Share

Hanya ilusi

Penulis: Pena_rusak
last update Tanggal publikasi: 2025-11-22 10:54:54

Malam itu rumah besar itu kembali terasa sunyi.

Tak ada suara langkah kaki, tak ada dentingan gelas dari dapur.

Hanya suara detik jam dinding yang terasa menusuk di antara kesepian.

Nindya duduk di ruang tamu dengan wajah lelah. Televisi di depannya menayangkan drama yang sama sekali tidak menarik perhatiannya.

Ia bahkan tidak tahu apa judulnya—yang penting ada suara yang menemaninya.

Hanya itu yang ia butuhkan malam itu: sedikit suara di tengah sunyi.

Di meja makan, dua piring sudah tert
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   12

    Suara deruman mesin mobil Arga terdengar saat ia memasuki perkarangan rumahnya, pria yang baru saja kembali dari apotik itu langsung terburu-buru turun dari mobil saat mobil sudah terparkir dengan rapi. Dengan langkah cepat, ia dengan tergesa-gesa masuk kedalam rumah dan menuju dapur untuk melihat keadaan Nindya, rasa khwatir yang sejak tadi ia tahan sejak keluar dari rumah benar-benar menggerogoti hatinya. Namun, rasa khawatir itu langsung mereda saat Arga mendapati Nindya tengah duduk menikmati semangkuk bubur yang tadi sudah ia siapkan. Arga dengan cepat mengontrol wajahnya, wajahnya kembali datar seperti biasanya, kemudian ia berdeham. "EKHM!" Nindya menoleh dengan cepat, mendapati Arga yang sudah berdiri tidak jauh darinya. Seketika Nindya teringat kejadian sebelumnya, terlebih saat Arga tifak mengizinkannya duduk di meja makan, bahkan melarang Nindya makan di piring dan perentelan sejenisnya. Nindya langsung melepas sendok yang ia gunakan, wanita itu langsung berdi

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Bab 11

    "Hey? kau tidak mati kan? Nindya bangunlah!" Tanya Arga begitu saat ikat pinggang yang ia gunakan untuk memukul Nindya tanpa sengaja malah mengenai kepala wanita yang berstatus istri sahnya itu. Dan entah kenapa, tersebesit rasa penyesalan dan rasa kasihan di lubuk hati Arga. Aneh, seharusnya tidak sepert ini, harusya ini berjalan sesuai dengan niat awal, ini memang tujuan Arga. Tapi, kenapa sekarang ia malah mengkhawatirkan Nindya? Bukankah seharusnya Arga merasa senang? "Nindya?" Panggil Arga khawatir, pria itu berjongkok untuk menyamai posisinya dengan Nindya, "Hey Nindya, ini gak lucu.. Bangunlah! aku tidak akan memukulmu lagi." Ujar Arga sembari terus menampar-nampar kecil pipi Nindya yang terasa dingin. Ia pandangi wajah pucat Nindya yang nyaris membiru, sekelibat bayangan tentang meja makan yang masih di penuhi oleh makanan yang tak tersentuh sama sekali muncul begitu saja di kepala Arga. Saat itulah, Arga ingat jika Nindya belum makan sama sekali, bahkan mungkin sejak

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Nindya pingsan

    "Selesai!" seru Nindya, meletakkan sendok kayu setelah menyiapkan makan malam untuk Arga.Sejak bekerja paruh waktu di cafe milik Rocky, ia selalu memastikan pulang sebelum sore agar bisa memasak untuk suaminya—meski ia tahu, Arga tidak pernah benar-benar menganggapnya istri. Tapi, setidaknya Nindya berpikir harus tetap menjalani kehidupan rumah tangga juga kan? Usai masak, Nindya berpikir untuk mandi, membersihkan tubuhnya. Tapi, baru saja ia ingin mandi, sebuah suara memanggil."Nindya."Ia berbalik cepat, lalu berlari ke pintu.Arga baru pulang.Namun bukan itu yang membuat dadanya menegang saat melihat kehadiran pria itu.Arga masuk bersama seorang wanita—cantik, anggun, dan postur tubuh yang seperti model. "Siapa wanita ini? tidak mungkin kan ini teman? atau.." Kata Nindya didalam hati, ia mencoba menebak siapa wanita itu dan memperhatikan bagaimana interaksi mereka berdua. Tangan kiri Arga melingkar di pinggang wanita itu dengan mesra. Perlakuan yang seakan menusuk jantungny

