مشاركة

Sedikit Bernapas

last update تاريخ النشر: 2026-07-13 12:01:32

“Kalian berdua cepat pergi dari sini,” usir pria berambut ivy league itu sambil menghampiri kedua orang yang tadi menyiksaku.

Mendengar itu membuatku mengerutkan dahi. Apakah ini artinya Tuan Arga menyelamatkanku? Aku penasaran apakah itu benar Tuan Arga yang kukenal? Kenapa dia mau menolongku? Posisiku yang sedang terbaring lemas berusaha menengok ke kanan, tempat mereka bertiga berdiri.

“Maksud lu apa Arga? Lu mau belain cewek miskin ini?” tanya wanita berbando pink.

“Lu berdua bodoh apa gimana? Gua justru nolongin kalian berdua. Sebentar lagi, kelas renang akan dimulai. Kalian mau jelasin apa kalau mereka semua lihat ada yang mati di sini?” tegas Arga.

“Betul juga sih Ran. Ayahnya Arga ini kan pengacara. Dari dulu, Arga selalu jadi tameng kita semua supaya bebas dari jerat hukum apa pun itu.” Wanita berpita pink memvalidasi perkataan Arga.

Ah, ekspektasiku terlalu tinggi. Benar saja, Tuan Arga sama sekali tidak peduli denganku. Tidak kuat mendengarkan fakta ini, aku langsung mengalihkan pandangan ke atas dan memejamkan mata. Aku berusaha mengambil napas sebanyak-banyaknya sambil menahan rasa sakit. 

“Soal cewek ini, biarin dia jalan sendiri ke UKS. Yang sakit kepalanya, bukan kakinya,” jelas Arga menyindirku dengan tajam.

Kedua wanita itu pun menuruti Arga dan pergi dari kolam renang tersebut. Sebelum pergi, kaki mereka iseng untuk menggeser tubuhku. Saat itu, posisiku sedang berada di pinggir kolam renang, sekitar 30 cm dari kolam. Badanku yang sudah ringkih mudah sekali terdorong dengan hentakan kaki mereka. Mataku yang tadinya terpejam, otomatis langsung terbuka dan panik. 

Aku menggeliat berusaha menjauhkan diri dari kolam. Namun, semuanya terlambat. Air seperti seolah-olah menarikku ke dalam. Aku tenggelam. Tidak bisa bernapas. Jalur napasku dipenuhi air. Aku berusaha menggerak-gerakan seluruh tubuh untuk mempertahankan posisi mengambang. Kedua tanganku diangkat ke atas menunjukkan gesture meminta tolong. Di dalam air, aku melihat sekilas kedua wanita itu panik karena tidak menyangka aku tercebur.

Sementara itu, Tuan Arga hanya berdiri mematung dengan tenang sambil menunjukkan gesture untuk menyuruh kedua wanita itu pergi dari sini. 

Apakah ini akhir hidupku? Mati tenggelam di sekolah?

Tubuhku makin melemah dan hampir mencapai titik akhirnya. Aku menangis di dalam air. Menunggu kematianku. Namun, bukannya makin sesak, napasku justru berangsur-angsur kembali. Aku mulai naik perlahan-perlahan ke permukaan. Tanganku fokus mencari pegangan di pinggir. Sementara itu, kakiku berusaha menapak, berharap mendapatkan tempat pijakan yang tidak terlalu dalam. Beruntung, aku berhasil berdiri tegak di kolam renang. Napasku langsung memburu dengan cepat.

Aku menangis penuh haru sambil terus mengucap syukur karena berhasil selamat. Saat sedang berusaha mengembalikan napas, aku mendengar suara percikan air dari belakangku.. Wajah familiar itu muncul dari dalam air. Itu Tuan Arga? Kali ini sungguhan. Dia benar-benar menyelamatkanku! 

Tuan Arga berenang menghampiriku. Kini, dia berdiri tepat di hadapanku. Jantungku berdetak sangat cepat saat menatap matanya. Bibirnya yang merah dan berkilau ditambah wajahnya yang basah membuat anak pengacara itu makin telihat glowing. Ah, sial. Di situasi mencekam seperti ini, dia membuatku tidak bisa mengedipkan mata. Walaupun, tatapan pria itu masih seperti biasa. Dingin dan angkuh. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Berjalan biasa melewatiku, lalu langsung naik ke daratan. Aku yang masih berdiri di dalam air hanya bisa menatap punggungnya yang basah.

“Udah cukup lu bikin masalah buat gua. Sekarang, urus diri lu sendiri. Pergi ke UKS dan jangan buat masalah lagi!” ujar Tuan Arga tanpa menengok kepadaku.

Ia langsung memungut blazer dan seragamnya. Setelah itu, pergi berjalan keluar sambil mengenakan pakaiannya kembali.

