Share

Bab 5

Author: Uti
last update Last Updated: 2025-09-23 09:54:06

Sinar matahari pagi menyelinap melalui celah-celah gorden tebal, menerobos masuk ke dalam kamar dan menyapu wajah Evelyn dengan kehangatan yang ironis. Di balik kelopak matanya yang berat, cahaya itu terasa menyilaukan.

𝘌𝘮𝘮𝘨𝘩𝘩...

Desahan lembut keluar dari bibirnya yang kering. Perlahan, ia membuka mata, mencoba menyesuaikan pandangan dengan ruangan yang asing. Kemudian ia sadar ia tertidur di kamar mendiang orang tuanya. Kamar yang masih menyimpan banyaknya kenangan.

"Mom... Dad..." suaranya serak, tubuhnya terasa berat bagai dibebani batu. Ia menyandarkan diri ke kepala kasur yang megah, merasakan kesepian yang begitu dalam menyelimuti ruangan luas tersebut

Dengan effort yang besar, Evelyn akhirnya turun dari tempat tidur. Kakinya masih terasa goyah ketika berjalan menuju kamarnya sendiri, kamar yang sudah jarang ia tinggali sejak memutuskan untuk tinggal terpisah dengan Adrian. Keputusan yang dulu diambil dengan penuh kebahagiaan, kini terasa seperti pisau yang mengoyak-oyak hatinya.

Di lorong, seorang maid tua sudah menunggu dengan sikap hormat. "Nona Muda," ujarnya dengan suara lembut namun berwibawa. "Sarapan telah siap. Silakan turun bila sudah siap."

Evelyn hanya mengangguk lesu. "Terima kasih, Bi Sukma." Tanpa menunggu respons lebih lanjut, ia terus berjalan, meninggalkan sang kepala maid yang telah puluhan tahun mengabdi pada keluarganya.

Bi Sukma menghela napas, matanya berkaca-kaca. "Tuan Besar, Nyonya Besar... Tenang saja di sana. Aku akan menjaga Evelyn seperti anakku sendiri. Ini balas budi untuk segala kebaikan kalian."

Bi sukma pun turun ke bawah menyiapkan makanan penutup untuk Nona Mudanya

~

Sesampainya di kamarnya, Evelyn membuka pintu dengan harapan tinggi. Mungkin saja Adrian sudah pulang dan sedang menunggunya. Tapi harapan itu pupus sudah. Kamarnya yang megah tetap sepi, tanpa tanda-tanda kehadiran suaminya.

Dengan gemetar, ia mengambil ponselnya. Layar tetap gelap tidak ada notifikasi, tidak ada pesan, tidak ada telepon yang terlewat. Rasa cemas mulai menyelimutinya.

"Kenapa mereka tidak peduli lagi padaku?" gumamnya lirih.

Pikirannya mulai membayangkan skenario-skenario terburuk. Mungkin Adrian kecelakaan? Atau mungkin...

Gruukk!

Suara perutnya yang keroncongan memutus rantai pikiran negatifnya. Dengan langkah berat, ia berjalan menuju lift. Mungkin sarapan bisa sedikit mengembalikan tenaganya yang terkuras.

~

Sementara itu disisi lain tepatnya di Devereux Corporation, Gio sedang berhadapan dengan krisis keuangan yang sangat serius.

Ruang kerjanya yang minimalis namun elegan kini berantakan dengan tumpukan dokumen dan layar komputer yang menampilkan grafik-grafik merah menyeramkan. Wajahnya tegang, matanya tak berkedip menatap laporan keuangan yang baru saja diterimanya.

"Dasar manusia tidak tahu terima kasih!" hardiknya, meninju meja kayu mahogoninya hingga retak.

Yang ia temukan membuat darahnya mendidih. Kepala departemen keuangan, orang yang dipercaya Tuan Damien selama 15 tahun, ternyata telah menggelapkan dana perusahaan hingga ratusan miliar. Korupsi sistematis ini terjadi tepat ketika Tuan Damien terbaring lemah di rumah sakit.

"Dia pikir dengan Tuan lengah, dia bisa main-main?" geram Gio sambil meremas-remas laporan audit di tangannya.

Dia segera mengambil telepon dan menekan salah satu nomor. "Siapkan tim audit khusus. Bekukan semua asetnya. Dan bawa dia ke markas, SEKARANG JUGA!"

Di tengah amarahnya, Gio tak lupa pada janjinya. Ia harus membersihkan perusahaan ini sebelum diserahkan kepada Evelyn. Setiap masalah harus diselesaikan, setiap ancaman harus dieliminasi.

Matanya beralih ke foto Tuan Damien dan Evelyn yang terpajang di mejanya. "Tenang saja, Tuan. Aku akan jaga semuanya sampai Nona Muda siap menerima warisan ini."