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Bukan Celine

    "Sebentar Celin, aku mengantuk…" Deg. Dunia Nindya seperti berhenti bergerak. Arga, yang masih memejamkan mata, justru memeluknya lebih erat. Pelukannya hangat… tapi bukan untuknya. Celin. Dari semalam… Arga mengira dirinya Celin? "Sayang, kenapa kamu diam? Biasanya kamu langsung cium kening aku…" lirih Arga, suaranya berat dan serak, seperti masih tersisa alkohol dari semalam. "Eun—" Arga tidak jadi melanjutkan. Kelopak matanya terbuka perlahan… dan saat melihat siapa yang ada dalam pelukannya, wajahnya langsung berubah drastis. "Woi, apa-apaan kamu!" Arga memekik panik, mendorong tubuh Nindya menjauh. Tatapannya turun ke tubuh mereka yang sama-sama telanjang. Dan saat itu juga, tatapan Arga berubah. Jijik. Seperti melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada di dekatnya. Nindya mencoba tersenyum kecil. “P–pagi…” "Hmm. Pagi." Arga menjawab cepat, pendek, dan dingin. Ia memegangi kepalanya, berusaha mengingat kejadian semalam. Ia mabuk. Ia pulang. Lal

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Hanya ilusi

    Malam itu rumah besar itu kembali terasa sunyi. Tak ada suara langkah kaki, tak ada dentingan gelas dari dapur. Hanya suara detik jam dinding yang terasa menusuk di antara kesepian. Nindya duduk di ruang tamu dengan wajah lelah. Televisi di depannya menayangkan drama yang sama sekali tidak menarik perhatiannya. Ia bahkan tidak tahu apa judulnya—yang penting ada suara yang menemaninya. Hanya itu yang ia butuhkan malam itu: sedikit suara di tengah sunyi. Di meja makan, dua piring sudah tertata rapi. Makanan masih hangat, tapi jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Arga belum juga pulang. “Hhh…” Nindya mengeluh lirih sambil menatap meja makan. “Sampai kapan aku menunggu orang yang bahkan tak ingin ditunggu…” Ia memegangi perutnya. Lapar. Tapi ia menahannya. Bagaimanapun juga, ia ingin makan bersama suaminya—setidaknya sekali saja malam ini. Namun begitu ia menatap jam sekali lagi, matanya terasa panas. “Sudah jam sembilan lewat tiga puluh… dia bahkan tak membe

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Duo Bodyguard

    Setelah Andreas pulang, Nindya kembali sendiri di rumah besar itu. Rumah yang megah, luas, tapi anehnya terasa begitu sunyi dan dingin. Hening. Bahkan detak jam dinding pun terasa menggema. Ia melangkah pelan ke ruang tengah. Pandangannya kosong. Andai saja... andai saja ada anak kecil yang berlari di sini, mungkin sepi ini tak akan terasa sesakit ini. “Hey... apa-apaan sih, Nindya,” gumamnya sambil menepuk pipi sendiri pelan. “Jangan mimpi yang nggak-nggak. Arga nggak nyiksa aja udah bersyukur.” Ia menghela napas panjang, menatap langit-langit putih di atas sana. Andai saja Arga bisa sedikit lembut. Andai dia memperlakukan dirinya dengan baik, mungkin pernikahan ini nggak akan terasa seperti penjara. Ya, kalau saja begitu... “Huh... bosen banget,” keluhnya sambil terus gonta-ganti saluran TV. Acara gosip, sinetron, berita politik — semuanya terasa sama: hambar. Biasanya, ia sibuk bekerja, nyapu, ngepel, ngatur rumah... sekarang? Sekarang dia cuma punya waktu buat duduk

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Permainan Arga

    Byurrrr Nindya terbangun dari tidurnya saat ia merasakan guyuran air di tubuhnya, ia langsung duduk dengan mengusap wajahnya yang terkena air, ia mendongak dan menemukan Arga dengan memegang sebuah ember di tangannya. "Buatkan aku sarapan" perintah Arga dengan wajah dinginnya, setelah itu ia meni

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Malam pertama

    Setelah acara pernikahan, Arga dan Nindya pun akhirnya pergi ke rumah baru mereka yang diberikan oleh Prasetyo sebagai hadiah pernikahan mereka.Rumah yang terlihat megah dan mewah di mata Nindya.Tapi kata mertuanya itu rumah minimalis biasa? Ck dasar orang kaya. Bahkan rumah Nindya saja belum da

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   Pertemuan Pertama

    "Aku Menerima Perjodohan Itu"Setelah menerima saran yang tidak sengaja keluar dari mulut Bayu, Arga menemui ayahnya, dan langsung mengatakan jika ia menerima perjodohan itu. Prasetyo yang mendengarnya tentu merasa sangat senang, tanpa ia ketahui maksud dan fikiran jahat dari Arga akan menjadi sebu

  • DIJODOHKAN : SUAMI KEJAMKU   ANCAMAN UNTUK PERJODOHAN

    Arga lagi-lagi menghela nafasnya berat, lagi dan lagi. Ayahnya mengungkit pertanyaan yang sama, perihal perjodohan. Hal yang sangat menyebalkan bagi Arga. Sejak Arga mengenalkan Celine pada Prasetyo, ayahnya itu malah menjadi bersemangat untuk menjodohkannya dengan anak dari seorang ketua keamanan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status