แชร์

91.Matinya Penguasa Gunung

ผู้เขียน: Wrold tree
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-28 18:03:51

FLASHBACK SEBELUM GUANGYI TIBA Di DESA...

"Nona, anda akan aman di sini. Jadi, tetap diam, ya," ujar Lidiya setelah memasukkan Ying Xuan ke sebuah ruang bawah tanah.

"Lidiya, di sini gelap. Shuan-Shuan tidak suka di sini, Shuan-Shuan mau ke Ibu," rengek Ying Xuan.

Lidiya mulai berkeringat dingin. Bukan berarti ia tidak pernah mencoba membawa Ying Xuan ke Nyonyanya. Tapi, saat ia buru-buru menggendong Ying Xuan waktu itu dan melewati ka
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   91.Matinya Penguasa Gunung

    FLASHBACK SEBELUM GUANGYI TIBA Di DESA... "Nona, anda akan aman di sini. Jadi, tetap diam, ya," ujar Lidiya setelah memasukkan Ying Xuan ke sebuah ruang bawah tanah. "Lidiya, di sini gelap. Shuan-Shuan tidak suka di sini, Shuan-Shuan mau ke Ibu," rengek Ying Xuan. Lidiya mulai berkeringat dingin. Bukan berarti ia tidak pernah mencoba membawa Ying Xuan ke Nyonyanya. Tapi, saat ia buru-buru menggendong Ying Xuan waktu itu dan melewati kamar sang Nyonya, ia melihat semua orang terkapar tak sadarkan diri. Oleh karena itu, Lidiya yang merasakan bahaya langsung membawa Ying Xuan ke gubuk reyot di tengah hutan sebelah barat, guna menyembunyikannya. "Ny-Nyonya saat ini sedang ada urusan. Nona muda sudah lihat paman menyeramkan tadi, kan. Anggap saja kita sedang bermain petak umpet dengannya dan Nona jangan sampai ditemukan," bujuk Lidiya. "Tapi, Lidiya. Di sini sangat gelap. Shuan-Shuan takut," uj

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   90.Penguasa Gunung

    Melihat tampang pria yang mencurigakan itu, Lidiya spontan menarik Ying Xuan ke belakang untuk melindunginya. "Siapa kau?! Apa kau tahu kalau ini kediaman seorang pejabat. Menerobos masuk tanpa izin akan dikenakan denda..." Lidiya tiba-tiba merasa matanya sangat berat, dan... Brukk! Melihat Lidiya tiba-tiba jatuh pingsan, Ying Xuan kecil langsung menggoyang-goyangkan tubuh Lidiya guna membangunkannya. "Lidiya....Lidiya...kau kenapa?" ujar Ying Xuan kecil. "Pelayan mu sangat berisik, Ying Xuan. Jadi, aku menidurkannya. Sementara dia tersadar, kau ikutlah denganku. Kita memiliki banyak urusan yang harus dibicarakan," ujar pria dengan rambut hijau itu. Tepat saat si pria berambut hijau mengulurkan tangannya ke arah Ying

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   89.Tamu tak diundang

    Dengan ditemani Pelayannya dan Guangyi yang memakai mantra transparan, Ying Xuan bermain dengan sangat gembira. Meski saat itu wajah Ying Xuan dipenuhi kebahagiaan, tapi berbeda halnya dengan Lidiya "Nona terus berbicara sendiri. Apa mungkin...Nona bisa melihat hantu?" gumam Lidiya sambil melirik ke sekitar taman. Lidiya ketakutan. Tapi mengingat tidak terjadi apapun pada Ying Xuan, ia mencoba memberanikan diri dan meyakinkan hatinya kalau hantu yang dilihat Ying Xuan adalah hantu baik. "Lidiya...Lidiya!" panggil Ying Xuan. "Ya, Nona. Apa ada yang anda butuhkan?" tanya Lidiya. "Lidiya, Shuan-Shuan sudah lapar. Ayo kita kembali ke kediaman," ajak Ying Xuan.. "Baik, Nona." Ajakan tersebut sudah dinanti-nantikan

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   88.Perjanjian dengan langit