Rasanya, kini aku ingin mati saja. Menenggelamkan diri ke dasar kolam renang dan tidak pernah kembali lagi ke sekolah ini. Namun, aku mengingat kembali betapa senangnya ayahku saat mengetahui akhirnya bisa bersekolah di sini. Aku masih ingin tetap hidup dan membahagiakan ayahku. Walaupun lemas, aku berusaha naik ke atas dengan susah payah. Tiba-tiba ada uluran tangan dari seorang wanita berkuncir kuda.

“Pegang tangan saya dengan kuat!” ujarnya sambil mengulurkan tangan.

Aku pun berhasil naik ke daratan. Wanita itu membopongku untuk bersandar di tembok putih yang tadi menghalangiku. Aku bersandar dan melihat dengan saksama siapa wanita itu. Menyadari bahwa aku kebingungan dengan kehadirannya, ia pun langsung mengenalkan dirinya.

“Oh, kamu tenang saja. Saya Dokter Riani. Dokter jaga di UKS sekolah ini,” jawabnya ramah.

Aku bernapas lega. Akhirnya, ada seseorang yang sungguh-sungguh ingin menolongku. Kehadiran Dokter Riani membuat tubuhku lumayan rileks. Mataku rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk berjaga. 

“Syukurlah,” lirihku sampai akhirnya kedua mataku tertutup sempurna karena pingsan.

Mataku terbuka perlahan-lahan. Aku melihat langit-langit ruangan berwarna putih. Mataku menyipit karena silaunya lampu. Kepalaku masih terasa nyut-nyutan. Namun, setelah aku raba, bagian yang terbentur sudah tertutup kain kasa. Tubuhku juga sudah kering. Aku mengenakan pakaian baru, seperti pakaian pasien di rumah sakit. Rasanya, badanku terasa linu dan sulit digerakkan. Karena tidak nyaman, aku berusaha bangkit untuk duduk.

Saat duduk, mataku langsung melihat keluar jendela. Aku terkejut karena ramai siswi di luar sana. Sebagian ada yang saling berbisik-bisik. Sebagian yang lain, terlihat menyedekapkan tangan sambil menunjukkan raut wajah tidak suka. 

Kepalaku pusing. Sekarang ini, kesalahan apa lagi yang aku perbuat?

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Dia Sungguh Menyukaiku?

    “Cuma jadi putri supir bokapnya Arga udah belagu banget,” ucap salah seorang siswi kepadaku ketika aku lewat di depannya.Aku yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. Tidak masalah bagiku mereka ingin mengatakan apa. Asalkan, tidak bermain fisik dan mengganggu proses belajarku di sekolah ini. Berstatus sebagai orang dekat Tuan Arga membuatku lebih nyaman bersekolah di SMA International Cakra ini.Aku lebih dihargai dan tidak ada yang berani macam-macam kepadaku. Ah, sungguh senang rasanya. Akan tetapi, Tuan Arga tetaplah Tuan Arga. Sikapnya di sekolah tidak pernah berubah. Tetap dingin dan cuek saja. Tidak jarang, aku pun menjahili dengan sedikit menggodanya supaya interaksinya kepadaku lebih cair.“Sok cool banget sih Tuan Arga,” ledekku di sampingnya saat dia sedang menikmati makan siangnya“Jangan berisik. Gue lagi makan!” ujarnya sembari mengunyah nasi goreng.Aku hanya tertawa kecil sambil menyantap makanan mewahku yang dibelikan oleh Tuan Arga. Rasanya lebih nikmat dibandingkan

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Perubahan Sikap

    “Eh, itu beneran mereka? Arga sama si anak supir itu turun dari mobil yang sama?” ucap siswi kepada siswi lainnya.Ancaman Pak Rahadian berhasil membuat Tuan Arga luluh di sekolahan. Mau tidak mau, dia harus menyetujui permintaan ayahnya untuk menjagaku. Walaupun, aku lihat raut wajahnya tidak senang dengan tugasnya tersebut. Akan tetapi, kepercayaan diriku mengungkapkan bahwa ada rasa lega dari ekspresi yang dipancarkan Tuan Arga. Dia seperti sudah menunggu momen-momen untuk menjagaku.Aku dan Tuan Arga turun dari mobil hitam yang sama. Hari ini, Pak Rahadian meminta ayahku untuk mengantar kami berdua ke sekolah. Tentunya, dengan senang hati aku duduk manis di mobil yang cukup mewah itu. Setelah menginjakkan kaki di depan sekolah, beberapa siswi yang juga baru datang memandangi kami sambil kebingungan dan mulai bergosip. Aku tanpa sadar membusungkan dada karena merasa percaya diri sudah meluluhkan Tuan Arga. Mungkin, itu juga yang mereka pikirkan setelah melihatku bersama Tuan Arga

