MasukTepat saat mereka selesai bertukar sapa, Dosen memasuki kelas. Semua suara mendadak hening.“Selamat pagi, semua! Saya Ms. Belinda, dan sebelum kita mulai, hari ini kita kedatangan murid baru!” ucap Ms. Belinda, seorang wanita paruh baya yang tampak berwibawa.
Ms. Belinda memberi isyarat ke arah Raya.“Raya, silakan berdiri dan perkenalkan dirimu!” Raya bangkit dari kursinya, sedikit gugup, tetapi memasang senyum terbaiknya. “Halo semuanya. Nama saya Raya. Saya baru pindah dan sangat antusias untuk belajar di sini. Saya harap kita semua bisa berteman baik,” katanya dengan nada suara yang ceria dan aksen yang menarik perhatian. Suara bisikan mulai terdengar, didominasi oleh kekaguman terhadap aksennya. “Baik, terima kasih, Raya. Silakan duduk,” kata Ms. Belinda. Kelas dan semua mata kuliah hari itu telah usai. Raya berjalan beriringan dengan teman-teman barunya, Diana yang bersemangat dan Domi lyang berambut dikepang dua. Mereka menyusuri koridor utama yang padat. “Akhirnya selesai juga!” seru Diana sambil meregangkan tangannya. “Aku benci sekali dengan Matematika Hukum tadi! Otakku rasanya di panggang !,” keluh Diana, mengipasi wajahnya. “Iya, aku rasa ingin muntah melihat angka-angka itu!” timpal Domi, tertawa kecil. Raya tertawa kemudian “Kau mau ke mana setelah ini, Raya?” tanya Diana. “Aku... entahlah. Mau pulang, tapi bosan,” jawab Raya. “Kalau begitu, kau ikut kami saja ke rumah ku ! Kita bisa menonton film,” ajak Domi dengan antusias. Raya tersenyum, hendak menjawab, ketika tiba-tiba mereka bertiga didorong dengan keras. Domi terhuyung dan terjatuh, tasnya terlepas. Sekelompok mahasiswa “Elite” yang angkuh melewati mereka, dipimpin oleh Lydia, diikuti oleh Camille dan Sora. “Minggir, jangan halangi jalan!” ucap Lydia dengan nada dingin dan meremehkan, bahkan tanpa menoleh ke arah Domi yang jatuh. “Domi!” pekik Raya, segera berlutut untuk membantu temannya. Lydia dan gengnya berhenti, mata mereka menyapu Raya dan Diana yang tampak terkejut. “Oh, lihat ini. Si anak ayah bergaul dengan ‘perempuan aneh ini (Domi) dan ‘Pendatang Baru’ (Raya) yang cukup cantik untuk jadi sugar baby,” desis Lydia sinis, senyum mengejek tersungging di bibirnya. Mereka mulai melangkah lagi, meninggalkan Raya, Domi, dan Diana di tengah koridor. Raya merasa darahnya mendidih. Dia membantu Domi berdiri, lalu meluruskan tubuhnya, menatap punggung Lydia. “Hei!” teriak Raya. Suaranya lantang dan tegas, memecah kebisingan di koridor. “Kalau tidak punya adab, sebaiknya jangan kuliah! Sialan !” “Dasar anak yatim ! ( Punya orang tua tapi seperti tidak punya orang tua ! ) ucap Raya sambil memperlihat jari tengah pada kedua tangannya Geng Lydia berhenti dan berbalik Lydia menatap tajam Raya dengan matanya matanya bertatap dengan Raya kuat. Lydia menghampiri Raya dan berteriak di mukanya “Kau berani denganku !”teriak Lydia Plakkk Raya dengan beraninya menampar Lydia di pipi dan semua orang terkejut “Berani sekali.kau teriak padaku !”ucap Raya. Lydia ingin kembali membalas Raya dan hampir memukul Raya beruntung dengan sigap Raya kembali menampar dirinya “Aku tidak tahu ada apa denganmu ?”ucap