แชร์

133. Getaran Cinta

ผู้เขียน: Dewa Amour
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-16 15:11:10

Ciuman itu bukan lagi sekadar pertarungan kekuasaan; itu telah bermutasi menjadi badai yang merusak sirkuit logika di otak Bella. Di bawah temaram lampu kristal yang bergetar karena mesin kapal, Bella merasa dunianya seolah terbalik.

Ia, sang predator dari Unit 002 EXO yang dilatih untuk tidak memiliki nurani, kini justru tampak pasrah, tenggelam dalam kungkungan protektif sang Raja Mafia.

Bella tahu ini adalah dosa besar. Setiap sel dalam tubuhnya seharusnya berteriak untuk meraih pisau di b
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    140. Simfoni Peluru Di Tanah Milan

    Milan di malam hari adalah labirin neon yang menyembunyikan dosa-dosa paling gelap di balik kemegahan katedral dan butik-butik mewahnya. Di pinggiran kota yang suram, The Crimson Serpent, bar kasino milik Fabrizio Jonas, bergetar oleh dentuman musik remix yang memekakkan telinga. Namun, getaran itu mendadak berubah menjadi hening yang mencekam saat pintu ganda berbahan mahoni itu ditendang terbuka dari luar.George Riciteli melangkah masuk. Ia tidak datang sebagai tamu; ia datang sebagai malaikat maut dengan selera berpakaian yang sangat mahal. Di belakangnya, Luca dan tiga bodyguard pilihan Klan Riciteli berjalan dengan formasi tempur, tangan mereka siap di balik jas, mencengkeram senjata otomatis.George tidak menunggu basa-basi. Sambil berjalan tenang menuju meja judi VIP di tengah ruangan, ia menghunus revolver peraknya.Duar! Duar! Duar!George menembakkan senjatanya ke arah langit-langit dan meja judi dengan presisi yang menakutkan. Peluru-peluru panas melesat, memecahkan bot

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    139. Milan Dan Ambisi Sang Raja

    Pusat Kota Milan – Siang Hari yang Membeku.Aspal jalanan Milan yang biasanya tertib mendadak berubah menjadi sirkuit maut. Suara raungan mesin quad-turbocharged W16 membelah kesunyian kota, menciptakan resonansi yang menggetarkan kaca-kaca gedung butik mewah di sepanjang jalan. Sebuah Bugatti Veyron biru metalik melesat layaknya peluru nyasar, berkelok tajam di antara barisan mobil komuter yang terpaksa mengerem mendadak. Klakson bersahutan, makian para pengemudi tenggelam oleh deru angin dan dentuman musik tekno yang diputar dengan volume maksimal dari dalam kabin mobil mewah tersebut.Di belakangnya, sebuah SUV hitam melaju dengan susah payah menjaga jarak. Luca mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih. Wajahnya pias. Ia menekan tombol earphone di telinganya untuk kesekian kali."George! Demi Tuhan, pelankan kecepatannya! Kau bisa membuat kita semua berakhir di koran pagi sebagai tumpukan rongsokan!" teriak Luca. "Tuan Besar akan menembak kepalaku tepat di pelipis jika cuc

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    138. Ambisi Sang Predator

    Kegelapan musim dingin di puncak pegunungan menyelimuti asrama para tentara bayaran layaknya kain kafan yang dingin. Namun, di tengah lapangan beton di belakang gedung utama, sebuah api unggun raksasa menyala, mengirimkan lidah-lidah api yang menari ke langit malam yang pekat. Suara gemeretak kayu terbakar beradu dengan tawa kasar para tentara yang sedang merayakan Natal dengan cara paling primitif yang mereka tahu: memanggang daging liar dan menenggak anggur murah. Di sudut lain, petikan gitar yang sumbang melantunkan nada-nada rindu yang terdistorsi oleh dinginnya udara.Dari jendela lantai tiga yang terbuka lebar, Bella Austin Castaro berdiri mematung. Angin malam menyapu wajahnya, namun ia tak bergeming. Matanya menatap kosong ke arah pesta kecil di bawah, sebuah pemandangan yang biasanya ia abaikan, namun malam ini terasa begitu menyakitkan.Di belakangnya, Elena duduk di tepi ranjang dengan wajah pucat. Bella baru saja menumpahkan segalanya—tentang misinya yang gagal, tentan

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    137. Antara Cinta Dan Pengabdian