    Melihat Guangyi terdiam, Ying Xuan kecil meraih ujung baju Guangyi dengan tangan mungilnya. "Ada apa, Paman?" ujarnya. "Tak apa, Ying Xuan. Tidurlah. Hari-hari ke depannya, kau tidak akan merasakan sakit lagi." "Benarkah?" tanya Ying Xuan kecil dengan raut pucat. "Ya," jawab Guangyi sembari tersenyum lembut. "Hihihi....Paman, kau sangat tampan saat tersenyum. Kau tahu, Paman. Aku sudah menderita sakit seperti ini sejak lama. Mendengar Paman mengatakan aku tidak akan kesakitan lagi, aku merasa sangat senang." Melihat senyum polos Ying Xuan kecil, Guangyi merasa sangat bahagia. Tak lama setelah itu, Ying Xuan akhirnya tertidur lagi. Tidur Ying Xuan kali ini sangat lelap, sampai suara Lidiya yang baru saja pulang, tidak membangunkanny

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   87.Ingatan

    Setibanya Guangyi di rumah, ia sangat beruntung karena tabib Bai sudah kembali dari rumah pasiennya. "Yang Mulia?! Anda kenapa?" tanya Tabib Bai. "Old Bai! Segera periksa Ying Xuan!" Guangyi membuka lengan jubahnya, dan menampakkan Ying Xuan kecil yang tengah meringis kesakitan. "Apa yang terjadi pada Istri anda, Yang Mulia?" tanya tabib Bai. Guangyi menatap tabib Bai dengan penuh kekesalan."Aku tidak akan datang padamu jika aku tahu apa yang terjadi padanya." "Te-Tenanglah, Yang Mulia. Saya akan segera memeriksanya," ujar tabib Bai sambil menelan ludahnya. Saat Guangyi meletakkan tubuh mungil Ying Xuan di tempat tidur, tabib Bai langsung memeriksa kondisinya. Tabib Bai tampak berkeringat dingin karena melakukan satu kesalahan saja bisa berakibat fatal baginya.

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   86.Kenangan indah dan buruk

    Sementara orang-orang di kediaman pejabat Wang tertidur, Guangyi mengajak Ying Xuan kecil ke sungai terdekat untuk menangkap ikan. Air sungai yang tengah surut, menampakkan pemandangan alam yang sangat indah. Airnya jernih dan terawat, sehingga ikan-ikan yang berenang di air dangkal itu pun terlihat jelas. "Paman! Ikannya sangat besar di sana!" seru Ying Xuan kecil dengan girangnya. "Baik, akan segera ku tangkap untuk Shuan-Shuan kecil," ujar Guangyi. "Hihihi...semangat, Paman! Semangat!" seru Ying Xuan sambil melompat pelan. Karena melompat, Ying Xuan kehilangan keseimbangannya. Batu di sungai sangat licin, mengakibatkan kaki kecil Ying Xuan kesusahan menapak dengan benar. "Kyaaa! Paman!" pekik Ying Xuan. Secepat kilat Guangyi berlari ke arah Ying Xuan dan menangkapnya. Dalam dek

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   7. Posisi Permaisuri

    Mendapat kesempatan untuk memojokkan Ying Xuan setelah penampilan bersinarnya tadi, Selir Shuan Shu langsung angkat bicara, karna tak ingin melewatkan moment tersebut. "Ya, Selir Agung. Katakan pada kami, dari siapa anda belajar berpedang? Bukankah...Anda belum pula

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   3. Pelayan lancang

    Setelah Ying Xuan secara tidak langsung menentang otoritas Ibu Suri, para pelayan yang melayani Ibu Suri, mulai menunjukkan sifat sombong mereka terang-terangan. "Humph! Coba lihat siapa ini? Bukankah ini Selir Agung kita yang mulia," ujar salah satu Pelayan yang saat itu tidak sengaja berpapasan

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   2.Perubahan Selir Agung

    sore harinya, Ying Xuan bersama dua pelayannya yang bernama Rumei dan Shia, tengah berjalan-jalan di taman samping di Istana Harem. "Yang Mulia, di sini adalah tempat kesukaan anda. Dulu, anda sering datang ke sini untuk memetik beberapa tangkai

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   1. Reinkarnasi

    Di dunia kultivasi, terdapat tujuh Penguasa langit, dan lima Penguasa Bumi. Penguasa langit terdiri dari Penguasa Bulan, Penguasa Matahari, Penguasa Angin, Penguasa Awan, Penguasa Hujan, Penguasa Bintang, dan Penguasa Yin Yang. Sedangkan Penguasa Bumi, terdiri dari penguasa Gunung, Penguasa Lauta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status