Partager

Bab 17

last update Date de publication: 2026-05-03 08:00:00

“Maaf.” Aldo akhirnya bersuara.

Suaranya lirih. Tidak seperti laki-laki yang dulu dengan percaya diri mengucapkan talak tiga. “Aku ... aku cuma ingin main dengan Chika. Sebentar saja. Aku kangen sama dia.”

Annasya tidak menjawab. Matanya berkaca-kaca lagi, tapi kali ini bukan karena takut, melainkan karena marah. Amarah yang sudah dia pendam sejak Aldo mentalak tiga dulu, sejak Aldo dingin dan pergi begitu saja, sejak Aldo meninggalkannya sendiri dengan C

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 63

    “Mas … kok lama banget sih?” suara wanita itu terdengar manis.Dia berdiri di samping Aldo, menyentuh lengan Aldo dengan lembut, seperti pasangan yang sudah sangat akrab. “Aku udah nungguin di mobil dari tadi.”Aldo menunduk. Ada rasa bersalah di matanya, tapi bukan pada Tari. Pada Chika.“Maaf, Tari. Aku kangen anakku.”Tari tersenyum. Senyum yang tidak sampai ke mata. Dia menoleh ke arah Chika, lalu berlutut menyamakan tinggi badan dengan gadis kecil itu.“Chika, ya?” Tari mengulurkan tangan, mencoba mengelus rambut keriting Chika. “Chika cantik banget. Mirip ibunya.”Chika mundur selangkah. Bukan karena takut, tapi karena dia tidak nyaman.“Halo, Tante,” sapa Chika sopan meskipun matanya tidak lepas dari wajah Tari.“Chika mau main sama Tante Tari, ‘kan? Tante punya boneka barbie di mobil. Yang rambutnya panjang, bisa disisir-sisir. Ch

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 62

    Sore itu matahari masih terik, menciptakan pola-pola cahaya yang bergerak perlahan mengikuti tiupan angin. Beberapa ibu sudah mulai berdatangan menjemput anak-anak mereka. Mobil-mobil terparkir tidak rapi di pinggir jalan, dan suara anak-anak yang berlarian keluar dengan riang memenuhi udara.Chika sedang asyik mewarnai gambar kelinci di halaman belakang daycare. Jari-jari mungilnya yang masih kaku memegang krayon merah, mencoba mewarnai telinga kelinci itu dengan rapi.Wajahnya yang tembam berkonsentrasi penuh, lidahnya sedikit terjulur ke samping, kebiasaan lucu yang membuat para guru di daycare selalu tersenyum setiap melihatnya.“Chika, ada tamu untuk kamu!” panggil Bu Rina dari pintu depan.Chika mengangkat wajah. Matanya yang bulat berkedip-kedip.Chika meletakkan krayon merahnya, merapikan buku gambar yang mulai kusut di sudut-sudutnya, lalu berlari kecil menuju pintu depan. Sandal jepitnya yang bergambar kelinci dibelikan Ayah minggu lalu di pasar, berbunyi nyaring setiap kali

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 61

    “Kamu mengancam saya?”“Saya tidak mengancam, Bu. Saya hanya mengingatkan.”“Kamu tidak tahu siapa saya! Suami saya bisa menghancurkan hidupmu—”“Bu.” Raka memotong, suaranya tetap tenang. “Saya tidak takut dihancurkan. Saya sudah tidak punya apa-apa. Istri saya, anak saya, itu harta saya. Saya akan lindungi mereka dengan cara apa pun.”Ibu Aldo kehilangan kata-kata.Di belakang Raka, Annasya akhirnya melangkah keluar. Tangannya meraih lengan Raka.“Bu,” panggil Annasya, suaranya pelan. “Apa yang Ibu cari di sini? Aldo? Aldo tidak ada di sini.”“Aku tidak mencari anakku. Aku mencarimu!”“Ada apa, Bu? Apa yang saya perbuat?”Ibu Aldo menatap Annasya dengan mata yang penuh kebencian.“Aldo depresi! Dia tidak mau makan, tidak mau keluar rumah, tidak mau bicara pada siapa pun! Dia hancur karena kamu, Annasya! Kamu yang menghancurkannya!”Annasya terdiam. Dadanya terasa sesak tetapi bukan karena dia masih cinta pada Aldo. karena dia tidak pernah ingin menghancurkan siapa pun.“Bu, saya tid