    Markas Besar Organisasi EXO, Perbukitan Milan – Hari Natal, Pukul 13.00 Siang.Angin pegunungan yang menggigit tulang menyapu pelataran markas EXO, sebuah benteng beton yang tersembunyi di antara tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi. Di sini, Natal hanyalah sebuah tanggal di kalender; tidak ada pohon cemara yang dihias, tidak ada nyanyian damai, yang ada hanyalah aroma minyak senjata dan dinginnya disiplin militer.Bella Austin Castaro melangkah menyusuri koridor panjang yang diterangi lampu neon pucat. Setiap langkah pantofel taktisnya bergema di lantai granit, menciptakan irama yang kontras dengan kekacauan di dalam dadanya. Pikirannya masih tertinggal di atas ranjang kapal The Black Siren, tertinggal pada sentuhan George yang masih terasa membekas di kulitnya."Bella! Kau kembali!"Sebuah pekikan senang memecah kesunyian koridor. Elena, rekan satu tim sekaligus satu-satunya orang yang Bella anggap teman di tempat terkutuk ini, berlari menghampiri. Mereka berpelukan singkat—s

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    136. Obsesi Di Atas Kanvas

    Kastil Riciteli, Roma – Hari Natal, Pukul 11.00 Siang.Matahari musim dingin menggantung pucat di langit Roma, namun sinarnya cukup untuk membuat cat biru metalik pada Bugatti Veyron itu berkilau layaknya berlian mentah. Mobil itu merambat pelan, membelah jalanan setapak yang dipayungi pohon-pohon cemara yang berselimut salju tipis, menuju pelataran luas Kastil Keluarga Riciteli. Bangunan tiga lantai itu berdiri megah, sebuah monumen kekuasaan yang telah bertahan selama ratusan tahun, menjaga rahasia-rahasia berdarah di balik dinding batunya yang kokoh.Di pelataran, barisan bodyguard berpakaian jas hitam berdiri kaku bak patung prajurit Romawi. Mereka membungkuk serempak saat pintu Bugatti terangkat ke atas dengan suara hidrolik yang halus. George Lazaro Riciteli keluar. Sang Putra Mahkota, sang predator dengan garis wajah yang dipahat sempurna oleh ketampanan dan kekejaman, melangkah dengan acuh tak acuh. Mantel wol hitamnya berkibar ditiup angin dingin, sementara Luca mengikuti

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    135. Puncak Gairah Terlarang

    Pesta telah usai, menyisakan keheningan yang mencekam di lorong-lorong kapal pesiar mewah itu. Para tamu undangan, yang sebagian besar adalah sisa-sisa penguasa bawah tanah, telah kembali ke bilik mereka masing-masing, terbuai oleh alkohol dan janji-janji kekuasaan. Dua orang penjaga berseragam hitam membungkuk hormat saat Dante Cosla melintasi pintu kamar Bella. Dante, sang arsitek dendam yang kini mulai dimakan usia, tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Ia hanya melihat pintu yang tertutup rapat, mengira senjata rahasianya—Bella—sedang beristirahat setelah berhasil menjerat Marques Jonas.Malam di Mediterania terasa begitu tenang, dingin, dan sunyi. Dua bodyguard yang berjaga di depan pintu Bella mulai memejamkan mata, bersandar pada dinding kayu yang dingin, membiarkan kantuk menguasai mereka di bawah pengaruh sisa sampanye pesta.Namun, di balik pintu kamar nomor 202, suasana temaram itu meledak oleh frekuensi gairah yang memburu. Cahaya bulan yang masuk melalui celah gorden pe

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    46. Jangan Menggodaku Lagi

    Malam kian merangkak larut. Pesta masih berlangsung di ballroom Hotel Luxury. Alunan musik Jazz begitu syahdu dan mendayu-dayu, membuai jiwa-jiwa yang sedang tertawan cinta pada seseorang.Wanita muda termenung seorang diri. Pesta itu tiada berbeda dari semua pesta yang pernah ia datangi di Roma se

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-22
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    49. Moreno Tertangkap

    Langit sangat biru pagi itu. Tahun baru telah tiba. Orang-orang di kota sibuk mempersiapkan sesuatu untuk merayakan malam tahun baru.Anak-anak berlarian di jalan sambil membawa balon dan kotak kembang api. Mereka tertawa begitu riang menuju rumah temannya.Menjelang siang butiran putih mulai turun

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    53. Tidak Perkasa

    Jose mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengejar mobil-mobil para Mafia di depannya.Sial!Mau kabur kemana mereka? Dan di mana Michele menyekap Meghan? Dia menambah lagi kecepatan mobil, jangan sampai mereka kehilangan jejak para Mafia busuk itu."Bos, Letnan kaleng-kaleng itu masih men

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    43. Flash Disk Yang Asli

    "Apa hotelnya nyaman? Apa tidak ada yang mencurigakan, semacam pria mesum yang menguntit kalian?" Jose bicara pada Meghan lewat sambungan ponselnya yang ia jepit di antara telinga dan bahunya. Sementara kedua tangannya sibuk meracik espresso di meja kitcen set.Sudah sepuluh jam Meghan pergi, tapi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-22
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status