Raya “Aku rasa kau punya orang tua tapi serasa tidak memiliki orang tua !” “Karena kau tidak memiliki adab sekalipun !”ucap Raya. Raya mendorong Lydia hingga jatuh “Anggap saja ini sebagai pelajaran untukmu untuk displin !” dan Raya berbalik pergi bersama Domi dan Diana yang senang “Ayoo !” Semua menatap Raya dengan kagum dan berani.Beberapa hari kemudian berita kematian para anak anak itu tersebar di kampus dan fi dengar oleh Raya yang terkejut kuat dan beberapa melihatnya aneh namun setelah itu diam diam dia tersenyum kemudian. Ia melihat hari dan tanggal di ponselnya kemudian “Sudah saatnya”Raya bersama Diana dan Domi ke rumah Diana mereka akan mengerjakan proyek hukum bersama untuk pratik dan membawa begiru banyak berkas kasus untuk di pelajari Mereka sampai di ruang tamu“Aku ingin ke toilet dulu !”ucap Domi “Iss kita selalu barengan ingin ke toilet ayook !”ucap DianaRaya melihat sekeliling setelah di tinggal oleh Domi dan Diana sementara waktu dan memegang berkas beekas mengeceknya“Hai baby girl?”ucap Caesar yang tiba tiba sudah ada di belakangnya dan membuat Raya terkejut dan hampir jatuh dan kertas berkasnya jatuh dan untungnya Caesar menangkap tubuhnya dan mereka saling bertatapan dekat dan hidung mereka menyatu. “Shit, maafkan aku !”ucap RayaCaesar terkekeh dan tersenyum dan melepaskan
•••Di jalanan terpencil, mobil yang membawa Marcus, Lydia, Benjamin, dan Doruk melaju kencang. Marcus yang masih emosi akibat jarinya patah dan penghinaan di kampus, serta di keluarkan nya dia dari kampus dan tidak bisa mengontrol kecepatannya. “Aku benci wanita itu !”ucap Lydia. “Dasar wanita sialan !”Ucap Camille melihat Doruk terluka. “Kita harus berikan pelajaran untuk mereka!”ucap Sora sambil mengobati Benjamin. “Sudahlah !”titah Marcus berteriakTiba-tiba, sebuah mobil mewah dari belakang menghantam mereka dengan keras. Marcus terkejut, mengajak duel pengemudi di belakangnya. Tiba-tiba, sebuah mobil lain dari samping melaju, mengimpit mobil Marcus di tengah. Marcus kehilangan kendali, mobilnya oleng. Di depan mereka, sebuah truk pembawa kayu mendadak berhenti.Dalam sepersekian detik, mobil Marcus oleng ke jurang.Begitu terbangun, Geng Lydia dan Marcus mendapati diri mereka terluka parah dan tergantung oleh rantai di dalam sebuah gudang kosong. Tubuh mereka menggantung
“PEREMPUAN PEREMPUAN SUNDAL !”teriak Mark dari sanaMarcus, yang merupakan senior berandalan di kampus itu.Lydia dan Camile bangkit dari posisi mereka dan berlari ke kekasih mereka "Sayang, dia orangnya!" ucap Lydia pada Marcus. Menunjuk Raya Marcus datang dengan dua temannya yang lain, Benjamin dan Doruk. Marcus adalah pria bertubuh besar dengan tatapan congkak. Marfus berjalan cepat ke arah Raya dan Diana Aggghhhhg!Teriak Marcus ketika Raya menendang tulang kering Marcus hingga pria itu tersungkur ke tanah, merintih kesakitan."Kabur!" teriak Raya pada Diana.Mereka berdua kabur. Benjamin dan Doruk yang terkejut melihat ketua mereka dilumpuhkan, segera mengejar mereka. Benjamin dan Doruk mengejar Raya dan Diana hingga menyudutkan mereka di pojok belakang gedung kelas yang sepi. Mereka menjebak kedua gadis itu."Kalian tidak akan ke mana-mana!" geram Benjamin.Mereka menangkap keduanya masing masing dan berusaha melecehkan mereka berdua dengan memegang dada mereka dari
