Home / Mafia / Dalam Cengkeraman Teman Malamku / 49. Rasa Sakit yang Nikmat

Share

49. Rasa Sakit yang Nikmat

Author: Velmoria
last update publish date: 2026-02-12 21:21:36

Dante menarik keluar jari-jarinya yang sudah basah kuyup, namun ia tidak langsung melakukan penetrasi. Ia menarik Vera agar berbalik menghadapnya. Dalam posisi telentang di bawah kungkungan Dante, Vera menatap pria itu dengan binar kebencian yang masih segar, namun kedua tangannya justru menarik leher Dante agar mendekat.

“Kau pikir kau sudah menang karena melindungiku dari ayahmu?” bisik Vera, suaranya serak dan tajam. Tangannya merayap naik, dan dengan gerakan cepat, ia mencengkeram leher Dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   58. Cemburu?

    Itu suara Lyra. Belum sempat Bastian berdiri, pintu depan sudah terbuka.Lyra melangkah masuk ke ruang makan dengan napas tersengal dan wajah yang masih menyisakan memar kecil dari keributan semalam.“Kau gila, ya?!” Lyra langsung menghampiri Vera, mengabaikan Bastian dan Evander, bahkan seolah tidak sadar ada sosok berbahaya seperti Dante di sana. “Kenapa kau pergi begitu saja semalam? Aku mencarimu ke seluruh klub! Kau tahu betapa takutnya aku saat melihat Nico tergeletak seperti itu dan kau menghilang?”Vera berdiri, mencoba menenangkan temannya. “Lyra, pelankan suaramu. Aku baik-baik saja.”“Baik-baik saja kepalamu! Kau hampir mati karena ulah brengsek itu!” Lyra memaki, tangannya bergerak aktif saat mengomel. “Lain kali kalau kau mau jadi pahlawan, setidaknya bawa senjata. Dan jangan matikan ponselmu!”Vera hanya bisa menghela napas, menerima omelan itu tanpa membantah. Memang salahnya yang datang ke Velvet Abyss tanpa persiapan, malah menerima tawaran menjebak dari Nico dengan

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   57. Ketenangan yang Mencurigakan

    “Ya, teruskan, Vera. Lagi,” bisik Dante. Menjilati pipi Vera dan membiarkan wanita itu bertindak semaunya.Kuku-kuku Vera dengan segera mencakar dada Dante hingga menimbulkan garis darah yang samar-samar.Dan ia terus menggigit bahu pria itu setiap kali guncangan di dalam dirinya terasa semakin hebat. “Ooh, sial! Sialan kau, Dante!”Dante masih saja diam menikmati, membiarkan Vera dan otak yang kacau karena pengaruh obat.Akhirnya, Vera baru berhenti saat tubuhnya benar-benar kaku karena orgasme yang berkepanjangan. Seketika jatuh pingsan di pelukan Dante dengan sisa-sisa gairah yang masih berdenyut di sekujur tubuhnya.***Kepala Vera berdenyut hebat keesokan paginya. Ia mengerang, mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk dan pegal di bagian-bagian sensitif.Ia merasakan beban berat di pinggangnya. Sebuah lengan berotot yang penuh dengan bekas luka kecil melingkar di sana. Lengan yang sangat ia hafal milik siapa. Vera membeku. Perlahan menoleh ke samping.Dante Obsidian sedan

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   56. Hisap, Dante!

    “Vera? Kau kenapa?” Nada tanya suara Lyra terdengar panik. Vera berhenti berjalan. Napasnya mulai tidak teratur. “Lyra …” Ia menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering. “Bawa aku … ke mobilku ...” Lyra menatap Vera tajam. “Aku sudah bilang jangan minum itu, bodoh. Kau pikir pria seperti Rourke akan main adil?” Vera mencoba menjawab, tapi kakinya tiba-tiba goyah. “Vera—hei, Vera!” Tubuh Vera langsung ambruk. Lyra refleks menangkap bahu Vera, tapi seseorang lebih cepat. Sebuah tangan kasar melingkar di pinggang Vera dan menarik wanita itu menjauh dari Lyra. “Temanmu biar diurus anak buahku,” bisik Nico di telinga Vera. “Kau ikut aku, Vera Nyx.” Lyra langsung maju, meraih lengan Vera. “Lepaskan dia, Rourke.” Matanya terbelalak dengan rahang mengetat. “Urusanmu denganku, jangan libatkan Vera!” Nico hanya tersenyum tipis. “Sudah terlambat, Lyra. Dia duluan yang ikut campur.” “Selesaikan dulu urusan kita, Nico,” cegat Lyra, matanya mulai gelisah menatap Vera yang tubuhnya sudah

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   55. Rasa Panas yang Mengusik

