Home / Romansa / Dekapan Panas Kakak Ipar / Bab 57. Di pergoki Bi Ida

Share

Bab 57. Di pergoki Bi Ida

Author: Dayatsa
last update publish date: 2026-07-21 19:11:47

Di tengah malam yang semakin sunyi, dibawah lampu taman redup, Aston semakin mengeratkan rengkuhannnya pada tubuh Alena. Ia menundukan, sementara Alena mengangkat wajahnya pelan. Satu tangan Aston menyingkirkan anak rambut Alena. Bibirnya bergetar penuh bisikan.

"Kamu tidak akan ada yang menggantikan, sayang...."

"Alena sayang sama Kak Aston. Alena nggak ingin kehilangan Kakak." Alena mengerjab pelan.

Aston langs
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 242. Sikap hangat Danu

    Hingga tiba-tiba...Brak!!!Air dalam gelas dan peralatan makan itu sampai bergetar sakit kuatnya Aston menggebrak meja. Liana yang melihat kejadian itu sontak mengangkat wajahnya dengan tersentak. Tubuh Liana menegang, jantungnya berpacu hebat. Apalagi kilatan mata Aston yang seperti nyala api tajam."A-Aston... Ada apa?" suara Liana bergetar."Katakan pada saya, siapa yang sudah mengirimkan video rumah sakit di Kalimantan kepada Istri saya?!" tanya Aston dengan rahang yang sudah menggeretak.Liana terpaku. Wajahnya membias ketakutan dengan mata mengerjab. Video itu? Alena sudah menceritakan semuanya pada Aston? Gawat ini, batin Liana terus saja mengulik keresahan."Kenapa diam saja, Liana? Atau jangan-jangan... Kamu sudah bersekongkol dengan Leon untuk menghancurkan rumah tangga saya?!" gertak Aston kembali."Aston... Ka-kamu salah paham. Saya tidak mengenal siapa Leon. Dan... Saya tidak tahu darimana Alena mendapatka

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 241. Asam lambung kambuh

    "Kamu sudah tahu jawabannya, untuk apa kamu tanyakan lagi," jawab Aston tanpa memalingkan pandangannya dari jalan.Liana membeku. Rasanya tak terima melihat Aston harus kembali ke tanah air demi Alena. Namun Liana tak punya pilihan lain. "Jika pada akhirnya aku tidak bisa menahan kamu disini, maka aku akan mengikuti jalanmu kemana pun kamu melangkah, Aston."Kalimat itu hanya berdengung dalam tenggorokan Liana. Ia masih berusaha tenang, agar Aston tak curiga jika dirinya masih mengharapkan cinta yang sangat besar."Alena beruntung sekali mendapatkan suami sebaik kamu," ucap Liana tiba-tiba. Aston me-julingkan kedua alisnya dengan jantung berdegup kuat. Namun belum sampai Liana melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba saja ia memekik kencang.Awhhh!!!Aston menoleh sekilas. Liana sudah memegang perutnya yang tiba-tiba terasa perih dan sesak. Tubuh Liana pun berubah dingin, berkeringat, saking kuatnya menahan rasa sakit."Liana... Kamu j

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 240. Aston, aku ikut kamu pulang

    Mr. Liem sudah memasuki ruangan bersama para petinggi rumah sakit. Suasana gemuruh obrolan berubah lebih serius ketika Dikrektur rumah sakit masuk. Semua para Dokter menatap lurus ke arah podium, hingga Mr. Liem berhasil membuka sambutannya."Terimakasih para Dokter semua yang sudah hadir," ucap Mr. Liem menggunakan bahasa asing. "Terimakasih sudah mendedikasikan segala bentuk perhatian anda kepada semua pasien di rumah sakit ini. Tak terasa, pertemuan kita sudah tiba di penghujung akhir. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kerja sama anda semua. Maaf apalagi dari pihak rumah sakit ada pelayanan yang kurang berkenan di hati anda semua. Namun disini saya pertegas sekali lagi, apalagi ada dari kalian yang ingin tambah kontrak, silahkan hubungi staff untuk informasi lebih lanjut."Mr. Liem menyelingi sambutanya dengan tawa kecil agar suasana tidak begitu tegang.Aston yang duduk tenang merasa sudah tak sabar lagi untuk segera kembali ke negara tercinta