•••Raya terbangun oleh sinar mentari. Ia melihat Fahad yang masih tertidur dan memeluknya. Raya tersenyum saat melihat wajah Fahad di sampingnya dan mengelus rahang Fahad yang kini tengah telungkup menghadapnya.Ia berniat pergi, tapi Fahad menahannya dan menariknya kembali.“Mr. Tiger, aku akan pergi untuk mandi!” ucap Raya, pelan.“Sini saja,” ucap Fahad, menarik Raya lebih dekat ke pelukannya.“Tapi aku mau berangkat kuliah,” kata Raya, sedikit merengek.Fahad menduselkankan kepalanya dan hidungnya di jenjang leher Raya, kembali memeluknya erat. Kehangatan tubuhnya menyelimuti Raya.Dan Fahad seakan senang dengan bau tubuh Raya“Millya,” ucap Fahad tanpa sadar, suaranya serak karena tidur.Tubuh Raya menegang. Ia terdiam sejenak, melihat wajah Fahad yang terlelap, lalu tersenyum. Fahad bergerak sedikit, hidung mereka saling menyentuh. Mata emas Fahad terbuka perlahan, langsung menatap mata abu-abu Raya.“Morning, Raya,” ucap Fahad, suaranya kini kembali normal.“Morning
“Masalah ini seharusnya kau bilang padaku!” ucap Fahad.“Aku minta maaf, Mr. Tiger!” ucap Raya ketakutan kuat. “Katakan padaku sedetail detailnya !”titah Fahad Raya menceritakan kejadian malam itu secara detail dan garis besarnya dengan ketakutan pada Fahad hingga ia menangis Fahad memegang kedua pipi Raya.“Lihat aku! Jika ada apa-apa! Kau harus memberitahukan itu padaku!” ucap Fahad.“Kau tidak akan kenapa-kenapa, dan kau akan aman!” “Ayo kita keluar dari acara ini!” ucap Fahad. Raya melihatnya, hanya dengan senyum dan menangis. Ia memegang kedua lengan Fahad.“aku bersihkan lukaku dulu !” ucap Fahad. “Ya,” ucap Raya menangis Mereka sampai di area parkiran agar tidak diketahui paparazzi. Berjalan beriringan dan Fahad memegang tangan Raya Supir datang dengan mobil Fahad yang lainnya, sebuah Ferrari hitam edisi terbaru. Fahad sengaja pulang dengan mobil berbeda dari yang saat ia datang. Hal ini bertujuan untuk mengecoh atau mengalihkan perhatian paparazzi atau mata-mata ya
“Fahad Hakan Abdullah!” ucap seseorang, membuat Fahad terdiam. Wajahnya berubah serius dan tangannya mengepal kuat.“Kau berada di Australia sekarang, kan?” ucap suara itu.“Apa maumu!” tegas Fahad.“Aku tidak mau apa-apa. Tapi istrimu cukup manis dan cantik memakai dress hitam itu!” ucap si anonim. Fahad mengepal tangan lebih kuat.“Bicara yang benar !”tekan Fahad“istrimu sangat cantik apa dia masih perawan ?”ucap Anonim itu “Hentikan Ucapanmu !”sarkas Fahad“jaga ucapanmu ! Kalau kau mau dia, Jika kau berani! Aku pastikan kau tidak akan punya tangan atau masa depan yang cerah!” ucap Fahad.“Aku bersama dengan dirinya kemarin. Apa kau tahu itu? Dia sangat lugu, tapi dia begitu hebat,cantik serta tangkas !”“Kau sangat marah jika ia disentuh, bukan?” tanya anonim itu. Fahad mengepal tangannya keras.“Kau tahu dia hebat karena apa? Karena dirinya mampu melawan anak buahku hingga hampir tewas ketika ia ingin ku bawa dan kusentuh!” tekan Anonim itu “hentikan omong kosongmu !”sarkas F