Warisan yang ternyata tidak hanya berupa kekayaan, tetapi juga bahaya yang mengintai di setiap sudut.

~

𝗗𝗘𝗩𝗘𝗥𝗘𝗨𝗫 𝗖𝗢𝗥𝗣𝗢𝗥𝗔𝗧𝗜𝗢𝗡 bukan sekadar gedung pencakar langit ia adalah simbol kekuasaan yang menjulang angkuh di jantung kota, sebuah monumen modern yang memadukan arsitektur futuristik dengan elegannya gaya klasik. Dengan ketinggian yang menyentuh awan, menara ini berdiri sebagai raksasa kaca dan baja yang memantulkan kemilau matahari siang dan gemerlap lampu kota di malam hari. Desainnya yang ikonik, dengan lekukan spiral yang melingkar elegan ke puncak, membuatnya terlihat seperti pedang raksasa yang menancap perkasa di tengah skyline metropolitan.

Namun, kemewahan fisik hanyalah kulit luar. DEVEREUX CORPORATION terkenal dengan sistem perekrutan yang sangat selektif dan eleitis. Mereka menganut filosofi "bibit, bebet, bobot"

Bibit merupakan Latar belakang keluarga dan koneksi dinilai secara diam-diam

Bebet merupakan Pengalaman nyata lebih dihargai daripada gelar akademik

Bobot merupakan Karakter dan integritas diuji melalui tes psikologis rumit

Gelar dari universitas ternama tidak menjamin masuk di sini. Perusahaan ini lebih memilih kandidat dengan portofolio kesuksesan konkret dalam dunia bisnis yang brutal. Program magang mereka dikenal kejam hanya yang tangguh yang bertahan.

Di balik kemewahan yang terlihat, gedung ini menyimpan koridor rahasia dan lantai khusus yang hanya dapat diakses oleh orang-orang terpercaya. Di sinilah keputusan yang menggerakkan pasar global dibuat, jauh dari pandangan karyawan biasa.

Bekerja di sini bukan sekadar tentang gaji fantastis, tapi tentang bagaimana menjadi seseorang yang selalu bertanggung jawab.

Sebuah warisan yang kini harus diambil alih oleh Evelyn, siap atau tidak.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 12

    Evelyn duduk di tepi kasur king zisenya, berusaha menormalkan detak jantungnya yang berlomba tak karuan. Napasnya ditarik dalam, dihembuskan perlahan. Ia mencoba berpikir positif, meyakinkan diri bahwa mungkin ada penjelasan logis untuk semua ini. Tapi suara naluri seorang istri, naluri yang selama lima tahun ia pendam, berteriak keras. Tak akan ada ketenangan sebelum semuanya terang benderang.Dengan tangan yang masih sedikit bergetar, ia meraih ponselnya. Jari-jarinya menari di layar, mencari satu nama, Gio.Gio adalah tangan kanan mendiang Daddynya, sosok kepercayaan yang setia. Sejak kecil, Gio sudah berada di lingkungan keluarga Devereux. Gio tumbuh bersama bayang-bayang dunia yang sama. Usianya hanya terpaut beberapa bulan dari Evelyn, dan meski posisinya sebagai bawahan, kedekatan mereka lebih seperti saudara sepupu, namun saat Evelyn memutuskan untuk menikah kedekatan tak sama lagi. Namun saat di rumah sakit hanya Gio satu-satunya yang mengurus mayat Tuan Damien karena waktu i

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 11

    Mobil Rolls-Royce Phantom hitam milik Evelyn berhenti dengan sunyi di gerbang utama Mansion yang selama ini ia tinggalin bersama sang suami. Selama lima tahun terakhir, gerbang megah bergaya Eropa Klasik ini adalah simbol kehidupan barunya sebuah kehidupan yang ia pilih dengan meninggalkan segalanya. Kini, setelah berhari-hari di rumah masa kecilnya, gerbang itu terasa seperti pintu masuk menuju ruang hampa.Selama lima tahun itu, ia dengan setia menjalani peran sebagai istri yang patuh, ibu rumah tangga yang mengurus setiap detail rumah ini dengan cermat, menanti kepulangan suaminya dengan senyum yang selalu siap. Namun, sejak kematian sang Daddy, kenyamanan semua itu retak. Tak ada lagi telepon atau kunjungan dari mertuanya. Adrian, sang suami, menghilang bagai ditelan bumi, hanya menyisakan pesan singkat tentang urusan bisnis yang mendesak.Walaupun hati hancur dan kepala dipenuhi tanda tanya, Evelyn menarik napas dalam. Ia tetap harus pulang. Ini adalah rumahnya, setidaknya di ata