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 239. Ancaman Leon

    Di Korea,Selama pendampingan operasi sesar, Aston sejak tadi tak begitu fokus sebab pikirannya tengah melayang menuju Indonesia. Setelah menelfon Tama tadi, Aston langsung memasuki ruangan operasi. Tapi hingga pukul 11 malam pun, tak ada kabar tentang keberadaan Alena.Berdering...Aston urungkan niatnya sekedar menenggak air. Ia masih duduk dalam resah, sejak tadi panggilannya pada sang Istri belum terjawab."Sayang... kamu kemana sih? Nggak biasanya banget kamu diemin aku kaya gini," lirih Aston kembali menurunkan gawainya. "Apa aku telfon Mike saja ya?! Mungkin dia tahu dimana adiknya."Aston sudah siap menelfon Mike, bersiap mengambil napas, tangannya bergulir pada layar, hingga nama 'Mike' berhasil Aston temukan. Aston sudah bersiap menekan ikon panggilan. Tapi malam itu pintu ruangannya terketuk singkat dan terbuka pelan. Aston lagi-lagi mengurunkan niatnya.Suster masuk sambil membawa beberapa catatan hasil rekam medis.

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 238. Keheningan ruang rawat

    Begitu panggilan selesai, Alena segera memberikan nomor Aina kepada Iparnya. Ia kembali berjalan mendekat ke arah Papa Gino. Pria tua itu masih belum sepenuhnya terlelap, memandang lampu ruangan yang masih terang. Sementara Mike, kakaknya sudah terlelap di atas sofa. Alena menatapnya sekilas, pria itu sangat kelelahan menghandle semua kerjaan selama Papanya sakit."Papa kok belum tidur? Apa selang infusnya tidak nyaman?" tanya Alena seraya mengontrol selang infus sang Papa.Papa Gino menggeleng lemah. Biasanya pun sang Papa selalu tidur setiap pukul 1 malam setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dan waktu sekarang masih menunjukan pukul 9 malam. Bagi Papa Gino masih sangat sore."Papa belum bisa tidur, sayang. Biasanya jam segini Mama kamu selalu buatin kopi untuk Papa. Tapi sekarang, datang kesini saja Mamamu tidak mau." Suara itu menyirat luka dan penyesalan. Papa Gino menghela napas dalam, rasanya rindu sekali dengan sang Istri tercinta.Huh

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 237. Kedatangan Dinda

    Aina merasa tak enak hati. Ia tak bermaksud membuat Tama semakin menderita. Suasana mendadak hening. Tama kembali melanjutkan makannya, karena saat ini ia sudah merasa lebih bahagia hidup bersama Kakak dan Mamanya. "Maaf, saya tidak tahu," ucap Aina rendah. "Tidak apa-apa. Lanjutkan saja makannya," balas Tama yang sema sekali tidak keberatan. Cafe semakin ramai, terdengar suara musik lembut yang membuat malam semakin terasa hidup. Setelah selesai makan, Tama tak langsung mengajak Aina pulang. Ia tahu, Aina tengah menikmati konser cafe yang membuat pengunjung juga ikut menyanyi dengan antusias. Di tengah ketenangan itu, tiba-tiba Tama dan Aina di kejutkan dengan suara derap heels yang berhenti di samping meja. Tama menoleh, matanya terbuka bulat. Terkejut dengan kehadiran Dinda di cafe yang sama. "Dinda?" Aina menoleh, ia agak mengernyit, merasa asing dengan wanita di sampingnya yang masih berdi

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 4. Bagaimana aku bisa hamil?

    Setelah pemeriksaan tadi siang, sesuai edukasi Aston, Alena yang sudah rapi mengenakan dress elegan terkesan seksi, kini mulai bersolek tipis di depan kaca rias, memastikan make-up naturalnya dapat menarik gairah Tama nantinya. Sudut bibir Alena tertarik simpul. Lipstik pink nude itu merekah indah

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 3. USG Transvaginal

    Aston tidak menjawab dengan kalimat panjang. Ia hanya memberikan tatapan tegas yang memberi isyarat bahwa perintah medisnya tidak untuk didebat. Pria itu melangkah menuju alat pemindai ultrasonografi (USG) di samping ranjang pasien dan mulai mengenakan sarung tangan latex medis."Saya perlu melakuk

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 2. Periksa sekarang, Kak?

    Pagi harinya, suasana meja makan terasa canggung. Tepat setelah sarapan selesai, Tama bergegas pergi lebih dulu karena mendapat panggilan darurat dari IGD. Alena hanya mampu melambaikan tangan kecilnya. Ia masih bergeming beberapa detik di dekat pintu, sebelum berbalik dan tidak sengaja menabrak se

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 1. Mas, sentuhlah aku!

    "Mas, aku menginginkan kamu malam ini. Tolong sentuh lah aku," mohon Alena dibalik kabut gairahnya.Mantan Model cantik berusia 25 tahun itu berjalan sensual menghampiri suaminya dengan balutan daster lingerie berbahan linen bewarna putih terawang.Sementara Tama, dokter bedah berusia 28 tahun itu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status