    Vera menutup pintu kamar ibunya rapat-rapat, seolah-olah kayu tua itu bisa menahan kebisingan dari luar—terutama suara Bastian dan Evander yang masih terdengar samar di lantai bawah. Ia duduk di tepi tempat tidur. Aroma kamarnya masih sama. Campuran bedak lili yang lembut dan bau buku tua. Semuanya tampak tidak tersentuh. Seprai yang sudah pudar warnanya tetap tertata rapi, persis seperti saat Vera terakhir kali meninggalkan rumah ini. Vera merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar yang remang-remang. Bayangan ibunya seolah muncul di kursi dekat jendela, tempat ibunya dulu sering duduk sambil menyisir rambut Vera setiap pagi. Kenangan-kenangan kecil seperti suara tawa ibunya yang lembut dan jemari hangat yang mengusap dahinya, membuat dada Vera terasa sesak. Di sini, ia merasa menjadi Vera yang dulu, sebelum memutuskan melanjutkan hidup di Arcadia City. Sampai pada hubungan yang ia kira aman bersama Dante—cuma sebagai teman malam, lalu berakhir tertawan pada pria bajingan i

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   54. Pulang

    ​“Tentu saja boleh, Vera. Kau tidak perlu bertanya,” jawab Dante, terdengar ada nada kepuasan yang disembunyikan dalam suaranya.Dante tahu, secara mental, Vera mulai mengakui bahwa ia memimpin dalam hubungan ‘tawanan dan tuan’ mereka.​Vera berdehem, mencoba menetralisir rasa malunya dengan suara ketus saat mendengar nada suara Dante yang terbaca ‘normal’ dan terasa terselubung. “Aku ... cuma memberi tahu. Daripada nanti kau panik dan mengerahkan seluruh anak buahmu untuk mencariku seperti orang hilang lalu membuat heboh satu kota, lebih baik aku bicara sekarang. Kau kan ...” Ia mulai sadar kalau terlalu banyak menjelaskan.“Kau ... selalu gila kontrol.”​Dante terkekeh rendah, suara yang membuat perut Vera bergejolak. “Tampaknya kau sangat menikmati waktumu, Vera.”Vera mencoba menerka apa yang tengah dirasakan Dante lewat suaranya. Namun tetap tidak bisa. Ia pun tidak menyangka pria itu sangat santai membicarakan kepulangannya ke rumah orang tuanya yang cukup jauh dari Arcadia. “

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   53. Merasa Sangat Konyol!

    ​“Sekarang, tunjukkan padaku sekali lagi ...” Dante meraih tangan Vera, memaksa wanita itu untuk meremas kejantanannya yang sudah kembali menegang keras di balik celana. “Kalau kau memang kritis, negosiasikan kebebasanmu dengan cara yang paling kotor, Sayang.” ​Vera tidak menolak. Rasa takut dan gairahnya menyatu menjadi satu dorongan liar. Meski sudah begitu banyak kegilaan Dante yang membuatnya marah, tetap saja ketika tubuhnya mulai terangsang, semua itu jadi tidak masalah. Membenci Dante tidak mempengaruhi gairahnya saat bercinta dengan bajingan itu. Dari awal memang sudah salah. Ia mencari teman malam, bukan kekasih. Sial karena mendapatkan rekan bercinta yang tidak waras seperti Dante, namun bukan berarti ia tidak menikmati. Jelas tidak ada pemaksaan di sini, walau Dante selalu memaksakan kehendak dalam hal lain. ​Ia menarik ritsleting Dante dengan giginya, lalu menggunakan tangannya yang gemetar untuk membelai kejantanan pria itu dengan tempo yang menuntut. “Kalau aku tetap

  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   20. Mainan Baru

    Pertanyaan yang menggantung di udara, dingin dan tajam.​Dante terdiam sejenak. Bukannya marah, ia justru mempererat pelukannya, memastikan Vera merasakan setiap inci keberadaannya yang masih terbenam di dalam sana. “Selama kau tidak mencoba meninggalkanku, kau tidak perlu memikirkan jawaban dari p

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   17. Sekarang Waktunya

    Vera tersenyum sewajarnya, tipe senyum yang biasa ia gunakan saat menghadapi klien sulit. “Aku perlu ke ruang arsip di Lantai 8. Ada beberapa dokumen fisik kampanye lama yang ingin kulihat sebagai referensi.”“Kami akan mengantar Anda,” jawab salah satu pengawal tanpa ragu.“Tentu,” sahut Vera tena

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   19. Apa Dia Bosan?

    Ia duduk di tepi ranjang dan menarik Vera untuk berdiri di antara kedua kakinya. Vera menutup matanya, mengantisipasi rasa sakit dan takut, namun yang ia rasakan adalah dinginnya logam yang menyentuh kulit perutnya. Dante mulai menggerakkan ujung laras senapan itu naik ke arah payudara Vera, lalu

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Dalam Cengkeraman Teman Malamku   18. Aku Bersalah

    Vera duduk dengan punggung tegak di kursi belakang taksi yang melaju menembus kemacetan Arcadia City.Di bawah balutan trench coat-nya, telapak tangan Vera basah oleh keringat. Ia terus menatap foil tembaga yang melilit pergelangan tangannya. Ia tidak tahu apakah cara ini benar-benar efektif, tapi

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status