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 60

    Malam itu, setelah Via pergi, suasana di rumah kecil itu kembali tenang. Chika sudah tertidur di kamarnya dengan boneka kelinci di samping bantal. Mulut mungilnya terbuka sedikit, napasnya teratur dan damai, tidak tahu bahwa dunia orang dewasa di luar kamarnya sedang berusaha keras untuk tetap tenang. Annasya baru saja selesai membereskan gelas-gelas bekas teh dan piring pisang goreng. Raka duduk di kursi ruang tamu, matanya menatap Annasya yang bolak-balik dari dapur ke ruang tamu dengan langkah ringan.“Mas belum tidur?" tanya Annasya sambil mengelap meja kayu tua di depan Raka."Belum. Masih mikirin besok.""Besok?""Besok aku mulai cari kerja lagi. Kaki udah enakan. Nggak enak terus-terusan di rumah. Kamu yang cari nafkah sendiri."Annasya berhenti mengelap. Dia menatap Raka. "Mas, nggak usah buru-buru. Kaki Mas masih belum sembuh total. Istirahat dulu.""Udah hampir dua bulan, Annasya. Cukup lama.""Tapi—""Say

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 59

    Raka tidak peduli dengan setelan jas mahal yang mungkin terkena air teh. Dia tidak peduli dengan tamunya yang masih berdiri di pintu. Dia hanya peduli pada Annasya.Wajah istrinya yang pucat, matanya yang kosong, tangannya yang menggenggam erat ujung jilbab.Raka meraih tangan Annasya, memeriksa apakah ada luka akibat pecahan kaca. “Sakit? Ada yang kena?” Suaranya bergetar.Annasya menggeleng. Masih diam. Matanya masih menunduk menatap lantai.“Sayang ... lihat aku.”Annasya mengangkat wajah. Matanya bertemu dengan mata Raka. Ada ketakutan di sana.“Aku ... nggak sengaja, Mas,” bisik Annasya, suaranya pecah.“Nggak apa-apa. Cuma gelas. Nanti bisa beli lagi.” Raka mengusap pipi Annasya yang ternyata basah. Annasya menangis diam-diam. Tanpa suara.Raka memeluknya. Memeluk istrinya di tengah ruang tamu yang lantainya penuh pecahan kaca dan genangan teh hangat. Dia tidak peduli bahwa

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 58

    Perjalanan pulang dari daycare terasa lebih sunyi dari biasanya. Chika duduk di kursi belakang mobil Bastian dengan boneka kelinci di pangkuannya, sesekali melirik ke luar jendela, sesekali menatap ibunya yang duduk di kursi depan dengan tatapan penuh tanda tanya.Gadis kecil itu tidak mengerti mengapa hari ini ayahnya tidak menjemput mereka berdua. Biasanya Raka selalu datang sendiri, meskipun dengan langkah pincang, meskipun dengan kruk yang kadang membuatnya terlihat lelah.“Bu,” panggil Chika pelan.“Iya, Sayang.”“Kok bukan Papa yang jemput Ibu?”Annasya menoleh ke belakang. Dia tersenyum meski sedikit dipaksakan, tapi cukup untuk menenangkan Chika. “Papa sedang ada urusan. Kita tunggu di rumah.”Chika mengangguk meskipun matanya masih bertanya-tanya. “Urusan apa, Bu?”“Urusan Papa. Nanti Papa jelasin sendiri.”Chika tidak bertanya lagi. Dia kembali as

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 50

    Raka mengangguk. "Iya. Kita memang perlu bicara.""Jaga mereka baik-baik."Raka menatap Aldo. Matanya tidak berkedip."Aku akan jaga mereka dengan nyawaku kalau perlu."Aldo tersenyum pahit.

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 49

    Jantung Annasya seketika berdegup kencang. Bukan karena bahagia, tapi karena dia tidak siap. Dia tidak siap melihat laki-laki itu lagi. Tidak setelah semua yang terjadi.Tidak setelah dia memutuskan untuk pindah, untuk menikah, untuk memulai hidup baru dengan Raka.Raka juga membeku

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 48

    Bab 48Matanya yang bulat mulai berkaca-kaca.Ibu Raka berlutut, menyamakan tinggi badannya dengan Chika. Tangannya yang keriput mengelus rambut keriting Chika. Gerakannya perlahan, lembut, penuh kasih sayang."Kakek dan nenek mau pulang, Sayang.""Pulang ke mana?"

  • Dekap Cinta Suami Pengganti    Bab 46

    Bab 46Raka mengecup bibir Annasya dengan lembut.Seperti seseorang yang sedang menyentuh benda paling berharga di dunia, takut pecah jika ditekan terlalu keras. Hanyabeberapa detik, lalu dia mundur. Tidak berani lebih lama.Raka menunduk. Wajahnya yang sawo matang kini terli

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status