LOGINPerkembangan dan kemajuan bisnis menjadi prioritas bagi banyak billionaire dunia. Tidak seperti penampilannya yang penuh kemegahan, dalam beberapa bulan terakhir GI Company mengalami keguncangan hebat. Demi kelangsungan bisnis dan perusahaannya, Matthew dan Sacie mengorbankan egonya masing-masing. Sampai akhirnya Sacie mulai jatuh cinta kepada Matthew dan mencoba untuk meluluhkan hati billionaire tersebut. Namun, tidak semudah yang dibayangkan. Sacie justru mendapat kebencian yang teramat besar dan membuatnya terpuruk jatuh. Semakin lama hubungan Sacie dan Matthew semakin memburuk. Terlalu banyak jalan rumit dan sulit yang menghadang mereka. Akankah mereka selalu bersama? Ataukah Sacie menyerah setelah mendapatkan sebuah fakta mengejutkan?
View MoreRuangan yang berada di lantai teratas itu berubah sesak ketika Matthew tiba-tiba datang dan langsung menarik Sacie masuk ke ruangannya. “Apa kau bodoh?” pertanyaan menohok dari Matthew membuat Sacie mengeratkan genggaman tangannya. Satu kali pun dia tidak pernah dihina seperti itu di keluarganya. Justru hanya ada pujian dan pujian yang terus mengalir di orang-orang sekitarnya. Sacie hidup dalam keluarga yang selalu mendukung dan menyayanginya, hingga tidak mungkin ada orang yang berani mempermalukannya. Namun, apa yang dilakukan Matthew sangat berbanding terbalik dengan apa yang dia dapatkan dulu. Di depan laki-laki itu, dia seperti manusia tanpa harga diri dan tanpa otak. Setengah jam sebelumnya, begitu mengetahui Sacie datang ke kantornya, dia dengan cepat berberes diri lalu menyusul wanita itu tanpa memedulikan panggilan Anna. Marah bercampur kesal dan kebencian menguasai Matthew. Laki-laki itu menatap tajam tepat di depan Sacie. Ada ketidaksukaan yang teramat dalam. “Kau lup
Pertengkaran hebat yang terjadi di kediaman Matthew dan Sacie membuat Anna terguncang. Selama malam itu, dia hanya menangis di pelukan Matthew. Laki-laki itu bahkan sudah kehabisan akal untuk membujuk agar Anna menyudahi tangisannya. Meskipun terlihat dingin, sebenarnya Matthew begitu perhatian, hal itulah yang membuat Anna berani untuk menumpahkan kesedihannya kepada Matthew.“Bangunlah, kau terlihat sangat lelah,” suara serak Matthew berhembus di telinga Anna. Wanita itu merasakan kehangatan sampai membuatnya terusik dan membuka kedua mata cantiknya. Lenguhan manja terdengar manis di telinga Matthew. Laki-laki itu pun mengecup bibir Anna dan melumatnya. Anna yang belum siap tentu merasa kesal karena hampir kehabisan napas. “Matt, kau ini!” protesnya. Matthew menarik ujung bibirnya, “ayo bangun, aku harus bekerja sekarang.”Seperti seorang wanita yang tidak ingin ditinggal oleh sang kekasih, Sacie menarik selimut lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Matthew seraya membuj
Sacie tidak peduli dengan ucapan Matthew minggu lalu. Yang jelas, statusnya sekarang adalah istri dari pengusaha terkaya New York. Mencintai atau dicintai memang hal yang berbeda, tetapi dia sudah berjanji dan janji harus ditepati.“Matt, kau mau sarapan?” suara Sacie mengejutkan Matthew yang baru saja menenggak air putih. “Kalau kau mau, aku akan membuatkannya.”Perkataan yang tidak pernah Matthew lewatkan adalah Sacie yang terus menanyakan sarapan untuknya. Dia tidak cukup mengerti bagaimana pola pikir wanita itu, sudah seminggu lalu dia dengan tegas menolak Sacie. Tetapi, Sacie justru semakin mendekatinya. Termasuk menanyakan kabar dan sarapan.“Aku tidak pernah sarapan.” Matthew meletakkan gelas bening di wastafel, barulah dia pergi. Sebelum benar-benar meninggalkan dapur ucapan Sacie membuatnya berpikir sepanjang perjalanan.“Aku tahu kau mungkin merasa terganggu dengan pertanyaan yang sama selama seminggu ini. Tapi, ingat Matt aku tidak akan menyerah. Aku akan membuktikan kalau
Keesokan hari, Sacie terbangun karena seorang pembantu masuk ke kamarnya. Ava, wanita paruh baya yang menyapanya lembut kini berada di depan pintu. Sacie cukup malu mengenai kondisi kamarnya yang sangat berantakan akibat kejadian semalam. Dia pun bergegas ke kamar mandi dan bersiap ke dapur untuk menyiapkan sarapan.Menjadi keluarga Johanson tidak membuat Sacie menjadi wanita manja. Dia sudah mandiri sejak masa sekolah. Sacie merupakan putri semata wayang dan menjadi satu-satunya wanita di rumah besar keluarga Johanson. Ibunya sudah meninggal sejak dia lahir, hal itu pula yang mendorong Sacie menjadi wanita mandiri. Meskipun ayahnya, Denzel Johanson berusaha selalu memanjakannya.Kebiasaan Sacie yang juga disukai Denzel adalah membuat sarapan. Sacie cukup ahli di dapur, dia bisa membuat berbagai macam sajian yang menggugah selera. Sesuai, keahliannya tersebut, pagi ini Sacie berniat membuat sarapan untuk suaminya. Setelah membersihkan tubuh, Sacie langsung pergi ke dapur.“Ava, kau ta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.