LOGINIstri sah mana yang rela di perlakukan bak pembantu di hadapan madu nya? apalagi madu itu adalah sahabat nya sendiri yang tak di sangka bisa mengambil kesempatan untuk mengambil perhatian suami dan mertuanya. apakah hanya karena anak? atau mungkin ada cinta dari sebelumnya? Rian lelaki yang memiliki pribadi ganda dan sangat cepat berubah, benar benar sangat mendambakan anak dalam rumah tangga nya. apakah Sella bisa memberikan apa yang di harapkan oleh Rian dan keluarga nya?
View More"Ris kita sholat yuk." Ucap Sella pada sahabat nya yang masih tidur terlelap.Melihat tak ada jawaban dari sahabat nya Sella memilih untuk membangunkan suami nya, namun. Hal yang sama yang di rasakan oleh Sella Rian tak bergerak sedikit pun."Yasudahlah aku sholat saja sendiri." Ucap Sella lalu berjalan ke kamar Mandi dan mengambil air wudhu.Sella melantunkan ayat suci Al-Qur'an setelah dia selesai melaksanakan sholat, rindu yang Sella harapkan terhadap imam nya hanya tinggal kenangan, "bolehkan aku rindu sholat bersama suami ku ya Alloh?" Lirih Sella sebelum akhirnya dia membereskan tempat sholat dan tempat tidur nya.Matahari mulai masuk ke dalam kamar lewat melewati celah gorden yang menjadi penutup kamar mereka."Mas, sudah siang, subuh nya sudah terlewat." Ucap Sella lembut.Grep'"Tidur di sini sayang." Ucap Rian dengan suara khas bangun tidur.Deg'Sella yang merasa bahwa suami nya salah sangka berusaha untuk bangun dan mengangkat tangan suami nya, "mas lepas aku Sella bukan R
Malam yang di takutkan oleh Sella itu akan segera terjadi, di mana saat ini Sella duduk di atas kasur yang lebih kecil dari kasur utama."Apa aku benar benar sudah bodoh dengan ini? Apa yang harus aku lakukan ya Alloh!" Batin Sella ketika pasangan pengantin itu tengah pergi tak ada di tempat nya.Waktu sudah menunjukan untuk sholat isya, hal itu membuat Sella keluar dari kamar dan segera mencari mushola terdekat.Brukh'"Astaghfirullah, maaf kak.""Ouh tidak apa apa, ini juga salah saya karena terlalu fokus dengan ponsel ini.""Zaidan!" Ucap Sella yang mengenal lelaki itu."Ouh ini..." Balasnya sambil berpikir. " Sella!" Lanjut nya yang sudah mengingat siapa wanita di hadapan nya itu. "Kamu sedang apa di sini?" Tanya Zaidan."Aku sedang mencari mushola, apa kamu tahu?""Aku tahu, boleh aku mengantarmu?""Tidak usah, cukup beritahukan saja di mana tempat na." Ucap Sella yang tak ingin ada kesalah fahaman antara dia dan suami nya."Baiklah, hati hati Sella, semoga kita ketemu lagi nanti
Waktu yang Sella takutkan itu kini terjadi, bahkan sepasang suami istri itu meminta Sella untuk menyiapkan segalanya."Bu kami berangkat dulu ya." Ucap Rian sambil mengulurkan tangan nya di ikuti oleh Riska."Kalian hati-hati ya, segera kabari ibu dengan kabar baik dan segera berikan kami pewaris sebenarnya!" "Baik Bu, akan aku pastikan itu." Jawab Riska."Kenapa kamu yakin sekali? Apakah kamu subur?" Sindir Rana yang memang sering memutar bola matanya dengan malas sebagai expresi sambutan pada asik ipar barunya itu."Maksud mu apa Rana?" Bentar Dewi."Ibu! Dia itu juga sama wanita sebagaimana kita semua, dan kita juga nggak tahu dia bisa langsung mengandung atau tidak.""Jelas saja bisa, sebelum menikah aku hamil anak Rian saat kami pacaran dulu." Batin Riska. "Kakak tenang saja, saya adalah seorang dokter dan saya tahu apa yang harus dan tidak saya lakukan untuk mempercepat kehamilan." Jelas Riska."Nah apa yang di katakan Riska itu benar, aku setuju.""Tuh lihat Rana, bahkan Rani
"baik bi," jawab Sella lalu dia segera menghampiri bi Lina yang masih menyiapkan makanan di atas meja."Neng maaf, kenapa mata neng sembab?" Tanya Bi Lina yang memang sejak awal kedatangan Sella dia menatap Sella dengan rasa penasaran nya."Nggak papa kok bi, ouh iya mana mamang? Ayo kita makan bersama." Ajak Sella."Baik neng." Jawab bi Lina yang kemudian mengajak suami nya untuk makan bersama.Begitulah Sella yang tak bisa membiarkan suami istri itu dia perlakukan seperti pembantu, tapi Sella memperlakukan mereka sebagai mana terhadap orang tua.Keheningan yang mereka rasakan saat ini, hanya ada suara dentingan piring dan sendok yang saling beradu, tak ada suara lain hingga mereka selesai makan."Bi...""Iya neng,""Biar aku bantu ya, boleh?""Nggak usah neng, biar bibi aja, lagian kan ini udh jadi tugas bibi." "Baiklah bi, aku ke kamar lagi ya." "Baik neng," jawab bi Lina. "Apa den Rian dan neng Sella sedang ada masalah? Kenapa mereka jarang sekali bersama ke villa akhir akhir in


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews