Share

14. Sidang

Author: Wrold tree
last update publish date: 2025-09-21 18:05:03

Di tengah keriuhan atas tuduhan dirinya memerintahkan Li Jing untuk membunuh Ibu Suri, Ying Xuan dengan tenangnya berjalan ke arah menteri yang menyerukannya tadi.

"Apa Tuan Mentri punya bukti, kalau aku terlibat?"

"Bukti apa lagi yang anda cari, Permaisuri. Lihatlah, Pelayan tidak tahu diri ini adalah Pelayan anda. Seperti yang anda katakan waktu itu, seorang Pelayan sekali pun, bisa saja meremehkan seorang Kaisar jika memiliki dukunga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   89.Tamu tak diundang

    Dengan ditemani Pelayannya dan Guangyi yang memakai mantra transparan, Ying Xuan bermain dengan sangat gembira. Meski saat itu wajah Ying Xuan dipenuhi kebahagiaan, tapi berbeda halnya dengan Lidiya "Nona terus berbicara sendiri. Apa mungkin...Nona bisa melihat hantu?" gumam Lidiya sambil melirik ke sekitar taman. Lidiya ketakutan. Tapi mengingat tidak terjadi apapun pada Ying Xuan, ia mencoba memberanikan diri dan meyakinkan hatinya kalau hantu yang dilihat Ying Xuan adalah hantu baik. "Lidiya...Lidiya!" panggil Ying Xuan. "Ya, Nona. Apa ada yang anda butuhkan?" tanya Lidiya. "Lidiya, Shuan-Shuan sudah lapar. Ayo kita kembali ke kediaman," ajak Ying Xuan.. "Baik, Nona." Ajakan tersebut sudah dinanti-nantikan

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   88.Perjanjian dengan langit

    Melihat Guangyi terdiam, Ying Xuan kecil meraih ujung baju Guangyi dengan tangan mungilnya. "Ada apa, Paman?" ujarnya. "Tak apa, Ying Xuan. Tidurlah. Hari-hari ke depannya, kau tidak akan merasakan sakit lagi." "Benarkah?" tanya Ying Xuan kecil dengan raut pucat. "Ya," jawab Guangyi sembari tersenyum lembut. "Hihihi....Paman, kau sangat tampan saat tersenyum. Kau tahu, Paman. Aku sudah menderita sakit seperti ini sejak lama. Mendengar Paman mengatakan aku tidak akan kesakitan lagi, aku merasa sangat senang." Melihat senyum polos Ying Xuan kecil, Guangyi merasa sangat bahagia. Tak lama setelah itu, Ying Xuan akhirnya tertidur lagi. Tidur Ying Xuan kali ini sangat lelap, sampai suara Lidiya yang baru saja pulang, tidak membangunkanny

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   87.Ingatan

    Setibanya Guangyi di rumah, ia sangat beruntung karena tabib Bai sudah kembali dari rumah pasiennya. "Yang Mulia?! Anda kenapa?" tanya Tabib Bai. "Old Bai! Segera periksa Ying Xuan!" Guangyi membuka lengan jubahnya, dan menampakkan Ying Xuan kecil yang tengah meringis kesakitan. "Apa yang terjadi pada Istri anda, Yang Mulia?" tanya tabib Bai. Guangyi menatap tabib Bai dengan penuh kekesalan."Aku tidak akan datang padamu jika aku tahu apa yang terjadi padanya." "Te-Tenanglah, Yang Mulia. Saya akan segera memeriksanya," ujar tabib Bai sambil menelan ludahnya. Saat Guangyi meletakkan tubuh mungil Ying Xuan di tempat tidur, tabib Bai langsung memeriksa kondisinya. Tabib Bai tampak berkeringat dingin karena melakukan satu kesalahan saja bisa berakibat fatal baginya.

