranmu benar-benar tidak diharapkan oleh siapapun. Kamu adalah pembawa sial yang sesungguhnya. Jika tidak, ibumu tidak akan mati dengan tragis. Lihatlah ayahmu yang lebih menyayangi aku daripada kamu putri kandungnya sendiri. Itu adalah bukti yang nyata jika kamu benar-benar tidak diharapkan di dunia ini. Berhenti menjadikan kami alasan atas nasib buruk ibu pelacurmu dan dirimu sendiri dapatkan. Cepat atau lambat aku juga akan menghapuskan kebaradaanmu di keluarga ini.”“Aku benar-benar lelah denganmu Amara. Mungkin yang dikatakan Mira benar. Ibumulah masalahnya. Dan darah kotornya benar-benar mengalir di tubuhmu sekarang sehingga sikapmu benar-benar menyebalkan dan menjijikan. Siapapun tidak akan bertahan jika kau tetap dengan sikap pelacurmu Amara!”Air mata Amara kembali mengalir. Memori tentang kata-kata menyakitkan yang semua orang ucapkan kembali terputar layaknya kaset rusak di kepalnya.Ibunya tidak pernah bersalah. Ibunya adalah wanita dewasa yang sangat baik dan bijaksana. Dia bahkan tidak ragu membawa temannya yang kesulitan setelah mendapatkan beberapa kekerasan dari sang suami dan kabur untuk tinggal sementara waktu di rumah mereka.Ibunya tidak pernah jahat. Dia wanita cantik yang akan membantu semua orang yang mengalami kesulitan jika terlihat di matanya. Tapi dia benar-benar melakukan satu kesalahan fatal. Hanya dengan modal kata sahabat masa sekolah, ibunya melakukan kesalahan membawa wanita itu masuk ke dalam rumah sebelum wanita itu berubah menjadi parasit yang menggrogoti rumah tangganya. Bahkan setiap tetes darahnya.“sekarang aku menyadari kesalahanku. Kesalahanku adalah merasa bersalah. Ibumu memang pantas mati. Dan seharusnya kau juga ikut bersamanya. Kalian benar-benar sedarah.”Amara menarik nafas. Kata-kata ayahnya adalah yang paling menyakiti hatinya. Dia adalah penjahat sebenarnya. Jika pria itu tidak berkhianat, seharusnya ibunya tidak akan menderita dan berakhir meregang nyawa.Jari-jari Amara melengkung. Hatinya terasa panas karena amarah. Bukan dia yang jahat. Orang-orang itu adalah penjahatnya. Dia bersumpah akan membuat mereka menderita. Walaupun dia mati, Amara akan memastikan jika arwahnya akan menghatui kehidupan mereka sampai akhir.Amara memejamkan mata sebelum tubuhnya membentur keras bebatuan. Kepala belakangnya benar-benar hancur. Setiap tulangnya terasa remuk. Ini sangat menyakitkan.Darah langsung mengalir menggenangi tubuhnya yang tergeletak. Nafasnya tersendat. Amara memuntahkan darah.Matanya menerawang kosong hanya beberapa detik sebelum dia kehilangan nafanya.“Ibu… jika aku diberikan kesempatan untuk hidup kembali, aku akan membalas mereka semua tanpa ampun. Maaf jika aku benar-benar gagal saat ini.” Air mata Amara mengalir kembali. nafasnya tersenggal-senggal. “Tuhan… aku mohon beri aku kesempatan untuk hidup kembali. aku janji tidak akan meminta apa-apa lagi selama hidupku.”Amara menarik nafas panjang untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar kehilangan nyawa.***Amara terbangun di kamarnya dengan mata sembab. Seluruh tubuhnya meremang. Dia tidak percaya dengan apa yang dialaminya di dalam mimpi.“Mimpi mengerikan macam apa ini?” Amara terkekeh. Tapi air matanya mengalir semakin banyak. Jika orang lain melihatnya, mereka akan ketakutan dan mengira ada yang salah dengan kepala perempuan itu.Amara berusaha yakin jika itu hanyalah mimpi. Tapi logikanya mengambil alih. Dia tahu jika itu bukan hanya mimpi. Dia akan berakhir dengan sangat tragis.“Jadi begitu akhir dari hidupku? Akulah yang menjadi korban di sini tapi mereka benar-benar pintar menempatkan aku sebagai antagonisnya.” Hatinya terasa masam.Tunangannya membuat Amara merasa bahwa Amaralah yang bersalah dalam berakhirnya hubungan mereka. Tapi yang sebenarnya adalah Devan tidak lebih dari pria tidak setia yang haus akan harta ayhnya. Melihat ayahnya yang lebih bias kepada saudara tirinya jelas membuat pria itu berfikir akan lebih menguntungkan jika dia menjalin hubungan dengan Mira dibandingkan dirinya.