Home / Romansa / Di Bawah Selimut Tetangga / Bagian 50 - Bernostalgia Ria

Share

Bagian 50 - Bernostalgia Ria

Author: Daisy
last update publish date: 2026-01-20 10:32:30

Mobil melaju perlahan meninggalkan area kantor notaris. Senja turun dengan warna jingga pucat, menempel di kaca depan seperti sisa hangat yang belum rela pergi. Di dalam kabin, musik diputar pelan, instrumental tanpa lirik yang cukup untuk mengisi ruang tanpa mengganggu pikiran.

Sagara menyetir dengan fokus, tapi jemarinya masih menggenggam tangan Aruna di atas konsol tengah. Sedangkan, Aruna memandang ke luar jendela beberapa detik, lalu beralih menatap tangan mereka. Jarinya bergerak kecil, m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 146 - Pijat Plus Plus

    Sagara menggendong Aruna dengan mudah menuju kamar utama vila, lalu membaringkan Aruna telungkup di atas ranjang king-size yang empuk, kepala wanita itu menghadap ke samping dengan pipi menempel bantal.Aruna menghela napas panjang, tubuhnya yang lelah langsung rileks saat merasakan kasur yang dingin.“Pijat ya, beneran pijat,” gumam Aruna dengan suara setengah memperingatkan, meski matanya sudah setengah terpejam.Sagara tersenyum tipis, lalu naik ke ranjang, berlutut di samping tubuh istrinya. Tangan besarnya mulai bekerja dari bahu Aruna, menekan otot-otot yang tegang dengan tekanan yang pas dengan kuat tapi tidak menyakitkan.“Tenang saja, Nyonya Pratama. Saya kan sudah janji,” katanya dengan suara bariton yang rendah, sementara jempolnya memutar di bahu Aruna, melemaskan simpul-simpul ketegangan.“Enak, terus, Sayang di situ,” Aruna mendesah lega.Sagara melanjutkan pijatannya ke punggung dengan gerakan lambat dan teratur, tapi semakin ke bawah, semakin nakal tangannya. Saat menc

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 145 - Gencatan Senjata Aruna

    Sagara benar-benar tidak membiarkan Aruna bangun dari tempat tidur selama 3 hari awal di Yunani. Sampai akhirnya Aruna marah dan ngambek, akhirnya Sagara menyerah.“Ini! Liat ini! Bener-bener ya kamu!” teriak Aruna sambil menunjuk tubuhnya yang hanya mengenakan bra dan celana dalam.Aruna menunjuk tubuhnya yang penuh memar, bekas gigitan, tamparan yang Sagara perbuat sejak mereka sah di Jakarta.“Pokoknya hari ini, aku mau jalan-jalan. Titik!” teriak Aruna sekali lagi.Sagara yang duduk di pinggir ranjang dengan bertelanjang dada hanya meringis menatap tubuh istrinya yang penuh tanda dari ujung kepala sampai kaki.Sagara berdehem, mencoba menutupi rasa bangga sekaligus bersalah yang muncul bersamaan saat melihat tanda-tanda itu berwarna ungu kemerahan, beberapa bahkan masih tampak baru akibat sesi panas mereka di kolam renang semalam."Itu... tanda cinta, Sayang," gumam Sagara dengan suara baritonnya yang serak, mencoba meraih pinggang Aruna untuk membujuknya kembali ke pelukan."Cint

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 144 - Penerbangan Menuju Yunani

    Hari keberangkatan pun tiba. Bandara Soekarno-Hatta pagi itu masih cukup tenang, namun aura di sekitar gerbang keberangkatan internasional terasa berbeda bagi Aruna. Aruna duduk di ruang tunggu eksekutif, menyesap chamomile tea untuk menenangkan sarafnya yang masih sedikit tegang.Bukan karena takut terbang, melainkan karena efek persiapan Sagara selama dua hari terakhir yang membuat langkah kakinya masih terasa sedikit goyah."Masih pegal?" tanya Sagara rendah, duduk tepat di sampingnya sambil menutup tablet kerjanya.Pria itu tampak sangat berkelas dengan setelan kasual high-end berwarna abu-abu arang, kacamata hitam tersampit di kerah kausnya.Aruna melirik tajam suaminya dari balik kacamata besarnya. "Menurut kamu? Aku hampir nggak bisa angkat koper tadi kalau nggak kamu bantuin."Sagara terkekeh, suara baritonnya yang jernih menarik perhatian beberapa pasang mata di ruangan itu. Ia meraih tangan Aruna, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari."Itu alasan kenapa saya pesan firs