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   86.Kenangan indah dan buruk

    Sementara orang-orang di kediaman pejabat Wang tertidur, Guangyi mengajak Ying Xuan kecil ke sungai terdekat untuk menangkap ikan. Air sungai yang tengah surut, menampakkan pemandangan alam yang sangat indah. Airnya jernih dan terawat, sehingga ikan-ikan yang berenang di air dangkal itu pun terlihat jelas. "Paman! Ikannya sangat besar di sana!" seru Ying Xuan kecil dengan girangnya. "Baik, akan segera ku tangkap untuk Shuan-Shuan kecil," ujar Guangyi. "Hihihi...semangat, Paman! Semangat!" seru Ying Xuan sambil melompat pelan. Karena melompat, Ying Xuan kehilangan keseimbangannya. Batu di sungai sangat licin, mengakibatkan kaki kecil Ying Xuan kesusahan menapak dengan benar. "Kyaaa! Paman!" pekik Ying Xuan. Secepat kilat Guangyi berlari ke arah Ying Xuan dan menangkapnya. Dalam dek

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   85.Ying Xuan kecil

    Karena belum saatnya tertangkap, Guangyi langsung menghilang dari pandangan kedua pengawal itu, lengkap dengan gerobak mainannya. Kedua pengawal itu pun terbelalak. Mereka mengucek mata mereka berkali-kali untuk memastikan di depan mereka benar-benar tidak ada seseorang. "Tadi....kau lihat pria tinggi yang membawa gerobak mainan, kan?" tanya pengawal satu ke pengawal lainnya. "Ya! Aku jelas-jelas melihat pria tinggi itu berdiri di depan pintu dan tampak mengintip ke dalam," jelas pengawal satunya lagi. "Tapi, sekarang tidak ada siapapun di depan kita. Apa mungkin....yang tadi itu..." hanya dengan lirikan, kedua pengawal itu langsung terpikirkan hal yang sama."Hantu!" ucap mereka kompak. Gosip seketika menyebar tak terkendali dan di lebih-lebihkan. Identitas baru Ying Xuan pun terbongkar sepenuhnya. Sekarang, Ying Xuan adalah anak dari seorang pejabat kecil di istana. Ayahnya seorang pejabat yang bekerja dibawah mentri keuangan, dan namanya cukup terkenal di desa tersebut. "

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   84.Pemindahan Jiwa

    Pertarungan antara hukum langit dan Guangyi terus berlanjut. Semua artefak yang Guangyi keluarkan untuk melindungi Ying Xuan pun sudah habis tersambar petir. "Bertahanlah, Yang Mulia. Satu sambaran lagi," ujar Tabib Bai. Karena Guangyi tidak lagi memiliki artefak untuk menghalau hukum langit, ia memutuskan untuk mengorbankan tubuhnya sendiri. "Kemari kau, hukum langit si*lan!!" teriak Guangyi. Saat itu, dari langit yang mendung, sebuah kilatan petir berwarna ungu langsung menyambar tepat ke arah Ying Xuan. Guangyi yang tidak membiarkan Ying Xuan dimusnahkan, langsung menahan petir itu dengan tubuhnya. Kulitnya melepuh, dan jantungnya serasa terhenti. "Akhhhhhhhhhhh!" pekik Guangyi saat merasakan sambaran petir tanpa ampun. Setelah kilatan petir berhenti, langit tidak kunjung menunjukkan cerahnya. Langit masih mendung menghitam, seolah kemarahan langit belum mereda. "Yang Mulia!" seru tabib Bai. "Lanjutkan. Kau harus melakukannya sebelum hukum langit turun lagi!" titah

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   7. Posisi Permaisuri

    Mendapat kesempatan untuk memojokkan Ying Xuan setelah penampilan bersinarnya tadi, Selir Shuan Shu langsung angkat bicara, karna tak ingin melewatkan moment tersebut. "Ya, Selir Agung. Katakan pada kami, dari siapa anda belajar berpedang? Bukankah...Anda belum pula

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   6.Tarian pedang

    Melihat betapa semangatnya Selir Shuan Shu ingin menjatuhkan dirinya, dari balik cangkir anggur yang ia pegang saat itu, Ying Xuan menyeringai. "Manusia fana sangat sombong. Dulu, aku memang pernah menjadi manusia fana, dan sekarang aku juga telah menjadi manus

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   5. Bentrok dengan Selir Shuan Shu

    Soal perjamuan yang akan diadakan istana untuk menyambut para utusan dari Kekaisaran Xianlong. Ying Xuan yang tidak ingin datang dengan penampilan gendutnya, berusaha mati-matian untuk diet sebelum hari perjamuan tiba. Selama diet, Ying Xuan hanya memakan sayur saja

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   4. Perlawanan pada Ibu Suri

    Melihat sikap Ying Xuan yang tenang dan tegas, Kaisar yang merasa situasi itu semakin menarik, mulai melirik ke arah Ibu Suri yang tampak sangat kesal. "Selir Agung, seperti yang kau katakan, atas dasar apa Pelayan rendahan sepertinya harus dipercaya. Kau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status