“Baiklah… ayo kita lihat apa yang bisa aku lakukan untuk membuat para pengkhianat ini mendapatkan balasan.”"Jadi apa yang terjadi dengan Amara?”Pagi itu Mira yang baru datang langsung diserbu oleh teman-temannya. Tampaknya mereka memang benar-benar penasaran dengan perubahan saudaranya yang terlalu signifikan. Tapi hal itu bukanlah yang terpenting. Mereka hanya tidak sadar jika keingin tahuan mereka menyebabkan perasaan Mira kembali panas.“Menurut kalian bagaimana?” Mira balas bertanya. Dia berusaha menahan nada sinis yang mungkin saja keluar dari mulutnya. Bagaimanapun Mira masih harus mempertahankan reputasinya.“Well dia tidak terlihat buruk.”“Bukannya tidak terlihat buruk. Amara memang sangat cantik.” Bahkan yang tidak ikut mengobrol bersama mereka juga ikut berkomentar.Tangan Mira terkepal. Jari-jarinya melengkung. Tapi dia tidak ingin mengatakan apapun. Dia tahu batasan dirinya. Jika dia bersuara, dia hanya akan mengacaukan suasana.“Apa sikapnya terhadapmu juga berubah?”Mira melirik temannya. “Sarah… Jika seekor rubah memakai bulu domba, bukan berarti dia akan berubah menjadi d
Seharian Amara bermain dengan ponselnya. Berusaha mencari sedikit kelamahan sang adik tiri. Tapi semakin dia mencari, semakin dia tidak bisa menahan decakan kagumnya. Mira benar-benar tahu cara untuk membuat citranya terlihat baik.Pertama yang Amara lakukan adalah mencari akun sosial media Mira. Jumlah pengikut instagramnya ratusan ribu. Belum lagi akun social medianya yang lain yang jumlah pengikutnya tidak kalah jauh. Bahkan ada yang membuat akun penggemar khusus hanya untuk memuji perempuan itu.Amara tidak tahan untuk membandingkan akun sosial Mira dengan miliknya. Pengikut akun instagram Amara hanya ada di kisaran delapan ratusan. Itu juga pengikutnya hanya berasal dari orang-orang yang Amara rasa cukup familiar di matanya. Akunnya terprivate. Sudah sangat lama sejak dia memposting sesuatu di akunnya itu.Yang Amara lakukan selanjutnya hanya membuka akunnya agar menjadi publik. Mengambil liptintnya dan mengoles tipis benda itu ke bibirnya. Amara berpose ke arah kamera dan mengam
Amara tidak paham apa yang terjadi. Maksudnya dia tahu penampilannya hari ini sangat berbeda tapi bukankah reaksi orang-orang ini terlalu berlebihan? Ini tidak seperti dia melakukann prosedur operasi perubahan wajah yang signifikan. Dia hanya merubah gaya berpakaiannya tapi semua orang benar-benar mengarahkan tatapan mereka seolah melihat keajaiban dunia saja.Amara mencoba tidak ambil pusing. Dia benar-benar tidak perduli lagi dengan pendapat mereka.“Permisi.”Setelah beberapa langkah, Amara menghentikan langkahnya. Dia yang hendak pergi ke perpustakan mengurungkan niatnya. “Ya?”“Boleh aku bertanya di mana perpustakaannya?”Amara menatap pra itu beberapa saat. Wajahnya sangat asing. Amara memang bukanlah orang yang akan mengingat setiap wajah yang dilihatnya. Tapi pria ini memiliki tipe wajah yang tidak akan mudah dilupakan. Seharusnya Amara pernah melihatnya sekali dua kali. Tapi seperti sebelumnya, Amara tidak akan ambil peduli.Amara mengangguk. “Aku kebetulan akan ke sana. kita
Pagi itu Amara sudah siap untuk pergi ke kampus. Penampilannya sedikit berbeda. Dia terlihat lebih feminim. Fitur wajahnya yang awalnya memang sudah cantik dan manis terlihat semakin memukau.“Apa ini tidak terlalu pendek? Mungkin akan terlihat berlebihan?” Amara berguman di hadapan bayangannya sendiri. “Terserahlah.”Amara turun ke ruang makan. Duduk dan langsung memakan sarapan tanpa mempedulikan orang-orang yang sudah datang lebih awal.Amara bisa melihat berbagai ekspresi. Sinis, tidak bisa berkata-kata dan kaku. Jelas ini adalah pertama kalinya untuk Amara hadir di meja makan itu setelah kepergian sang ibu.Suasananya benar-benar stagnan. Semuanya terlihat tidak nyaman. Tapi apa Amara perduli? Haha tapi maaf, dia benar-benar mulai menikmati suasana seperti.Sekarang dia benar-benar ingin semuanya merasakan hal yang sama. Dari dulu hanya dia yang merasa terasingkan. Sementara yang lai terlihat sangat bahagia seolah keluarga kecil itu berada di dunia yang lain. Jika kehadirannya ju






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.