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 143 - Jejak Sang Penguasa

    Sore itu, kediaman keluarga Maheswari tampak tenang saat mobil Range Rover hitam milik Sagara memasuki gerbang. Aruna duduk di kursi penumpang dengan perasaan campur aduk.Di satu sisi, ia sangat bahagia bisa berkunjung ke rumah Papanya setelah resmi menjadi istri Sagara. Namun di sisi lain, ia merasa sangat was-was.Sejak berangkat tadi, ia terus mematut diri di cermin, mencoba menaikkan kerah blouse tinggi yang ia kenakan untuk menutupi karya seni Sagara yang sangat mencolok di lehernya."Sa, kamu yakin ini nggak kelihatan?" tanya Aruna untuk kesekian kalinya, jemarinya meraba kerah pakaiannya dengan gugup.Sagara, yang terlihat sangat santai dengan kemeja kasual berwarna biru dongker yang lengannya digulung hingga siku, melirik istrinya dengan senyum tipis yang penuh kemenangan."Sudah aman, Sayang. Kecuali kalau kamu sengaja mendongak di depan Papa,” respon suaminya yang terdengar menyebalkan bagi istrinya."Ih, kamu mah! Ini gara-gara kamu yang terlalu brutal," gerutu Aruna sambi

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 142 - Sarapan yang Manis

    Sagara tidak mempedulikan protes lemah Aruna. Pria itu justru semakin gencar mendaratkan kecupan di sepanjang rahang hingga turun ke ceruk leher yang sudah penuh dengan tanda kepemilikannya.Aroma tubuh Aruna di pagi hari, perpaduan antara sisa parfum mawar dan aroma khas sehabis bercinta selalu menjadi candu yang gagal ia lawan."Sa, beneran, berhenti. Aku mau mandi, badanku lengket semua," rintih Aruna, meski tubuhnya secara khianat justru merespons setiap sentuhan Sagara dengan getaran halus.Sagara mendongak, menatap Aruna dengan binar jenaka sekaligus lapar. "Mandi bersama? Itu ide bagus. Saya bisa bantu gosok punggung kamu... atau bagian lainnya.""Nggak! Mandi bersama kamu itu artinya kita nggak akan keluar kamar mandi sampai siang," ketus Aruna sambil mencoba mendorong dada bidang suaminya.Sagara terkekeh, suara baritonnya yang berat di pagi hari terdengar sangat seksi. Lalu, melepaskan kuncian tangannya, namun bukannya menjauh, ia malah menyusupkan kepalanya di dada Aruna, m

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 141 - Capek, Suamiku

    "Sa... Sa... aku... aku mau lagi... ahhh! Lidah kamu... terlalu enak... ngghhh! Aku... aku nggak kuat... ahhhhh!"Sagara merasakan tubuh Aruna semakin tegang dan mempercepat gerakan lidahnya.Dalam hitungan detik, Aruna menjerit panjang. Tubuhnya mengejang hebat, pinggulnya maju secara tak sadar, menekan wajah Sagara lebih dalam. Gelombang orgasme keenam menyapu dirinya dengan ganas, membuat cairannya meluber deras ke lidah Sagara."Ahhhhhh!! Sa... keluar... aku keluar lagi... hah... hah... ngghhhhh!"Sagara tidak berhenti dan terus menjilat dan menghisap melalui pelepasan Aruna, memperpanjang kenikmatan hingga Aruna hampir ambruk. Baru setelah tubuh Aruna benar-benar lemas dan gemetar tak terkendali, Sagara bangkit dari jongkoknya.Ia memeluk Aruna, tubuhnya yang panas menempel rapat di punggung istrinya yang basah keringat. Bibirnya menciumi tengkuk Aruna sambil berbisik serak."Nikmat sekali rasanya... kamu malam ini."Aruna hanya bisa bernapas tersengal, tangannya masih mencengker

  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 91 - Terkubur Di sana

    Aruna membeku sejenak, matanya terbuka lebar, napasnya tersengal. Pinggulnya masih bergoyang pelan karena tubuhnya belum bisa berhenti, tapi pikirannya langsung panik. Sagara juga berhenti sejenak, tapi malah kembali menyentuh klitorisnya dengan gerakan lambat yang menyiksa, seolah-olah tidak pedu

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 82 - Kecurigaan

    Seminggu berlalu sejak sidang perdana Rendra. Apartemen Sagara yang terasa sunyi, kini mulai membaik dengan senyum Aruna yang sudah terbit.“Sa, bagusnya aku pakai ini atau ini?” tanya Aruna yang sedang membawa setelah berwarna biru dan kuning.Hari ini adalah hari pertama Aruna kembali bekerja ses

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 84 - Pijatan Madu

    Aruna meraih lengan Sagara dengan lembut tapi tegas. Senyumnya manis, tapi ada kilau nakal di matanya yang sudah lama tidak muncul.“Sa, dengar aku dulu,” katanya pelan, jari-jarinya menyusuri kerah kemeja Sagara.“Kamu udah ngurusin aku berhari-hari. Antar-jemput aku, masak, nemenin tidur, bahkan

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Di Bawah Selimut Tetangga   Bagian 81 - Kantor Sagara

    Pagi berikutnya, apartemen Sagara terasa lebih tenang dari biasanya. Aruna masih tertidur lelap di kamar, tubuhnya meringkuk di bawah selimut tebal, napasnya teratur setelah malam yang panjang penuh pelukan dan bisik-bisik menenangkan. Sagara sudah bangun sejak subuh, duduk di sofa ruang tamu denga

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status