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    bab 10

    Setelah berjam-jam menyelami setiap folder, dokumen, dan foto digital di komputer sang daddy, Evelyn akhirnya menyandarkan tubuhnya yang lelah ke kursi kulit. Angin sepoi-sepoi masuk melalui jendela yang terbuka, membelai helai rambutnya yang mulai kusut dan menerpa wajahnya yang pucat pikirannya penuh data keuangan yang sehat, korespondensi bisnis yang rapi, dan ribuan kenangan yang tersimpan digital, semuanya menggambarkan Tuan Damien sebagai seorang pemimpin yang cermat dan seorang keluarga yang penuh cinta.Beberapa menit ia termenung, membiarkan angin dan kesunyian membersihkan kepalanya. Lalu, sebuah tekad perlahan mengkristal. Ia tak boleh terus terpuruk. Darah Devereux yang mengalir dalam nadinya, darah yang diajari sang Opa untuk tidak pernah menyerah, mulai bergejolak. Ia bangkit dari kursi, matanya yang masih merah namun sudah lebih tajam, mulai menyapu ruangan kerja itu dengan saksama.Ia berjalan perlahan, jari-jarinya menyentuh punggung buku-buku hukum tua, koleksi filsa

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 9

    Sementara itu, di Hospital Fortune Medika, suite VIP lantai paling atas…Suasana di dalam ruangan sama sekali tidak mencerminkan kesakitan atau keprihatinan. Justru, ada aroma sarapan kontinental mewah dan kopi spesialitas yang harum.Tuan Deren dan Nyonya Sinta duduk santai di sofa kulit suite mereka yang lebih mirip apartemen mewah. Sisa-sisa telur benedict dan croissant masih tergeletak di atas nampan perak. Wajah mereka segar bugar, tanpa sedikit pun tanda-tanda penyakit yang mereka keluhkan.“Dua hari terjebak di sini, sungguh membosankan,” gerutu Nyonya Sinta sambil memeriksa kuku barunya. “Aku sudah ingin kembali dan memastikan rencana kita berjalan lancar.”“Bersabarlah, Sayang,” jawab Tuan Deren, tanpa memalingkan pandangannya dari ponsel yang ia pegang. “Ini semua untuk pertunjukan. Kita harus konsisten. Jika anak sialan itu tiba-tiba muncul atau menelepon, setidaknya kita punya alasan yang terdokumentasi mengapa nggak datang melayat.”Tok.... tok.... tok... Tepat saat itu,

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 8

    Dua hari telah berlalu dalam kesunyian yang nyaris berbunyi. Dua hari di mana waktu merangkak pelan di Mansion Devereux, seolah ikut berduka atas kepergian tuannya. Bagi Evelyn, dua hari itu terasa seperti dua musim yang berganti dalam kesendirian yang menusuk.Tidak ada satu pun dari keluarga Montgomery yang datang. Tidak ada telepon yang menanyakan bagaimana kabarnya, atau setidaknya mengucapkan belasungkawa. Hanya angin yang setia masuk melalui jendela, membawa kabar sunyi dari luar.Alasannya selalu sama. Papa mertuanya Tuan Deren terkena serangan jantung, Mama mertuanya Nyonya Sinta gula darah rendah, sehingga mereka berdua harus beristirahat total. Dan Adrian Sang Suami , melalui pesan singkat yang dingin dan terburu-buru, hanya mengatakan ia sedang dalam perjalanan bisnis mendadak ke luar negeri. “Urusan sangat penting. Jaga dirimu.” Itu saja.Evelyn mencoba memahami. Mencoba menelan pil kepahitan itu dengan anggapan bahwa mungkin ini memang kebetulan yang malang. Tapi hati kec

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 7

    Kamar sunyi yang terasa padat, menyergapnya begitu kaki melangkah masuk. Ruang yang telah lama ia tinggalkan ini seketika menjadi galeri hidup yang memutar ulang film kehidupannya. Setiap sudut berbisik, setiap benda menyimpan cerita.Evelyn berdiri di tengah ruangan, membiarkan kenangan-kenangan itu mengguncang jiwanya. Dari kecil hingga dewasa, ia adalah pusat semesta keluarga Devereux. Sebagai anak tunggal, limpahan kasih sayang dari mendiang orang tuanya adalah udara yang ia hirup. Sang Daddy, Damien, tak pernah berhenti memanjakannya dengan segala kenyamanan dunia. Sang Mommy, Isabella, adalah pelabuhan hati yang selalu hangat.Namun, di balik kemewahan dan perlindungan itu, ada pendidikan lain yang lebih keras. Sang opa, Alistair dan oma Seraphina tidak membiarkannya tumbuh menjadi bunga rumah kaca. Sebagai cucu pewaris satu-satunya, mereka melatihnya dengan disiplin. Bukan hanya etiket dan akademik, tetapi cara membaca situasi, bela diri, mengendalikan emosi, dan memahami kekua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status