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Mencari Perlindungan

    “Wah, beneran udah nggak waras lu ya! Mau mati di sini lu udah bikin Clarissa sampai jatuh gini?” ancam Veronica kepadaku.Veronica langsung mendekat kepadaku. Sementara itu, Rani terlihat berusaha membantu Clarissa berdiri. Aku waspada dengan mengambil kuda-kuda untuk bersiap menahan serangan yang akan mereka lakukan. Tangan kanan Veronica mulai diayunkan. Aku yang sudah bisa memprediksi gerakan Veronica langsung menahan tamparannya. Kemudian, aku juga memelintir tangan Veronica sambil mendorongnya hingga terjatuh ke Clarissa.Rani dan Clarissa pun terkejut karena tertubruk tubuh Veronica. Rani yang sudah murka langsung cepat-cepat bangkit dan memberikanku serangan kejutan. Lumayan. Pipi kananku rasanya perih dan sepertinya agak memerah setelah menerima tamparan itu. Namun, kali ini berbeda. Aku yang biasanya diam saja dipukuli seperti ini, mulai melawan pada hari ini.Tanpa basa-basi, aku juga melayangkan tamparanku sekuat tenaga. Belum cukup sampai sana, aku juga mencekik lehernya

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Keputusan Terbaik

    “Woy, Babu. Cepetan jalannya!” teriak Clarissa kepadaku yang tertinggal jauh di belakang mereka.Setelah mengetahui fakta yang menyakitkan soal orang tua Rani, aku lebih banyak melamun. Walaupun itu papa angkatnya Rani, hal tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa Rani berasal dari keluarga yang terpandang. Intinya, Veronica sudah membohongiku. Tidak pernah ada sejarahnya Rani menjadi budak dahulu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan di sekolah. Veronica hanya ingin mengerjaiku. Akan tetapi, aku masih dihadapi dilema. Kini, semuanya terasa hambar. Aku sudah tidak terlalu senang saat mendapatkan kenyamanan belajar di sekolah ini. Aku juga sudah tidak terlalu merasakan sakit saat dibully oleh Clarissa dan teman-temannya. Aku mati rasa.Status budak ini membuatku makin diremehkan oleh seluruh warga sekolah. Sebelumnya, mereka tidak terlalu mengusikku. Sayangnya, statusku yang menjadi budak Clarissa membuatku makin terekspos oleh siswa dan siswi sombong yang hanya memanfaatkan kekayaa

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Fakta Mengejutkan

    “Apaan sih Tuan Arga. Kalau di sekolah aja, sok-sok nggak kenal,” teriakku saat tidak sengaja berpapasan dengan Tuan Arga di lorong sekolah.Tuan Arga yang tadinya memasang raut wajah dingin seketika berubah menjadi pucat pasi. Dia langsung menutup mulutku dari belakang dengan tangan kirinya. Sementara itu, tangan kanannya berada di pinggangku untuk mendorong aku menepi. Beruntung, saat itu keadaan lorong sekolah cukup sepi. Tidak ada siapa-siapa. Kini, hanya ada aku dan Tuan Arga yang terhalang oleh papan mading besar. “Lu kenapa tiba-tiba ngomong gitu? Kalau ada yang denger gimana?” protes Tuan Arga.“Biarin. Biar sekolah tahu kita ini siapa,” kataku dengan manja.Setelah kejadian semalam, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi seberani ini kepada Tuan Arga. Walaupun, sebenarnya Tuan Arga tidak menjelaskan maksudnya memegang tanganku seperti itu. Akan tetapi, hal yang pasti adalah perempuan mana yang tidak baper diperlakukan seperti itu.“Sekarang, mau lu apa?” tanya Arga yang terlihat

  • Di Bawah Kendali Putri Supir   Kepedulian Tuan Arga

    “Laras, lu yakin mau ambil jalan ini?” ujarku pada diri sendiri sambil menatap pantulan wajahku yang ada di kolam renang. Walaupun aku tidak bisa berenang, tetapi area kolam renang di rumah Tuan Arga merupakan tempat favoritku. Sebab, suasananya sepi serta angin berembus membuat udaranya cukup sejuk.Memang benar, hari ini tidak ada yang mengganggu aku saat di kelas. Aku bisa nyaman belajar bahkan mengikuti setiap proses pembelajaran dengan lancar. Namun, aku tetap merenungkan apa yang terjadi hari ini. Bullyan yang dilakukan Clarissa di kantin tidak bisa aku abaikan begitu saja. Clarissa seperti memberiku sebuah kenyataan pahit. Kenyataan bahwa kalau aku ingin nyaman di SMA International Cakra, maka aku harus terlebih dahulu mendapatkan kesakitan. Terdengar adil, bukan? Akan tetapi, seharusnya konsepnya tidak seperti itu. Bisa belajar dengan nyaman merupakan hak seluruh murid. Tidak perlu ada konsekuensi buruk yang diterima terlebih dahulu untuk menerima semua itu. Saat sedang me

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status